GUS KU

GUS KU
13


__ADS_3

Ning Asifa terdiam saat melihat gus Ibrahim dengan adik nya.


Wajah itu tak asing bagiku pernah ketemu di mana iyah ??,atau perasaan aku aja??.


Ning Asifa segera menepis semua fikiran nya bergegas mendekati gus Ibrahim.


"Assalamualaikum gus??" Ning Asifa memang suka dengan panggilan itu.


"Waalaikumsalam " kedua nya menjawab.


Gus Adnan menundukan pandangan nya meski Asifa kaka ipar nya.


"Gus ,saya ijin mau ke asramah saya tak pulang ke ndalem "


"baiklah "Gus Ibrahim hanya menjawab sekedar nya.


Gus Adnan curiga dengan interaksi kedua nya begitu singkat dan dingin.


Meski banyak senyuman di wajah Ning Asifa.


Aku yang salah lihat atau aku yang berprasangka buruk,ini tak bisa di biarkan aku akan mengubah nya.


"Hey adik kenapa melamun??" tanya gus Ibrahim.


"Engga ko bang ,perasaan abang aja kali??" Elak gus Adnan.


"Jadi engga nih lanjut engga??" tanya Ibrahim dengan semangat.


"Lanjut donk bang ,aku juga pengin secepat nya bisa" Gus Adnan mengamati dengan teliti.

__ADS_1


"Dek abang mau tanya boleh??" Ibrahim sedikit khawatir.


" Iya ampun bang tanya aja ,kaya sama siapa aja abang nih" Gus Adnan tersenyum.


"Perasaan kamu benar sudah engga ada Dek ??,Abang takut kalian kembali bersama??" tanya gus Ibrahim khawatirm


"Iya ampun abang fikiran nya loh curigaan mulu dech,tenang bang aku yakin aku juga sudah ada calon " Gus Adnan akhirnya jujur agar abang nya percaya.


"Baik lah abang lega"


Kedua nya lanjut mempelajari metode yang biasa Gus Ibrahim gunakan saat mengurus semua kebutuhan logistik .


Gus Adnan begitu semangat dalam belajar melihat mengamati.


,,,,.....,,,,,


Sedangkan di lain tempat ,ning Asifa sedang mengumpulkan semua santriwan diri nya begitu kesal.


Semua santriwan diam gelisah begitu hebat saat ning nya langsung yang mengumpulkan mereka .


Semua bertanya tanya dalam hati.


"Baiklah karena semua diam,semua ustadzah akan menggeledah kamar kalian barang milik orang lain ,atau pun barang terlarang semua ada hukuman yang berlaku"


Ning Asifa bersikap begitu tegas karena diri nya begitu lama diam setelah kaka nya meninggal dunia.


"Cepat geledah asramah" Teriak ning Asifa.


Semua santri bermuka tegang mereka meremehkan ning Asifa yang di kira telah melupakan aturan asramah.

__ADS_1


Ning Asifa duduk sambil mengupas kacang untuk cemilan para santri yang tak melanggar aturan.


Semua santri berbisik melihat ning Asifa yang asyik mengupas kacang dengan telaten.


Penggeledahan terdengar sampai bagian keamanan putra yang juga segera membantu gerbang agar tak ada yang keluar diam diam.


"Tau engga ning Asifa mulai menunjukan bahwa diri nya telah kembali tegas"


"Masa sih??"


"iya makan nya kita segera berkumpul nanti asramah putra pun sama ,ning Asifa juga sangat peduli pada santri baru"


Kedua para santri berbicara sambil berjalan ,saat gus Ibrahim dan gus Adnan mendengar nya.


Kedua nya bergegas ke asramah putri bagaimana kedua nya tak khawatir,kedua nya tau seperti apa jika ning Asifa sudah membuat onar ,hukuman pun tak main main lebih kejam dari kaka kandung nya telah tiada.


Sampai nya di lorong jarak 6 meter gus Ibrahim terpukau dengan ning Asifa yang duduk dekat jemuran ,di pangku nya baskom berisi kacang sedang di kupas kulit nya.


Apa lagi ini begitu cantik bahkan aku baru kali ini melihat nya wajah tegas tapi tetap saja aura lembut nya memancar.


"Abang jangan ngalamun ,segitu nya lihat istri" Gus Adnan yang sudah terbiasa tak heran.


"Abang baru lihat ,begitu kah sikap nya sulit di tebak??"


"Iyah begitulah istri abang "


Kedua nya masih melihat dari kejauhan satu persatu ustadzah membawa barang yang di larang di area asramah.


Bagus semenjak menikah belum lama kamu mulai kembali kak,maafkan aku yang menyerahkan mu pada abang ku ,itu lebih baik ,aku yakin cinta akan tumbuh perlahan di antara kalian

__ADS_1


Gus Adnan terus melihat sekumpulan barang di kumpulkan di depan ning Asifa.


Bersambung..


__ADS_2