HAIKYUU! Kampung Receh

HAIKYUU! Kampung Receh
Puasa ala anak kampung haikyuu


__ADS_3

Puasa ala anak kampung haikyuu


...~Ahmad Reza atsumu miya~...


Waktu menunjukkan pukul 3 pagi, suara speaker masjid sudah menggema dari beberapa menit lalu. Tapi sayangnya, kedua saudara kembar non akhlak ini belum bangun-bangun juga. Gak denger tuh suara Speaker masjid yang udah kek suara terompet sangkakala. Masih ajah gak kedengeran.


Karena melihat putranya tak kunjung bangun dari alam mimpi nya, sang mama yang estetok melebihi batas normal itu langsung membangunkan anak malasnya. Ya yang males sih si atsumu bukan Osamu, tapi ya gitu kalo punya sodara apalagi kembar selalu di ikut-ikutin.dalam hal tak baik :v


Braakkk..


"Tsumuuuu!!!.... samuuuuuuu!!!! Banguunnnnn!!!" Teriak sang mama diikuti dengan tendangan kaki untuk membuka pintu kamar anaknya, estetik kaleh bukan mama miya kembar.


"Ukh, iya ma...ini samu dah bangun" suara parau bak orang bangun tidur keluar dari mulut Osamu. Ya, dia selalu tepat saat mamanya membangunkan nya tak seperti atsumu yang masih ngorok dengan memeluk guling chitoge nya oh, jangan lupakan air liur itu yang sudah seperti hamparan air danau di bantal dan guling nya. Puitisnya author, cuma mau bilang jigong atsumu udah ngebler kemana-mana sampek harus nge-majas.


"Osamu, kamu cepet turun kebawah buat saur...mama mau bangunin Abang kamu" ucap sang mama dengan nada yang agak turun.


Osamu pun beranjak dari tempat tidurnya alias kasur yang ada di samping atsumu, lalu ia melewati mamanya dan ya... tujuannya adalah ruang makan, ternyata di sana sudah ada ayahnya. Osamu pun ikut makan bersama ayahnya.


Mengingat sekarang mulai puasa Osamu langsung makan lahap dan hampir menghabiskan nasi dan lauk. Ayah Osamu melotot, anaknya yang satu ini kalo makan gak ngotak banget. Tapi kok bisa sih si Osamu gak gendut-gendut, sedangkan si ayah kalo makan kelebihan aduhhh...udah langsung tujuan nya gym dan olahraga, plus diet lagi... Udah kek wanita yang gak mau di bilang gemuk ajah :v


Sedangkan di kamar, sang mama melakukan berbagai cara agar atsumu bisa bangun dari dunia mimpi gilanya itu. Gimana gak gila coba, speaker masjid udah berbunyi nyaring, percakapan si Osamu dan sang ayah juga terdengar keras karena berteriak. Dan yang paling parah, teriak membahana sang mama masih ajah gak bangun nih anak...ck ck, emang susah bangunin atsumu.


Karena kehabisan ide dan gak mau suara canteq nya hilang, sang mama membawa secanting air lalu....


Blassshhh...


"Bocooorrr....sammuuuuu atap bocooorrr" teriak atsumu yang terbangun akibat siraman air dari sang mama.


"Disiram baru bangun!!! Cepet makan...keburu di abisin Osamu!!" Marah sang mama pada atsumu.


"Iya mah, atsumu makan kok..."--atsumu


"Mama ke bawah dulu" kata sang mama yang langsung pergi dari kamar basah itu.


Setelah mamanya keluar Osamu pun masuk ke dalam kamar dan melihat atsumu sedang membuka bajunya, menampakkan otot-otot yang entah darimana atsumu mendapatkan nya. Osamu terpesona~


"Makanya kalo bangun jangan kelama-" Osamu kaget dengan apa yang di lihat, abangnya telanjang dada...ohhh sungguh sangat menawan jangan lupakan ekspresi wajah dingin dan badan basah itu... Menambah ketampanan sang empu, sungguh Osamu terpesona dengan abangnya sendiri.


Melihat Osamu yang menghentikan katanya dan memandang nya dengan wajah yang terkejut dan mata tak berkedip itu sungguh membuat atsumu bingung.


