GUS KU

GUS KU
3


__ADS_3

Asramah gempar kedatangan Ning Asifa ,ada lima mba ndalem ,Ning Asifa memukul tiang tangga tanda ,semua santri harus keluar .


Semua santriwati berbisik jika Ning sudah sambang di asramah ada yang membuat kesalahan.


"Semua kumpul di bawah !!" tegas Ning Asifa .


Semua bergegas turun mengikuti perintah Ning Asifa,kelima mba ndalem membawa satu baskom berisi air bekas cucian piring penuh dengan minyak .


"Siram kan kesana sampai habis!!"


"Baik Ning"


Satu persatu air dalam baskom meluncur di depan kamar asramah ,membuat semua syok atas tingkah Ning nya.


" Semua dengarkan ,Penghuni kamar Fatimah dua dan tiga naik ke atas !!" teriak Ning Asifa


Semua kaget kenapa hanya dua kamar yang di suruh masuk hukuman amacam apa ini,semua santri berbisik.


"Ya ampun ini pasti sudah menyinggung santri lain membuat Ning Asifa marah"


"Benar pasti ada kesalahan laporan dari mba ndalem"


Semua merass takut jika aura Ning nya sudah tegas.


"Kalian bersihkan semua dari sini sampai sanah pakai lap tangan ,jangan pakai alat pel ,ingat semua harus bersih sebelum bada maghrib!!" tegas Ning Asifa.


"Awasi jika ada yang mengeluh saya tambahkan hukuman nya"


"Baik Ning " jawab semua nya.


Pecah satu asramah ,bahkan kantin gempar dengan apa yang dilakukan Ning Asifa.


Kabar yang begitu cepat menyebar hingga Umi dan Abah pun mendengarkan nya.


"Sudah lah Abah ,anak kita memang begitu kan suka sekali melanggae aturan"


"Umi ,Abah pening sama kelakuan Ning Asifa bagaimana lagi Abah memberi tau nya" Serasa sesak di dada .


Sebelum kepergian kaka nya ,Ning Asifa begitu penurut menghukum dengan normal.


"Besok acara lamaran berubah jadi akad saja ,Abah takut anak kita berulah kembali"


"Baik Abah biar nanti umi yang bilang,lebih baik abah istirahat terlebih dahulu" Ucap umi yang tau kecemasam suami nya.


..,,..

__ADS_1


Di lain tempat gus Ibrahim sedang bimbang diri nya akan menikah takut sifat tegas nya akan berdampak pada istri nya nanti.


Saat cemas Gus Ibrahim menatap kaca.


"Semoga saja sikap tegas ku tidak salah tempat"


Setelah selesai mulai menggelar sajadah berdoa agar hati nya mantap untuk menikah.


"Bagaimana ini Abah,apa anak kita tak akan berubah fikiran jika nanti tau seperti apa ning Asifa ,begitu pemberontak" cemas umi .


"Tenang Umi ,Abah percaya sama anak kita bisa membimbing kembali ning Asifa menjadi wanita yang lembut penuh kasih sayang"


Umi hanya menghelai nafas nya besok acara pernikahn menjadikan diri nya gugup takut jika Ibrahim berubah fikiran .


"Tenang umi ,anak kita sudah dewasa"


"Baik Abah"


..,,..


Saat semua sedang syok dengan kelakuan ning Asifa.


Santriwati baru merass heran kenapa semua berkumpul di bawah.


"mba ini kenapa sih ko semua kumpul di bawah??"


Diri nya begitu heran ,hingga diri nya dan teman nya ingat jika diri nya mengadu pada ning dengan tidak sengaja.


"Astagfirullah"


Saat melihat ke atas benar saja teman sekamar nya ,sedang membersihkan bersama yang lain nya.


Ning Asifa kembali dengan baju dan hijab seragam hukuman jika melanggar peraturan pesantren.


"Kalian pakai ini ,pergi ke aula ingat sebelum saya sampai di aula semua sudah harus kumpul!!" tegas Ning Asifa.


Semua merasa merinding dengan aura ning Asifa yang begitu tegas.


Semua segera berjalan ke arah aula sebelum ning nya makin marah.


"Dasar nyantri lama ilmu engga di pakai ,nol besar buat apa cari ilmu jauh kalo di pakai untuk merundung" ning Asifa bergumam pelan .


Diri nya berjalan cepat sebelum diri nya sampai ,semua sudah kumpul aula sudah penuh dengan para santriwati.


"Assalamualaikum wr.wb" ning Asifa mengucap salam.

__ADS_1


"Waalaikumsalam wr.wb"


"Saya kumpulkan kalian semua disini,karena ada yang keterlaluan melanggar aturan pondok"


semua riuh siapa yang melapor,bertanya siapa yang berani menghadap ning Asifa yang terkenal tegas kejam.


"Saya paling tidak suka ada perundung di dalam pesantren ,kalian semua juga pernah jadi santri baru,cape ,rindu rumah ,semua energi terkuras,tidak betah jarnag di sambang ,ingat tidak!!!" Tegas ning Asifa dengan penuh emosi.


Semua santriwati yang riuh seketika hening ,baru kali ini ning Asifa yang langsung menghukum .


"Ingat tidak kalian menangis saat belum terbiass di pesantren,ingat tidak saat mengeluh kerja sama membersihkan lingkungan,ingat tidak saat antri makan minum, mandi??"


"Kenapa tidak ada yang jawab??!"


Ning Asifa menatap ke depan serta ke samping dimana santriwati berdiri mendapat hukuman nya.


"Di pesantren ini terlalu longgar jadi kalian seenak nya melanggar ,santri baru yang butuh dukungan kalian patahkan mental nya,kalian rundung apa itu mencerminkan seorang santri!!!!"


semua masih diam dengan raut wajah yang begitu takut.


"ini hanya sebuah peringatan jika kedepan nya saya melihat langsung perbuatan pelanggaran saya tak segan mengeluarkan tanpa rasa hormat!!"


"Assalamualaikum"


Ning Asifa pergi meninggalkan aula ,semua santri merasa merinding,aura tegas ning Asifa membuat semua santri ngeri.


"Assalamualaikum umi" Ning Asifa mendekati ibu nya mencium tangan ibu nya.


"Dari mana nak??" tanya umi


"Biasa mi dari asramah"


"jangan terlalu keras nak ,kasihan mereka"


"Salah sendiri di pesantren tahunan berani merundung santri baru" Kesal Asifa.


"Besok hari akad mu nak ,istirahat jangan terlalu lelah"


seketika ning Asifa membeku mendengar semua penuturan ibu nya .


astagfirullah aku lupa rencana pelarian ku ,ah masa bodoh yang penting besok panjat pager loncat ke jalan kabur.


"Baik umi"


Ning Asifa bergegas ,ke kamar nya menyiapkan semua agar besok bisa kabur dengan cepat .

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2