H'Ongtang "Goresan Luka"

H'Ongtang "Goresan Luka"
Nona Yu An


__ADS_3

NONA YU AN


Pagi ini Akbar menerima surat pemindahan tugas ke Padang dan pastinya dia akan berpisah kerja denganku untuk sementara waktu ,


" baru sebulan yang lalu pulang dari perbatasan kalimatan dan sekarang harus pindah tugas "


" sudah jangan mengeluh ini juga kan untuk negara "


" tetapi kenapa kau tidak ikut pindah tugas Dit "


" aku tidak tahu mungkin Bukittinggi lebih membutuhkan aku dari pada kau hahaha"


" ya sudahlah jaga markas sana "


Pelabuhan laut batam turun wanita kulit putih dengan badannya yang munyil ,wanita itu sangat anggun dengan memakai pakaian cina yang khas ,berjalan sangat elok di depan Malik, melihat wanita yang kebangsaan china itu Malik beranggapan bahwa itu adalah Fei dia ingin mendekati wanita kulit putih itu dan dari kejauhan ada seorang laki-laki memanggilnya 


" Nona Yu An "


" ya bang ada apa"


" ini buku anda ketinggalan "


" oh iya terima kasih"


Namanya Yu An bukan Fei yang di sangka oleh Malik, mengetahui bahwa dia bukan orang yang di carinya, Malik berbalik arah dan meninggalkan pelabuhan sementara Yu An menaiki kapal penyeberangan ke pakan baru dan melajutkan perjalanan menuju Bukittinggi, setelah melakukan perjalanan panjang Yu An sampai disebuah daerah perdalaman yang untuk mencapainya butuh kendaraan bendi kereta yang dikendalikan kuda karena kendaraan mesin tidak kan mampu melewati daerah dengan jalan sempit berbatuan itu, Yu An mengetuk pintu rumah seorang wanita tua darah minang bangsa pribumi yang merupakan orang yang paling dirindukanya saat berada dibtana china


" ya nak cari siapa"


" ibu nuri ,buk "

__ADS_1


" ya saya ibuk nuri maaf ada keperluan apa"


" ibuk ,ibuk tidak ingat aku, ini Fei buk "


" Fei? masyaallah Fei ,bayi kecilku sudah besar, ayo lah nak masuk duduklah didalam " 


Fei duduk dilantai beralaskan karpet daun sirah yang lusuh dan dipandanginya rumah kayu tua milik buk nuri, sedanngkan wanita baruh baya itu sibuk mempersiapkan hidangan untuk Fei ,


" Ibuk tinggal sendiri disini"


" berdua dengan Amir anak ibuk"


" tidak usah repot-repot buk "


" tidak apa-apa nak ,kamu kan udah lama ngak makan masakan ibuk , nih makan lah nak"


" ya buk terimakasih"


" masih sama seperti yang dulu ,sangat enak "


" Fei maaf ya ibu waktu itu pulang dan ngak jagain kamu "


" ngak buk ,ngak perlu minta maaf dan itu udah berlalu tidak usah di ungkit kembali"


" harusnya kamu tidak kembali Fei "


" kenapa buk "


" ibu takut kalau mereka mencarimu karena kau adalah saksi hidup atas kejadian  malam itu "

__ADS_1


" bukan aku saja saksinya ada da Malik juga, oh iya buk ibu tahu dimana da malik "


"tidak nak , ibuk tidak mendengar kabarnya semenjak kejadian itu "


" mak ,mak " Suara seorang laki-laki memanggil buk Nuri  dari arah luar yang membuat dia langsung berdiri keluar 


"Amir tergelincir di sawah, kepalanya terbentur batu"


" Asstafirullah, lalu di mana  Amir sekarang "


"dilarikan ke rumah sakit "


Amir mengalami kecelakan saat sedang bekerja disawah, kepalanya mengalami cedera dan malangnya darah yang dibutuhkan untuk operasi ternyata persedianya habis di rumah sakit itu , Fei yang berada disitu disuruh untuk mencari ke PMI di  Kodim 


" darahnya sudah selesai ya dit, istirahat dulu baru berakfitas kembali ya "


" ya suster terimakasih"


 " oh Dit tolong kasih ini dulu ke wanita yang namanya Yu An di depan "


Fei duduk dengan hati yang cukup resah karena dia telah menunggu waktu yang sangat lama demi memperoleh darah golongan AB itu ,


" Nona Yu An ?"


" ini darahnya "


" terima kasih ya pak"


Di malam hari aku masih tergiang  wajah wanita chiness yang aku temui di kodim,seperti sosok yang ku kenal lama namun seingatku aku tidak pernah dekat dengan orang china selain jiang dan keluarganya, siapakah Yu An ini kenapa kehadiranya tadi membuat hatiku damai.

__ADS_1


Air sungai begitu deras dan dari kejauhan aku melihat Jiang kecil bermain air di sungai, kupanggil namanya namun dia tidak menolehku dan terus berjalan ,aku terus mengejarnya hingga aku terjatuh dan disaat itu ada tangan kecil menyambutku , " Allahu akbar Allahu Akbar " Azan subuh membangunkanku dari mimpi itu , hati ini selalu bertanya kenapa Jiang hadir dalam mimpiku apakah dia meminta pertolongan atau doa kepadaku, rasa bersalah selalu singgah setiap kali aku teringat dengan Jiang karena sampai detik ini aku belum bisa menenui fei padahal aku telah berjanji padanya untuk menjaga adik perempuan satu-satunya itu.


__ADS_2