"Sam, kenapa..." Kata si atsumu yang sekarang sudah berpakaian.


"Mati Lo!!" Lah?! Ok gak nyambung...


...~Kuroo dirgantara Tetsuro~...


Di keluarga ayam namun masuk ke golongan kucing ini sekarang tengah sahur ria di meja makan.


"Kuroo, ibuk mau tanya!" Si ibu membuka pembicaraan.


"Tanya apa Buk?!" Kuroo kebingungan dengan apa yang ingin bundanya tanyakan.


"Kamu udah punya pacar belom?!"--ibuk kuroo


Glekk...


Kuroo tersedak makanan yang ia makan.


"Ukhuk.... ukhuk, ibukk airr ukhuk" pinta si kuroo yang sekarang malah batuk-batuk karena tersedak.


"Ini, minum ..." Si ibu memperingati.


"Makanya kalo makan pelan-pelan jangan kayak orang belum makan sebulan" si ayah menimpali.


"Ibuk apa-apaan sihh...kok nanyak kayak gituan" si kuroo yang telah minum langsung berkata.


"Lohh, ibu sama ayah berhak tau kuroo..." Si ibu kembali ke tempat duduknya.


"Sekarang sihhh kuro belum punya..." kata kuroo kembali memakan lauk sahur nya.


"Wah, harus di abadikan nihh... 'seorang jamet masih jomblo sampai belasan tahun' " biasalah ayah kuroo emang kek gitu, makanya nurun ke anak.


"Apaan sih yahhh" kuroo kesal.


"Udah yah kasian kuroo, ayah dulu juga jamet kok" nah, skakmat pantes ajah si kuroo jadi jamet orang nurun dari ayahnya. Soal otak si kuroo nurun dari ibunya yang dulu jadi dosen di universitas HAIKYUU.... Makanya soal otak si kuroo pinter tapi soal akhlak dia anjlok.


"Bwahahaha... ternyata ayah juga jamet hahahhaha" si kuroo tertawa terbahak-bahak.


"Ihhh, ibuk kenapa di kasih tau"--ayah


"UPS, maaf kelepasan"--ibu ku estetok :)


Dan ya, akhirnya sang ibuk kelupaan dengan apa yang ia tanyakan pada si kuroo, kuroo juga bernafas lega si ibuknya gak nanyak lagi hihihihi... pertanyaan seperti tadi emang horor, apalagi kalo di tanya 'kapan nikah?' makin horor.


Kuroo emang gak punya pacar, tapi dia punya gebetan...siapa lagi kalau bukan kenma.


...~kenma kozume Anggara~...


"Hachimm...."

__ADS_1


Kenma bersin di pagi hari yang tepatnya pukul 5 pagi setelah sholat subuh.


Pengennya si kenma lari pagi keliling kampung, tapi dia sadar diri kalo dia males dan gak suka kecapekan. Jadi ya, dia cuma duduk di sofa sambil nge-scroll handphone nya. Ia pun membuka apk laknat yang sesungguhnya di bulan puasa tak boleh di buka. tapi masih ada saja yang membukanya, sungguh manusia tidak berakhlak.


Kenma melihat aplikasi itu dan ya, ternyata banyak sekali cerita-cerita dan manhwa-manhwa Hiatus, ok ini menyebalkan bagi kenma. Ia pun melihat ada satu notifikasi menunjukkan bahwa ada satu manhwa up. Kenma pun membuka nya, namunnn.....


"Heyyyy, bulan puasa kak jangan liat kucing peduli terus...nanti kalo iman kakak goyah bisa batal puasanya" si kunimi sang adik langsung merebut handphone kenma.


Ia tau sang kakak, di balik wajah datar tak berekspresi nya malah menyimpan ribuan rahasia di handphone kecilnya. Seperti sekarang, ia memergoki sang kakak alias kenma yang akan membaca manhwa yaoi.


"Apaan sih...balikin gak?!!" Kata si kenma yang suaranya agak meninggi.


