HAIKYUU! Kampung Receh

HAIKYUU! Kampung Receh
PMS ? [BokuAka]


__ADS_3

Hari ini merupakan hari yang melelahkan bagi Akaashi. Ya untung saja akaashi bukanlah kenma yang suka males-malesan dan tak melakukan apapun. tetapi meskipun cuma duduk 10 menit di kasur ia masih aja mengeluh bahwa duduk itu melelahkan.


Akaashi sekarang berjalan menuju rumahnya yang minimalis namun enak untuk disinggahi. Kakinya berjalan menuju pintu lalu mencoba membukanya.


Aneh, itu kata yang akaashi pikir. Soalnya ini jam tiga sore kenapa pintu sudah di kunci padahal belum tengah malam, sekilas ia melirik ke arah tempat duduk yang ada di dekat jendela. Ada kertas, karena penasaran dengan isinya Akaashi mengambil kertas itu dan berniat membacanya. Di bukanya keras itu perlahan. Ternyata ada tulisan yang isinya itu.....


..."Akaashi. Bunda, ayah, tante Rani(ibu Bokuto), sama om Rangga (ayah bokuto) lagi pergi keluar kota buat beli es cendol, mungkin kami bakal pulang lusa. Jadi sementara kamu nginap di rumah bokuto. Soalnya kunci rumahnya ketelen sama si Larry (buaya peliharaan bundanya akaashi) karena gak bisa ngambil jadi bunda pasrah dan pergi"...


..._salam dari bundamu yang barbar_...


Akaashi menghela nafas berat, bisa-bisanya bundanya tak memiliki kunci cadangan. Kalau begini caranya bagaimana di bisa mengambil pakaian. Ia memutar otak nya dan membalik kertas tadi. Eh, masih ada tulisannya...


..."Hampir lupa, pakaian kamu udah ada di rumah bokuto jadi gak usah khawatir, soalnya tadi pas bunda mau berangkat, bunda nyuruh ayah buat ngambil bajumu lewat pintu belakang. Eh, tapi sekarang pintunya udah kekunci lagi, dan gak sengaja kuncinya nyangkut di pohon rambutan kebun tetangga"...


..._udah itu doang salam dari bunda lagi_...


Lagi-lagi akaashi menghela nafas, kenapa ia memiliki orang tua yang sangat aneh menurut nya. Apa ia bukanlah anak kandung dari mereka? Tidak itu tidak benar, Akaashi adalah anak kandung mereka karena sudah banyak bukti. Seperti foto masa kecil, dan bahkan waktu SMP dulu akaashi nekat pergi ke rumah sakit untuk membuktikan bahwa ayah dan bundanya benar-benar orang tua kandungnya. Dan uji tesnya memang memberikan hasil positif bahwa mereka satu darah. Ya gimana ya, akaashi itu kalem dan lembut. Tapi orang tuanya bobrok bahkan sampek menjalankan aksi yang ekstrim. Seperti Minggu lalu, bundanya akaashi berenang di kolam buayanya si Larry pas si Larry mangap eh, si bunda akaashi keburu naik ke punggung Larry buat kayang. Sedangkan si ayah pernah nerobos anginputing beliung cuma buat ngambil kutang bundanya akaashi. Gile bukan....


Akaashi melangkahkan kakinya menuju jalan depan rumah, dan tak sengaja ia berpasan dengan bokuto yang akan pulang ke rumah nya. Rumah bokuto agak jauh dari rumah akaashi sekitar 3 belokan gang depan barulah bisa sampai di rumah bokuto.


"Bang bokutooo" teriak akaashi saat melihat kekasihnya berjalan pulang.


Yang di panggil pun menoleh ke arah suara. "ARGHASSEEEHH" teriak Pria bersurai zebra namun ia adalah jelmaan burung hantu. Si Burhan menghampiri akaashi yang berada di sebelah jalan.


"Ada apa memanggil ku....kangen?" Ucap bokuto ke geerran.


"Uhmm, begini bang bokuto... akaashi di suruh nginep di rumah Abang sama bunda, baju akaashi katanya udah ada di sana juga" jelas akaashi pada bokuto dengan nada suara yang terlihat malu.


Bokuto yang mendengar itu hanya memerah, ya memang itu selalu mereka lakukan jika orang tua mereka berdua pergi ke jalan Tuhan, eh salah maksudnya ke luar kota. Menginap bukanlah hal buruk, apalagi si bokuto bukanlah anak yang mesum seperti kucing buluq, maniak alien, dan juga rubah kuning tai. Kalo mereka bertiga yang suruh nginap beh auto kebablasan, kayak si oik waktu nginep di rumah iwa-chan nya. Waktu itu baju masih basah soalnya tiba-tiba hujan mengguyur. Mau tak mau si Iwa memakai sweater milik oikawa yang kebesaran. Dan oik tak sengaja melihat itu langsung mimisan dan pergi ke kamar mandi. Dah tau lah mau apa dia. Si oik sebenernya mau nyerang tapi ia urungkan karena mereka berdua masih bocah SMA.


