Gu xing shan

Gu xing shan
Bab 17 : Latihan berat


__ADS_3

Kembali ke beberapa menit sebelum gadis manisan pulang ke sekte.


Ketua klan serigala langit menyandarkan tangan di atas bantal tepat di samping telinganya. dia yang sedang menikmati malam bersama haremnya merasa terganggu dengan kematian muridnya yang mendadak. terlebih aura qi si pembunuh terasa samar-samar, kecuali saat benturan qi barusan.


ketua klan menyuruh orang bertudung yang berjaga di luar jendela kamarnya untuk menginvestigasi kematian sang murid. sang ketua melemparkan liontin berbentuk simbol matahari ke pria yang berada di balik dinding.


"gunakan itu untuk berkomunikasi denganku. selain itu, liontin matahari memiliki fungsi lain yang akan aktif saat kau menemukan jejak si pembunuh." terang ketua klan yang wajah dan tubuhnya diselimuti kegelapan.


orang bertudung itu pun pergi. dia melompat dari satu atap ke atap lainnya bagaikan udara yang tak bermassa. berlari cepat tanpa mengeluarkan suara sedikit. bahkan tak ada satupun daun yang jatuh saat dia melompat dari dahan ke dahan menerobos rimbunnya hutan.


"Qi nya berangsur menghilang tapi aku masih bisa melacaknya."


saat aura qi buruannya menghilang orang bertudung itu beralih mengandalkan penciumannya. dia dapat mencium buruannya dari jarak 600 kilometer. namun dia tidak tahu orang itu pria atau wanita. setidaknya dia harus mendekat 200 kilometer lagi baru bisa mengidentifikasi gender orang itu.


gadis manisan berjalan santai di atas permukaan danau sebelum pulang wakil ketua sekte sempat menghubungi lewat alam bawah sadar.


wakil ketua sekte bertanya dengan siapa gadis manisan bertarung. gadis manisan memberitahu kalau annchi sempat diculik oleh satu anggota klan serigala langit. untungnya gadis manisan sempat menyelamatkan sebelum masuk zona perburuan.


"kau kembalilah dulu. sebelum itu sebarkan wangi farfum mu ke rumah tetangga kakek annchi."


gadis manisan mengerti tujuan perintah itu. hanya ada satu rumah yang berdekatan dengan rumah kakek annchi, yaitu rumah yang berada di seberang danau.


gadis manisan mengintip ke jendela rumah. tidak terlihat siapapun di ruang tamu tapi gadis manisan bisa mendengar suara pria dan wanita sedang bertengkar di lantai atas. sesuai perintah, gadis manisan membuka tutup farfum nya lalu menyebarkan ke sekitar rumah.


sontak suami istri yang sedang bertengkar itu terdiam saat mencium aroma harum yang tidak bisa dideskripsikan dengan kata-kata.


gadis manisan menyembunyikan auranya lalu melompat ke gate. di sisi lain gate annchi dan beberapa murid sekte atas sedang menunggu gadis manisan. sebenarnya mereka tahu gadis manisnya akan baik-baik saja. mereka berkumpul disana karena merasa iba pada annchi.


selang beberapa detik kemudian gadis manisan kembali. annchi berterima kasih kepada dewa, karena menjaga gadis manisan. annchi memeluk gadis manisan dengan erat.


wakil ketua sekte menyuruh gadis manisan mengantar kakek annchi ke desa terdekat di luar sekte. tentunya dengan biaya hidup ditanggung sekte. annchi diharuskan datang ke sekte setiap hari mulai besok untuk belajar mengendalikan kekuatannya. semakin cepat semakin baik. ucap wakil ketua sekte.


wakil ketua sekte kembali memandang ke gu xing shan dan an long shan. gu xing shan masih berada di lautan ganas melatih gaya bertarung tanpa mengandalkan kuda-kuda yang kokoh.


gu xing shan tetap optimis walaupun latihan seperti ini tidak terlalu banyak meningkatkan kemampuannya dalam berkultivasi.


di hari kedua latihan muncul hiu di lautan itu. Gu xing shan terpaksa harus terus mengayunkan pedang guna memotong hiu-hiu itu. Gu xing shan terus mengayunkan pedang sampai tangannya terasa mau patah.


latihan berat itu dia jalani sepanjang hari. setiap kali ia jatuh ke laut maka hiu hiu akan mengigitnya kemudian melemparnya kembali ke atas rakit.


