Gu xing shan

Gu xing shan
Bab 6 : Pengkhianatan Heng Wei


__ADS_3

"Aku pulang..."


Gu Xing Shan menyapa Artemis. Artemis menyapa balik.


"Apa kau menang?" Tanya Artemis.


Gu Xing Shan mengacungkan 2 jempol.


"Menang dengan sangat mudah."


Artemis menepuk pundak Gu Xing Shan seperti seorang ibu yang bangga pada anaknya. Lalu Artemis menawarkan hadiah ciuman untuk Gu Xing Shan.


Gu Xing Shan kaget mendengar tawaran itu.


"Be-benarkah, kau mau menciumku?!"


"Ssttt... jangan keras keras nanti An Long Shan bangun."


Gu Xing Shan segera menutup mulut rapat rapat. Artemis memintanya menutup mata agar Gu Xing Shan tidak melihat ekspresi nya saat akan mencium seseorang.


"Awas saja kalau kau membohongiku." Gu Xing Shan berharap.


Bibir yang dingin menyentuh bibir Gu Xing Shan. Menekan semakin dalam dalam waktu singkat.


Tidak percaya dengan apa yang dirasakannya, Gu Xing Shan membuka mata untuk memastikan.


Ohh!! betapa cantiknya wanita yang menyatukan bibir dengannya. Walau bibirnya terasa dingin, kalau secantik ini pria manapun pasti akan meleleh.


Gu Xing Shan memeluk tubuh Artemis. Dia belum puas. Dia mulai berani memasukkan lidah ke dalam Artemis. Begitu dingin namun menggairahkan. Artemis yang tidak melawan balik membuatnya Gu Xing Shan sedikit kecewa.


Pedang milik Gu Xing Shan mulai bangkit. Disaat itulah Artemis yang asli membatalkan aktivasi Stigma Castellan.


"Sistem! matikan Castellan!"


Seketika Artemis yang mencium Gu Xing Shan berubah menjadi seekor kadal. Pantas saja bibirnya dingin dan tidak melawan.


Imajinasi indah Gu Xing Shan runtuh dalam sekejap. Artemis sangat puas tertawa.


Air liur reptil itu masih mengalir di mulut Gu Xing Shan, membuat nafsu makannya luntur.


"Maaf, maaf," Artemis menyeka mulut Gu Xing Shan yang banjir ludah kadal.


"Dih! menyingkir dariku!"


Gu Xing Shan tidak mau mencari bintang malam itu. Artemis menanyakan alasannya. Jawaban Gu Xing Shan karena dia merasa hujan itu mengikuti dirinya ke kota.


Gu Xing Shan takut hujan itu adalah bagian dari kemampuan seseorang yang ahli mengintai.


Mendengar alasan itu Artemis tidak bisa memaksa Gu Xing Shan.


...**********...


Pada malam itu Gu Xing Shan memutuskan untuk beristirahat dari pekerjaan mencari bintang. Namun ketika malam semakin larut, Gu Xing Shan terbangun dari tidurnya.


Dia merasakan kenikmatan di bagian bawah tubuhnya. Awalnya dia kira dia sedang mimpi basah, tapi saat membuka mata sedikit alangkah terkejutnya Gu Xing Shan melihat An Long Shan sedang bermain dengan belalainya.


Tidak ingin kejadian memalukan itu dilihat oleh Artemis, Gu Xing Shan pun mengaktifkan Stigma Castellan. Agar dia bisa mengontrol Artemis biar tidak bangun.


"Sistem! Castellan!"

__ADS_1


Cepat cepat Gu Xing Shan menjauhkan mulut adiknya dari belalainya yang mulai tegak. Gu Xing Shan marah dan melihat kelakuan adiknya. Hampir saja dia menampar pipi adiknya itu.


"An Long Shan! sadarlah! apa yang telah mereka lakukan padamu sampai kau jadi seperti ini?!" Gu Xing Shan memegang pipi adiknya.


An Long Shan tidak menjawab pertanyaan Kakaknya. Dia seperti tengah tergila gila dengan belalai Kakaknya. Terlihat dari sorot matanya yang menyala dan tangannya yang terus berusaha meraih pedang pedang milik Gu Xing Shan.


Gu Xing Shan pun sadar kalau adiknya tengah berada di bawah pengaruh obat peningkat gairah s*ksual.