"Woww, kakak...nanti kalo di balikin kakak malah baca" kata si kunimi yang berlari ke penjuru ruangan rumah. Karena tak terima handphone nya di ambil oleh adiknya kenma pun ikut berlari mengejar kunimi.


Sang bunda yang melihat anak-anaknya yang selalu malas gerak sekarang malah berlari-larian ke segala penjuru ruangan. Si bunda tak mau melarang nya, ya...karena sekali-sekali lah anaknya gerak dikit.


Kenma yang udah lari-larian sama si kunimi ke seluruh ruangan rumah sebanyak 3 kali sudah seperti mengitari 3 kampung rasanya. Padahal rumahnya gak selebar itu. Emang dahhh...


...~anata shoyo hinata~...


Sekarang sudah jam sepuluh pagi, tak terasa kartun kesukaan Hinata dan Natsu sudah habis di makan iklan dan sinetron pilihan.


Hinata dan Natsu pun hanya duduk di depan tv sambil membuat wajah datarnya, oh... ayolah mereka melihat berita, bagaimana tak bakal bosan.


Merasakan tenggorokan nya sangat kering bak sungai tak ada air, Hinata pun pergi ke dapur dan menuju ke arah kulkas.


Melihat gerak-gerik kakaknya yang sangat mencurigakan, Natsu pun berjalan mindik-mindik seperti detektif, ia mengikuti sang kakak dari belakang. Ternyata sang kakak menuju ke dapur.


Hinata yang sampai di dapur langsung membuka kulkas. Ok, Natsu tak mau menghampiri terlebih dahulu, mungkin saja sang kakak lagi ngadem. Soalnya kipas angin rumah sedang rusak jadi mungkin saja si Hinata lagi ngadem di kulkas.


Tapi, tebakan Natsu salah.... Hinata memegang botol air mineral bermerek Kamua (kebalikan dari Aqua) hinata mengarahkan botol itu ke mulut kecil Hinata dan....


Glek...glek...glek..


Tiga tegukan sesuai ajaran Rasulullah, Hinata meminum air itu tiga tegukan. Ohhh leganya, batin Hinata. Oh ya, Hinata tengah tidak sadar kalau sekarang sedang puasa. Maklumlah, masih pertama.


Melihat kakaknya meminum air Natsu pun langsung berlari ke arah kakaknya dan mengambil botol air itu.


"Kakak...puasa kak, kenapa kakak minum..."kata si Natsu yang menasehati kakak polosnya.


"Eh?...eehhhhh, iya puasaaa huweeeeee gimana iniiiii" ok fiks Hinata nangis kejer. Tapi sebenarnya kan, kalo emang lupa gak papa di lanjutin puasanya, asalkan harus mengganti. Jadi Natsu pun berkata seperti itu pada sang kakak. Akhirnya sang kakak tidak menangis dan kembali melanjutkan puasa.


...~bokuto adelio koutaro~...


Tepat tengah hari, atau jam 12:00 di jam dinding jelmaan burung hantu ini. Hah, dia sangat capek...mana tadi habis Dateng dari masjid buat sholat dhuhur.


Di luar... matahari udah naik tepat di atas kepala, gimana si bokuto gak bakal berpeluh-peluh rumahnya kan jauh dari masjid, jadi gini deh hasilnya... Pulang-pulang kepanasan.


"Bokuto...kamu ngambil lipstik ibuk ya ngaku hayo ngaku" kata sang ibu penuh menyelidik.


"Nggak buk, buat apa bokuto ngambil lipstik ibuk, kalo pun ngambil terus di kasih ke pacar...pacar bokuto kan laki-laki gak mungkin kan pakek lipstik yang menor punya ibu" wow, sejak kapan si Burhan satu ini pandai.


Padahal kemaren sore setelah Dateng dari pos ronda di Anter akaashi, si bokuto kebingungan nyari pulpen sama pensil buat nulis resep nyembuhin ruamnya, akibat udah beberapa Minggu gak sekolah. Jadi, ilang semua tuh alat tulis.


Karena si bokuto inget liat pensil warna merah di kamar ibunya akhirnya ia memutuskan pergi ke kamar ibunya dan mengambil pensil itu dari meja rias sang ibu. Waw, bokuto kamu berdosa banget...


