Gu xing shan

Gu xing shan
Bab 4 : Panen Bintang Stigma


__ADS_3

Nona muda Fen Wei membeku melihat kalung budak Gu Xing Shan ditemukan oleh para pekerja. Siapa yang melakukan ini? Siapa yang menolong Gu Xing Shan? Yang lebih penting, siapa yang bisa melepas kalung budak?!


Senior pengrajin kulit sapi melihat semuanya. Serangan 5 bandit dan pertarungan Gu Xing Shan melawan bandit Dataran Tinggi. Nona Fen Wei pun terduduk lemas di atas singgasananya.


Rasa takut terhadap Gu Xing Shan mulai tumbuh di dalam dirinya. Sambil memegangi kepala dia menyuruh pelayan membawakan arak.


Sambil meneguk minuman keras Fen Wei bergumam, "Anak yang diberkati dewa... bukan omong kosong belaka."


Satu hal penting yang tidak diketahui nona Fen Wei adalah keterlibatan Artemis. Sedari awal senior yang melihat kejadian itu tidak melihat Artemis di dekat Gu Xing Shan.


"Apa ada kabar dari para penjaga yang kuperintahkan mencari Gu Xing Shan?"


"Tidak ada Nona." Jawab pelayan.


Mendengar jawabannya kurang memuaskan spontan Fen Wei melemparkan gelas arak ke wajah si pelayan.


Usai melukai pelayannya Fen Wei didatangi oleh adik laki-lakinya, Heng Wei, tuan muda keluarga Wei cabang ke 3.


Heng Wei mengajak berbincang kakak perempuannya. Membahas mengenai budak yang kabur, Gu Xing Shan. Menurut Heng Wei ini adalah masalah yang sangat serius yang bisa mengancam ketenteraman keluarga Wei cabang ke 3.


"Kakak tahu tidak alasan kita menyerang keluarga Shan?"


"Tidak tahu." Jawab Fen Wei dengan dingin.


Heng Wei menghela nafas panjang melihat sikap kakak perempuannya. Jelas dia menganggap remeh masalah yang sebenarnya sangat gawat. Pikir Heng Wei.


"Kau tidak boleh bersikap begini Kak. Kalau Kakek tahu cabang ke 3 bisa dihapus dari keluarga." Heng Wei berusaha menyadarkan Fen Wei. Namun wanita itu terlalu keras kepala dan egois untuk mengerti keadaan.


Alih alih mengerti Fen Wei justru membentak adiknya, "Diamlah Heng Wei! budak itu akan segera tertangkap! berhentilah bertingkah sok pintar seperti itu!"


Fen Wei tidak menyukai adiknya Heng Wei. Karena adiknya lebih jenius di bidang akademik. Prestasi akademik Heng Wei sangat bagus sampai dirinya pernah ditawari menjadi murid tetap altar suci Jinlian. Masalahnya Fen Wei sudah bermimpi belajar di tempat itu sejak lama.


Heng Wei pun menjelaskan rencana keluarga Wei dalam melancarkan serangan ke istana keluarga Zhao. Fen Wei bingung kenapa tiba tiba membahas rencana penyerangan ke kastil Zhao.


"Kakek bermaksud memanfaatkan jurus istimewa keluarga Shan, yaitu perpindahan bintang untuk ke istana Zhao. Namun karena Longhu Shan berhasil melarikan diri, Kakek ingin menggunakan sepupu Gu Xing Shan dan An Long Shan untuk mengancam Longhu Shan."


Fen Wei membeku mendengar itu. Dia tidak tahu kalau Longhu Shan berhasil melarikan diri dari klan Serigala Bayangan.


"Jangan khawatir Kak. Aku akan membantumu menemukan Gu Xing Shan." Ucap Heng Wei menawarkan diri.


"Aku akan menemukannya dalam waktu satu hari. Jadi siapkan pengawal Kakak untuk menangkapnya."


"Baiklah. Tapi aku tidak berhutang budi padamu!"


Heng Wei pun mulai melacak Gu Xing Shan dengan basis kultivasi tingkat bumi.


...**********...


Aku telah diberi kesempatan kedua oleh dewa. Kali ini tak akan salah lagi. Akan aku hancurkan keluarga Wei dengan tanganku sendiri.


Gu Xing Shan mengulang ulang kata kata itu di dalam kepalanya. Sementara Artemis tertidur di pundak Gu Xing Shan.


Gu Xing Shan mengasingkan diri ke pelosok hutan yang jauh bersama Artemis. Saat sudah cukup lelah dia menemukan jurang yang dalam, tempat yang menurutnya cocok untuk bersembunyi. Pas sekali di dasar jurang ada gua kecil yang bisa dimasuki. Gu Xing Shan pun memutuskan untuk tinggal di sana sementara waktu.


