HAIKYUU! Kampung Receh

HAIKYUU! Kampung Receh
Hari pertama sakusa sekolah


__ADS_3

Pagi hari yang indah bagi orang yang berbahagia,namun beda buat sakusa, sakusa sekarang lagi berjalan menuju tempat ia menuntut ilmu. Sebenarnya dia malas pergi kesana. karena tempat itu adalah tempat orang-orang yang eee...aneh. kenapa aneh? Ya soalnya semua anak-anak kampung nya pada sekolah di sekolah itu. Kalian tahu sendiri lah gimana sifat anak-anak kampung haikyuu.


Berjalan ke sekolah ternyata begitu tak terasa, buktinya sekarang si sakusa udah sampek di tempat yang di namakan sekolah itu. Ia menginjakkan kakinya melewati pagar dan. Whoshh..... Seperti ada yang beda.apa? Ternyata benar sekolah ini aneh. Baru aja ia menampakkan kakinya melewati gerbang sekolah udah terasa ajah aura anak-anak aneh di tempat itu. Seram, tapi mereka semua tuh bukan makhluk gaib tapi makhluk penyebar aib.


Sakusa berkeliling tempat itu, untuk mencari kantor kepala sekolah. Ia heran padahal ini masih jam 6 tapi kenapa udah banyak anak yang datang bahkan sampek seramai orang yang ada di pasar. Setelah sekian lama sakusa berkeliling akhirnya ia menemukan kantor kepala sekolah. Dan..


Clingg.....


Silau, padahal matahari masih belum begitu terbit dan matahari ada di atas bukan di kantor kepala sekolah. Ternyata itu adalah pak kepsek kinclong. Karena tak tahan dengan kesilauan bak kepala Saitama itu, sakusa langsung mengambil kacamata hitam yang ibunya berikan. Ternyata itu kegunaan nya, untuk nutupin kekinclongan pak kepsek.


"Ada apa"–pak kepsek


"Ano...saya anak baru saya mau meminta surat " kata sakusa yang masih berdiri di ambang pintu.


"Oh, sebentar"pak kepsek bangkit dari duduknya dan mencari sebuah kertas. ntah akupun tak tahu.


Sumpah, si sakusa udah ngira kalo nih sekolah itu aneh, mulai dari murid sampek kepseknya. Ya gimana ya, tapi SMA haikyuu emang udah yang paling top. Mulai dari ekstrakulikuler nya sampai pelajaran nya.


Pak kepsek memberikan sebuah kertas ke sakusa, lalu sakusa pamit keluar. Biar gak silau terus ada di sana. Setelah itu sakusa pergi ke ruang guru untuk menemui wali kelas yang akan membawanya ke kelas.


Ternyata wali kelasnya adalah Bu Shinobi. Kalo diliat orang nya tuh, cantik tapi katanya anak-anak dia itu galak.tapi si sakusa gak peduli, yang penting sekolah. Itu katanya.


Bel masuk jam setengah delapan, anak-anak pada masuk kelas masing-masing. Kalo nanyak sakusa, dia masih ada di ruang guru sambil nunggu Bu shinobu masuk kelas.


Saat tiba di kelas, sakusa dah bergidik ngeri. Ia langsung mengambil antiseptik di tasnya lalu menyemprotkan cairan itu ke tangannya.


"Anak-anak, hari ini kita kedatangan murid baru" kata Bu shinobu sambil senyum kek biasanya.


"Eh, murid baru"


"Cwk atau cwk"


"Semoga cewek, semoga cewek+9999"


"Cowok, cowok, cowok+696969"


"Halah, paling muka pas Pasan"


Ya hampir ke gitu lah omongan mereka. Sakusa bisa denger itu dari luar. Aneh, kata itu terus yang selalu bersarang di pikirannya. Saat Bu shinobu menyuruhnya masuk, ia masuk dan


Brakk....


Suara gebrakan meja kecewa bagi anak yang berharap murid baru itu cewek. Dan salaman selamat datang bagi anak yang tadi berharap cowok. Sudah di duga kalo bakalan kek gini. Untung sakusa udah nyemprotin handsainitaizer ke tangannya. Jadi aman dan virus-virus bego gak bakalan nempel di tubuhnya.


Setelah anak-anak cewek duduk, Bu shinobu menyuruh sakusa mengenalkan dirinya.


"Nama gue ananda sakusa kiyomi, salken" singkat dan padat, tapi itu sudah cukup buat masa perkenalan. Dan saat Bu shinobu nyuruh sakusa duduk. Tiba-tiba..


Bruakk....


"Tunggu bentar, coba lepas masker Lo....kalo cakep bakal kita terima...tapi kalo nggak, silahkan keluar dari nih kelas" ucap anak cewek yang ada di pinggir jendela.