Bokuto kembali lagi di tempat akaashi duduk. Bokuto kini membawa selembar kertas dan satu buah pensil berwarna...merah?? Sepertinya pensil itu tidak asing di mata akaashi, tapi....ia tak ingat pernah melihat orang menggunakan pensil itu untuk apa. Jadi di teruskan nya ia mendekte bokuto menulis resep.


Akaashi sudah pulang, katanya mau membantu ibunya memasak. Sungguh lelaki idaman ya...


Bokuto mengingat-ingat saat ia menulis dengan pensil merahnya. Rasanya sangat beda dengan pensil lainnya, pensil itu sangat lembut dan jika di pegang maka warnanya akan mengecap pada kulit.


Kembali ke keadaan saat ini, bokuto tengah di tatap oleh ibunya. Ibunya berpikir ' iya juga, pacar si bokuto kan akaashi ya kalik kan si bokuto ngasih lipstik ke akaashi gak kan!' batin sang ibu berkata...'mungkin emang lupa taruh dimana kalik ya...' batin itu berkata lagi.


"Yaudah bokuto, ibu cari lagi...maaf tadi nuduh kamu" ukh, mom ku lipstik antum emang di ambil si Burhan sekarang ada di kamar nya. Tapi udah lah asal bokuto aman.


...~Ahmad Tanaka Ryunosuke~...


Jam setengah tiga, si Tanaka di suruh sang umi untuk belanja, mau nolak kena bentak di terima malah menderita. Asekkk


Ia sekarang tengah berjalan ke tempat pangkalan sayur nya si hanamaki, pas nyampek di liat si pasangan gibah pada cengar-cengir. Dah kayak jerapah mintak di kasih makan di pikiran Tanaka. Eh, puasa....


"Samlekom, ya ahli kubur" ucap si Tanaka yang sampai membuat mereka noleh bersamaan.


"Lu bisa gak sih kalo salam tuh yang bener dikit" si hanamaki menasehati Tanaka.


"Suruh siapa tadi cengar-cengir udah kayak jerapah kelaparan" ET dah Tanaka kalo ngomong jujur amat.eh lupa bulan puasa emang harus ngomong jujur.


"Dasar anak si Alan lu" matsun berkata.


"Sorry ye, bapak gue namanya Udin bukan Alan" si Tanaka berucap dengan ekspresi wajah nya yang sungguh membuat kalian ingin menabok nya.


"Udahlah, lu kesini mau beli apa tan?!" Makki bertanya kepada Tanaka. Alih-alih untuk meredakan masalah kan, apalagi si Tanaka ke lapak sayur kan emang nyari sayur.bukan mau nyari keributan.


"Beli.... kangkung, tempe, ayam, sama toge" kata si Tanaka.


"Oh ntar..." Makki yang mendengar ucapan Tanaka tadi langsung mengambil bahan yang Tanaka sebutkan. Lalu bahan tadi di masukan ke kresek dan di berikan ke Tanaka. "Nih Tan..." Hanamaki kembali berkata


"Berapa kak total nya??"--tanaka.

__ADS_1


"duabelas ribu Tan"--makki


"Nih ya kak...Tanaka pulang dulu"--tanaka.


Tanaka pun menghilang dari lapak sayur, keknya tuh anak udah sampek rumah nya. Makki dan matsun pun kembali bercerita yang sampai membuat mereka cengar-cengir gak karuan. Kalo diliat-liat emang kek jerapah mintak di kasih makan.


...~Oikawa Gibran Toru Arisandy~...


Jam setengah lima sore, oikawa tengah duduk di depan rumah nya sambil maen gitar.


"Tiap hari kita chating~" (jrengg)


"Malemnya kita calling~" (jrengg)


"Baper sampek salting, tapi Napa kamu ghosting..." (Jreng jreng)


"Welot kang... welot welot kang ghosting, kang ghosting, ghosting, ghosting, ghosting, kang ghosting..." Si oikawa bernyanyi dengan suara merdu nya. Oikawa merasa sempurna, udah tampan, pinter, banyak fans, enak lagi suaranya. Behhh....pede Amat si alien satu ini.


