
ning Asifa seketika membeku melihat siapa yang datang.
Gus Ibrahim mengunci pandangan pada istri nya.
apes pisan ,ini mah nama nya pergi dari kandang macan ,mancan nya nyamperin
Semua hikmat ,mendengarkan perkenalan Ustad baru bagi mereka.
"Apa ada pertanyaan ???" Ibrahim ingin santriwati tak canggung.
"Say ustad"
"Iyah silahkan"
"Sudah nikah belum" salah satu santri julid memang begitu.
Ning Asifa terdiam ingin tau jawaban nya.
"Alhamdulilah saya sudah menikah,tenang saja saya profesional" Gus Ibrahim menyindir Ning Asifa.
dih profesional ,paling nanti juga bales ganjenan para santri
kesal ning Asifa kenapa harus dia.
"Iyah telat dech " Jawab semua santri.
"Baik semua mari kita mulai pengajian ini saya terangkan ,lalu tanya jawab seputar hal apa yang belum di maksud"
"Baik pak ustad" jawab serempak.
Ning Asifa masih sewot menatap tajam gis Ibrahim serasa ingin menghancurkan. ,mencabik cabik.
lucu juga kalau marah mata nya tambah bening ,untung aku terima jadi aku punya banyak waktu mengenal nya.
Gus Ibrahim cuek dengan tatapan Asifa tetap fokus pada kitab nya.
__ADS_1
dih so"an fokus apa engga pegel tuh nerangin terus.
Tak selang berlama lama pengajian pun usai lancar jaya tanpa ada hambatan.
"Assalamualaikum " Gus Ibrahim keluar menghindari kelas lain keluar bersamaan.
para santri seperti dapat vitamin grtis imun tambahan.
"Gila iyah ning ustad nya cakep bener beh,aku sih mau jadi istri ke dua nya"
dih aku yang ogah
"Biasa aja tuh jangan berlebih dech,kita kan engga tau istri nya kaya gimana"
"Ning bener juga sih,saya pamit dulu ning beda jalan "
"iya terima kasih sudah nganterin"
Saat ning Asifa berjalan suasana lorong sepi,saat akan melewati taman tengah tangan nya di tarik .
seketika membeku wajah tampan gus Ibrahim seketika membuat nya terpesona .
"Cup cup " Dua kali gus Ibrahim mengecup pipi ning Asifa.
"Idih apaan sih lepas engga ini tuh di luar kalo ada santri lewat gimana" ketus ning Asifa.
"Hehehe habis kangen si ,gemes lihat istri natep tajem banget"gus Ibrahim menggoda ning Asifa.
" Lagian kenapa coba harus ambil kelas aku males banget kan"Ning Asifa duduk di bangku.
"Abah memberi tugas aku tak bisa menolak" dengan wajah memelas gus Ibrahim sengaja mencari simpati.
"Baik lah terserah mas aja" ucap ning Asifa.
"Nanti malam jalan keluar yuk,pengin keliling sekitar sini cari makanan favorit disini"Ajak Gus Ibrahim.
__ADS_1
ini kesempatan aku akan menanyakan foto wanita di buku nya
"Baik nanti malam kita ke sate kambing mang udin,sate nya enak tongseng nya juga enak,sekalian beli iga bakar"
"Siap istriku,saya ke asramah putra dulu iyah ,cup ,assalamualaikum" Gus Ibrahim segera pergi sebelum ada santriwati datang.
"Waalaikumsalam"
Ning Asifa membeku ,kenapa diri nya engga bisa menghindari serangan dadakan gus Ibrahim.
sial kenapa dengan ku hati ucapan gerakan badan menghianati.
Ning Asifa segera pergi sebelum santri pada datang, karena jam mengaji bergantian .
Berjalan dengan lambat tanpa tujuan
"Assalamualaikum ning " Sapa salah satu santriwati.
"Waalaikumslaam,dari mana??" tanya ning.
"Habis mengaji ning,terima kasih berkat ning saya dan teman saya tidak di ganggu lagi"
"syukurlah kalau begitu ,di betah betah iyah nimba ilmu yang banyak ,biar bermanfaat jika sudah lulus"
"Baik ning ,permisi dahulu ning assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Ning Asifa merasa senang santri baru mulai beradabtasi dengan wilayah dna peraturan pesantren.
"Aku mau tidur aja lah mumpung abah belum pulang"
Ning Asifa bergegas ke ndalem.
Bersambung...
__ADS_1