Gu xing shan

Gu xing shan
Bab 2 : Menjadi Budak Keluarga Wei


__ADS_3

Setelah tragedi hancurnya keluarga Shan oleh klan Serigala Bayangan. Mari kita lihat sedikit sejarah keluarga Shan. Dulu leluhur keluarga Shan adalah satu dari sedikit pejuang wanita di perang kelahiran benua Jinlian yang turut berperang membela tanah air.


Sekarang keluarga Shan tidak lebih dari keluarga tingkat menengah yang telah kehilangan kekuatan tempur sejak lama. Longhu Shan sang kepala keluarga cukup kuat. Namun dia menyerah kepada keluarga Wei sejak lama. Dan memutuskan meminang salah satu putri keluarga Wei, yaitu An Xiang Wei guna menciptakan hubungan yang baik dengan keluarganya.


Karena semenjak kepala keluarga Wei berganti tiga puluh tahun yang lalu, keluarga Wei berubah menjadi haus kekuasaan dan kekayaan. Sifat buruk kepala keluarga menurun ke ketiga anaknya, kemudian diturunkan kepada generasi nona muda Fen Wei.


Gu Xing Shan melemparkan kotoran sapi ke dinding. Berulang ulang sampai kandang sapi jadi lebih kotor dari yang sebelumnya.


Sialan! sialan! teriaknya dalam diam. Dia tidak terima dihina seperti ini. Tuan muda menjadi tukang bersih bersih sapi? benar benar rendahan!


Gu Xing Shan larut dalam ambisi. Dia berencana membalas dendam ke keluarga Wei dengan cara membunuh nona Fen Wei. Gu Xing Shan pun menyiapkan taktik. Dia teringat dengan ramuan obat yang dia pelajari saat membaca buku di altar suci Jinlian.


Tertulis di buku itu obat bisa menjadi racun jika susunan herbalnya salah. Dan obat bisa menjadi racun mematikan jika ditambahkan satu jenis rempah rempah. Tujuan Gu Xing Shan adalah mencari rempah rempah itu. Dia hanya harus berkelakuan baik agar diizinkan berjalan jalan keluar dari kediaman keluarga Wei.


Walau Fen Wei pasti akan memasang kalung pengikat budak di lehernya. Selama bahan itu bisa dicari di pasar maka balas dendam masih mungkin.


Untuk itu Gu Xing Shan bekerja dengan giat. Dia membersihkan sapi sapi dengan sangat cepat dan teliti. Walau tidak pernah memandikan sapi seumur hidupnya, berkat buku yang dia baca di perpustakaan dan tekadnya untuk tampil baik di depan keluarga Wei, semua pekerjaan jadi bisa dia kerjakan.


Dua senior di peternakan itu tidak senang melihat Gu Xing Shan menyelesaikan pekerjaan dengan cepat. Mereka pun bekerja sama mempersulit pekerjaan Gu Xing Shan. Mulai dari menyembunyikan sikat badan sapi hingga melakukan kejahilan lainnya.


Jatah makan siang Gu Xing Shan dikorupsi. Harusnya ada nasi, kentang bakar, dan ikan, namun yang dia dapatkan hanyalah nasi dan kentang. Itu pun kentang yang hampir busuk.


Hingga malam pun tiba. Gu Xing Shan kelelahan. Tugas yang harusnya mudah jadi sulit gara gara ulah kedua seniornya itu.


Gu Xing Shan yang dipandang rendah tentu tidak mendapat tempat tinggal yang layak. Tempat pertama yang dia injak di kediaman keluarga Wei adalah kandang ternak. Jadi dia juga harus tidur di kandang ternak. Kemarin dia beruntung bisa tidur di atas tumpukan jerami.


Gu Xing Shan sakit punggung saat bangun esok paginya.


