GUS KU

GUS KU
5


__ADS_3

Suasa sore yang ramai ning Laila sudah puas di cafe bersama teman nya ,diri nya ingin segera pulang rindu kamar nya.


"Pulang dulu terima kasih bantuan nya Assalamualaikum "


"Waalaikumsalam"


Ning Asifa segera menaiki taksi yanh sudah di pesan ,bahagia banget hati nya sudah bisa membuat acara batal.


30 menit kemudian ,sampailah ning Asifa di halaman ndalem.


"Terima kasih pak"


"Sama sama neng"


Asifa celingukan melihat sekitar aman ,ning Asifa segera masuk ternyata dekor sudah di bongkar tanda acara batal.


Saat masuk ke kamar nya ning Asifa mengunci pintu.


Saat melihat ke belakang betapa kaget nya.


Lelaki berdiri bersender lemari buku dengan cool nya melipat tangan.


"Astagfirullah !!" Ning Asifa memegang dada nya dengan kaget.


"Kau kenapa ada disini??" tanya ning Asifa gugup.


Gus Ibrahim mendekat ,sengaja tak menjaga jarak.


"aku suami mu kenapa tanya ,jelas disini menunggu istri pulang" gus Ibrahim sengaja tak menjaga jarak.

__ADS_1


"Jangan bohong ,acara pasti batal aku kan kabur??" dengan polos nya ning Asifa percaya diri.


"Hm ,itu kalo aku marah terus pergi,sayang nya aku menerima tantangan ,cup " Gus Ibrahim mencium kening ning Asifa.


"Bisa geser saya mau keluar untuk makan lapar"


Ning Asifa yang masih tak percaya sedikit mengalah menggeser diri .


Gus Ibrahim membuka kunci lalu pergi membiarkan ning Asifa dengan segala fikiran nya.


kenapa semua ini terbalik,kenapa acara nya jadi kenapa dia engga pergi saja saat aku kabur,semua nya kacau .


Ning Asifa menghempaskan diri di sofa memijit kening nya terasa pusing .


"Pulang bukan nya kabar happy,ini mah masuk jurang kematian" Gumam ning Asifa


Gus Ibrahim makan dengan hikmat setelah selesai diri nya ke ruang tamu membaca buku,diri nya tau ning Asifa butuh waktu sendiri.


"engga apa Umi ,saya lagi pengin disini saja" Gus ibrahim memang malas di kamar terus


"Maafkan kelakuan anak Umi iyah nak"


"Tidak masalah umi ,wajar de Asifa masih remaja jika sedikit usil memang wajar"


" Terima kasih nak ,Umi ke kebun dulu nyusul abah"


"iyah Umi"


Gus Ibrahim membaca dengan fokus tak menggubris Asifa yang datang ,diri nya tau langkah kaki milik siapa yang mendekat.

__ADS_1


Ning Asifa duduk di sofa samping berhadapan dengan gus Ibrahim.


"Kapan kamu menceraikan ku??" tutup point.


"Iya ampun lihat aku disini ,kapan menceraikan ku "ketus ning Asifa.


"Datang bukan nya salam atau menawari kopi teh ???,aku suami mu ingat itu meski aku bersabar hargai sedikit saja" Gus Ibrahim menatap tajam ning Asifa.


kenapa nyali ku ciut iyah,kalo di depan gus Ibrahim ,serasa hilang taring ku.


"Maaf ,kapan anda menceraikan saya??" Ning Asifa merasa jengah.


"Tidak ada cerai di kamus saya,ingat lah ini saya tak akan mengulang kata kedua kali nya,tidak akan ada cerai hanya ada pendislipinan sebagai istri saya faham??"


ning Laila mengeryitkan dahi nya atas ucapan gus Ibrahim ,diri nya sangat cemas jika seorang Gus sudah mengatakan sesuatu pasti akan di lakukan.


"Baiklah terserah ,jangan salahkan aku jika membuat malu "


"Mana mungkin istri saya membuat malu biasa nya bikin onar iya" Gus Ibrahim menyindir Ning Asifa.


sial sekali kenapa dia tau tentang aku pasti sudah menyelidiki semua.


"Terserah" Ning Asifa segera pergi.


Gus Ibrahim merasa gemas ning Asifa


kalau bukan karena Arifin menolak aku tak akan tau ada wanita menggemaskan seperti panda .


Gus Ibrahim segera pergi ke asramah putra seperti saran Abah.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2