Gu xing shan

Gu xing shan
Bab 3 : Gadis Pengamat Bintang


__ADS_3

Gruduk.. gruduk... si wanita misterius siuman. Dia meraba raba sekitarnya dan menyadari dirinya berada di dalam sebuah kotak kayu.


...?!!


Gu Xing Shan yang tidur tengkurap di atas kotak kayu lantas merasakan pukulan dari dalam kotak. Saat dia mencoba mengecek keadaan si wanita, dirinya malah terlempar hingga ke luar gubuk.


"Ouh.. punggungku ouhh..."


Gu Xing Shan terbentur keras di kepalanya. Saat dia kembali untuk memeriksa si wanita misterius sudah keluar dari kotak dan sekarang tengah duduk di serpihan kotak yang hancur.


Mata Gu Xing Shan bertemu dengan mata di wanita. Matanya berwarna biru kehitaman sama seperti rambutnya. Tatapannya begitu tenang dan menghanyutkan.


Gu Xing Shan menyapa dan menanyai wanita itu "Se-selamat pagi. Apa yang terjadi padaku semalam?"


Si wanita menjawab "Terima kasih karena sudah menolongku pemuda botak. Namaku Artemis."


Nama yang asing di benua Jinlian. Mungkinkah dia berasal dari benua lain? pikir Gu Xing Shan.


"Namaku Gu Xing Shan."


Setelah saling berkenalan Artemis langsung bertanya ke Gu Xing Shan bayaran apa yang dia inginkan atas kebaikannya.


"Aku tidak butuh bayaran dari orang yang terpuruk sepertimu." Ucap Gu Xing Shan dengan kasihan.


"Tapi aku bisa memperbaiki Dantian mu."


Pernyataan Artemis membuat Gu Xing Shan tertawa. Menurut catatan kuno di perpustakaan altar Jinlian yang bisa memperbaiki Dantian hanyalah kultivator tingkat langit tinggi. Dan kultivator setingkat itu hanya ada 3 di benua Jinlian.


Artemis tersinggung dengan tawa Gu Xing Shan. Dia lantas memperkenalkan dirinya lebih banyak "Aku Artemis. Pengamat bintang bintang yang punya kekuatan untuk mewujudkan segala keajaiban. Aku bisa membuktikannya. Tapi pertama tama aku butuh bantuanmu untuk mencari bintang stigma." Tuturnya panjang lebar.


Artemis mengeluarkan sebuah kaleng panjang dari balik pakaiannya.


"Ini adalah teleskop bintang. Dekatkan mataku ke colong ini dan kau bisa melihat bintang di angkasa."


Walau tidak percaya Gu Xing Shan tetap mencobanya. Dia sudah berada di titik terendahnya, jadi tidak masalah melakukan hal hak yang tidak berguna itu.


Mumpung hari masih gelap Gu Xing Shan buru buru menaruh teleskop di luar rumah. Lalu mulai mengamati bintang terang di langit satu persatu.


"Wah benda ini bisa melihat menebus langit ya. Tapi ada banyak bintang disana. Apa ciri ciri bintang yang kau cari?" Tanya Gu Xing Shan.


"Bintang yang berselimut api merah."


Gu Xing Shan mencari bintang tersebut. Setelah memutar teleskop kesana kemari akhirnya dia menemukan bintang berselimut api. Bahkan dua sekaligus yang berdekatan.


"Hei! aku menemukan dua!" Karena gubuk itu terletak di belakang peternakan, Gu Xing Shan tidak perlu khawatir suaranya didengar oleh para pekerja. Karena Gu Xing Shan memiliki suara yang lantang.


Artemis duduk bersila. Dia tampak sangat bermeditasi sembari memejamkan mata.


Gu Xing Shan melihat kepingan cahaya redup turun dari langit ke hadapan Artemis. Tidak lama kemudian dua bola cahaya redup lenyap.


Artemis membuka matanya lalu melambaikan tangan mengisyaratkan kepada Gu Xing Shan untuk mendekat.