Hari hari yang menyebalkan dimulai lagi. Namun hari ini Gu Xing Shan berniat membalas kedua seniornya itu. Dimulai dari senior pengrajin jerami. Gu Xing Shan menyiram lantai dengan sabun bercampur kotoran sapi. Saat seniornya berjalan keluar dia tergelincir dan jatuh terhentak.


Gu Xing Shan bertolak ke senior selanjutnya. Senior pengrajin kulit sapi. Saat seniornya itu membuka pintu ember berisi kotoran sapi jatuh ke kepalanya. Gu Xing Shan tidak bisa menahan tawa untuk yang satu ini.


Senior pengrajin kulit sapi melihat Gu Xing Shan. Dia lantas memukul Gu Xing Shan dengan kekuatan kultivasi. Gu Xing Shan kaget mengetahui seorang pekerja rendah peternakan menguasai kultivasi, tingkat Bumi pula.


Tingkat Bumi berada satu tingkat dibawah tingkat dataran tinggi milik Gu Xing Shan. Secara umum mereka yang menguasai tingkat Bumi dapat memanifestasi chi nya menjadi elemen elemen bumi.


Gu Xing Shan memanifestasi energi chi nya menjadi besi, sedangkan seniornya menjadi angin.


Gigi Gu Xing Shan rontok beberapa. Senior gila ini mungkin ingin membunuhnya.


Aku harus meminta perlindungan dari seseorang! Batin Gu Xing Shan.


Secara tidak terduga nona muda Fen Wei datang ke peternakan itu. Ini adalah kesempatan yang bagus untuk Gu Xing Shan. Kesempatan yang bagus untuk merendah dan tampil bagus di depan majikan.


Namun ekspektasi Gu Xing Shan terlalu tinggi. Perutnya ditendang oleh Fen Wei begitu dia mendekati gadis itu.


"Budak kotor. Kau sudah bisa tersenyum lagi?"


Demi diizinkan pergi keluar Gu Xing Shan berakting menjadi budak yang patuh. Fen Wei terkenal suka mengoleksi pria pria tampan untuk dijadikan budak. Wajah Gu Xing Shan sendiri sebenarnya cukup tampan.


Sebelumnya dia memiliki rambut merah indah yang dikepang dengan bagus. Sayang sekali rambut merah warisan ibunya itu dicukur botak oleh klan Serigala Bayangan.


"Aku tanya apa yang membuatmu bisa tersenyum lagi?!" Fen Wei bertanya dengan serius.


"Seorang kultivator diibaratkan sebagai air. Sifat air adalah berubah bentuk. Begitulah aku. Aku berubah bentuk menyesuaikan keadaanku." Jawab Gu Xing Shan.

__ADS_1


"Hmm... menarik. Besok aku akan membawamu ke luar." Ucap Fen Wei.


"Be-benarkah??"


"Benar. Besok aku akan mengarakmu keliling kota." Fen Wei tersenyum jahat.


Tidak masalah untuk Gu Xing Shan yang penting bisa keluar.


...**********...


Keesokan harinya Gu Xing Shan akhirnya bisa keluar dari kediaman keluarga Wei.


Saat nona Fen Wei bilang akan mengajaknya Gu Xing Shan kira dia hanya bercanda. Namun ternyata dia benar benar diarak keliling kota tanpa busana selain pakaian dalam.


Sialan! itu benar benar memalukan. Tidak salah keluarga Wei di cap sebagai keluarga iblis.


Langkah Gu Xing Shan diikuti oleh beberapa tuan muda lainnya yang berasal dari keluarga Zhu, Liang, Yu, Cao, dan Fu ditambah Gu Xing Shan.


Awalnya Gu Xing Shan masih bisa menahan rasa malu dari penghinaan ini, hingga Fen Wei bertemu dengan tuan muda keluarga Wei cabang kedua.


Lang Wei, nama tuan muda itu. Mata Gu Xing Shan membelalak saat melihat seorang wanita muda tanpa busana sehelai pun sedang diarak oleh Lang Wei.


