H'Ongtang "Goresan Luka"

H'Ongtang "Goresan Luka"
Tragedi 1965


__ADS_3

Aku mengendong Fei  yang tidak mampu berjalan,wajahnya kembali tersenyum walau luka dikakinya masih perih, Fei kecil yang aku anggap adik sendiri lebih senang bermain denganku dibanding kedua abangnya dan aku menyayangngi Fei sama dengan rasa sayangku pada Rina adik kandungku.


Kejadian pada malam hari kawasaan kampung china Bukittinggi menjadi pemisah antara aku dan Jiang serta keluarganya, aku  benar-benar tidak bisa melihat Jiang lagi untuk selamanya, ini seperti mimpi buruk yang tidak pernah aku inginkan dan kemaren adalah nyata hari terakhir aku bersamanya   


Embun di tanah minang


Embun yang turun pukul enam dini hari sangat tebal hingga menghalangi  pandangan, hawanya yang dingin membekukan aku pada satu ingatan masa lalu dengan suatu kenangan yang tidak mungkin aku lupakan, aku baru bisa keluar dari lamunan setelah gonjanga pohon disampingku yang menjatukan air embun di daunya


 " Akbar " 


" hahaha, kenapa kawan, kau sedang melamunkan apa "


" tidak sedang melamunkan siapapun"


" oh Rama ya?. kenapa kau Rindu padanya " 


"Sudah berapa kali ku bilang Rama adalah sahabat masa kecilku dan telah ku angap adik sendiri " 


" oh benarkah, tapi bagaimana jika dia menyukaimu "


" tidak mungkin lah Akbar, kau jangan ngawur, ah sudahlah lebih baik kau temani aku sekarang"


" kemana?"


" ikut saja" 


Suara alam yang sama dengan pemandangan yang sama juga ketika terakhir kali aku berkunjung di tempat ini, nyaringnya suara mereka berdua samar-samar bertahtah di metamorgana dalam pikiran seperti dejavu ,tawa Jiang dan wajah riang Fei membuatku kembali tersenyum sekaligus meneteskan air mata, aku tutupi setetes air mata itu dengan dinginnya air sungai Ngarai sianok yang kesegaran abadi dari Maha Pencipta 


" Indonesiaku merdeka ,tanah yang amat elok dengan alam yang memukau lihatlah indonesiaku"


suara teriakan Akbar menimbulkan kegaduhan bagi mereka yang sedang menikmati pemandangan alam , tingkahnya itu  sedikit membuatku malu dan ku percikan air di bajunya agar dia menghentikan semua kekonyolan itu.


" Akbar turunlah ,kau menganggu mereka "


" aku tidak menganggu kawan aku hanya mengeluarkan isi hati "

__ADS_1


" tetapi jangan berteriak seperti itu, suaramu saja sudah cukup membuat burung bertebangan meninggalkan kawasan ini"


" hahaha" 


... Mimpi yang selalu datang...


 Mimpi itu datang lagi seperti nyata dan tidak bisa ku lupa  senyum dan tawanya selalu di scenario mimpiku, fei berdiri kembali kokoh dengan wajah cerianya  didepan puing  sisa kebakaran, ku panggil namanya dengan begitu terharu dan dia lambaikan tangan kecilnya ke arahku terasa  sangat amat nyata, sayangnya itu hanyalah bunga tidur yang muncul di istirahat sejenaku 


" hai tuan muda bangun lah "


Akbar membangunkanku yang membuatku tersadar Fei hanya fartamorgana yang kuharapkan menjadi nyata 


" ah kau menganggu istirahatku saja "


" kenapa tuan muda, tadi kau melamun dan sekarang kau tertidur "


" tidak , hanya saja ada suatu hal yang inggin ku cari kebenaranya"


" kebenaran tentang apa"


" hahh, kau masih penyimpan surat kabar tahun 1965 tentang peritiwa kebakaran di kampung cina  "


" atau kakekmu , ayolah tolong carikan untukku"


" baik nanti akan kutanyakan ,tapi jelaskan dahulu untuk apa"


" nanti akan ku jelaskan sekarang kerumah kakekmu dahulu"


Surat kabar yang bagian tulisanya habis dimakan rayap kutemui digudang belakang rumah kakek Akbar ,