Artemis terbangun, melihat lihat ke sekitar, "Apa tidak ada tempat persembunyian yang lebih baik?" Keluh Artemis.


Gu Xing Shan menghela nafas "...tidak ada yang bisa dipercaya di luar sana. Beberapa hari yang lalu aku sempat meminta perlindungan ke sekte Suiryu, tapi mereka menolak karena takut dengan ancaman klan Serigala Bayangan."


"Ohh begitu." Artemis tampaknya mengerti keadaan mereka saat ini.


Gu Xing Shan meninggalkan Artemis untuk berburu. Dengan mudahnya dia mendaki ke atas jurang lalu melihat lihat sekitar. Dia ingin cepat cepat menangkap sesuatu untuk dimakan, lalu berlatih kultivasi agar segera naik ke tingkat pegunungan.


Setelah dilihat lihat hutan itu adalah hutan awan merah. Habitat dari spesies kadal berkepala 3.


Mengetahui hal itu Gu Xing Shan buru buru kembali. Dia hanya mengambil beberapa helai daun yang bisa dijadikan bumbu masakan.


Melompati bebatuan licin Gu Xing Shan sampai di dasar jurang dengan mulus.


"Dewi Artemis aku tahu apa menu makanan malam in-"


Gu Xing Shan kaget saat melihat Artemis sedang mengelus hidung kadal berkepala 3. Ditambah lagi ukuran kadal itu sebesar Gu Xing Shan, yang menandakan dia spesies kadal tingkat 4.

__ADS_1


"Singkirkan tanganmu dari reptil itu Dewi!!!" Teriak Gu Xing Shan. Si Kadal yang kaget lantas menjadi agresif dan berusaha menggigit tangan Artemis.


Sadar tangannya akan di mukbang, Artemis pun mengaktifkan Stigma nya. Dia menggerakkan jarinya dengan kasar lalu cahaya biru menahan kaki kaki si kadal.


Artemis memutar pergelangan tangannya perlahan, diikuti dengan tubuh depan si kadal diputar perlahan juga.


Si kadal pun dihabisi oleh Artemis dengan cara yang mengerikan. Gu Xing Shan kagum sekaligus ngeri melihat aksi Artemis, spontan dia bertepuk tangan.


"Kerja bagus Dewi Artemis. Malam ini kita akan makan besar." (Gu Xing Shan)


Hujan pun turun. Gu Xing Shan sibuk menyiapkan perapian dengan batu. Kemudian dia menyalakan api dengan Qi nya.


"Kekuatanmu itu praktis sekali ya." Artemis memuji kultivasi.


"Tidak juga. Aku kurang pandai mengendalikan api, terakhir kali saat berlatih mengendalikan api aku membakar setengah perkebunan anggur milik keluargaku."


Artemis tertawa mendengar cerita Gu Xing Shan.


Pertama kalinya Gu Xing Shan melihat Artemis tertawa. Aku kira dia hanya akan tersenyum saat dipuji. Pikir Gu Xing Shan.


Gu Xing Shan dan Artemis pun melahap daging kadal kepala 3 tangkapan Artemis. Artemis makan dengan lahap, sementara Gu Xing Shan kesulitan menelan daging itu.


Rasanya sangat tidak enak! bahkan setelah diberi bumbu penyedap rasa pahitnya tetap mendominasi. Entah bagaimana gadis bintang itu bisa menelan daging pahit ini.


Daging kadalnya Artemis habiskan sendiri tanpa memikirkan perasaan Gu Xing Shan yang sama sekali tidak bisa makan. Akhirnya Artemis berbaring kekenyangan.


"Setelah makan pergilah melihat bintang. Semakin banyak Stigma yang aku miliki semakin mudah juga hidup pelarian kita." Perintah Artemis.


Gu Xing Shan meninggalkan makanannya lalu pergi ke luar menembus derasnya hujan.


Air hujan tidak bisa menutupi lensa teleskop, begitupun dengan awan hujan.


Gu Xing Shan memutar teleskop dengan kasar, dikarenakan ketidaksabarannya. Akhirnya dia menemukan. satu bintang Stigma lagi.


Artemis datang dan mulai bermeditasi untuk menyerap energi bintang, sementara Gu Xing Shan membuatkan tenda besi untuk Artemis.


Angin kencang keluar dari badan Artemis, membuat Gu Xing Shan terlempar.


"Uhh, apa itu tadi?" Tanya Gu Xing Shan penasaran.