"Tetap berdiri!" perintah Artemis.


Artemis memukul dada Gu Xing Shan 3 kali, membuatnya batuk darah. "Aku sudah memperbaiki Dantian mu." Ucap Artemis dengan nada bangga.


"Tapi titik Dantian ku bukan disana!"


Gu Xing Shan terkejut merasakan Qi nya mengalir kembali. Secara harfiah Dantian adalah titik berkumpul Qi yang dialirkan lewat meridian. Ibarat jantung sebagai tempat pompa darah. Kesimpulannya, mustahil Dantian dapat diperbaiki semudah.


Berdiri perlahan lahan, Gu Xing Shan menghadap ke tembok, lalu mengeluarkan salah satu jurus kultivasinya.


Tingkat Dataran Tinggi! Jurus Tinju Besi Mengguncang Bumi!


Qi mengalir ke telapak tangannya dengan lancar, melepaskan daya penghancur yang sesuai untuk tingkat Dataran Tinggi. Tembok tinggi peternakan pun runtuh sebagian.


Gu Xing Shan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Dia lantas memeluk Artemis. Mengabaikan perbedaan gender mereka berdua.

__ADS_1


"Terima kasih, terima kasih, terima kasih," Ucap Gu Xing Shan berkali kali.


Masalah baru muncul. Gu Xing Shan telah membuat lubang di tembok kediaman keluarga Wei.


Bepikir untuk menambalnya kembali, jawaban atas masalah Gu Xing Shan muncul. Sekelompok bandit menyerang kediaman Wei lewat lubang tembok yang dia bikin. Sekarang Gu Xing Shan bisa menimpakan semua kesalahan kepada para bandit itu.


Gu Xing Shan mengalirkan Qi ke matanya, membuatnya dapat melihat seberapa besar aliran Qi musuh. Setelah diselidiki para bandit itu tingkat Bumi dan satu orang berada di tingkat Dataran Tinggi sama seperti dirinya.


"Hei! sebelum menyerang peternakan langkahi dulu mayatku!" Tantang Gu Xing Shan ke para bandit.


"Bunuh si botak itu!!!"


Belajar dari kesalahan saat melawan klan Serigala Bayangan, Gu Xing Shan tidak lagi berpikir untuk beradu tinju dengan musuhnya. Dengan kejeniusan dan kontrol Qi nya yang cerdas. Gu Xing Shan membentuk jurus serangan baru yang lebih aman.


Anggota klan Serigala Bayangan menekan penyebaran Qi nya ke tingkat ekstrem. Gu Xing Shan tidak berhati hati saat itu sehingga dia tertipu. Jadi kali ini dia ingin memastikan tingkatan lawannya terlebih dahulu.


5 bandit, 4 tingkat Bumi, 1 tingkat Dataran Tinggi. Karakteristik tingkat Bumi adalah serangan berwujud elemen. Benar saja 4 bandit itu menyerang Gu Xing Shan dengan jurus elemen mereka masing masing.


Dari serangan mereka yang asal melemparkan Qi elemen, Gu Xing Shan menebak mereka benar benar amatir. Dengan mudahnya Gu Xing Shan menghindari serangan mereka, melangkah teratur bagai orang yang sedang menari.


"Kau menghina kami!!!" Para bandit marah, mengira Gu Xing Shan menghina mereka dengan tarian.


"Kalian kurang belajar." Balas Gu Xing Shan.


"Ini adalah langkah kaki teratai. Langkah kaki yang dipelajari oleh semua pendekar pedang tahap pemula." Tutur Gu Xing Shan.


"Gu Xing Shan di belakangmu!!" Teriak Artemis memperingatkan.


Gu Xing Shan menghindari serangan bandit dengan elok. Lalu memukul dengan teknik bela diri silat. Lanjut dia menendang si bandit dengan tendangan berlapis baja.


"Ghaak...!" Si bandit muntah darah lalu terpental beberapa meter.


"...elemen besi! kau budak dengan basis kultivasi Dataran Tinggi!"


