
SEBUAH RESTU
Aku menepati janjiku pada Fei untuk mengajaknya bertemu dengan Ibu dan keluargaku menyambut dengan senang hati kedatangan Fei dirumah kami bahkan ibu telah menganggap Fei anak sendiri namun malam itu membicarakan dengan serius tentang kami," nak kau boleh berteman dengan Fei tapi jangan pernah jatuh cinta padanya ya "
" kenapa buk ?"
" agamanya berbeda dengan kita lagian dia etnis keturanan"
" malasah perbedaan bisa di bicarakan dahulu buk"
" cieee maksa" ecekan kedua adiku membuat pipiku memerah
" apaan sih kalian belajar saja sana"
" pokoknya ibu tidak ingin kamu dalam kesulitan olehnya"
Ibu benar-benar menentang hubungan kami dan rupanya sikap sayang ibu tadi hanya rasa iba karena Fei memiliki kisah hidup yang malang , hanya sebatas rasa kasihan yang mengelabuiku , aku kira ibu telah menerima Fei dalam kehidupanku dan dari awal inilah yang aku takuti.
Pagi ini rasa semangatku hilang karena telah dipatahkan oleh kata-kata ibu semalam dan dari belakang Akbar merangkulku dengan kuat,
" pagi kawan"
" Akbar, kapan kau bukittinggi"
" kemaren"
" diam-diam saja kau "
__ADS_1
" hahaha , aku mengnakap sinyal ada yang akan kau bicarakan padaku"
" ya betul sekali"
" nah untuk itu aku ada disini,ok kawan ceritakan apa yang ingin kau katakan"
" fei seseorang yang pernah ku ceritakan padamu dia masih hidup dan kembali lagi"
" itu bagus dong, lalu apa masalahnya"
" masalahnya aku jatuh cinta padanya "
" hahaha " Akbar tertawa dan bertepuk tangan sepertinya dia mengejek curahan hatiku"
" itu bukan masalah kawan ,itu alami rasa dari tuhan ,kau harus mensyukurinya berarti kau normal"
" seperti langit dan bumi maksutnya"
" ya seperti umpamaan itu"
"Radit kau dulu pernah mengatakan padaku jika cinta maka perjuangkanlah "
"ya aku akan memperjuangkanya seperti aku memperjuangkan negaraku"
" bagus kawan aku akan membantumu untuk masalah ini tenang saja aku selalu disampingmu"
Sahabatku Akbar begitu bersemangat dalam hal cinta dan dia begitu bahagia ketika tahu aku sedang merasakan cinta untuk pertama kalinya setelah sekian lama dia membujukku untuk tertarik dengan lawan jenis namun aku selalu menolak karena alasan mengejar cita-cita.
__ADS_1
aku kembali menemui Fei di rumah yang baru ditempatinya bersama buk Nuri ,sebebum ku ketuk pintu rumuh itu aku siapkan mental dengan menarik dan menghela nafas ,rasa grogiku selalu datang belakanggan ini jika berdekatan dengan Fei padahal awalnya biasa saja mungkin ini lah tahapan dalam mencitai,pintu itu terbuka setelah ku ketuk beberapa kali namun wajah buk Nuri yang terlihat olehku
" siang buk Nuri "
"siang nak, cari Fei ya, tapi Feinya keluar nak "
" keluar kemana buk? "
" tadi katanya hanya melihat lingkungan sekeliling area perumahan disini "
"sendiri buk"
" iya, mau ibu panggil dahulu"
" tidak usah buk,biar aku cari aja, makasih ya buk"
" ya nak"
kawatirku pada Fei yang memberanikan diri untuk berjalan sendiri dilingkungan ini , bagaimapun lingkungan ini adalah lingkugan komplek yang penduduknya masih banyak menganut kebencian terhadap warga asing, dari kejahuan ku lihat fei sedang mengcekrama dan berbaul dengan anak komplek namun tiba- tiba datang sekumpulan ibu- ibu menyeret anaknya untuk pulang dan beninggalkan wajah sinis ke arah Fei , hal ini membuat fei sangat sedih ," fei ayu pulang" bujukku pada fei yang masih melihatkan wajah sedihnya
" bang kenapa merek bersikap seperti itu padaku , apa mereka mengira aku menyakiti anak-anak mereka ,sunguh bang aku hanya membantu mereka belajar "
" ya aku percaya pada mu, tidak apa Fei mungkin mereka belum mengenal dirimu saja , jangan terlalu dipikirkan ya"
" ya bang"
ku usap kepalanya sebagai tanda sayangku untuknya ,tidak berani rasanya mengatakan yang sejujurnya bahwa dia akan sulit diterima di lingkungan ini dengan perbedaanyang ada pada dirinya ,semejak kejadian 1965 bangsanya Fei sering dikucilkan ,keberadaan mereka tidak mudah berbaur dengan pribumi kata kasarnya mereka sangat dibenci karena dianggap bagian dari negara asing yang memiliki pengaruh buruk tapi kenyataanya tidak seperti itu mereka hanyalah bangsa asing yang hatinya selalu berada di tanah air , bahkan dia telah mengagap indonesia sebagai bangsanya sendiri, tidak mudah untuk menjelaska ini pada orang yang telingganya ditutup oleh berita palsu namun aku akan berusaha mendamaikan negaraku dan membersikan bangsa china di tanah air
__ADS_1