H'Ongtang "Goresan Luka"

H'Ongtang "Goresan Luka"
Rindu dan luka


__ADS_3

Dikala matahari hampir terbenam dan senja telah menampakan wujudnya  aku masih berdiri mendengar suara aliran air sungai setidanya  rasa rindu kepada yang telah pergi dan tidak bisa kutemui lagi sedikitnya terobati,


" maaf pak, selendang saya jatuh dan tersangkut di batu itu,boleh tolong ambilkan"


" ya sebentar ya "


Ada selendang sutra yang tersangkut di sela batu dan posisinya tepat ditengah, aku harus rela mengorbankan seragamku basah hanya karena menonong wanita muda ini 


" ini nona "


" terimakasih pak, maaf ya pak karena saya seragam anda basah seperti itu"


" tidak apa-apa nona, tapi sepertinya saya mengenal nona, bukankah yang meminta darah di PMI kodim seminggu yang lalu "


"oh ya aku Yu An yang seminggu yang lalu ke kodim, bukankah bapak yang memberikannya "


Suara azan magrib memotong pembicaraan aku dan Yu An, ku tutup rapat mulut ini dan mendengarkan lantunan merdu sebuah panggilan tuhan itu sampai kalimat terakhir aku melihat Yu An juga ikut tenang menikmati  suara merdu dari azan itu ,"


"maaf nona aku mau sholat dahulu "


 " oh ya pak saya juga mau pulang, sekali lagi terimakasih ya pak"


" ya sama-sama tapi anda pulang sendirian"


" ya saya terbiasa sendirian"


" tidak baik wanita berjalan sendirian disaat gelap,bolehkah saya menemani anda tetapi izinkan saya sholat dahulu"


" boleh ,saya akan menunggu di sini"


Aku memutuskan sholat di atas batu di  sekitar sungai  karena tidak ingin meninggalkan wanita china ini sedirian, matahari sepenuhnya telah terbenam walaupun ada bulan yang menggantikan cahayanya namun tetap terasa gelam, beruntunglah  ada bapak-bapak tua memberi penerangan dengan obor yang dibawanya, setidaknya aku tidak perlu khawatir dengan Yu An di tengah gelap seperti ini,


Rumah Yu An cukup jauh bahkan kita harus menyambung langkah mengunakan bendi setelah turun dari oplet di simpang empat kamang, sangat mengherankan wanita china stelan nona seperti ini memiliki tempat tinggal di perdalaman 


" perjalanannya jauh ya pak, maaf ya merepotkan bapak"


"ya gapapa, justru saya senang bisa menemani anda pulang"


" terima kasih pak"


" jangan terlalu banyak mengulangi berterima kasih dan kalau bisa jangan memangil saya bapak, kelihatan saya tua sekali "


" lalu saya harus memanggil dengan panggilan apa ?"


" Radit, atau panggil da Radit juga ngapapa "


" oh ya , baik lah "

__ADS_1


" berhenti disini pak "


Kuda bendi itu berhenti karena perintah kusirnya  lalu kami turun di depan sebuah rumah kayu yang tidak berupa ,yang kulihat ini sekali lagi membuat aku heran karena seorang nona berkulit mulus putih ini tinggal di sini ,di depan pintu rumah itu berdiri wanita tua yang menunggu nona ini, aku memandangi wanita tua yang tampaknya dia amat kawatir dengan Yu An tetapi aku perhatikan wajahnya seperti tidak asing 


"kemana aja nak, kenapa pulangnya malam seperti ini "


" tadi aku cari rumah buk buat ditempati"


"ini siapa nak"


" buk Nuri? buk Nuri bukan, ni Radit buk "


" Radit yang mana ya "


" Adit temanya Jiang "


" oooh ya Allah nak  Adit "


" Fei kamu bertemu dimana dengan  Adit "


" Fei?"


