
Wajah ibu tampak aneh melihatku seperti marah, entah apa salahku yang membuatnya seperti itu namun aku hanya diam tidak berani bertanya,
" kamu dari mana kenapa baru pulang "
"dari rumah Fei buk, dia lagi sakit"
" Fei terus, kamu tahu ngak Rama dari tadi pagi nungguin kamu "
" ada apa lagi buk kemaren kan aku sudah bertemu dengan dia"
" Rama itu minta di temani beli oleh-oleh Dit karena dua hari lagi dia kembali ke bandung "
" emangnya ngak bisa di temanin yang lain buk
" dianya mau kamu, Dit ingat dit kamu harus baik sama Rama bagaimanapun juga ayahnya yang menolong kamu sampai sakarang "
Kata- kata ibu seakan-akan mematikan alasaku untuk tidak bertemu Rama tetapi aku tidak ingin Fei salah menyangka dengan kedekatan aku dengan Rama, sedikit memutarkan otak bagaimana jika aku mengajak Fei dan Akbar sekaligus memperkenalkan Fei dengan dua sahabatku Akbar dan Rama, beberapa rencana telah aku susun rapi untuk mempertemukan mereka dan saat melihat aku membawa Fei Akbar terheran tidak menyangka ia menarik bajuku lalun menyeretku menjauhi mereka " gila kenapa kau pertemukan Fei dengan Rama " ujarnya membisikan ke telingaku
" nanti aku jelaskan" jawabku menepis tanganya yang masih memegang baju seragamku
" Rama perkenalkan ini Fei adik sahabatku,fei ini Rama sahabatku"
" oh ya aku Rama sahabat kecil Radit"
" aku Fei ,sangat senang bertemu denganmu"
" ehemrr aku tidak dikenalin nih "
" o Fei ini Akbar sahabatku juga"
" lebih baik jangan kenal dengan dia fei,dia itu buaya" ejek Rama pada Akbar yang hendak menyalami Fei,aku tertawa dengan ucapan spontan Rama sedangkan Fei tersenyum melihat mereka , "Ayo Fei " ajakan Rama menarik tangan Fei, Rama gadis yang sangat ramah mudah beradaptasi pada siapapun dan itu salah satu kelebihannya yang aku kagumi.
Rama tampak bingung dengan aneka oleh- oleh yang dilihatnya dan akbar sibuk mencicipi semua oleh-oleh itu ," sudah borong aja semua" ujar Akbar dengan mulutnya ya penuh dengan makanan "
" Akbar jangan dimakan terus" Rama marah dan menepuk tangan Akbar yang hendak mengambil sanjai di keranjang itu
" Rama kerupuk ini enak dan tahan lama" Fei yang berdiri sebelah Rama menunjuk dan menawarkan kerupuk kunyit kepada Rama untuk solusi kebingungannya " oh kerupuk ini kesukaan Radit, Dit sekalian aku lebihin untuk kamu ya " Fei melirik ke arahku lalu berbalik arah dari lirikan itu aku mengerti bahwa aku harus menolak pemberianya, " tidak Rama terimakasih"
Lapar mata yang membuat Rama memborong semua jenis makanan di toko itu sehinga semua tangan-tangan kami kebagian untuk membawanya " kau ingin buka usaha disana Rama " Akbar menggerutu karena dia membawa lebih banyak barangnya Rama, dengan wajah kesal Akbar terpaksa membawa beban itu " kan kau sendiri menyuruhku untuk memborongnya"
" udah Akbar dari pada mengeluh lebih baik letakan dimobil"
" ide yang bagus dit jadi biar aku dan Fei tunggu di rumah makan itu "
" ah enak sekali jadi wanita"
" kenapa? kau ingin jadi wanita juga Bar"
"tidaklah Dit gila-gila saja kau"
Warung makan di tengah pasar dan merupakan tempat yang sering Fei kunjungi sewaktu dia kecil bersama dengan keluarganya Fei,matanya melihat sekeliling dan mengingat kembali kenangan sewaktu kecil " Fei tempat ini makanannya enak loh "
" ya aku tahu karena sewaktu kecil aku sering kesini dengan keluargaku"
"oh ya aku juga sering kesini bersama ayah"
" Pasti kamu anak kesayang ayahmu"
__ADS_1
" bisa dibilang gitu lah fei soalnya aku putri satu-satunya "
" kalau kamu gimana Fei "
" aku ? aku anak bungsu dari 3 saudara dan memikin 2 abang"
" oh ya dimana mereka sekarang "
" semua anggota keluargaku meninggal karena kebakaran"
" oh maaf ya fei"
" tidak apa-apa"
Aku menyusul Rama di warung makan dengan aa kelaparan dari Akbar yang tidak sabar ingin segera menemui makanan,
" ah lapar , mana ni makanannya "
" belum di pesan Akbar, sana pesan dulu sekalian aku mau es campur kalau kamu Fei ?"