Permintaan itu di terima oleh sakusa, bisa ajah tuh anak gak nerima dia dan dia bisa pindah kelas. Sakusa melepaskan maskernya perlahan dan...


Jrengg....


"Gimana?" Tanya si sakusa ntah pada siapa


Anak-anak yang liat muka real nya sakusa tanpa masker langsung menganga, cakep bener dah....


"Gue boleh duduk gak nih...capek tau bediri teros" kata sakusa yang lalu memakai maskernya kembali.

__ADS_1


Loading 10%


Loading 20%


Loading 30%


Loading 40%


Loading 50%


Loading 60%


Loading 70%


Loading 80%


Loading 90%


Loading 100%


"Silahkan duduk disamping ku"


"Pindah lu, biar dia duduk di sebelah gue"


"Di belakang gue ya"


Di pangkuan ku ya"


Setelah otak mereka ngelak beberapa detik, para kaum cewek langsung mengatakan kata-kata itu. Sakusa hanya mendengus, padahal udah jelas kalo dia bakal duduk di belakang anak berambut kuning tai yang lagi tidur itu kata Bu shinobu. Eh, ntar... keknya sakusa kenal anak itu.


Anak yang tidur tadi langsung bangun karena ada suara teriakan dari temen-temen nya yang kek toa masjid di satuin sama kaset rusak. Ia pun melihat ke depan. Pandangannya agak kabur, maklum baru bangun. Setelah jelas ia pun berteriak


Anak-anak di kelas pada diem dan jadi patung, si atsumu kenal sama orang baru itu!. Bu Shinobu malah ikut bingung.


"E-elu lagi....kenapa gue selalu ketemu lu sih" jodoh kalik bang sakusa.


Bu Shinobu segera menyadarkan pikiran nya. "Kalian saling kenal?" Tanya Bu shinobu


"Dia tetangga sebelah rumah saya Bu" kata atsumu ke Bu guru nya.


"Oh, begitu....emm sakusa silahkan duduk di belakang atsumu ya" Bu shinobu mempersilahkan sakusa duduk.


Sakusa menahan rasa kesalnya, dengan terpaksa ia duduk di belakang si anak yang udah ngambil perhatian ibuk dan adeknya.


Dan ya, pelajaran pun di mulai sampai berjam-jam. Sakusa sedikit terganggu karena atsumu selalu melihat ke arahnya, maksudnya menoleh ke belakang. Tak lama kemudian bel istirahat pun berbunyi.


Tet...tet...kurtet....


Si kuroo yang lagi tidur di kelasnya karena pelajaran nya pak Kakashi langsung bangun. Mengingat bahwa suara tadi adalah suara ejekan.


Yok kembali ke sakusa....


Sakusa keluar dari kelas jahanamnya, saat ia keluar dari pintu, dia disambut oleh banyaknya gerombolan kakel dan dekel mengerubungi pintu. Ternyata mereka bukanlah orang asing, melainkan anak-anak kampung haikyuu. Kayak, Suga, daichi, ushijima, Asahi, Hinata, Kageyama, Tsukishima, Yamaguchi, Lev, yaku, iwaizumi, bokuto, kuroo, akaashi, oikawa, dan masih banyak lagi lah. Mereka ke situ emang kalo mau ke kantin selalu rombongan dan menunggu satu-persatu teman-teman nya dengan cara menjemput nya di depan kelas.


Atsumu dan Osamu pergi menuju pintu, dan melihat sakusa mematung. Atsumu pun menepuk bahu sakusa dan berkata.


"Mereka itu temen kita, gak usah sungkan..... kenalin dia sakusa tetangga yang pindah di sebelah rumah gue" kata atsumu pada sakusa dan temannya "yok pergi ke kantin gue dah laper..." mereka semua pun pergi ke kantin dengan anak-anak yang sudah lapar.


Ya cuma beberapa orang yang jalan di belakang mereka. Kayak Suga and mom squad, kenma, shirabu, Tsukishima, Yamaguchi, Suna, kunimi, dan juga sakusa. Yah, mungkin gak papa Deket sama anak yang punya kata WARAS kayak mereka sekarang. Bukan cuma baik tapi juga bersih dan wangi.


Setelah sampai di kantin, ternyata tak begitu ramai. Wajar banyak anak yang memilih di atap.

__ADS_1


Mereka semua segera mencari tempat duduk untuk di singgahi. Tapi, sakusa masih berdiri di tempatnya, ia bergidik, bagaimana kalau makanannya tidak higienis, bagaimana kalau tempat nya kotor, bagaimana... bagaimana... bagaimana. Kebanyakan bagaimana ah, gak sekalian Kageyama gituh.


