Gu xing shan

Gu xing shan
Bab 9 : Manusia setengah monster


__ADS_3

Karena suatu kejadian Gu Xing Shan dan kedua gadisnya memutuskan untuk numpang tidur di rumah Nenek pemilik toko antik.


Gu Xing Shan dan Artemis melirik satu sama lain, Artemis heran melihat Gu Xing Shan membawa pulang seorang bocah perempuan yang dekil.


Gu Xing Shan sama herannya, apa yang terjadi sampai Fen Wei menangis tersedu sedu di pojok ruangan.


"Apa yang terjadi?" Tanya Gu Xing Shan dengan mata penuh kecurigaan.


"Musuh bebuyutanmu itu menyerang kami segera setelah sadar, jadi aku hancurkan setengah Dantiannya! Jawab Artemis dengan nada murka.


Gu Xing Shan bergidik ngeri, teringat akan kesialan yang menimpa dirinya beberapa waktu yang lalu.


"Kau sendiri? anak siapa yang kau culik?" Artemis memicingkan mata.


"Heh! jangan sembarangan. Aku menyelamatkan dia dari terkaman singa sirkus. Katanya dia gelandangan yatim piatu." Jawab Gu Xing Shan, dia melanjutkan, "Aku ingin membawanya ke sekte gadis suci. Soalnya waktu di jalan tadi..."


Beberapa jam yang lalu...


Gu Xing Shan membungkukkan badannya, lalu bertanya, "Gadis kecil, dimana orang tuamu?"


"Kata tetangga ayah ibuku ada di akhirat..."


Gu Xing Shan merasa dadanya tertusuk pedang saat mendengar jawaban itu. Tanpa menanyakan nama, kenapa dan apapun Gu Xing Shan membawa gadis itu.


Kembali ke masa sekarang...


"Aduh!! harusnya kau cari dulu keluarganya! siapa tahu dia punya nenek, paman, bibi, atau siapapun yang merawatnya! sebagai kultivator tingkat pegunungan harusnya pemikiranmu tidak sedangkal ini!"


Gu Xing Shan dengan lancang mengabaikan nasehat master Stigma nya itu. Menurutnya menolong anak yatim piatu yang luntang lantung di jalan bukan hal yang salah.


Keduanya pun bertengkar kecil saling membenarkan pendapat masing masing. Artemis ingin anak itu dikembalikan ke tempat Gu Xing Shan menemukannya. Alasannya karena kondisi mereka tidak memungkinkan untuk menjaga anak kecil ditambah awan An Long Shan tidak muat dinaiki 5 orang.


Gu Xing Shan punya solusi untuk masalah itu. Dia berencana mengikat Fen Wei di ujung awan, lalu menyeretnya sepanjang jalan.


Fen Wei langsung balik badan mendengar ide Gu Xing Shan. Dia marah dan mengutuk Gu Xing Shan, menyebutnya setan mesum penculik wanita.


"Diam kau wanita tiran! kau sendiri memperbudak banyak pria untuk kesenanganmu!"


Gu Xing Shan sontak melemparkan wadah keramik tempat menaruh lilin ke Fen Wei, namun wadah itu malah disambut oleh nenek pemilik toko antik.


Gu Xing Shan kaget, "Jangan lemparkan barang barang nenek. Semua yang ada di rumah ini adalah barang antik." Kata si Nenek. Disuguhkannya minuman.


"Nenek tidak tahu apa yang kalian suka. Tapi ini adalah susu kambing yang bisa diminum siapa saja."


"Nenek tinggal dulu ya. Ada pengunjung di toko." Nenek pergi.


Gu Xing Shan mendekati Fen Wei, lalu memegang ujung rambut nya. Fen Wei menatap tajam Gu Xing Shan, seolah berkata 'singkirkan tanganmu' lewat bahasa mata.


Tidak suka dengan tatapan yang disematkan Fen Wei padanya, Gu Xing Shan menampar wanita itu dengan sangat keras sampai satu gigi Fen Wei patah.


"Bagaimana rasanya jadi orang cacat yang tertindas? tidak enak bukan. Biarkan aku menamparmu sekali lagi."


Fen Wei berusaha melindungi pipinya.


Plak! plak! plak! plak! plak!


Gu Xing Shan menikmati waktunya menghukum wanita sombong itu. Dia juga mencubit bibir Fen Wei hingga berdarah.


Dia terus menampar dan menampar hingga tangannya kram.


"Hentikan... bukan aku yang memerintahkan menyerang keluarga Shan..." Fen Wei meminta belas kasihan.


Gu Xing Shan mengobati lengannya dengan Stigma Reconstruction, begitu pula dengan wajah Fen Wei yang babak belur.


Dia sadar menghajar wanita ini tidak akan mengubah apapun, meski begitu cara ini sedikit meredakan kemarahannya, terutama amarah atas kematian tragis tunangannya Bao Yu Xiao.


Artemis menahan tangan Gu Xing Shan, memintanya untuk berhenti karena anak yang dia tolong ada disini.