" sama kayak kamu saja"
" yaelah perasaan disuruh mulu"
" udah ini yang terakhir, besok tidak kau temui aku lagi"
" syukurlah , jangan pulang lagi sekalian "
" bar aku bubur ya"
" ya"
" tidak apa-apa"
"nanti juga kamu terbiasa fei dengan drama kita,jadi ingat sewaktu sekolah dahulu dit , kau yang sering mengemis agar aku dan Akbar berdamai"
" ya Rama dan Akbar dua orang yang keras kepala Fei sehingga sulit diajak negosiasi untuk berdamai"
"ya tapi yang memulai perang Akbar duluan "
" eh apa ni sebut sebut namaku"
" ya orangnya keburu datang, mana makanannya"
" sebentar ,lagi disiapin nona"
" ngomong-ngomong kalian lagi bicarain apaan sih"
"tentang kamulah siapa lagi"
" ah bicarain di belakang, kalau berani di depan orangnya"
" ni mau bicarain di depan orangnya"
" eh udah kalian ya dari dulu ngak pernah berubah"
" ayok makan,makananya udah datang ni"
__ADS_1
"maaf ya fei Rama kalau lagi lapar kayak gitu resek"
" ya ngak apa- apa "
Cerita masa SMA ditarik lagi kisahnya oleh Rama, beliau begitu semangat untuk mengukap history aku Akbar dan dirinya di kala itu termasuk persahabatan aku dengannya,
"ingat ngak Dit waktu itu kamu itu kamu menemaniku beli makanan lalu aku ajak kamu jalan ke kuburan china "
" iya tapi jangan di ceritain lah "
" hahaha lucu deh Fei dia takut lewat kuburan"
" serius dit "
" ah Dit maluin nama Akbar aja, masak jiwa tentara takut kuburan "
" itu dulu sekarang aku jauh lebih berani"
" ya benar aku saksinya karena dia satu-satunya yang berani maju di medan perang saat kami hampir mengalah"
" wow keren Dit , harusnya Ayahku memberimu pangkat yang lebih tinggi lagi"
Melihat kekaguman yang terpapar dari wajah Rama pada Radit membawa kecemburuan Fei yang dari tadi tertahan oleh kepura-puraanya,
hanya diam yang jadi sinyal di hatinya hingga akhirnya ku antarkan dia pulang dengan wajahnya yang masih pura-pura biasa,dia berjalan dengan diamnya dan aku dengan hati yang tidak tenang
" bang Radit"
" ya Fei "
" Rama itu baik ya"
" ya dia memang baik tapi rada jahil "
" kau sangat akrab denganya ya "
" ya pasti karena kita dari kecil memang sudah bersahabat dan ayahnya dengan ayahku juga bersahabat "
" dia gadis yang beruntung , cantik, pintar dan ayahnya perwira tinggi atasanmu, tidak sepertiku"
"anak malang yang hidup sebatang kara "
" Fei jangan begitu kau itu lebih berharga dari pada apa yang kau pikir "
" jangan beri kata-kata hanya untuk menghibur ku dan menutupi kenyataan yang ada "
Aku terdiam dengan kalimatnya dan kulihat dirinya yang melaju jalan melaluiku, dari jalannya pelan terlihat kesedihannya dalam hati memaksaku untuk mengungkapkan,
" Fei aku menyayangimu" Fei berhenti dalam langkahnya dan menghapus air matanya
" ya aku tahu kamu menyayangiku sebagai adik"
" bukan Fei rasa sayangku lebih dari itu, Fei aku ingin menjagamu selamanya bolehkah Fei "
Fei berbalik arah untuk mendekatiku, dia memelukku dengan erat dan di dalam pelukanya di keluarkan keluhnya,
" awal ku kesini aku sangat takut jika aku tidak punya siapapun untuk bersandar lalu aku bertemu denganmu semua ketakutanku hilang, hanya kau yang mampu kembalikan senyumku ,ku mohon jangan tinggalkanku dari alasan apapun"
__ADS_1
" tanpa kau bermohon kepadaku sudah ku janjikan itu dari dahulu Fei "
Gerimis malam ini mengangu kehangatanku hinga kami perpisah untuk sampai mentari datang menyatukan cinta dan kerinduan