Gu xing shan sampai batuk darah karena luka dan air yang masuk ke paru parunya.


"bertahanlah tuan muda shan. kau menunjukkan perkembangan yang luar biasa di hari pertama latihan. tidak akan lama lagi sampai kau naik ke tingkat cakrawala."


Mendengar itu Gu Xing shan bersemangat kembali. dia berpindah ke rakit baru yang ia buat dengan elemen besinya. ukuran rakitnya sangat besar, ketimbang di sebut rakit itu lebih cocok disebut lempengan logam.


memperluas pijakan adalah jalan keluar yang bisa dipikirkan gu xing shan. namun tak lama kemudian ombak tinggi menenggelamkan lempengan besi beserta gu xing shan di atasnya.


sebelum ombak itu menghantamnya wakil ketua melihat gu xing shan melindungi diri dengan jurus elemen besi. dia pasti punya rencana dengan membuat menenggelamkan dirinya sendiri ke laut.


gu xing shan mempunyai siasat. dia akan memancing para hiu monster berkumpul lalu menghabisi mereka semua sekaligus. untuk itu mengumpankan diri adalah cara umum untuk memancing musuh mendekat.


gu xing shan keluar dari besi pelindungnya. dia cukup mahir berenang. menghindari serudukan para hiu banteng dengan gesit. gu xing shan melukai tangannya agar berdarah dan memancing lebih banyak hiu mendekat. Gu xing shan terus bertahan momen para hiu berenang bersamaan ke arahnya.


"aku akan menghancurkan kalian semua sekaligus."


dengan tenang gu xing shan melepaskan auranya lalu berteleportasi keluar dari laut.

__ADS_1


"nafasku hampir habis. aku harus membunuh mereka dengan satu serangan."


gu xing shan mempraktekkan latihannya. mengeluarkan jurus tanpa pijakan sama sekali. walaupun tidak sempurna tapi tusukan qi terfokus itu cukup kuat.


bagaikan tombak yang jatuh dari langit, direct attack gu xing shan membelah air laut sampai ke dasar. para hiu monster itu pun mati dan hanya tersisa beberapa ekor.


ketika jatuh gu xing shan kembali membuat rakit, kali ini dari tanah. dia sudah sangat lelah, tapi nampaknya wakil ketua sekte tidak akan membiarkannya beristirahat sekarang. bagaimana kalau ia beralasan hendak makan? tidak. Gu xing shan menolak bermalas malasan selama ia masih mampu mengangkat pedangnya. lagipula lautan qi nya masih penuh.


"aku tidak akan merengek. akan aku hadapi kalian berapa kalipun."


gu xing shan terus bertarung melawan para hiu monster sampai malam hari di dunia luar.


"aaaahh..!!!"


selama sesi latihan mencekam ini gu xing shan sudah mengembangkan beberapa direct attack dan aura attack baru. salah satunya adalah direct attack tebasan angin dan aura attack spiral api.


aura attack spiral api merupakan gabungan dari jurus perpindahan bintang warisan keluarga shan dengan jurus berelemen api. disaat musuh memasuki distorsi ruang api akan membakarnya. bisa dibilang jurus ini adalah versi upgrade dari jurus perpindahan bintang.


gu xing shan bangga dengan pencapaiannya. setidaknya dia telah membuktikan kejeniusan dirinya dengan memodifikasi jurus perpindahan bintang jadi lebih mematikan.


"aku harus jadi lebih kuat lagi. masih ada waktu setengah tahun. selama itu aku akan terus menciptakan jurus baru dan bermeditasi untuk naik tingkat. aku juga akan mencari bintang."


gu xing shan lupa soal mencari bintang. walaupun ingin keluar dan menemui artemis gu xing shan yakin ketua sekte tidak akan mengizinkannya. karena dia sudah menyuruh gu xing shan berlatih sampai besok.


