
Di luar pesantren memang dunia indah bagi santri untuk suasana lain menghilangkan kejenuhan.
Banyak santri yang suka izin ke pasar saja membuat hati nya bergembira anggap saja itu liburan grtis.
Suasana malam yang sunyi ,hanya ada suara kendaraan beberapa serta suara air dari sungai.
"Mas yakin berani ??" tanya Ning Asifa tak yakin.
"Memang kenapa susasana desa enak jika keluar malam sepi kan udara masih dingin"
Gus Ibrahim memang suka suasana pedesaan.
"Mas engga takut sepi ini loh??" tanya Asifa .
Bukan pakai mobil ,tapi motor biasa melaju pelan ,suasana malam memang dingin.
"Tenang saja mas suka tantangan baru"
Gus Ibrahim mengusap tangan ning Asifa melingkar di pinggang nya .
Suasana hening ning Asifa begitu kaget ,gus Ibrahim mengendarai motor dengan lihai meski terkesan aneh.
aneh ko bisa bawa motor begini tak kira bakal batal ternyata bisa huf aku terlalu meremehkan.
Ning Asifa hanya diam setelah pertanyaan terakhir.
Sampai di warung lesehan ning Asifa bergegas duduk memanggil mbak pelayan.
"mau pesan apa kak??" tanya si mba.
"Saya pesan ini ,ini ,ini dan ini " ning Asifa menunjuk menu di daftar.
Gus Ibrahim hanya mengamati dengan pandangan terpaku.
" ada lagi kak??"
__ADS_1
"oh iya iga bakar jumbo serta teh hangat terima kasih mba"
"Sama sama"
mampu kau aku pesan banyak pasti ilfil.
"ehem"
Ning Asifa menoleh ke depan ternyata dari tadi gus Ibrahim melihat tak melarang.
"Hehehe maaf mas ,aku lapar jadi langsung masuk pesan,lupa kalau lagi sama mas"Ning Asifa tersenyum di buat buat.
"Engga apa mas suka ,istri mas makan banyak"
Deg
meleleh lama lama nih hati ,kenapa bisa dapat suami yang lembut seperti ini.
"Terima kasih mas ,mas engga malu kan aku makan banyak??" tanya ning Asifa.
glek..
Ning Asifa menelan ludah nya sendiri kata nya singkat tapi menusuk .
"Iya mas"
Gus Ibrahim setia melihat wajah istri nya ,menggemaskan diri nya tak tau apa yang di rasa tapi mengingatkan perasaan dahulu sebelum diri nya pernah merasa kecewa.
"Mas mas hey mas"Ning Asifa melambaikan tangan nya di muka gus Ibrahim.
"Eh iya istriku ada apa??"
"Mas melamun ??, mas mikirin apa??" tanya ning Asifa .
"Engga ada ko"
__ADS_1
"Mas aku mau tanya boleh??"
"mau tanya apa??" Gus Ibrahim hanya menanggapi dengan santai sambil makan krupuk.
"Maaf mas ,apa mas punya pacar atau wanita yang mas sukai??" Tanya Ning Asifa.
Deg..
"Kenapa tanya begitu??"Gus Ibrahim memincingkan mata nya.
"emmm ,aku engga sengaja buka buku mas di ruang tamu ada foto wanita yang terjatuh" Ucap ning Asifa jujur.
jangan sampai ini menjadi celah untuk istriku berbuat nekad.
"Oh itu ,calon dari abah ,tapi umi tak setuju"
masa sih kalau gitu masa masih di simpan aneh.
"Jangan bohong dech mas,itu wanita yang mas suka kan,aku engga melarang ko mas ,kalau mas mau balikan silahkan atau minya bantuan aku juga boleh mas" Ning Asifa seperti menghirup angin segar.
"Jangan gila ,kamu istriku sampai kapan pun tetap begitu ,jangan berfikir hal gila atau akan tau hukuman nya" Gus Ibrahim mengusap kepala ning Asifa.
"Dih gitu aja ngancem engga banget dech" kesal ning Asifa .
Semua makanan datang ,ning Asifa segera menyantap nya dengan begitu rakus ,rasa kesal nya terhadap suami nya menjalar sampai hati nya.
sial bukan nya mau ke ,malah nolak emang niat nih orang nyiksa aku dalam pernikahan,kenapa coba abah milih dia gus Killer .
Gus Ibrahim melihat nya sangat gemas,istri nya tak pernah bersikap pura pura manis di depan nya,makam tanpa rasa jaim.
"Gemesin"gumam pelan gus Ibrahim
Gus Ibrahim makan dengan hikmat pandangan nya tak lepas dari istri nya ,ini lah yang dia harapkan wanita yang tak jaim,menjadi diri sendiri lebih baik dan menggemaskan.
Bersambung...
__ADS_1