Wanita itu adalah An Long Shan. Adik kandung Gu Xing Shan yang sedang menempuh pendidikan militer di camp selatan benua Jinlian.


Lang Wei menceritakan bagaimana dia bisa mendapatkan An Long Shan. Sangat sederhana, klan Serigala Bayangan merebutnya dari camp selatan menggunakan titah kepala keluarga Wei.


Fen Wei tertawa geli mendengar cerita itu. Dia lantas memberi kesempatan pada Gu Xing Shan untuk menyapa adiknya.


"Ucapkan salam kepada adikmu tuan muda Shan."


Tidak lama dia bangkit dan berusaha menusuk tuan muda Yang Wei dengan tulang kaki sapi yang telah diasah.


Usahanya digagalkan oleh Fen Wei, wanita itu cukup berucap sepatah kata untuk menghentikan perlawanan Gu Xing Shan. Kalung budak yang dipakai Gu Xing Shan punya efek kuat kepada orang yang memakainya. Kalung itu dibuat oleh seorang kultivator tingkat langit tertinggi yang bahkan bisa menundukkan kepala klan Serigala Bayangan.


Gu Xing Shan ditekan ke bawah oleh kekuatan gravitasi yang kuat dari kalung budak. An Long Shan yang melihat kakaknya menderita pun berucap dengan tegas "Jangan melawan mereka Kak. Dantianmu sudah hancur." sambungnya, "biar aku yang mencari cara membangkitkan keluarga kita kembali."


Kejadian itu membuat Gu Xing Shan mengutuk keluarga Wei.


...**********...


Saat malam semakin larut, Gu Xing Shan duduk termenung di tengah kandang sapi. Melihat adiknya dilecehkan seperti itu adalah sebuah pukulan telak di wajahnya dan mentalnya.


"Fen Wei... wanita itu, dia sengaja membawaku keluar untuk dipertemukan dengan adikku! Dia sengaja menunjukkan kondisi menyedihkan kami satu sama lain!"


Gu Xing Shan meraba titik dantiannya. Rasa sakit setelah Dantiannya dihancurkan masih terasa.


Kalau saja aku tidak gegabah menyerang anggota klan Serigala Bayangan, mungkin Dantian ku masih ada. Ucap Gu Xing Shan dengan sangat menyesal.


Semalaman dia merenung, mencoba menjadi air kembali. Tiba tiba terdengar suara benda jatuh di dalam gudang penyimpanan jerami.


Gu Xing Shan segera memeriksa ke dalam. Matanya terbelalak saat menemukan seorang wanita cantik tertidur di atas tumpukan jerami.


Pakaian yang dikenakan wanita itu sangat berbeda dari pakaian penduduk benua Jinlian. Baju ketat dua lapis seperti itu sangat jarang dipakai orang orang. Namun bukan berarti tidak ada orang yang mengenakan pakaian seperti itu.


Pakaian yang secara gamblang menunjukkan lekuk tubuh seperti itu biasanya dipakai oleh wanita penghibur. Mungkinkah dia adalah salah satunya?

__ADS_1


Menyadari wanita itu terluka Gu Xing Shan berinisiatif membantunya. Dia merobek baju milik senior pengrajin jerami guna dibalutkan ke luka si wanita.


"Akan gawat jika senior melihatku bersama wanita ini. Mereka pasti akan mengira aku menyewa wanita penghibur."


Cepat cepat Gu Xing Shan menggendong wanita itu. Tapi saat tangannya menyentuh kulit si wanita dia kaget karena kulit wanita itu sangat lembut.


Kulitnya lembut seperti kulit bayi yang baru lahir. Gu Xing Shan memegang tangan wanita itu. Merasakan keajaiban di tangannya.


Dia semakin penasaran, lalu memberanikan diri menatap lebih dekat ke wajah wanita itu.


Gu Xing Shan bertanya tanya apa yang sedang dia lakukan. Menyentuh tangan dan wajah orang lain tanpa izin. Ditambah lagi dia sedang terluka dan tidak sadarkan diri.