"aku terus menghitung waktu selama berlatih. harusnya 3 jam lagi pergantian hari, tepat disaat itu aku akan langsung minta izin pada wakil ketua." kata gu xing shan dalam hati.


gu xing shan merasa aneh. walaupun tubuhnya sudah kelelahan tapi entah mengapa dia masih bisa berdiri. karena tekad? ambisi? karena diberkahi oleh dewa? Gu xing shan menyadari kalau di sekte lapisan atas tidak memiliki ketebalan qi.


di benua jinlian hampir semua tempat memiliki lapisan qi. lapisan qi sendiri tercipta karena banyaknya kultivator. aura qi merekalah yang menyebabkan terciptanya qi alam yang kemudian menyatu dengan udara.


keadaan itu membuat udara menjadi lebih berat dibanding udara benua lainnya. kondisi itu pula yang mengharuskan semua orang berlatih kultivasi agar bisa bertahan dari tekanan udara yang kian mencekik setiap kali menarik nafas. ironis memang, tapi karena hal itu benua jinlian menjadi surga kultivator.


gu xing shan menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya. dia tahu alasan mengapa dirinya tidak tumbang walau sudah berlatih selama itu. karena paru-parunya terbiasa menghirup udara berat, jadinya paru-parunya lebih tahan lama di tempat yang tekanannya rendah.


setelah istirahat sebentar gu xing shan kembali mengangkat pedang yang telah dia ayunkan ribuan kali hari ini. terdengar bunyi retak dari bahu sebelah kanan gu xing shan. lengannya itu mulai terbiasa mengayunkan pedang.


"sebentar lagi, aku harus bertahan sebentar lagi. ayolah tubuhku, semua ini untuk menyelamatkan ibu."


gu xing shan mengarahkan ujung pedangnya lurus ke depan, lalu melakukan tusukan qi terfokus.


***


akhirnya Gu xing shan berhasil melewati pergantian hari tepat jam 12:01 malam. semangatnya habis dan kekuatannya ikut menghilang. gu xing shan merebahkan diri ke atas rakit asli yang terus berada di dekatnya.


tiba-tiba laut menjadi tenang. gu xing shan tidak tahu apa yang terjadi sampai kedatangan seekor kirin menjawab rasa penasarannya.


kirin itu tidak lain dikendarai oleh wakil ketua sekte.


"lelah?" tanya wakil ketua.


"sedikit. udara disini sangat sejuk." gu xing shan menjawab dengan suara lirih.


"hahahaa.. kau benar-benar terkapar tuan muda shan. selain meningkatkan stamina dan energimu, latihan ini juga nempertajam inderamu pelacakmu."


gu xing shan menutup mata lalu melemparkan pedangnya ke udara. gu xing shan merasa indera belum tajam karena tidak bisa melacak dimana posisi pasti jatuhnya pedangnya itu. dalam kondisi tanpa qi. kalau sebelumnya sudah menyebarkan qi ke sekitar pasti bisa teracak.


"aku belum memenuhi harapan anda kan?" tanya gu xing shan untuk mengukur seberapa jauh dia telah berkembang.

__ADS_1


"tidak ada yang berhasil dalam satu hari. seorang jenius pun membutuhkan proses untuk menjadi lebih kuat. setidaknya latihan hari pertama ini telah merubah sedikit bentuk fisikmu." wakil ketua menunjuk ke badan gu xing shan.


"latihan hari ini sudah selesai tuan muda shan. jangan coba menyembuhkan dirimu dengan kekuatan itu. kultivator petarung sejati harus mampu menahan luka." ucap wakil ketua dengan tegas, "penginapan untuk tamu ada di skyland seberang. kalau kau berjalan keluar gerbang akan ada penjaga yang mengantarmu." sambungnya.


gu xing shan sangat senang latihan itu akhirnya selesai. "ototku rasanya mau robek." keluh gu xing shan. setidaknya latihan yang menyakitkan itu memperkuat otot dan fisik gu xing shan.


gu xing shan keluar dari dimensi lautan ganas lewat pintu udara yang ditinggalkan wakil ketua. terlihat langit sudah berubah jadi malam hari. gu xing shan bergegas pergi ke depan istana dan bertemu orang yang ditugaskan mengantarkannya ke penginapan.


