GUS KU

GUS KU
10


__ADS_3

Ning Asifa pulang dengan wajah tak ceria semua rencana nya gagal total diri nya merasa semakin terjerat ikatan pernikahan.


"Assalamualaikum umi abah" menyalami kedua nya.


gus Ibrahim menyusul membawa bungkusan juga.


"waalaikumsalam nak" jawab kedua nya serempak.


"Dari mana nak baru pulang??" tanya umi .


"Habis nemenin mas Ibrahim ,umi pengin kuliner disini" ning Asifa menjelaskan dengan muka manis nya.


"Bagaimana nak kuliner disini sedap kan??" tanya umi .


"Sedap Umi,jadi pengin cari kukiner kalau waktu senggang apa boleh umi abah??" tanya gus Ibrahim sopan.


"Boleh donk ya kan abah??"


"Iyah boleh le" Abah menjawab dengan senyum ramah.


"kami pergi ke kamar dulu umi abah ,pasti mas Ibrahim lelah"


"Iya nak silahkan"


Kedua nya masuk ke dalam kamar rasa lelah nya terobati dengan rasa makanan yang nikmat.

__ADS_1


"Mas apa engga pengin gitu ngejar wanita yang mas suka??"


Seketika Ibrahim merasa kesal ,istri nya memang keras kepala ,kekeh sekali jika menginginkan sesuatu.


Gus Ibrahim mendorong ning Asifa ,ning Asifa yang tak siap pun terjatuh ke kasur ,gus Ibrahim di atas mengungkung tangan Asifa.


"Kenapa hm ,apa sebegitu tak suka dengan mas ,hingga ade tak menerima pernikahan ini??"


ya alloh sungguh sempurna ciptaan mu ,kenapa yah ko jadi takut aura nya menusuk meski lembut suara nya.


"Hehehhehe maaf mas hanya tanya takut mas nyesel kan"Ning Asifa berusaha tenang.


"Cup cup cup ,ade istriku selamanya begitu"


ya ampun bisa copot jantung ku,dapat serangan mendadak terus.


Ning Asifa dengan cepat berganti posisi tidur,menarik selimut .


........


suasana malam yang sunyi ,gus Adnan melamun memikirkan keadaan kaka nya dirumah mertuanya ,sangat merindukan sosok kaka yang selama ini selalu membimbing nya.


"Ya ampun aku rindu sekali dengan abang bagaimana,apa sekarang apa abang bahagia ?."gus Adnan memikirkan abang nya.


gus Arifin menatap sendu kedepan,merasa sangat berutung masih bersama abah nya.

__ADS_1


gus Adnan selalu mengeluh jika diri nya mendapat bagian mengurus asramah putra dengan rasa kesal nya,tetapi sekarang lebih baik sadar karena tanggung jawab besar yang harus dirinya emban setelah abang nya menikah .


"Kenapa melamun disini le??" umi menepuk pundak Adnan.


"Engga umi ,lagi kangen ajah sama Abang ,sepi engga ada abang umi"


"Iyah sambang kesana aja le ,bukan nya pesantren milik mertua abang selalu terbuka untuk keluarga"


"iya dech kapan kapan Adnan kesana umi"


"Iyah sudah masuk tidur sudah malam ,angin malam tak bagus "


Umi mengajak Adnan ke dalam suasana makin malam tak baik ,kedua nya berjalan memasuki ndalem.


Semua terlihat baik baik saja tapi hati gus Adnan teriris ,orang yang di jodohkan dengan abang nya,wanita yang selama ini melukai hati nya ,meski tak ada yang tau diri nya hanya takut abang nya salah bertindak.


...,..


Asifa bangun setelah mendengar dengkuran halus gus Ibrahim diri nya keluar ke balkon ,menatap langit memandang bintang bintang ,diri nya merindukan orang yang telah menolong nya ,sayang karena emosi diri nya memarahi dan tak percaya akan ucapan nya.


kenapa aku menyesal ,kemana orang itu sampai sekarang tak pernah ketemu lagi,di tempat biasa pun tak ada ,apa takdir mempermainkan ku ,semua salah ku jika tak menuruti emosi semua ini tak terjadi.


Ning Asifa termenung melihat ke atas berharap bisa bertemu lagi dengan orang itu untuk meminta maaf segala kesalahan nya yang lalu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2