GUS KU

GUS KU
7


__ADS_3

Berjalan cepat setelah makan diri nya akan membaca novel kesayangan sebelum malam mengaji dengan saudari Umi.


Saat sampai di ndalem sepi,diri nya juga tak berpapasan dengan Gus Ibrahim yang mengaku sebagai suami nya saat ini.


Betapa kaget nya saat masuk ke kamar .


"Iya ampun ,kenapa coba tidur engga pakai baju ,ternodai mata ku" Ning Asifa kembali keluar menetralkan detak jantung nya.


sialan kenapa sih tidur engga pakai baju segala,ampun dech mata ku ternodai,tapi lumayan bagus juga,Astagfirullah Asifa.


Asifa duduk di sofa meminum air putih hingga tandas.


Ning Asifa masih berfikir kemana dia harus pergi ,saat tak ada jalan keluar diri nya melihat ada dua buku yang asing menurut nya.


"Buku siapa ini ko baru lihat ,apa punya Gus Ibrahim ,baca ah siapa tau banyak ilmu"


Saat membuka ingin mencari halaman yang menarik tiba tiba.


"Apa yang tadi jatuh ??"


ning Asifa mencari kebawah meja ,seketika ning Asifa membeku.


"Siapa dia kenapa dekat sekali foto nya,tak ada jarak sama sekali???,apa ini kekasih gus Ibrahim??" Ning Asifa diam seketika .


"Aha aku punya ide bagus ,kenapa tidak ijin kan saja dia bersama kekasih nya jadi aku di ceraikan "


Ide gila ning Asifa memang di luar nalar bmkg,ning Asifa tersenyum senang,lalu mengembalikan foto ke dalam buku.


"Assalamualaikum " Umi datang dari depan.

__ADS_1


"Walaikumsalam umi"


Seketika ning Asifa kaget reflek menaruh buku di meja.


"Kemana suami kamu nduk??" tanya Umi lembut


"Baru datang langsung Gus Ibrahim yang di tanya,sebenar nya anak umi aku atau gus sih" Sinis Asifa.


"Jangan begitu nak ,dia suami mu harua patuh sama suami"


"Lagi tidur Gus Ibrahim" ketus ning Asifa.


"Umi mau ke belakang dulu mau urus stok makanan"


"Iya Umi"


pulang gus yang di tanya ,bakal jadi mantu kesayangan dia .


ya ampun mata ku ternodai ,biar lah toh halal.


"Mas bangun donk ,sudah sore nih gus!!!" Teriak ning Asifa.


Gus Ibrahim yang kaget pun langsung bangun terduduk,mengucek mata nya .


"Ada apa si istriku bangunin pelan kan bisa jangan teriak teriak"


"Dih bangunin pelan di kira aku putri raja yang lemah lembut gemulai" Kesal ning Asifa.


Gus Ibrahim berdiri Lalu.

__ADS_1


"cup,sudah jangan marah lagi nanti penuaan dini" Gus Ibrahim segera pergi ke kamar mandi bersihin badan .


Ning Asifa masih membeku ,lalu memegang bekas kecupan Gus Ibrahim


ya ampun kenapa begini,harus nya aku menghindar serangan dadakan ,bisa serangan jantung kalau begini.


Ning Asifa segera mencari kitab lalu pergi ,tujuan utama nya gedung MA mengaji seperti biasa.


Jangan kira seorang ning lepas dari aturan pondok ,sesuai jadwal tetap mengaji ,sholat jamaah ,jika mau sholat di rumah ketika sakit atau sibuk di luar rumah.


"Ya ampun gini amat iyah ,niat pengin lolos dari jeratan umi abah ,ini malah di tambah gus killer jadi suami "


Saat berjalan semua santri menatap ning nya dengan heran berjalan sambil gedumel sendiri persis santri lagi marah perkara antrian mandi.


Ning Asifa sampai duduk di belakang seperti biasa melawan aturan .


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam ning"


"Ustad nya sudah dateng belum??" tanya ning Asifa.


" Belum Ustad biasa berhalangan hadir kata nya di ganti yang baru sementara" ucap salah satu santri.


perasaan umi abah engga ada ngerekrut ustad baru dech ko aku engga tau.


Semua sedang menunggu ustad datang saat asyik ngobrol.


"Assalamualaikum ukhti"

__ADS_1


Semua membeku melihat paras ustad baru,sedangkan ning Asifa masih asyik ngobrol.


Bersambung..


__ADS_2