"tolong antarkan aku ke tempat tamu wanita yang bernama artemis." pinta gu xing shan dengan sopan.


"ehh..? tapi peraturan sekte melarang semua bentuk percintaan pasangan diluar nikah..! saya tidak bisa membawa anda kesana." gadis itu menunduk sopan. gu xing shan tidak punya pilihan lain selain menunggu esok hari.


dengan menaiki seekor pari gu xing shan minta di antar ke penginapan khusus tamu yang letaknya agak jauh dari istana langit. dengan jarak sejauh itu akan sulit menyeberang kembali ke istana tanpa bantuan si gadis penunggang pari.


***


keesokan harinya saat bangun tidur gu xing shan masih merasakan sakit di tubuhnya. rasa sakit itu masih ada karena dia dilarang menggunakan kekuatan tersembunyinya. mungkin wakil ketua tidak ingin gu xing shan terlalu bergantung pada kekuatan itu.


berbeda dengan kultivasi baru bisa dikuasai setelah latihan panjang. stigma dapat diaktifkan hanya dengan perintah sederhana di kepala. gu xing shan menjadi penasaran dengan mekanisme kekuatan dunia artemis itu.


gu xing shan kembali bertemu si gadis penunggang pari.


"gadis pari," gu xing shan memanggil mengikuti julukan si gadis bunga.


"kali ini tolong antarkan aku ke penginapan artemis." sambungnya.


"baik tuan. tapi aku punya nama. namaku Lan Tianshi (malaikat biru). seperti yang kau dengar aku tidak punya marga." terangnya.


"lalu..?" tanya gu xing shan.


"itu artinya saya keturunan saya keturunan manusia setengah monster,"


Ikan pari yang dinaiki gu xing shan adalah makhluk panggilan lan tianshi. dalam perjalanan menyeberangi langit, Lan tianshi terus membicarakan soal gu xing shan yang menyelamatkan annchi. dia sangat kagum dengan kebaikan hati gu xing shan. karena masih sempit membantu orang lain dikala sedang dalam kesusahan.


"kau sangat baik tuan shan,"


"kau terlalu menyanjungku. aku hanya manusia biasa yang bertindak karena insting. ada kalanya aku melakukan kesalahan." gu xing shan menyinggung soal kejadian fen wei malam itu.


gu xing shan merasa ikan pari yang ia naiki terbang lebih lambat ketimbang kemarin malam. apa gadis pari sengaja memperlambatnya, atau ada faktor lain diluar kuasanya.


selang beberapa saat kemudian muncul retakan di kubah pelindung sekte.


retakan itu muncul tepat di atas gu xing shan. seseorang melewati retakan itu tampak ia melayang di langit.


"akhirnya aku menemukanmu gu xing shan..!!!!" teriak orang yang terbang.


dia adalah pengawal fen wei si kultivator langit rendah. gu xing shan bertanya tanya bagaimana orang itu bisa menemukan sekte gadis suci. selain itu kenapa dia bisa masuk dengan cara yang heboh seperti ini.


"si pengawal ini tampaknya sudah gila. dia meremehkan sekte gadis suci dengan datang menyerang seorang diri."


perintah wakil ketua datang lewat seekor kirin muda pembawa pesan. gu xing shan diharuskan mengalahkan penyusup itu sebelum annchi datang ke sekte. ini adalah pemanasan untuk latihan hari kedua.


dalam pertarungan gu xing shan diizinkan menggunakan stigma pemberian artemis. karena wakil ketua ingin melihat kemampuan misterius itu. dengan tujuan membandingkannya dengan milik ketua sekte mereka.


"senang bertemu denganmu. kali ini aku tidak akan memakai sandera lagi."


.......................................................................................

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄


.......................................................................................


__ADS_2