GUS KU

GUS KU
1


__ADS_3

Pagi ini seperti biasa bangun pagi ke asramah menyapu mengepel lantai.


Jika kalian fikir aku santriwati salah sekali ,perkenalkan aku Ning di pesantren kenapa bisa begini ya jelas aku melanggar kembali peraturan pesantren.


"Ya ampun lelah sekali Abah tak punya perasaan masa anak cantik begini di suruh ngepel nyapu" Keluh kesah Asifa yang terlalu meratapi nasib nya.


lihat saja nanti jika ada kesempatan aku bisa kabur. ,percuma jadi anak pemilik pesantren kerjaan nya kena hukuman terus


Asifa menyelesaikan semua berjalan keluar yah diri nya selalu mendegar gosip miring tentang nya .


Seakan cuek dengan semua Asifa segera pergi dari asramah sebelum Umi dan Abah kembali berceramah tak ada habis nya.


Umi dan Abah nya telah menunggu di ruang tamu .


"Lihat lah Bi kali ini ,Abi keterlaluan ,Asifa masih remaja Abi pantas jika melanggar aturan terus"keluh Umi dengan nada sinis.


"jika tidak sekarang Asifa akan lebih ngelunjak Umi ,kaya engga tau saja si Asifa kaya gimana"


Abi sejenak menghelai nafas ,dulu Asifa bukan pemberontak ,Asifa sangat penurut setelah kepergian Kaka nya Asifa berubah 100% .


"Assalamualaikum Umi ,Abah" Asifa menyalami kedua nya.


"Waalaikumsalam nak" kedua nya menjawab.


"Kenapa Abah dan Umi disini??" Tanya Asifa heran.


"Duduk nak pasti lelah minum dulu sebelum kami membicarakan sesuatu dengan mu nak" Umi memang sangat lembu tapi tetap saja anak nya tak pernah luluh.


"Baik lah"


Jika kalian tanya umur Asifa ,yah masih sekitar 24 tahun meski bekerja di luar pesantren ,Asifa tetap harus menaati peraturan pesantren.

__ADS_1


Malam mengaji ,pagi hingga sore bekerja jika kalian tanya kenapa engga kuliah ,yah begitu lah Asifa lebih baik mengaji timbang kuliah ,diri nya cepat bosan dengan pelajaran.


"Abah sama Umi mau bicara apa??" tanya Asifa.


"Begini nak kami berencana menjodohkan kamu nak dengan anak sahabat abah" Umi sangat tau anak nya pasti akan menolak.


"Apa di jodohkan ,ini jaman apa Abah Umi di kira jaman siti nurbaya,engga mau iyah Asifa engga mau titik"


"Turuti atau semua fasilitas di cabut " gertak Abah.


"Baiklah jika ini mau kalian ,baik saya akan turuti"Asifa pergi dengan raut wajah menahan marah.


Lihat saja jika keluarga itu datang ,itu kesempatan ku untuk kabur.


Asifa masuk ke kamar nya merebahkan diri.


"merasa sepi dulu saat diri nya jenuh ada kaka yang mengisi waktu sekarnag semua sibuk hanya diri nya sendiri" gumam Asifa hingga kantuk melanda.


Di lain tempat


Di bawah terik matahari ada puluhan santri


mengelilingi lapangan, yah dengan dua orang tampan di pinggir lapangan menjadi tontonan santri lain.


"Gila gua kita galak pisan uy ,dingin kaya balok es "


"Bener banget weh meski ini pondok modern beh peraturan nya lebih ketat".


Obrolan dua santri yang melihat kedua gus sedang menghukum para santri


"Adnan apa masih ada yang tertinggal??" Tanya gus Ibrahim.

__ADS_1


"Engga ada kak ,semua beres tinggal ini aja kak,lagian bentar lagi jam makan siang di tunggu Abah di ndalem"


"Cari akang ndalem lain buat menemani kaka pergi dulu abah menunggu"


Gus Ibrahim berjalan dengan santai tatapan tetap kedepan tak menghiraukan santriwati yang lewat.


Mereka menunduk dalam hati mengagumi ketampanan gus Ibrahim.


"Ganteng banget gus kita ,beruntung banget yang dapetin"


"Sayang killer ,kamu taun kan siapa gus Ibrahim jangan dech mengagumi dia ,beda sekali dengan adik nya ramah baik "


"iya juga,ya udah yuh kita pergi sudah telat nih"


kedua santriwati bergosip ria mengomentari gus nya.


.,.


"Assalamualaikum Umi" gus Ibrahim melihat Abah dan Umi nya di meja makan.


"Waalaikumsalam le,mari makan bareng Umi sama Abah"


"Baik Umi"


"Selesai makan umi mau bicara sama kamu le ,ini masalah penting"


"Baik umi"


ketiga nya makan sengan hikmat tidak ada bicara di meja makan.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2