
RUAM...
Suna menyipitkan matanya melihat langit biru bersama teman-temannya di pos ronda. Gak tau kenapa mereka pada ngumpul di sono, intinya mereka lagi nyari inspirasi buat bulan puasa nanti. Belum puasa udah mikir puasaan. Emang mereka dahhh...
"Eh, besok kan puasa....berarti ada pasar Ramadhan dong...." Akhirnya si suna berkata dengan semangat nya.
"Iya lah, katanya si pak RT, pasar Ramadhan nya tuh bakal di buka di Deket sini...." Suga berkata, dan anak-anak kurang akhlak itu langsung ceria bagaikan pengamen mendapat uang 100 ribu.
"Ehh, yang bener...emang di mana sug" yaku bertanya.
"Katanya sih di jalan perbatasan kampung...." Suga kembali berbicara, dan ya...jalan perbatasan kampung emang sangat dekat dari kampung haikyuu. Jalan itu bernama JL. Anime, gak tau kenapa di kasih nama kek gitu. Tapi jalan itu menghubungkan banyak kampung, apalagi tuh jalan Deket sama perempatan yang bakal menuju ke kampung sebelah lainnya. Kemungkinan besarnya bakal banyak penjual dan pengunjung nya.
"Wihhh, gilee....bakal rame tuhh" semi berkata terbinar-binar.
"Keknya iya sih, kan di perbatasan...pasti bukan cuma kampung kita yang Dateng, tapi kampung lain juga" Suga menjelaskan lagi
"Ada orang jualan apaan sug...." Kuroo yang daritadi cuma nyemilin yupi kini ikut nimbrung.
"Ya banyak lah kur...." Si oikawa mendorong kepala kuroo, hingga bertabrakan dengan kepala bokuto.
Duaghh...
"Awww...." Kuroo meringis karena kepalanya berbenturan dengan sobatnya, si Burhan.
"Aaaaaaawwwww...." Bokuto yang berteriak sekarang menjeda sedikit. "Arrgggaaasshheee.....kepalaku sakittttt" ok si Burhan mulai menangis bak anak kecil. Eh, tapi dia emang Kek anak TK kan...eh, tapi bisa kayak orang dewasa juga sih...
"Bang bokuto, dimana yang sakit..." Akaashi yang panik langsung menghampiri bokuto dan mencari letak sakitnya. Padahal sudah jelas si burung hantu manjanya itu kesakitan di bagian kelapa eh, kepala maksudnya.
"Akaashi kepalaku sakittt huhuhu...." Bokuto berkata sambil mempout bibirnya.
Buru-buru akaashi Langsung beralih ke kepalanya si bokuto, tadinya ia sedang memijat kaki si Burhan satu ini. Hah, lama-lama si Akaashi keknya bakal random kek temennya juga kalo gini.
"Sebelah mana bang yang sakit..." Akaashi kini sedang mencari rasa sakit yang bokuto alami. Bukan sakit hati yeee, emang lu kira ini cerita tentang cinta yang sad+angst kek tai ayam itu. Nggak yeee...
"Setelah kiri huhuhuhu..."--bokuto mode manjah
Akaashi langsung ke sebelah kiri dan melihat ruam di sana. Hah, seperti nya si bokuto berasa terkena benturan batu. Soalnya, RUAMNYA ITU SAMPEK BERWARNA UNGU, sumpah tuh kepala kurtet keturunan anak kampung sebelah apa, yang namanya si tanjiduarr, tanjidor, kopanjiro, atau apalah itu.
"Bang, ini bukan cuma sakit....tapi ruam nya sampek warna ungu" ok perkataan akaashi membuat anak-anak lainnya mengerubungi pasangan BokuAka itu.
"Mana,mana,mana,mana"--kata yang lain.
__ADS_1
"Wihh, sumpah lu kur....tega banget lu" ucap futakuchi mencibir si kuroo
"Apaan sih, yang bikin gue sama si Burhan kejedot itu si oik bukan gue..." Kuroo berkata sesuai kebenaran, kan emang si sampah yang bikin Shiro, eh kuroo sama bokuto merasakan sakit di kepala.
Dan setelah kuroo mengatakan itu semua anak melirik ke arah oikawa yang sengaja diem di pojokan.
"Apa liat-liat!!" Sinis oikawa. Melihat si oik kek babi ngepet ngomong kek gitu alhasil iwaizumi langsung jitak kepala oik.
Pletaakkk
"Ittaaaiiiii..." Ringis si sampah sambil mengusap manja kepalanya.
"......" Iwaizumi hanya diam tak berkata, ia menampakkan wajah sinisnya. Oh, mari kita doakan agar oikawa tenang di alam sana. Gak gitu ceritanya :v
"Sakit iwa-chan...tadi cuma iseng"--oikawa
"Cuma iseng...mata Lo katarak, lu liat sendiri tuh ada orang yang jadi korban...dasar sampahkawa, shitykawa, oinkawa, trashykawa...." Maki si iwaizumi sampek mengeluarkan unek-unek nya.