" maaf aku ingin istirahat dahulu "


" tunggu dulu Fei "


" maaf anda bisa pulang sekarang dan terima kasih telah mengantar saya pulang"


Rasa hati menarik aku pergi menemui Fei di sungai kembali,  kata hatiku selalu benar dan terbukti pada hari ini Fei benar berada di sungai yang sedang berdiri dan tampak diwajahnya masih mengumpulkan ketegaran ,


" kenapa kau lari  dariku tadi malam Fei "


"aku tidak lari, aku hanya bersembunyi agar bisa mengumpulkan  keberanian untuk menghadapi masa lalu kembali"


"apa kau marah pada ku"


" aku tidak berhak marah pada siapapun atas ketidak beruntunganku "


"maaf Fei aku datang terlambat  "


" terlambat atau tidak kau tidak bisa merubah takdir, bang Adit"


" apa kau dendam dan benci dengan bangsa kami Fei "


" bangsamu adalah bangsaku juga, untuk apa membenci bangsa sendiri apalagi menaruh dendam ,kau tahu itu bukan aku bang"


" lalu mengapa air matamu jatuh Fei, apakah semuanya menyakitkan Fei "

__ADS_1


" menyakitkan, pasti dan air mata ini selalu jatuh jika mengingat luka itu kembali"


" baiklah, lebih baik kita tidak membicarakan masa lalu, aku ingin kau kembali tersenyum seperti  Fei ku yang dulu "


" kau lupa sekarang aku adalah Yu An bukan Fei kecil yang tidak berdaya  "


" bagiku kau tetap Fei kecilku yang ceria dan aku yakin dalam dirimu masih ada Jiwa Fei yang selama ini hilang karena sosok Yu An yang tidak seharusnya ada "


" kau salah  nama Yu An sangat berharga bagiku karena dengan nama itu aku bisa melupakan diriku dan kisahku yang dahulu"


" lalu kenapa kau kembali, jika kau tidak mau hadir kembali dari masa lalumu itu"


Fei terdiam dengan ucapan aku tadi,aku kasihan padanya yang nampaknya tertekan dengan beribu bertanyaan dari ku, kupeluk dia yang butuh sandaran  


" lupakan jika kau ingin melupakan semuanya,tetapi jangan pernah lupa jati dirimu yang dulu, karena itu sudah menjadi identitasmu Fei"


Fei mungkin telah berubah jadi Yu An tetapi tidak dengan jiwanya, seberapapun dia berusaha untuk jadi yang lain sekuat itu aku ingin menyadarinya  bahwa dia tidak bisa lepas dari masa lalu dan diri yang dulu,kubawa dia berjalan menikmati hijaunya pohon pinus dan mendengar kolaburasi jangkrik dan burung-burung di sekitar sungai agar hatinya tenang, aku melihat bunga yang pernah Fei merengek memintanya tapi tidak sempat aku petik untuknya dahulu


" fei ini bunganya yang indah untuk gadis yang indah sepertimu"


" tidak ,bukankah koko melarang aku untuk menyentuh bunga itu"


" kokomu melarangnya karena mengira bunga  ini beracun, ambillah Fei aku pastikan ini aman untukmu "


"indah dan wanggi"


"bagaimana? apakah kau tertidur setelah menciumnya "


" hahaha, aku bukan putri di negri dongeng"


Ketawanya yang girang itu kembali hadir dan senang melihat wajahnya bertambah cantik dengan bahagia di garis tawanya, ini lah Feiku yang kunantikan, aku berjanji pada diriku sendiri tidak akan membiarkan dia pergi dan selalu menjaganya seperti janjiku pada Jiang sahabaku,setelah menenangkan dia lalu kembali aku antarkan dia pulang dan di depan rumah dia sedikit sungkan padaku,Fei sedikit malu untuk menatapku


" bang terimakasih ya untuk hari ini "


" ya dek sama-sama, abang pulang dulu ya "


" bang ngak masuk dulu "


" ngak makasih abang ada kerjaan"


"mmm bang Adit.."


" ya ada apa Fei "


"  boleh ngak temanin aku besok cari rumah, aku ingin beli rumah untuk buk Nuri tapi jangan kasih tahu buk Nuri dulu"


" iya boleh ,besok temui saja abang di kodim"

__ADS_1


"  ya bang , makasih ya bang"


Rasa apa ini seperti rasa senang bersamaan dengan jantung yang berdebar, apakah ini rasa bahagiaku setelah bertemu dengan Fei , ya mungkin itu tetapi kenapa sekuat ini rasa bahagiaku dan aku seperti tidak sabar bertemu dengan Fei besok.


__ADS_2