Melihat ekspresi wajah sakusa, Suga mengerti apa yang ada di pikiran anak itu. Lalu Suga menepuk bahu sakusa.


"Tenang ajah kok, makanan di sini higienis banget, tempatnya juga bersih, dan juga makannya enak-enak" kata Suga sambil tersenyum lima jari. Wih Mama Suga keturunan Roy kimochi.


Sakusa menganggukan kepala nya dan segera duduk di tempat yang sudah di siapkan. Ia membeli roti bakar dan pop ice rasa gulali. Ntah sejak kapan ada pop ice rasa itu. Saat makan tentu ajah masker harus di lepas kan. Ya kali makan pakek masker, gimana cara masuknya tuh makanan.


Di detik-detik saat sakusa melepas masker dan. Bwahh.... Mukanya ganteng beut dah. Para Uke yang ada di sana langsung mimisan, sedangkan para seme hanya menganga. Tapi yang paling mengejutkan adalah si atsumu. Dia pingsan dengan hidung yang menstruasi. Maksudnya mimisan. Dengan cepat anak-anak langsung membawa atsumu ke UKS. Ya kali di bawa ke lapangan basket. Auto kenak bola dah...


Acara makan di kantin pun berganti dengan membawa atsumu ke UKS. Tibanya di UKS si sakusa merebahkan tubuh berat atsumu ke kasur yang udah di siapkan. Kenapa sakusa yang bawa? Soalnya di suruh Mak Suga, mau gak mau si sakusa gendong si rambut tai itu.


Anak-anak pada nungguin atsumu sadar dari pingsan anehnya. Masak orang pingsan sambil senyum-senyum. Mak kita pun mengompres dahi atsumu yang tak panas dan tak dingin. Cuma cara buat bangunin si tsumu ajah.


Beberapa menit kemudian si tsumu bangun dari tidur panjangnya, eh maksudnya pingsan nya. Yang ia lihat adalah teman-temannya yang setia nungguin dia yang lagi pingsan.


"Makas-"–atsumu


"Lu tuh kenapa sih, kalo mo pingsan ngomong dulu bego"–osamu


"Tauk, mana sampek mimisan lagi"–kuroo


"Senyam-senyum lagih"–terushima


"Gue yang nunggu Lo sadar sampek pegel"–oikawa


"Di kompres malah keenakan"–kita


"Tauk lu, kenapa pingsan gak ngajak-ngajak sih....kan lumayan dapet perhatian" bokuto berkata dengan nada kesal. Bisa-bisanya dia berkata seperti itu, semua melongo dan menatap tajam si Burhan itu.


"Apa..iri...bilang boszz" bokuto berulah lagi.


"Bang bokuto disini uks, jangan berisik" tegur akaashi pada kekasih nya yang otaknya kelewat sengklek.


Kalok sakusa, dia diem ajah sambil liat kelakuan warga absurd dari kampungnya. Meskipun goblok, jamet, pedo, gak waras. Tapi mereka punya solidaritas yang tinggi, saling membagi canda tawa, saling membantu meskipun gak ikhlas. Ya mungkin gak ada salahnya kalo dia berteman sama mereka. Mungkin dikit-dikit dia bakalan ngelupain kekhawatiran nya terhadap kebersihan atau apapun itu.


Atsumu melihat sakusa yang melamun di ambang pintu. Ia pun memanggil pria cleanfreak itu.


"Omi Kun, makasih dah mau gendong gue pas pingsan" uhhh, kek ada jijay-jijay nya gituh.


"Sama-sama" sakusa membalas perkataan atsumu. Memang singkat, tapi jarang sekali seorang sakusa berkata seperti itu.


Sejak hari itu sakusa resmi menjadi teman mereka. Alias anak-anak kampung haikyuu. Cari temen itu gak usah milih-milih yang penting mereka bisa nemenin suka sama duka. Berbagi canda tawa. Memberi pertolongan sesama lainnya.


Mungkin hari ini gak begitu buruk–sakusa 2k2x


_________________________________________


Minna-san


Pertamanya aku mau ngucapin.


Gomenasai... Soalnya udah dua Minggu gak up dan upnya malah cuma 6 chap. Biasanya dua Minggu itu aku bisa bikin 8 sampek 13 chap. Mungkin karena aku jarang berak, jadi pikiran ku untuk berimajinasi itu mampet. Doain biar Nini bisa berak sering-sering ye....tapi gak sampek mencret juga.


Sekali lagi gomenasai buat readers,


Udah ya, sampai juma Minggu depan atau Minggu lagi.....


Jaa nee~~~


__ADS_1


__ADS_2