
Semua persiapan selesai ,suasana ramai heboh dimana acara sakral akan di laksanakan .
Pihak lelaki sudah datang kecuali gus Ibrahim .
"Maaf pengantin pria telat datang"
"Engga masalah biasa jam sibuk"
Kedua sahabat lama bercerita menunggu waktu akad ,kondisi masih tenang.
Di lain ruangan.
Ning Asifa duduk di depan cermin dengan make up anggun ,gaun simpel yah gaun terlalu simpel mendukung tujuan nya.
"Mba tolong keluar semua saya mau sendiri dulu"
"Baik ning "
Semua nya pergi keluar ,ning Asifa hanya menutup pintu segers mengambil tas kecil nya ,segera melipat sprei hingga membentuk tali membantu nya turun dengan aman.
"Bagus aku akan segera pergi nanti aku kembali lagi nanti setelah acara ini batal"
Ning Asifa segera melepar kain nya kebawah ,setelah memastikan ikatan nya kencang.
Sampai nya di bawah diri nya langsung berlari tanpa ada yang melihat .
Saat sampai di jalan diri nya berjalan cepat saat di halte ,ning Asifa duduk untuk minum air ,diri nya mengecek dompet dan hp sial nya semua tertinggal.
"Aduh pakai ketinggalan gimana coba ,biarin lah nanti naik ke cafe aja suruh Ze bayar ,sore pulang inih"
Di lain tempat
Mba ndalem panik mencari ning nya ,melihat sprei untuk tali membuat semua panik.
__ADS_1
"Mati kita mba ,gimana ini ning Asifa kabur"
"Iya apes sekali sih bodoh sekali kita pergi tadi nurut saja ,lebih baik kita bilang ke umi dan abah"
Kedua nya bergegas keluar mencari umi nya .
"Assalamualaikum umi" mba ndalem begitu takut nafas nya kasar.
" waalaikumsalam mana Asifa??" tanya umi.
"Maaf umi ning Asifa kabur"
"Apa??!??"
Umi begitu syok langsung terduduk memegang dada nya.
Abi yag melihat nya segera menghampiri.
"Ada apa ini??"
"Kabur loh bisa lewat mana??"
"Jendela kamar langsung ke jalan Abah", jelas mba ndalem.
Abah segera memberi tahu pada besan nya semua panik mencari tidak ada jejak,abah melihat kamar nya menemukan dompet dan hp tergeletak.
Saat panik penghulu datang semua bingung berbarengan dengan gus ibrahim datang.
"Assalamualaikum" gus ibrahim menyalimi kedua calon mertua nya.
"Waalaikumsalam,maaf nak ,asifa anak kami kabur"Abah menunduk malu.
pantas saja tadi di halte ada wanita berpakaian pengantin,ini semua menusuk nama baik ku,baik lah lihat saja aku akan membuat mu menjadi istri sah ku .
__ADS_1
"Engga apa Abah,saya tetap menikahi nya meski ning Asifa tak ada"gus Ibrahim memang suka sekali tantangan.
"Alhamdulilah ,jika begitu kami tak tau jika ini batal akan menahan malu" Abah sangat bahagia.
"Baik lah karena semua sudah siap mari segerakan acara akad nikah", penghulu terlihat buru buru.
Gus Ibrahim menjaba tangan Calon mertua nya.
"Ankahtuka wa zawwajtuka makhtubataka binti Asifa Naula alal mahri emas perhiasan seberat 50 gram hallan.”
"Qobiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkuur wa radhiitu bihi, wallahu waliyyu taufiq.”
"Semua saksi sah"
"Sah" semua menjawab dengan penuh suka cita.
Setelah doa hikmat semua tamu mengucapkan salam nya,serta memulai acara syukuran makan bersama.
"Maaf nak ,anak kami memang seperti ini ,sifat dan sikap nya tidak bisa di tebak,kami meminta untuk bersabar mendidik Asifa" Abah menceritakan kejujuran tentang anak nya.
"Insyaalloh ,abah sebisa mungkin saya akan menjalani amanat ini dengan sebaik mungkin,doa kan saja ning Asifa selalu bahagia " Gus Ibrahim menyakinkan kedua mertua nya .
"Baiklah ,lebih baik nak ibrahim istirahat dulu biar akang yang mengantarkan"
"Terima kasih abah"
" Mari gus"Akang ndalem menunjukan ke kamar Asifa.
"Terima kasih "
Saat gus Ibrahim masuk ke dalam serta menutup pintu nya.
"Rapih bersih ,kenapa ruangan serba abu abu ??,apa dia beda dari wanita yang lain??"Gus Ibrahim bergumam pelan melihat sekitar.
__ADS_1
Diri nya segera mandi gerah sekali,baju sudah tersedia.
Bersambung..