
Ning Asifa berjalan menyusuri lorong mengendap ke asramah pengurus .
Ning Asifa mencari seseorang setelah melihat orang nya ning Asifa segera menarik nya.
"Akang jelasin ke saya kenapa acara nya tak batal??" Ning Asifa mendelik.
aduh gimana iyah jelasin nya serem juga kalo si ning sudah marah.
"Begini iyah ning ,setelah ning kabur acara tetap berjalan ,begitu pun gus Ibrahim yang tak marah mengetahui ning kabur"
"Benarkah??" ning Asifa mengeriyitkan dahi nya.
"Oh ya bagaimana kebun ku kang apa sudah subur kembali??" tanya Asifa.
"Sudah ning ,setengah sudah di panen
"Terima kasih kang"
"ning cepat pergi sebelum ada yang melihat"
"Baiklah cerewet"
Saat ning Asifa berbalik akan berjalan kaget nya jarak dua meter melihat orang yang tak asing ,ning Asifa berbalik badan kembali.
"Cepat pergi akang ada gus di ujung lorong"
Akang Adnan segera pergi ,melihat ning nya khawatir.
Gus Ibrahim mendekat ,ning Asifa tetap tak berbalik.
"Ehem ,sudah melihat suami masih berpaling tak sopan"Gus Ibrahim membalikan tubuh Ning Asifa .
"Hehehe maaf ,saya tak lihat"
"Apa nya tak lihat jangan berbohong pada suami ,apa ini alasan kamu kabur??,kamu punya kekasih??" Selidik Gus Ibrahim.
mampus aku ,pasti curiga di kira aku punya hubungan dengan kang Adnan.
"engga ko ,aku engga punya pacar atau semacam nya ,mana mungkin aku sempat pacaran di pesantren tiap hari aja dapat hukuman dari abah"
mejawab jujur serta diri nya tak terasa mencurahkan keluh kesah nya.
__ADS_1
"Cetek" gus Ibrahim menyentil dahi ning Asifa.
"Aduh KDRT nih ,bisa ku laporin buat bahan cerai"
"Diam atau aku cium nanti,cerai cerai jangan berucap begitu tak baik istriku"
"dih lebay" ning Asifa geli sendiri lalu pergi tanpa mengucapkan salam.
sulit di atur ,sulit di taklukan,apa aku harus menetapkan aturan displin juga
Gus Ibrahim berjalan mengikuti dari belakang ,melihat istri nya masuk ke kantin.
Gus Ibrahim ikut duduk di samping ning Asifa.
"Kenapa ikut kesini sih,aku ingin makan dengan tenang"
"kenapa aku suami mu bagus donk ,aku disini melihat istri makan"
"Terserah"Jutek ning Asifa.
Gus Ibrahim mengambil krupuk dengan saos sambal .
"Engga masih kenyang ,ini aja cukup"
apa aku tak sopan iyah,pernikahan ini juga tak batal ,aku harus memulai menghadapi gus Ibrahim.
"Aku harus memanggilmu dengan apa ???" Tanya ning Asifa tutup point.
"mas saja ,aku malas juga di panggil abah" Jelas gus Ibrahim.
"Baiklah"
Makanan datang ning Asifa makan dengan lahap ,tak menghiraukan Gus Ibrahim.
" Pelan pelan makan nya nanti tersedak"
"Hm"
Gus Ibrahim meras gemas diri nya ingin pergi menemui orang yang tadi ning Asifa temui.
"Pergi dulu Assalamualaikum"
__ADS_1
"Waalaikumsalam"
kenapa pergi coba ??
Ning Asifa bingung hanya diam saja.
Gus Ibrahim kembali ke ruang pengurus.
"Tolong panggilkan akang Adnan kemari"
"Baik gus" ucap akang ndalem .
Adnan yang merasa di panggil merasa takut .
"Assalamualaikum gus" Ucap kang Adnan.
"Waalaikumsalam mari duduk kang"
Adnan yang takut menurut saja diri nya takut di tuduh selingkuhan ning Asifa.
"Saya mau tanya sedekat apa akang dnegan ning??" Tanya gus Ibrahim.
"Maaf gus saya dulu kepercayaan almarhum kaka ning Asifa ,Sejak ning Asifa smp saya yang mengurus kebutuhan nya"terang Adnan.
"Bagus lah jadi saya tidak salah faham,sata mau bertanya kenapa sikap ning Asifa berubah menjadi pemberontak??" Tanya gus Ibrahim.
"Semenjak kaka nya meninggal,ning jadi berubah ,suka melanggar aturan tak suka mengaji,lebih parah nya menghukum santri dengan kejam,seperti kemarin menghukum dengan menyiram air bekas cucian baju di depan asramah santriwati"
"Baiklah terima kasih "
"Assalmualaikum gus"
"Waalaikumsalam"
Gus Ibrahim memijit kening nya merasa pusing lebih berat timbang menghadapi para santri nakal.
ya alloh semoga hamba kuat menjalani rumah tangga ini
Gus Ibrahim yang lelah ingin pulang ke ndalem untuk beristirahat sebelum acara pengajian di mulai.
Bersambung...
__ADS_1