"Tidak baik memperlihatkan kekerasan pada anak dibawah umur." Nasehat Artemis.


"Baiklah." Gu Xing Shan menurut, sementara Fen Wei mereka ikat lalu dimasukkan ke dalam lemari baju.


Anak itu bernama Annchi, yatim piatu korban perang yang diculik dan dijual oleh tetangganya sebagai budak. Annchi memberitahu Gu Xing Shan kalau dia sebenarnya memiliki seorang Kakek.


Dia dan Kakeknya tinggal berdua di kota Fang, sampai akhirnya dia diculik dan dibawa ke kota perbatasan ini.

__ADS_1


"Tolong... antarkan aku pulang ke rumah... aku berjanji akan melakukan apa saja sebagai gantinya. Bahkan kalau Kakak ingin aku menjadi budak yang patuh akan aku lakukan. Asal aku bisa bersama Kakek hingga akhir hayatnya." Pinta Annchi dengan mata berkaca kaca menahan tangis.


"Akhir hayat? Kakekmu sakit?" Tanya Gu Xing Shan.


"Kakekku sudah terlalu tua. Tanpa aku di sisinya Kakek tidak akan bisa bertahan hidup."


Gu Xing Shan merasa iba. Kata bertahan hidup bukanlah kata yang seharusnya terucap dari mulut anak kecil.


An Long Shan berbisik pada Gu Xing Shan memberitahu kalau Annchi punya tanda yang aneh di dadanya.


"Itu terlihat seperti tanda ras manusia setengah monster." Bisiknya.


Ras setengah manusia setengah monster adalah ras campuran yang muncul setelah perang kuno berakhir. Mereka adalah orang orang yang memakan daging monster demi bertahan hidup.


Akibat dari memakan daging monster tubuh mereka bermutasi perlahan lahan, fisik mereka manusia, namun kekuatan dan nafsu makan mereka seperti monster. Untuk kasus Annchi dia adalah keturunan puluhan generasi setelah leluhurnya yang memakan daging monster.


"Annchi tanda apa itu yang terukir di dadamu?" Tanya Gu Xing Shan.


"Ini tanda lahirku..." Jawab Annchi dengan ragu.


"Pantas saja dia dijahati oleh tetangganya." Batin Gu Xing Shan.


Gu Xing Shan berdiskusi dengan Artemis dan An Long perihal tindakan mereka selanjutnya.


Rumah Annchi berada di lota Fang. Kota itu berada di wilayah Jinlian tengah, tempat itu lebih jauh dari sekte gadis suci dan bagian dari kekuasaan klan serigala bayangan.


Benua Jinlian terbagi jadi 5 bagian; utara dan timur dikuasai keluarga Zhao. Selatan dikuasai keluarga Wei. Barat dikuasai bangsa monster sisa sisa dari perang kuno. Bagian tengah dikuasai klan klan kultivator dengan klan Serigala Bayangan sebagai klan terbesar dan terkuat.


Annchi memberitahu kalau dia datang kesini lewat sumur tua.


Mendengar hal yang tidak lazim itu Gu Xing Shan jadi penasaran dan meminta Annchi memberitahunya lebih banyak.


Annchi menceritakan kalau beberapa jam yang lalu dia masih berada di desanya. Tetangganya mendorongnya jatuh ke sumur, lalu entah bagaimana dasar sumur itu membawanya ke kota ini.


Di kota yang asing ini kedatangan Annchi seperti sudah ditunggu. Beberapa orang kasar menangkapnya. Terlalu kasar jika menyebut mereka bandit, mereka lebih mirip pedagang dengan balutan kalung emas.


"Lalu bagaimana kau bisa kabur dari mereka dan berada di dekat sirkus tadi?" Tanya Gu Xing Shan.


"Ada seorang Kakak yang melepaskanku. Dia menyuruhku kabur sejauh mungkin, tapi karena lapar berhenti berlari dan tidak sengaja bertemu Kakak." Jawab Annchi apa adanya.


"Bawa kami kesana dik Annchi!" Pinta Gu Xing Shan.


Annchi setuju tapi sesudah makan.


Setelah makan...


"Ayo kita berangkat!"


Gu Xing Shan memimpin jalan. Alangkah terkejutnya ia saat merasakan bulu kuduknya berdiri. Perasaan ini lazim bagi seorang kultivator jika ada musuh di dekatnya. Benar saja, si kultivator langit rendah utusan rumah lelang ada di tempat itu.


Gu Xing Shan bergegas masuk kembali ke dalam rumah.


"Ada apa?" Tanya Artemis.


"Pengawal dari rumah lelang itu kembali." Jawabnya dengan wajah panik.


Gu Xing Shan menjelaskan apa yang baru dilihatnya. Intinya mustahil baginya dan juga An Long Shan untuk pergi keluar saat ini.