Setelah menyelesaikan lagunya dia kembali menatap jalanan kosong tanpa ada orang yang lewat, wajarlah orang pada nunggu waktu buka jadi yang lewat paling-paling cuma kucing.


"Hahh, kapan sih buka....gue udah laper bangetttt!!!" Keluh oikawa pada dirinya sendiri. Lalu memejamkan matanya harap-harap pas bangun udah adzan Maghrib.


"Heh!! Gak boleh ngomong gitu sampah" ya itu suara Iwaizumi, entah kapan ia ada di samping oik yang tadinya menutup mata terus melek lagi


"Eh, iwa-chan...ngapain??" Tanya oikawa yang bangkit dari gaya tidur anehnya tadi.


"Gak ada cuma pengen kesini ajah" kata si Iwa yang duduk di samping kursi nya oikawa tempati.


"Kangen aku ya ciee, cieeeee" oikawa menggoda si Iwa, tentu ajah gak mempan orang tiap hari juga dia selalu di gituin sama si maniak alien ini.


"Apaan dah lu...Btw, mama lu ada gak?" Iwaizumi bertanya.


"Ada, lagi masak di dapur..." Kata oikawa yang menatap iwaizumi. Mengerti mama si oik lagi masak, si Iwa langsung cus ke dapur.


"Ettss, mau kemana?" Si oik berkata dengan tampang watados nya. Dah kek pedo dia....eh, emang pedo dia.


"Gue mau bantuin mama lu masak....dah lu diem sini duduk manis" si iwaizumi pun pergi ke dapur tanpa menghiraukan panggilan oikawa yang menyuruh nya untuk menemani dirinya.


"Sialll.....mending tidur lagi gue, eh betewe si iwa-chan mau nolongin mama masak kan....jadi makanannya ada campur tangannya iwa-chan dong, ahhhh jadi pengen cepet-cepet buka" bucen mah emang beda.


...~Nishinoya Maulana Akbar~...


'Allahu Akbar Allahu Akbar...'


Suara adzan sudah berkumandang, si Noya yang tadinya lagi chattingan di kamar langsung turun dan menuju ke tempat makan dengan kecepatan Sonic Dash nya.


"Weeehhhhh...dah buka yeyyyyy" seru Noya pas liat banyak lauk-pauk dan es buah dimeja makan.


"Ayo noy buka dulu" mamanya Noya berkata sambil mencentong nasi.


"Okeh mahhh" si Noya pun duduk di depan si ayah,


"Allahumah lakasumtu......" Ketiga orang di sana pada mulai membaca doa dan makan.


Noya langsung mengambil ayam bakar lalu,


"Minum air dulu" ucap sang mama. Noya pun menaruh paha ayam bakar itu di piring makanya.


Glek....glek....glek...


Noya meminum air putih itu sampai habis satu gelas, setelah itu Noya mengambil ayam itu lagi namun...


"Makan kurma dulu, minimal 3" si ayah berkata dengan memakan satu kurma.


Noya pun kembali menaruh ayam itu, dan mengambil 3 kurma. Ia memakannya secara bersamaan, orang tua Noya yang melihat itu hanya melongo. Tiga biji kurma itu Noya buang,


Lalu Noya kembali mengambil paha ayam bakar itu lagi tapi eh tapi....


"Noya, minum es buah dulu..." Kata si mama.


Ok, Noya udah emosi...


"Ughhh!!!....mau buka ajah ribet banget sihh, keburu kenyang kalo cuma pemanasan doang daritadi....auk dah, Noya langsung makan nasi ajah" si Noya mulai, tapi pas makan setengah piring si Noya udah kekenyangan. Ukh, pasti gara-gara pemanasan tadi.


Dan ya, Noya makan ayam nya doang. Nasinya di tinggal, biarin ajah buat si ayam tetangga.


_____________________________________


Yoooo, minnnaaaaa--ssaaaannnn.


Kita mulai chap puasa (≧▽≦)


Gimana, cerita nya menghibur?biasa ajah? Atau garing kayak Kentucky KFC?


Ya, terserah readers ajah ya menilai chap ini...


Kalo gitu,


Jaa mata nee~

__ADS_1



__ADS_2