" aku sudah menemukannya, aku bawa surat kabarnya dahulu kakek"


"ya, ambil saja ronsokan itu "


Bagi orang ini adalah ronsokan tapi bagiku ini adalah suatu yang berharga karena didalamnya ada satu hal yang ingin sekali aku ketahui dari dulu,berita 1965 itu adalah peristiwa disaat temanku Jiang pergi untuk selamanya dan koran terbitan padang yang aku pegang dengan tangan gementar lalu kubaca walau tulisan sedikit memudar namun aku dapat memahami isinya, pasangan keturuan tiongha meninggal bersama kedua anaknya, kata kedua anak itu membuat aku berfikir keras ,bukankah koko lung memiliki tiga anak dan siapa yang selamat aku tidak dapat megetahui isi dari berita itu karena sebagian kertas yang rusak akibat dimakan rayap, sakit kepalaku memikirkan terlalu dalam teka teki itu, dibalik pemikiranku yang sempit terlintas nama da Malik dalam benakku, dia adalah satu-satunya kunci saksi disana karena beliau merupakan anak buah koko Lung  yang juga tinggal disana.

__ADS_1


Aku masih bingung untuk menemukan jejak da malik ditanah ini karena semejak kejadian itu dia hilang seperti ditelan bumi, kulihat kakek tua  sedang memotong daun kering yang rumahnya tidak jauh dari bekas ruko koko Lung 


" Assalam mualaikum kek " kakek tujuh puluh tahun itu tetap diam saat aku mengucapkan salam " permisi kek saya mau bertanya, kek , kakek"


"cari siapa nak" nenek yang merupakan istri kakek ini keluar dari rumah karena mendengarkan suaraku 


" oh maaf nek saya ingin bertanya tentang da malik , apakah ibu kenal beliau"


" Malik siapa ya nak"


"malik yang bekerja dengan koko Lung , itu buk toko yang terbakar  1965  dahulu"


" oh iya malik ,dia sempat bekerja disini setelah kebakaran itu selama dua bulan dan setelah itu dia pergi katanya di akan bekerja di batam " 


Batam bukan tempat yang jauh hanya saja waktuku  yang tidak bisa ku miliki sepenuhnya untuk mencari da Malik  tetapi tidak mungkin aku hentikan perjuangan diawal sangat pengecut menurutku, tiga hari aku ambil izin untuk menemui da malik di batam berutunglah pulau itu tidak terlalu besar jadi tidak butuh lama menemui da malik disana ,laki-laki muda yang dulu kini telah memiliki sedikit uban di rambutnya berdiri memandangi pelabuhan , 


" da, apakah kau masih ingat aku " 


" siapa"


" aku Radit ,temannya Jiang " 


" Radit kau kah itu"


 Mata da Malik berkaca ketika dia melihat ku dihadapannya dan dia memelukku begitu erat seakan aku adalah orang yang amat dirindukannya "sudah sangat besar kau sekarang ,kenapa Dit kau mencari ku sampai kesini "


" kurasa uda tahu apa maksud dan tujuan aku datang kesini "


" ya dia memang masih hidup, di hari itu aku menyelamakan Fei tetapi  tidak mampu menyelamatkan yang lain dan itu penyesalan terdalamku "


" lalu dimana fei sekarang "


" di malam itu  koko menyuruh aku untuk menjemput saudaranya  di pelabuhan batam  lalu ormas  itu datang dan mehancurkan semuanya, aku membawa Fei bersembunyi karena waktu itu aku sangat takut, dua hari kemudian aku ke batam dengan membawa fei dan aku ceritakan semuanya kepada  tuan chen adiknya koko, mereka marah dan membawa Fei pergi dengan mereka dan sampai hari ini aku masih menunggunya kembali di pelabuhan  untuk memastikan apakah dia baik-baik saja"


" kemana Fei mereka bawa da"

__ADS_1


" China"


Fei berada di luar negaraku dan diluar kekuasaanku bagaimana aku bisa menemukannya sedangkan waktu untuk diriku saja tak bisa ku miliki, aku bisa bergantung pada informasi dari da Malik  dan berharap Fei kembali ke Indonesia .


__ADS_2