"Ma-maaf iwa-chan huhuhuhu...gak bakal deh janji" si oikawa langsung membuat air mata Bombay dan mengangkat jari kelingking nya ke iwaizumi.
"Halahh!!!" Iwaizumi tak mengaitkan jarinya, malah ia langsung pergi menghampiri teman-temannya yang sedang mengerubungi bokuto.
"Nee bokuto maafkan oikawa ya...dia memang begitu isengnya sampek jadi nyata" kata si Iwa yang langsung melirik tajam ke arah si oikawa.
"Tidak apa-apa kak Iwa, ayo bang bokuto kita pulang!" Si Akaashi memegang erat lengan panjang si Burhan itu, takut ilang ya mas...
"Ehh, kenapa?!" Bokuto mendadak kecewa.
"Bang bokuto ruamnya semakin ungu, kalau tidak segera di kompresi dengan air es bisa-bisa makin parah..." Ucap akaashi dengan hati-hati, soalnya takut Burhan satu ini mode emo nya datang. Bisa berabe nanti.
"Ya sudah, tapi....aku minta kecupan di dahi ya akaashi, agar ruamnya cepat sembuh..." Pinta si bokuto pada sang kekasih. Mau tak mau akaashi meng'iya' kan permintaan itu. Sebelum mode emo nya kambuh.
"Ya bang bokuto, ayo sekarang pulang"-- akaashi
"Hey hey hey, ayo pulang arghaasshheee" ya emang udah biasa sih bokuto manggil si Akaashi pakek kata-kata kamus rahasianya, dan ya...semua yang menyangkut akaashi itu akan membuatnya bersemangat kembali.
"Kak Iwa, kak Suga, kak kita....sama yang lain, akaashi sama bang bokuto pulang dulu... assalamualaikum" akaashi berpamitan pada semua penghuni pos ronda jadi-jadian itu.
Emang dah, si bokot beruntung banget dapet calon bini kek akaashi. Eh, tapi si Akaashi yang malah gak beruntung dapet calon suami kek bokot. Tapi emang iya kah, si Akaashi gak beruntung ?...si Akaashi bukan cuma suka melainkan cinta mati sama tuh Burhan, dia juga gak merasa terbebani sama kekurangan atau kelebihan yang bokuto miliki. Emang idaman dahhh, gak tau pakek pelet apaan tuh anak bisa bikin akaashi klepek-klepek.
Daripada bahas BokuAka yang jelas bikin kalian iri tujuh keliling. Mending skipp ajah ke terusan nya.
__ADS_1
Si bokuto dan akaashi udah gak keliatan dari tuh pos ronda, keknya udah belok ke pertigaan jalan.
Lalu, semua anak langsung menatap sinis ke oikawa. Jelas oikawa bergidik ngeri dong...
"Nee shitykawa, aku belum membuat ruam seperti bokuto di mukamu..." Ucap iwaizumi lalu di lanjutkan oleh yaku. "bagaimana kalau kau mencoba nya o.i.k.a.w.a" ucap yaku yang udah kek harimau mau nerkram Mansa nya.
"Lo juga belum tau rasanya kejedot kan...sini gue kasih secara gratis jasa jedot kepala" kuroo juga tak mau kalah, ia juga kesakitan woy...
"Ihhh, a-apa-apaan sih k-kalian...kan gue cuma bercanda hihihi.." si oikawa nyengir.
Dan ya, oikawa kena gebuk oleh mom squad dan juga kena gebuk kuroo. Lainnya? Tak peduli dan hanya menunggu perkelahian itu sambil pakai kacamata hitam dan pop corn.
Duo gibah, alias si matsun sama Makki gak mau nyianyiain kesempatan. Ia langsung midioin si oik yang di keroyok. Dan ya...ketua lambe turah, alias si Tendo cuma mengamati si bawahan nya berkerja Dengan benar.
Untungnya gak ada anak-anak kelas satu di situ, soalnya pada sibuk. Jadi aman gak buat pikiran murni mereka keruh.
~OMAKE~
"Gua heran, nih chap ngomong nya tentang persiapan puasa...Napa nyasar ke oik yang sekarang lagi di tend-oh nggak di tonjok kak Iwa" --aku batin Suna berkata.ingat itu.
"Kenapa aku merasa ada hawa mengerikan di pos ronda ya..." --batin Si Akaashi berkata, ia juga agak menggaruk punggungnya yang tak gatal itu.
"Kenapa aku merasa ada pertandingan menyenangkan tapi aku melewatkan nya...mungkin perasaan ku" --suara hati bokot berkata lain.
________________________________________
Hollaa minnaaaa.... Kangen aku gak? Kangen gak? Kangen gak? Enggak lah masak iya?
:D
Nah, ada yang ketipu sama judulnya gak... aslinya aku mau kasih judul "RUAM" tapi kurang enak jadi ku ganti deh...xixixi.
Nah, sekarang chap puasa di mulai....
Pyu~pyu~( bunyi terompet :v)
Nah kalo gitu readers
Jaa Mata nee~
__ADS_1