Dia mencoba membangunkan adiknya namun gagal. An Long Shan sadar Kakaknya berusaha menyadarkannya. An Long Shan pun memberi perlawanan dengan menyerang belalai Kakaknya.


Gu Xing Shan sebagai seorang pemuda polos yang belum pernah merasakan kehangatan wanita pun tidak berdaya menolaknya.


"Tidak! ini salah! An Long Shan, kau adalah anak baik baik, aku tidak boleh merusakmu!" Teriak Gu Xing Shan.


An Long Shan mendekatkan wajahnya, lalu mencium Kakaknya dengan beringas. Akhirnya Gu Xing Shan menyerah setelah ditimpa oleh tubuh adiknya. Dia membiarkan An Long Shan melampiaskan hasratnya dan dirinya.


An Long Shan membenamkan belalai Gu Xing Shan ke lidahnya sebagai permulaan. Puas bermain dengan ujung belalai An Long Shan mulai menelan lebih banyak.


Gu Xing Shan yang sudah tenggelam kenikmatan tanpa sadar mendorong kepala adiknya bermaksud menjadikan mulut An Long Shan alat perah susu.


Sayangnya belalainya cuma bisa masuk setengah. An Long Shan menari dengan lidahnya. Begitu nikmat gerakan lidahnya.


"Kau lembut sekali An Long. Gadis baik, teruskan seperti itu..."


Gu Xing Shan pun mencapai batasnya dan mengeluarkan air susu nya di dalam mulut An Long Shan.


Awalnya terasa sangat menggairahkan. Tapi kenapa sekarang aku malah menyesal?


Gu Xing Shan bingung dengan dirinya sendiri.


An Long Shan tampak menelan susu pemberian Kakaknya.


Gu Xing Shan menolak. Dia benar benar merasa bersalah telah mengotori adiknya. Kalau ayah dan ibu sampai tahu aku pasti dihajar habis habisan. Batin Gu Xing Shan menderu.


"Dewi Artemis, bangun! Tolong bantu aku menenangkan An Long Shan!" Perintah Gu Xing Shan. Karena saat ini dia mengaktifkan Stigma Castellan.


Artemis bangun, Gu Xing Shan bergegas membenarkan celananya. Artemis menatap tajam Gu Xing Shan, lalu menggelengkan kepala.


"Aku dengar semuanya tahu." (Artemis)


**********


Beberapa jam kemudian An Long Shan sadar dari pengaruh obat obatan. Melihat adiknya sadar Gu Xing Shan langsung bersujud di kakinya.


"Maafkan Kakak, An Long Shan. Kakak tidak bisa mengendalikan diri tadi malam. Tolong jangan beritahu kejadian ini pada Ayah dan Ibu!" Gu Xing Shan merendah serendah rendahnya, memohon ampunan pada baginda An Long Shan.


Masalah jadi rumit saat An Long Shan tidak mau memaafkan Gu Xing Shan. Secara teknis memang Gu Xing Shan yang salah, karena menerima ajakan An Long Shan yang tengah mabuk.


"Teganya Kakak memanfaatkanku..." An Long Shan tertunduk malu.


Belum selesai masalah Kakak beradik itu muncul masalah baru lagi.


Heng Wei si ahli pengintaian berhasil menemukan tempat persembunyian Gu Xing Shan.


"Sepupu Gu, boleh aku masuk?" Heng Wei meminta izin dengan sopan.


"Silahkan masuk sepupu Heng." Gu Xing Shan menyambut ramah sepupunya keluarga Wei nya itu.


Gu Xing Shan menyuguhkan makanan dan minuman seadanya. Ikan bakar dan air perasan buah yang manis.

__ADS_1


"Makanlah agar aku bisa segera menghabisimu." Ucap Gu Xing Shan.


"Jangan begitu sepupu. Justru aku datang untuk berdamai dengan keluarga Shan." Tutur Heng Wei sambil mencicipi air perasan buah "Ini enak," pujinya ke pembuat hidangan.


Gu Xing Shan dan Heng Wei ngobrol tanpa menatap mata satu sama lain.


"Tidak ada kata damai." Tolak Gu Xing Shan dengan tegas.


"Jangan salah sangka. Bukan keluarga Wei, tapi hanya aku yang ingin berdamai." Tutur Heng Wei menjelaskan maksud ucapannya.