Wajah wanita itu sangat cantik sehingga membuat Gu Xing Shan membeku. Rambut biru kehitaman yang terurai. Menambah kesan misterius ke wanita itu.


Sementara itu senior pengrajin jerami sedang menuju ke gudang jerami untuk tidur, tempat Gu Xing Shan menemukan si wanita. Gu Xing Shan pun panik. Segera dia menggendong wanita itu dan keluar melalui pintu belakang.


Takut orang orang berprasangka buruk terhadapnya, Gu Xing Shan menyembunyikan si wanita di dalam kotak kayu bekas.


"Maaf ya nona. Terpaksa kau tidur berlipat di dalam sini." Ucap Gu Xing Shan kemudian menutup kotak dan menyembunyikannya di pojok kandang sapi.


"Mooo..."


Sapi sapi ternak terbangun karena terganggu dengan aktivitas malam Gu Xing Shan. Suara sapi sapi itu lantas membangunkan para pekerja.


"Ada apa dengan sapi sapinya?!" Ucap Gu Xing Shan berpura pura bodoh, namun dia malah dipukul oleh senior pengrajin kulit sapi, karena dia masih kesal dengan kejadian tadi pagi.


"Gunakan pengetahuanmu untuk menenangkan sapi sapi itu! cepat! orang orang ingin tidur setelah lelah seharian bekerja!" Paksa senior pengrajin dengan muka masam.


"Kenapa aku lagi sih..." Gumam Gu Xing Shan.


"Apa yang kalian lakukan di depan kandang sapi?" Orang yang bertanggung jawab di peternakan keluarga Wei datang. Dia adalah Paman pemerah susu sapi.


Paman pemerah susu sapi menyuruh Gu Xing Shan menghentikan pekerjaannya karena sudah malam.


"Kembalilah tempat kalian masing masing!" Para pekerja tidak membantah sedikitpun perintah paman pemerah. Gu Xing Shan penasaran keistimewaan apa yang dimiliki oleh paman pemerah. Terlebih lagi dia adalah orang yang Dantiannya cacat, juga lumpuh.


"Gu Xing Shan, mulai hari ini kau tidurlah di gubuk kosong yang terletak di belakang peternakan." perintah paman pemerah susu sembari melemparkan kunci pintu.


"Kenapa tiba tiba aku dipindahkan kesana?" Tanya Gu Xing Shan keheranan.


Paman pemerah susu tersenyum lalu berkata "Anggap saja ini sebagai bentuk balas budiku." Dia melanjutkan "Tapi kau hanya boleh tidur malam disana. Dan kau harus sudah bangun sebelum jam 6 pagi. Kau alasannya kan."


Gu Xing Shan mengangguk. Alasannya karena itu melanggar perintah nona Fen Wei. Jadi Gu Xing Shan tidak boleh sampai ketahuan penjaga peternakan kalau dia tidur disitu. Biasanya penjaga peternakan akan berpatroli setiap jam setengah 6 pagi.


Dengan hati yang riang gembira Gu Xing Shan memindahkan kotak berisi wanita misterius ke gubuk kosong di belakang peternakan.


Ada alas dan selimut disana. Gu Xing Shan pun bisa tidur nyaman setelah sekian lama. Namun Gu Xing Shan memilih untuk tidak tidur malam ini karena dia takut tidak bisa bangun pagi.


Saat Gu Xing Shan berjaga semalaman dia mendengar suara ketukan.


"Sepertinya dari dalam kotak. Apa wanita itu sudah sadar?"


Gu Xing Shan ingin memeriksa kotaknya. Namun karena terlalu lelah dia akhirnya tertidur.


Sshhh...

__ADS_1


Kunang kunang masuk melalui celah jendela. Berkumpul di atas kotak bagaikan Sight. Lalu masuk perlahan lahan ke tubuh si wanita misterius.


__ADS_2