Gu Xing Shan tidak tahu bahwasanya penjaga itu punya kemampuan spesial yang membuat dirinya bisa bangkit kembali selagi qi nya masih ada. Saat itu Gu Xing Shan lupa kalau pedang si penjaga masih utuh. Qi dari pedang itulah yang membawanya kembali ke dunia ini.


"Aku tidak yakin bisa mengelabuinya, jika ketahuan disini banyak kultivator akan datang menyerang kita." Ucap Gu Xing Shan seolah memberi kode pada Artemis.


"Artemis, hanya kau yang bisa ke sumur itu." Pinta Gu Xing Shan.


"Apa yang harus aku lakukan saat menemukan sumur itu? Apa kau berpikir menggunakan sumur itu untuk teleport ke sekte gadis suci? Memangnya kau tahu cara melakukan perpindahan ruang?" Tanya Artemis beruntun.


"Hmmm..... "


Gu Xing Shan terpikir untuk mencari informasi pusaka sumur itu di buku barang antik Nenek.


"Nenek, apakah kau tahu soal sumur ajaib yang menghubungkan kota ini dengan tempat tempat yang jauh?" Tanya An Long Shan.


"Ohh Nenek tahu."


Nenek pemilik toko mengambil sebuah gulungan berdebu.

__ADS_1


"Di dalam sini ada informasi semua pusaka di kota ini."


Dikatakan kota perbatasan memiliki 3 sumur ajaib yang berfungsi sebagai jalur transportasi antar ruang. Siapapun yang lompat ke dalamnya akan jatuh ke tempat yang tidak diketahui.


Untuk menentukan kemana arah sumur itu, orang yang melompat harus membayangkan dengan pasti seperti apa tempat tujuannya.


"Iya aku memang membayangkan tempat ini saat terjun ke sumur. Bibi tetangga menyuruhku membayangkan kota yang indah dengan tembok besar di sekelilingnya." Annchi menjadi murung.


Gu Xing Shan menghiburnya dengan kata kata manis, lalu mengusap rambut Annchi, "Tidak apa apa, kau hebat karena berhasil sampai ke tempat ini. Seandainya daya imajinasimu kurang kau mungkin akan berpindah ke antah berantah."


Annchi tampak senang mendengar pujian itu.


Artemis dan Annchi pun berangkat mencari sumur ajaib. Lokasi sumur itu ada di tengah distrik perdagangan elit. Penjaga ada di sana sini.


"Baiklah Annchi dimana tepatnya kau jatuh?"


Ditunjuknya tenda besar berwarna merah.


"Di atas tenda itu."


"Berarti sumurnya ada di dalam tenda itu. Tunggu disini aku akan masuk diam diam." Artemis menyembunyikan Annchi di dalam tong minuman kosong.


Dengan aktifkan Stigma Hoglin untuk menyusup dengan aman. Sumur yang mereka cari benar berada disana. Artemis melihat lihat ke sekitar, memastikan berapa orang yang menjaga tempat ini.


Setidaknya ada 20 orang yang mondar mandir di depan tenda, mereka bersenjata tombak dan busur.


Artemis kembali namun alangkah terkejutnya ia mendapati Annchi tidak di dalam tong.


"Kak Artemis!!!"


Mendengar suara Annchi dari kejauhan Artemis bergegas mencarinya, hingga sampailah dia di bawah jembatan besar.


Suara Annchi menghilang disana. Merasa bersalah karena telah meninggalkan Annchi sendirian Artemis pun mengaktifkan Stigma Tear New Year.


Notifikasi Sistem muncul.


[ Sistem ] < Stigma Tear New Year aktif >


[ Sistem ] < Silahkan tukarkan Stigma anda dengan biaya yang sebanding >


Artemis memerlukan Stigma pelacak saat ini.


"Aku buang Stigma Full Moon! berikan aku Stigma yang khusus mencari orang hilang!"


[ Sistem ] < Pertukaran berlangsung >


[ Tring! ]


Pertukaran Stigma berhasil.


[ Sistem ] < Stigma 'Full Moon' diganti menjadi Stigma 'Mirror rorriM' >


< Silahkan baca panduan penggunaan Stigma berikut ini >


Artemis sudah hafal kegunaan semua Stigma, sehingga tidak perlu lagi membaca panduan.


Stigma Mirror rorriM diaktifkan memberinya kemampuan untuk melihat melalui setiap cermin yang berjarak 1 kilometer darinya.


Mata manusia juga termasuk cermin...


Artemis berhasil menemukan Annchi, dia ada di atas jembatan yang sama dengan Artemis.


Annchi tertangkap oleh pedagang budak lagi. Tapi apa yang terjadi padanya tidak dipahami oleh Artemis.


Lewat mata si pedagang budak Artemis melihat sayap belulang tumbuh di pinggang Annchi.


Annchi terlihat sangat ketakutan, terlihat dari air matanya yang mengalir deras.


Tak lama suara teriakan orang orang terdengar. Mereka meneriaki seorang monster yang ada di jembatan, yang tidak lain adalah Annchi.


.................................................................................


Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄


.................................................................................

__ADS_1


__ADS_2