Daripada ngebahas maniak alien dan maniak Godzilla. Mending beralih ke dua makhluk yang kini tengah berjalan di pinggir jalan, sambil di temani senja yang indah.


"Shi, boleh gak Abang pegang tangan mu" ucap bokuto sambil menutupi rona merahnya karena malu mengatakan itu.


"Kenapa masih ijin, kan kita udah pacaran jadi gak papa" akaashi berkata dengan lancar, namun ia merasa malu mengatakan itu. Padahal mereka berdua sudah berciuman masa pegang tangan gak boleh.


"Oh iyaya"-bokuto lupa kah?


"Bang Bokuto lupa kalo udah punya pacar" tanya akaashi dengan tegas pada bokuto. Bisa-bisanya dia lupa kalo dia punya pacar. Gimana kalo udah nikah apa si Burhan bin bego ini bakal inget kalo udah punya istri.


"Shi, kau marah....aduh aduh gimana nih, padahal tadi aku bilang gitu soalnya aku gak enak kalo aku tiba-tiba pegang tangan mu, apalagi keliatannya mood kamu lagi buruk" bokuto kelimpungan untuk menjawab perkataan akaashi. Bokuto kalau sudah bersama akaashi ia tak akan berbicara dengan sebutan 'lo' ataupun 'gue' melainkan lebih formal. Memang aneh kalo bokuto ngomong gitu, tapi keliatan kayak lebih ada kesan romantis romantis nya gitu.


Akaashi yang mendengar itu kaget, ya benar dia sedang bad mood gara-gara mengingat kedua orangtuanya yang kelewat barbar. Ia baru ingat kalau bokuto itu adalah orang yang mengerti keadaan mungkin karena itu dia meminta ijin ke akaashi. Karena masih dalam keadaan diam akaashi pun mengambil tangan bokuto dan melanjutkan perjalanan.


愛~TIME SKIP~愛


Di rumah bokuto, (sepi) itulah kata pertama yang ada. Bokuto menyalakan sakelar lampu. Dan akaashi mengekor di belakang bokuto. Bokuto mengajak akaashi naik ke kamarnya. Kamar bokuto itu agak sedikit rapi daripada anak-anak lain. Ya gimana gak bakal rapi, orang hampir tiap hari si Akaashi bilang kalo jadi orang itu harus rapi. Jadi mulai dari kamarnya lah ia belajar tentang kerapian itu.


Akaashi menghempaskan tubuhnya ke atas kasur yang lumayan lebar dan empuk. Sedangkan bokuto ia mandi terlebih dahulu karena akaashi yang menyuruh nya duluan, karena ia mau istirahat sejenak. Lelah, letih, dan capek adalah hal yang di rasakan oleh akaashi sekarang.


Tak lama kemudian bokuto keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggang nya. Rambutnya yang basah karena air menjadi turun, dadanya yang telanjang basah menampilkan otot-otot perut yang sangat menggoda. Ini memang kali pertamanya ia menginap di rumah bokuto, sedangkan bokuto sudah banyak kali menginap di rumah akaashi. Tapi bokuto tak pernah memperlihatkan sisi sensual nya seperti ini pada Akaashi.


:D


Karena kaget dan sudah merah padam karena malu, akaashi bergegas pergi ke kamar mandi untuk mandi. Ya iyalah masak mau masak. Di dalam kamar mandi ia masih terbayang wajah dan tubuh bokuto yang sangat cool x hot itu. Tak segan-segan akaashi menghidupkan shower dengan keadaan malu. Dan duduk di bawah air mengalir deras itu hingga merasa tenang.


Bokuto yang melihat tingkah akaashi hanya menaikkan alisnya. "Mungkin dia lagi kebelet" positif thinking ajah. Bokuto pun mengambil bajunya di dalam Lemari lalu memakainya. Saat hendak keluar untuk menonton Chanel niniTV di ruang tengah. Bokuto tak sengaja melihat handuk yang memang di khususkan untuk akaashi itu masih menggantung sempurna di pengait handuk.


"Sangking keburunya, sampek lupa bawa Anduk.....apa gue anterin aja ke akaashi, kan kasian kalo dia gak andukan" bokuto dengan cekatan mengambil Anduk itu lalu pergi menuju kamar mandi yang berada di bawah.


