H'Ongtang "Goresan Luka"

H'Ongtang "Goresan Luka"
Rama sahabat kecil


__ADS_3

 " Radit dipanggil pak Rahmat", " ya siap" hatiku berdebar takut karena jika pangilan itu mengantarkanku untuk pemindahan tugas luar kota, ku buka pintu keja perwira tinggi Rahmat mulianto itu yang merupakan atasan dan juga teman almarhum ayah, " selamat siang pak saya Radit datang menghadap ", 


" ya Radit , silahkan duduk" 


" siap baik pak"


Sesaat aku duduk dan menoleh kearah wanita yang memberikan senyuman lebar tapi wajahnya  tidak asing di kehidupanku " Rama"


" hai Radit , apa kabarmu"


" baik Rama , kapan kamu kembali dari Bandung "


" dua hari yang lalu "


" kenapa ngak bilang dulu ke aku"


" emangnya kalau aku bilang kamu mau jemput "


" mmm"


" hahaha engak kok aku hanya becanda, oh ya dit kamu makin gagah aja , gimana udah tingkat apa  kamu disini"


" alhamdullah aku udah kopral tingkat dua"


" semangat ya tingkatin lagi"


" ya doain aja"


" aamiin"


" Radit temanin Rama makan siang ya soalnya bapak masih ada kerjaan"


" siap pak"


Tidak bisa di pungkiri Rama tampak lebih cantik dan anggun berawakannya berbeda sekali dengan dia yang dahulu, Rama yang aku kenal adalah gadis tomboi,blak-blakan dan berantakan ,lucu rasanya bertemu dengan sosok yang berbeda darinya seperti bukan dia dihadapan ku sekarang ,"Rama apakah pekerjaanmu sebagai staf di industri yang merubah penampilanmu"


" ya kurang lebih seperti itu,kenapa?"


" tidak apa-apa"


" apa tampilan aku aneh"

__ADS_1


" tidak, malah kau lebih anggun dengan tampilan seperti itu"


" terima kasih"


" Dit...." teriakan Akbar yang seperti singga membuat kami menoleh ke suara itu


" kau mau kemana"


" mau makan dengan Rama "


" Rama , oh Rama udah pulang mana dia "


" disini Akbar di depan mu"


" dia? tidak mungkin"


" iya ni aku Rama , kenapa kau lupa denganku"


" tidak masalahnya kau dulu"


' ehrmm , Akbar kau ingin ikut makan bersama aku dan Rama"


" oh tidak aku tidak ingin menganggu silahkan kalian berdua saja"


keasikanku bercerita masa silam  pada rama disebuah rumah makan menghayutkan kami pada waktu dan melupakanku pada janji, sebuah janji ku ikat pada Fei untuk memaninya  menebar bungga di hari kematian keluarnya " jadi gimana kau sudah punya kekasih" pertanyaan Rama itu mengingatkan aku pada Fei " astaga" 


" kenapa"


" maaf ya Rama aku harus meninggalkan mu karena aku ada janji dengan seseorang"


" oh ya silahkan"


" ngak apa kan kalau kamu pulang sendirian atau aku antar dahulu"


" oh tidak usah biar aku pulang dengan ayah saja"


" maaf ya Rama"


" ya ,ayo cepat pergi sana"


Dengan langkah beribu aku percepat ayunan kaki menuju keluar dan beruntunglah Akbar dengan mobinya yang menyelamatkanku, " Radit sudah kenjannya kok cepat sekali"

__ADS_1


" sudah diam, sekarang antarkan aku cepat ke ngarai "


" ada kawan kenapa terburu sekali"


" Fei , aku telah melupakan janjiku pada Fei "


" woi hebat sekali setelah kencan dengan Rama sekarang kau menemui Fei,buaya juga rupanya kau"


" Sudahlah Akbar jangan membual lagi aku sedang panik ini, tolong bantu aku sekali ini"


" baiklah kawan, kita akan ngebut",


Akbar menyelamatkan ku hari ini karena bantuannya aku masih bisa menemui Fei disungai, dengan lompatan maut aku lompati mobil dinas tentara itu lalu berlari menuju Fei di tepi sungai yang sedang menaburkan bunga, Fei maaf tadi aku terlambat " Fei hanya diam dan terus menaburka bunga ke sungai tampa memperdulikan kehadiranku ,takut jika dia marah padaku lalu mencoba menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi berharap dia mengerti ," tadi aku bertemu dengan sahabatku Rama hingga aku lupa kalau aku ada janji padamu"


"apakah dia penting" ,


"cukup penting Fei "


"lebih penting dari ini "


Aku terdiam seketika Fei membadingkan seberapa pentingnya Rama dan sebuah janjiku padanya ,tidak tahu apa yang ku jawab dan aku lebih memilih mengalihkan tanya itu dengan yang lain," Fei apakah bunganya masih tersisa ,sini berikan pada" ," jangan mengalihkan, kenapa? kau tidak punya jawabnya bang, tidak apa , aku mengerti bahwa dia lebih penting dari pada aku dan sahabatmu"


Fei pergi setelah dia berikan kendi berisi bunga itu padaku dan dengan rasa bersalah aku megikutinya namun jalannya begitu cepat seolah tidak ingin melihatku lagi , Akbar yang berada di lokasi kejadian drama kami melihat wajah sedih Fei dan menanyakan padaku tentang perbuat jahat apa yang aku lakukan ,


" ada apa dit "


" aku tidak tahu , tiba- tiba Fei marah padaku padahal aku sudah menjelaskan apa yang terjadi"


"kau menjelaskan apa? "


" aku lupa dengan janji hari ini karena bertemu dengan Rama ?


"aduh dit ,bisakah lebih pintar sedikit"


"maksutnya"


"gini dit ,wanita itu akan cemburu satu jika wanita lain lebih penting dari dirinya dua jika dia tidak di nomor satukan"


" maksudmu Fei cemburu"


" pasti lah"

__ADS_1


" jadi aku bagaimana"


" ya aku juga tidak tahu, makanya jadi orang tu harus pintar berbohong sedikit , ahh Radit lugu sekali kau "


__ADS_2