Gu Xing Shan tersenyum sombong. Melihat senyum sombong itu si bandit jadi mengenali Gu Xing Shan.


"Padahal aku dengar kau jadi orang cacat! ternyata rumor itu salah!?"


Gu Xing Shan unjuk kekuatan lagi. Dia merasa sangat bersemangat sekaligus berhutang budi kepada Artemis. Karena itu dia tidak ingin terlihat menyedihkan di depan penyelamatnya.


Bandit tingkat Dataran Tinggi merespon bahaya dari aura yang dikeluarkan Gu Xing Shan. Nyalinya seketika ciut saat melihat Qi Gu Xing Shan membumbung tinggi ke langit.


Qi milik Gu Xing Shan sangat tidak normal. Gu Xing Shan terus menitik didihkan Qi nya. Dengan tujuan menembus tingkat berikutnya lewat jalur pertarungan.


"Tidak! itu tidak mungkin! untuk menembus tingkat pegunungan lewat jalur pertarungan kau harus bertarung hingga nyawamu berada di ujung tanduk!!" Teriak si bandit mencoba menepis anggapan Gu Xing Shan.


"Aku adalah jenius yang diberkati dewa. Aku bisa naik tingkat lebih cepat dari siapapun."


Go Xing Shan membentuk pedang cahaya dari Qi nya. Lalu menembakkan ledakan besar ke para bandit.


BLAARRR!!!


Suara ledakannya begitu nyaring sampai terdengar ke rumah utama keluarga Wei. Fen Wei pun terbangun mendengar suara ledakan itu.


Mengetahui suara ledakan berasal dari peternakan dirinya pun bergegas memeriksa kesana.


"Aku beri nama jurus itu, Tingkat Pegunungan! Jurus Tombak Bintang!" Namanya terinspirasi dari Artemis.


Gu Xing Shan menatap Artemis penuh nafsu. Dia bersuka cita dalam diam. Karena dirinya telah menemukan seorang dewi. Pikirnya.


Gu Xing Shan menggenggam tangan Artemis lalu mengajaknya untuk lari bersama. "Dewi Artemis, kita tidak bisa berada disini. Kalau keluarga Wei menemukan kita, mereka akan melakukan hal buruk yang tidak pernah kau bayangkan." Tutur Gu Xing Shan.


"Ya, aku tahu kok. Masalahnya ada pada kalungmu itu." Artemis menunjuk ke kalung budak Gu Xing Shan.


"Aku bisa melepasnya. Tapi butuh sedikit bantuan darimu."


Gu Xing Shan dan Artemis pun bekerja sama melepaskan kalung budak yang mengikat kebebasan Gu Xing Shan.

__ADS_1


...**********...


Nona muda Fen Wei sampai di peternakan. Alangkah terkejutnya dia saat paman pemerah susu sapi menyerahkan kalung budak Gu Xing Shan yang telah terpotong.


Urat terlihat di leher nona Fen Wei, menandakan dia sangat marah.


"Cari Gu Xing Shan sekarang!!!!"


Pencarian tuan muda Shan dimulai dari dalam kediaman Wei.


Gu Xing Shan dan Artemis yang sudah kabur jauh pun merayakan kebebasan mereka. Sambil menggendong Artemis di bahunya Gu Xing Shan tidak henti hentinya memuji Artemis.


"Terima kasih Dewi Artemis! sekarang aku bisa melanjutkan balas dendam ke keluarga Wei!" Ucap Gu Xing Shan.


"Sama sama! kalau kau membantuku mencari bintang lagi, aku mungkin akan berbaik hati membagikan kekuatan bintang padamu!"


Mendengar itu Gu Xing Shan menjadi penasaran dengan kekuatan bintang yang dimaksud Artemis. Artemis tidak memberitahu kekuatan apa yang dia gunakan untuk memperbaiki Dantiannya Gu Xing Shan. Tetapi melihat dia melakukannya setelah menyerap kekuatan dari bintang, kemungkinan memang benar kekuatan bintanglah yang dia gunakan.