Saat energi bintang Stigma masuk ke dalam tubuhnya, Gu Xing Shan bisa melihat bintang bintang Stigma yang ada di langit, dengan mata telanjang.


Artemis menjelaskan cara untuk mengaktifkan kekuatan Stigma, yaitu dengan membayangkan Stigma apa yang ingin dikeluarkan oleh Gu Xing Shan.


3 Stigma yang dibagikan Artemis kepada Gu Xing Shan adalah Stigma kembar Reconstruction dan Destruction, dan Gravity Zero.


Gu Xing Shan menutup mata lalu membayangkan dirinya terbang. Rasanya dia benar benar terbang. Saat membuka mata dia terkejut mendapati dirinya sudah terbang melewati cakrawala.


Begitu dahsyat nya kekuatan sebuah Stigma membuat Gu Xing Shan senang bukan kepalang. Balas dendam ke keluarga Wei akan jauh lebih mudah.


"Ayo kita cari bintang lagi Dewi!!" Minat Gu Xing Shan teralihkan ke pencarian Stigma.


...**********...


3 hari telah berlalu. Gu Xing bekerja keras siang dan malam. Siang hari dia latihan kultivasi lalu malam mencari bintang.


Kerja keras nya membuahkan hasil. Dalam latihan kultivasi dirinya berhasil menembus tingkat Pegunungan. Bukan seperti saat melawan bandit yang hanya menyentuh tingkat itu sebentar.


Dan dia berhasil menemukan 7 bintang Stigma yang semuanya sudah diserap oleh Artemis. Dengan masih ditemani hujan, Artemis membagikan kekuatan ke 7 Stigma baru.


Nama dari ke 7 Stigma itu adalah :




Full Moon



__ADS_1


Hoglin




Black Quasar




Plunderer




Tear New Year




Castellan




Tanker




Ditambah 3 Stigma yang sudah didapatkan yaitu Reconstruction dan Destruction, dan Gravity Zero, total mereka punya 10 Stigma.


Kemampuan dari setiap Stigma di jelaskan oleh sebuah papan biru yang melayang melayang di udara.


"Papan melayang itu disebut Sistem. Hanya kita yang bisa melihat dan menyentuhnya." Jelas Artemis.


"Sistem akan membantumu mengendalikan Stigma. Karena Stigma dapat diaktifkan dengan pikiran, dibuatlah Sistem yang dapat mengatur aktivasi Stigma."


"Bisa tidak kau menemukannya dengan lebih sederhana." Ucap Gu Xing Shan memajukan bibir.


"Sebelum mengaktifkan Stigma sebutlah kata Sistem satu kali. Akan aku contohkan."


"Sistem! Full Moon!"


Kilatan cahaya membutakan mata Gu Xing Shan. Itu adalah kekuatan dari Stigma Full Moon.


"Sudah paham kan? Sistem dibuat untuk membatasi penggunaan Stigma supaya tidak aktif secara tidak disengaja."


Gu Xing Shan mengerti, dia yang dibutakan meraba raba sekitar, lalu tanpa sengaja menyentuh sesuatu yang empuk.


Artemis sontak menampar Gu Xing Shan. Ternyata yang barusan diraba Gu Xing Shan adalah...


Merasa sangat lelah Gu Xing Shan pun memutuskan untuk beristirahat. Sudah 4 hari dia tidak tidur. Artemis menatap Gu Xing Shan yang tertidur dengan dalam. Lalu perlahan mendekatkan bibirnya.


Jangan salah paham. Artemis tidak mencium Gu Xing Shan. Dia membisikkan suatu mantra yang mengukir sebuah tato di bawah daun telinga Gu Xing Shan.


...**********...


Sudah 4 hari Gu Xing Shan menghilang. Fen Wei mendatangi rumah lelang budak.


Disana dia meminta pertanggungan jawaban pada pemilik rumah lelang, atas budaknya berharganya yang berhasil kabur.


Fen Wei marah besar karena merasa dirinya telah ditipu. Kalung budak yang harusnya tidak bisa dihancurkan malah ditemukan tergeletak seperti sampah.


Mendengar itu moderator rumah lelang, si kacamata pun terkejut. Dia mewakili rumah lelang berjanji akan menangkap kembali budak yang kabur itu.

__ADS_1


Sementara Gu Xing Shan telah kembali ke kota Yuan. Target pertama balas dendamnya adalah Lang Wei, tuan muda cabang kedua. Dia bertekad membunuh Lang Wei sekaligus menyelamatkan adiknya An Long Shan dari genggaman pria bejat itu.


Kedatangan Gu Xing Shan diikuti oleh awan badai.


__ADS_2