Tanpa permisi bokuto langsung masuk ke dalam kamar mandi. Saat ia membuka pintu, berpasan dengan akaashi yang sedang membuka bajunya di belakang pintu. Saat bokuto mendorong pintu kamar mandi itu. Tak sengaja menabrak tubuh akaashi sedangkan si bokuto tersandung pembatas kamar mandi. Jadinya akaashi yang telanjang dada jatuh ke lantai dan di tindih oleh pemuda bersurai zebra yang tampan. Mata mereka bertemu, diam sejenak. Menikmati kejadian tidak sengaja itu dan....


"BANG BOKUTO MESUM.....KELUAR" teriak akaashi yang terdengar jelas di telinga bokuto, akibat pantulan suara.


"Tap..tapi..aka...akas-"–bokuto


"KUBILANG KELUAR, KELUAR" akaashi berteriak bukan karena marah namun karena malu ya mungkin juga marah tapi sedikit ajah Jan banyak-banyak.

__ADS_1


"O..ok....tapi aku kesini hanya ingin mengantar and-" lagi-lagi kalimat bokuto terpotong akibat teriakan akaashi.


"KELUAR"–akaashi


Bokuto pun keluar dari sana. Tak lupa mengaitkan Anduk yang ia bawa di tempat gantungan Anduk. Sedangkan akaashi ia tambah malu dan mengunci pintu kamar mandi itu lalu duduk berjongkok di atas WC duduk. Ia terbayang adegan tadi, ia menjadi Gegana, gelisah, galau dan merana. Bisa-bisanya kekasihnya masuk ke kamar mandi yang sudah tau kalau ada orang tengah mandi. Meskipun niat bokuto itu hanya ingin mengantarkan Anduk. Tapi bisa kan kaitkan di gagang pintu di luar. Dan tak masuk ke dalam kamar mandi. Kepolosan bokuto sudah melebihi batas untuk menjadi lelaki dewasa. Dia harus tau larangan ini dan itu.


Bokuto yang heran dengan sikap akaashi yang tadi, ia langsung berfikir keras sekeras kepala batu milik tanjiro. Hingga sebuah hal aneh muncul di otak kecil bokuto.


"Apa dia lagi PMS ya" tanya bokuto pada diri sendiri. "Ya kali, gue suka denger kalo pacar lagi marah-marah atau labil gitu dia lagi PMS" lanjut bokuto.


"Ngatasin pacar Pms gimana yak.....apa gue tanyak ke Gugel aja" bokuto pun mengambil handphone nya. Lalu mengetik beberapa kata yang sangat mustahil untuk di katakan. Ya, tulisannya itu kek gini (bagaimana cara mengatasi laki-laki PMS) gile gak tuh.


Ternyata yang muncul malah (bagaimana cara mengatasi perempuan PMS) sebenarnya bokuto gak yakin. Tapi mau tak mau, ia memencet tulisan itu dan membacanya.


Ada beberapa cara mengatasi pacar PMS.



Ajak dia jalan-jalan


Mengalah


Beri makanan kesukaan nya


Sabar



Ya kira-kira itulah isinya. Tapi bokuto masih tidak yakin jadi dia menelepon kuroo sahabatnya yang biasanya ia jadikan temen curhat.


...Kuroo mengangkat telepon-...


^^^Bokuto^^^


^^^Halo brokuro^^^


Kuroo


^^^Bokuto^^^


^^^Mana gue tau Lo lagi berak.. lagipula ngapa Lo berak bawa-bawa handphone kurtet^^^


Kuroo


Udahlah langsung ke inti, atau lu mau denger gue ASMR berak


^^^Bokuto^^^


^^^Uhhh, jijay gue sama lu^^^


Kuroo


Yasudah, brokuro ada apa dikau menelpon cepat orang yang tampan ini hmm...


^^^Bokuto^^^


^^^Halah, gak usah kebanyakan gaya deh..gue mau nanya cara ngatasin pacar PMS begimana kur..^^^


Kuroo


Emang siapa yang PMS?


^^^Bokuto^^^


^^^Si Akaashi! Dari tadi dia ngamuk terus^^^


Kuroo

__ADS_1


Ntar... bukannya PMS itu buat cewek ya, Kok cowok juga


^^^Bokuto^^^


^^^Dia kan Uke mungkin ajah bisa^^^


Kuroo


Bener juga, hemm... biasanya kalo cewek PMS itu lu kudu ngerayu dia biar bisa nyaman. Atau buat dia gembira, bisa juga buatin dia makanan kesukaan nya.


Bokuto sudah kedua kalinya mendengar kata-kata (makanan kesukaan) dia diam sekejab lalu menjawab perkataan kuroo.


^^^Bokuto^^^


^^^Oke dah bro...makasih^^^


...Tut~...


Aelah, punya temen gini amat–kuroo berak


Bokuto meletakkan handphone nya dan berfikir. 'makanan kesukaan akaashi itu....lemper (pengganti onigiri) tapi gue gak bisa buat....ntar, dia suka...ayam geprek kan, gue coba buat ajah deh' batin bokuto bersapda.