"Apa anda memperbaiki Dantian ku dengan kekuatan bintang?" Tanya Gu Xing Shan penasaran.


"Ya."


"Lalu saat menghancurkan formasi pengikat di kalung budak. Apa itu juga dengan kekuatan bintang?" Tanyanya lagi.


"Ya."


"Aku akan mencarikan lebih banyak bintang untukmu!!!"


Gu Xing Shan terus berlari hingga keluar dari kota Yuan (Nama kota yang ditinggali Gu Xing Shan).


Gu Xing Shan berhenti di penginapan milik temannya. Penginapan akan buka sebentar lagi. Gu Xing Shan buru buru mendatangi resepsionis yang sudah ada di tempat itu.


"Permisi, pesan satu kamar untuk dua orang."


"Berapa hari?"


"Setengah hari saja. Aku ingin membicarakan sesuatu dengan nona ini."


Tujuan Gu Xing Shan memesan kamar adalah untuk bicara empat mata dengan Artemis tanpa gangguan dari luar. Dan tentunya untuk menghindari pencarian keluarga Wei.


"Nah sekarang tidak ada yang mengganggu kita." Gu Xing Shan mengunci pintu kamar.


"Kau bisa menceritakan tentang dirimu jika ingin. Jujur saja, awalnya aku mengira kau adalah wanita penghibur melihat dari pakaian ketatmu."


Artemis menceritakan tentang dirinya.


"Aku adalah pengamat bintang yang tinggal di tempat yang jauh di langit. Suatu ketika pesawatku diserang oleh pasukan kegelapan yang disebut Jenovah. Mereka menghancurkan pesawatku, membantai orang orangku, mereka sangat kejam. Untungnya aku berhasil melarikan diri dengan terbang tak tentu arah di angkasa dan berakhir di dunia ini."


Dari ceritanya jelas Artemis bukan dewi, seperti yang dibayangkan Gu Xing Shan.


"Hmm.. sekilas ceritamu mirip dengan dongeng kuno 6 prajurit dewa. Tentang makhluk dari dunia lain yang datang ke dunia ini."


Gu Xing Shan menceritakan secara singkat dongeng kuno 6 prajurit dewa. Dikisahkan 3500 tahun yang lalu, sebuah cincin terang muncul di langit. Dari sana muncul jutaan makhluk humanoid bersayap api serta berekor kapak yang menghancurkan semua yang dilaluinya. Entah itu di darat, laut maupun udara.


Demi menghentikan gelombang kehancuran itu, keluarga keluarga besar mengirimkan anggota keluarga yang terbaik dalam pertempuran. Usai melalui pertempuran panjang melawan monster berekor kapak. Muncullah 6 orang yang paling bersinar diantara yang lainnya. Merekalah 6 prajurit dewa.


Karena makhluk makhluk itu terus bermunculan dari cincin langit, 6 prajurit dewa pun bahu membahu membangun 12 gunung yang kemudian dijadikan tiang pancang dari formasi pengunci langit.


Walaupun disebut dongeng namun cerita itu benar benar terjadi di masa lalu menurut catatan di altar Jinlian.


"Lalu sekarang apa tujuanmu Dewi Artemis?"


Artemis menjawab "Aku harus mendapatkan kekuatanku kembali. Dengan cara menyerap energi bintang stigma dan mengubahnya menjadi kekuatan bintang alias Stigma."


"Bagus. Aku akan membantumu mencari bintang Stigma. Sebagai gantinya bagikan kekuatan Stigma padaku ya. Aku butuh kekuatan yang besar untuk menyelamatkan keluarga dari genggaman keluarga Wei."


Mereka berdua saling memahami satu sama lain. Kesepakatan pun dibuat. Kontrak atau perjanjian saling menguntungkan antara pengamat bintang yang menginginkan kekuatannya kembali dengan kultivator jenius yang ingin membalas dendam kepada keluarga Wei.

__ADS_1


Balas dendam Gu Xing Shan kepada keluarga Wei pun dimulai.


__ADS_2