"Hanya kau? kenapa tiba tiba saja kau ingin mengkhianati keluargamu?" Tanya Gu Xing Shan penuh selidik.


"Aku tahu kaulah yang membunuh sepupu Lang Wei. Aku tidak akan membahasnya. Jadi tolong dengarkan ceritaku!"


"Beberapa bulan yang lalu pertapa agung mengirimkanku ke istana Zhao untuk misi pengintaian tunggal. Seperti yang kau tahu, aku adalah ahli pengintaian. Aku berhasil mendapatkan banyak informasi mengenai rencana dan pergerakan pasukan keluarga Zhao ke depannya. Juga informasi jumlah pasukan yang mereka miliki."


"Keluarga Zhao memiliki 3 kultivator tingkat langit menengah dan ratusan kultivator cakrawala. Saat aku melaporkan jumlah itu kepala keluarga memberikan kami titah untuk menangkap Longhu Shan kepala keluarga Shan. Itulah yang mendasari tragedi penyerangan klan Serigala Bayangan beberapa hari yang lalu."


"Sayangnya Longhu Shan berhasil melarikan diri saat di rumah lelang."


"Apa! Ayahku berhasil kabur?!"


"Benar. Tidak ada yang tahu kemana paman Longhu pergi. Karena itulah aku mendatangimu Gu Xing Shan. Aku ingin bergabung denganmu menghancurkan keluarga Wei."


"Apa yang akan kau lakukan setelah keluarga Wei hancur?"


"Rencananya aku akan mengasingkan diri. Jadi bagaimana, kalau kau setuju aku bersedia menjadi mata telingamu (mata-mta) di keluarga Wei."


Gu Xing Shan tidak percaya begitu saja. Dia meminta Heng Wei membuktikan kata katanya terlebih dahulu. Gu Xing Shan meminta bantuan Heng Wei untuk menculik nona muda Fen Wei.


"Buktikan kata kata dengan cara membantuku menculik Fen Wei. Aku berencana membawa wanita ****** itu sebagai sandera."


"Itu sia sia. Kepala keluarga tidak peduli dengan orang yang tidak berguna. Untuk Fen Wei sendiri, dia dianggap biasa biasa saja."


"Kalau begitu aku akan menjadikannya mainan."


"..."


"Baiklah kalau begitu."


Heng Wei membuka sebuah gulungan. Lalu seekor elang berwarna abu abu muncul di atasnya. Itu adalah elang petir. Hewan pembawa pesan yang tidak pernah gagal dalam pekerjaannya. Pesan yang dia antarkan selalu sampai ke tempat tujuan. Jika pesannya jatuh ke tangan yang salah maka elang petir akan lenyap, sehingga pesan musuh tidak mendapatkan informasi apa apa.


Heng Wei memiliki elang pengantar pesan sehebat itu. Pasti dia dimuliakan oleh kepala keluarga Wei. Pikir Gu Xing Shan.


"Aku akan mengirimkan pesan jika ada kesempatan untuk menangkap Fen Wei. Paling lama 1 atau 2 hari."


Heng Wei beranjak dan pamit. Sebelum pergi dia memberikan saran pada Gu Xing Shan.


"Setelah kita menangkap Fen Wei pergilah ke wilayah Sekte Gadis Suci. Disana lebih layak dibandingkan lubang yang kotor ini." Heng Wei menyinggung tempat persembunyian Gu Xing Shan, lalu Heng Wei pergi.


Gu Xing Shan kembali untuk berlutut di depan An Long Shan.


"Sudahlah Kak, aku mengerti perasaanmu. Ditambah lagi kau gagal menikah. Tentu saja mental dan fisikmu terguncang."


An Long Shan meninggalkan Gu Xing Shan. Dia telah dimaafkan, namun Gu Xing Shan tetap merasa bersalah.


"Menculik nona muda Fen Wei adalah langkah yang bagus Gu Xing Shan. Setidaknya kau bisa mengontrol gairahmu sekarang." Artemis beranjak pergi.


...**********...

__ADS_1


Malam harinya Elang Heng Wei kembali dengan membawa pesan yang berisi perintah untuk Gu Xing Shan agar bersiap siap menyerang keluarga Wei cabang ke 3 besok hari.


__ADS_2