H'Ongtang "Goresan Luka"

H'Ongtang "Goresan Luka"
Tekanan


__ADS_3

BEIJING,CHINA 1978


Bunga api yang dimainkan disaat imlek sedikit menjauhkan Yu An dari kebosanan terhadap pembicaraan bisnis yang dibicarakan oleh paman Chen dan calon tunangannya, telinga Yu An selalu sakit dan hatinya menggerutu ketika lee chou mulai membanggakan diri didepan paman dan bibinya


" bagaima bisnis judimu "


" sangat sukses paman,bulan kemaren saya telah membuka cabang di hongkong dan bangkok, mungkin bulan besok saya akan membuka cabang di indonesia"


"jangan di Indonesia, mereka tidak aman untuk kita "


" kenapa paman "


" garis keras"


" hahaha"


Mendengar nama tanah lahirnya di bicarakan oleh mereka Yu An langsung bersuara karena tidak terima jika mereka mehinanya,


" ku rasa Indonesia tidak seburuk yang kalian bayangkan, oh ya paman kumohon jangan kaitkan kematian keluarga kita dengan nama baik Indonesia karena ini urusan kita dengan sekelompok orang dan untukmu chou bisakah engkau mencari uang dengan cara yang benar"

__ADS_1


Paman chen sangat marah dengan ucapan Yu An yang mempermalukan dirinya dan chou di depan banyak orang, sedangkan Yu An pergi meninggalkan pesta di tengah acara perayaan imlek setelah berhasil membuat merah pada muka tebal chou, Yu An menarik diri ke kamar lalu dia mengambil beberapa buku sastra untuk dibaca, tumpukan tulisan pada buku tersebut menjadi penenang pada jiwanya yang telah lelah akibat tekanan dari pamanya, tidak beberapa kalimat dia membaca dalam buku paman Chen datang dengan amarahnya


" Yu An, kenapa kau mempermalukan chou di pesta "


" aku tidak merasa mempermalukannya tapi kalau dia merasa malu berarti itu benar"


"cukup Yu An, kau harus bersikap baik padanya karena dia akan menjadi suamimu "


" tetapi aku tidak mengingikan perjodohan yang paman ciptakan hanya karena uang"


" Yu An ..." Paman yang marah mengangkat tanganya siap untuk menampar Yu An namun dia dapat menahan emosinya itu karena melihat wajah ketakutan dari Yu An ,paman Chen berbalik arah untuk menetralkan emosinya ,tangannya menyentuh dada lalu mengusap wajahnya sementara fei kembali duduk membaca buku,


" kenapa kau selalu menekanku, apakah ini tujuanmu mengadopsiku paman "


" Yu An"


" koko" Bibi yen datang ke kamar untuk melerai pertikaian antara Yu An dan paman, mata mereka berdua saling menatap tajam dengan segala kebencian " koko, Yu An tidak seharusnya kalian bertengkar di hari besar ini, tolong tahan dulu emosi kalian jangan sampai yang lain tahu ada masalah disini"


Bibi menarik tangan Yu An dan membujuknya agar mau sedikit mengalah " Yu An anakku ikutlah dengan bibi "

__ADS_1


Paman yang masih menyimpan kesal dengan sikap dan kata-kata Yu An lalu ingin menyingkirkan barang berharga miliknya


" jung , jung"


" ya tuan "


" bakar semua buku di kamar ini "


" ya tuan baiklah"


Setelah pesta selesai Yu An yang ditemani bibik dan paman pergi mengatarkan Chou dan ayahnya ke mobil, chou mencium tangan Yu An namun Yu An membuang mukanya seperti tidak ingin memberikan senyuman untuk calonnya itu dan memang dari awal wanita china yang cantik ini tidak menginginkan pria penerus mafia itu hadir dalam kehidupannya, jika bukan karena paksaan paman Chen yang telah membesarkanya mungkin dia sudah menolak pertunangan waktu itu, hutang budinya kepada paman lebih besar dari pada perasaannya sehingga Yu An hanya bisa diam dan menuruti alur yang dibuat pamanya,


Pagi hari di akhir musim gugur Yu An terbangun dengan keadaan masih lelah karena pesta imlek yang memosankan tadi malam " pagi nona" suara pembantu rumah tangga menyapa setiap paginya membuat dia sedikit risih karena sebelumnya dia hanya gadis biasa yang menyambut pagi dengan bebas namun setelah dia bertunangan, Chou memfasilitasi dirinya secara berlebihan dan tidak bisa dibayangkan sepuluh rumah tangga dirumah hanya mengurusi Yu An sampai ke bagian inti, Yu An tidak suka dengan hal yang mengekang, seperti kebebasan telah diambil alih oleh Chou sepenuhnya dan dia berfikir pasti lebih buruk jika telah menjadi istrinya kelak, "pergilah aku ingin sendiri" kata Yu An kepada sepuluh pembantunya dengan wajah dingin,dengan langkah perlahan Yu An mendekati hidangan sarapan di atas meja lalu diambilnya cangkir berisi teh panas ,saat meminum teh tersebut Yu An merasa ada yang berbeda dikamarnya,buku-buku kesayanganya yang biasa dia letakan di rak-rak kamar telah tiada, semua hilang tanpa satupun yang tersisa, kepanikan ada dipikiranya " pelayan, pelayan ..." teriakannya memenuhi seisi rumah yang membuat sepuluh pembantunya kembali ke kamar " dimana buku-buku saya? kenapa diam ,saya tanya sekali lagi dimana semua buku saya "semua pelayan hanya terdiam tidak berani bersuara tetapi ada salah satu pelayan melihat kearah jendela , Yu An melihat gerakan mata pelayannya itu lalu pergi melihat kearah jendela nampak diluar asap hitam menggumpal, perasaan hatinya mulai tidak nyaman dan pikiranya berubah buruk, tidak butuh waktu lama Yu An pergi ke luar rumah dan dilihatnya jung kaki tangan pamannya sedang membakar seluruh buku-buku milik Yu An, " siapa suruh kau membakarnya " " tuan chen nona" , kekecewaan Yu An kepada pamanya berada pada tinggat yang sangat tinggi dia dan berubah menjadi amarah ,Yu An mengambil buku yang setengahnya terbakar lalu melemparnya ke meja makan dan kebetulan paman sedang sarapan sepotong roti bersama bibi ," apa lagi paman , setelah kebebasanku yang kau lenyamkan lalu buku-bukuku dan apa lagi yang akan kau hilangkan dariku"


" aku hanya memberi apa yang baik untukmu dan akan menghilangkan sesuatu yang tidak baik itu dari mu "


" menurut kau kehidupan seperti ini baik untukku "


" ya tentu"

__ADS_1


"ok, aku tahu sekarang alasanmu membawaku ke sini,sungguh malangnya ayahku memiliki adik sepertimu, kau bukan pamanku kau adalah iblis"


__ADS_2