Bokuto berjalan menuju kulkas dan mengambil bahan-bahan yang di butuhkan untuk membuat ayam geprek. Mulai dari ayam, tepung mama sukar, cabe rawit, dan beberapa bumbu dapur lainnya.


Sedangkan akaashi yang berada di dalam kamar mandi, ia terus-menerus memikirkan kejadian tadi yang membuat nya resah. Ia tau bokuto tak sengaja tapi dia terlanjur malu, dia telanjang dada dan kekasihnya menindihnya. Akh, sumpah pikiran akaashi sedang kacau ia pun langsung berendam di bathtub. Mungkin saja ia bisa sedikit rileks daripada duduk jongkok di WC duduk yang tidak ada gunanya.


Bokuto sekarang berkutat dengan barang-barang dapur. Si bokuto menggoreng ayam yang sudah di baluri tepung. Tapi saat dia menggoreng ia malah jingkrak-jingkrak karena minyaknya yang bercipratan. Tak lama kemudian ayam pun menjadi agak coklat dan itu bisa dibilang sudah matang. Sekarang tinggal membuat sambalnya. Ya lagi-lagi bokuto jingkrak-jingkrak karena minyak. Wajarlah kalo goreng cabe pasti gitu. Cabe tersebut di ulek-ulek sampek halus, ya gak halus halus banget. Setelah itu di geprek deh ayam itu di cobek.


Akaashi yang tengah mandi tak sengaja hidung nya menangkap aroma masakan.emm, dari aromanya sudah tentu makanan enak. Eits, akaashi baru ingat kalo hanya ia dan bokuto yang ada di sini. Lalu, siapa yang memasak tadi, tidak mungkin bokuto kan(?) Tapi tak lama kemudian ada ketukan pintu dari depan kamar mandi.


Tok...tok....tok...


Akaashi mendengar ketukan pintu itu, ia pun mengambil handuk dan melilitkan nya di badannya yang basah.


Ceklek....


Di bukanya pintu itu, menampilkan sosok pemuda yang sedang membawa piring berisi ayam geprek yang masih hangat. Akaashi tak percaya bahwa bokuto lah yang tadi memasak. Sekilas ia melihat ke arah dapur. Berantakan, bagaikan kapal pecah, itu yang akaashi lihat.


"Shi, maaf kalo aku punya salah....jadi buat Nebus kesalahan yang aku buat, aku buatin ini buat kamu....spesial" ucap bokuto lirih ke akaashi. Akaashi memandangi masakan yang bokuto buat. Ya memang tak menarik dari penampilannya.


Akaashi mencomot ayam itu dan menggigitnya. Enak, itu yang akaashi pikir. Akaashi tak menyangka bahwa bokuto ini bisa membuat masakan yang seenak ini. Meskipun si bokuto cuma ngasal ajah, dan gara-gara ngasal nya dapur jadi berantakan.


"Gimana shi...enak gak?" Tanya bokuto dengan wajahnya cemas. Ia takut kalo masakan nya gak sesuai dengan ekspektasi dan malah membuat Akaashi tambah merajuk.


"Ini enak....enak banget, bang bokuto yang masak" jawab akaashi dan memastikan bawa itu benar-benar masakan bokuto.


"Iya lah shi, kan itu cuma di khususkan buat kamu...."–bokuto sekarang hebat ya bund. "Jadi...kamu mau kan maafin aku" ya bokuto sebenarnya gak tau letak kesalahannya dimana tapi ia harus buat Akaashi tidak merajuk lagi.


"Iya-iya akaashi maafin kok.... ngomong-ngomong akaashi mau ganti baju dulu...terus kita makan bareng masakan yang udah abang buat....biar Abang tau gimana rasanya" setelah mengatakan itu akaashi berjalan ke kamar untuk ganti baju. Lalu turun untuk makan bersama, ya gak papalah dapur berantakan asalkan kebahagiaan mengalir. Uhuyy


Mereka berdua makan sambil suap-suapan. Emm, romantis sekaleh. Bokuto tak menyangka kalau masakan yang ia buat secara abal-abal bisa seenak masakan restoran. Malam itu pun berakhir dengan makan bersama, sholat bareng, nonton bareng, dan tidur bareng.


________________________________________


Hay minna-san


Chap ini terlalu fluff ya...


Maaf.. soalnya sebelum buat chap ini, aku habis baca novel Bokuaka di apk sebelah. Dan sad ending....


Jadi buat merilekskan pikiran saya yang sangat tertusuk ini di buatlah chap ini.


Sekali lagi maaf kalo di chap ini terlalu fluff


Kalo gitu jangan lupa like dan komen nya.


Jaa matane~

__ADS_1



__ADS_2