
Macam biasa lah, sekarang anak-anak haikyuu lagi sekolah. Bukan buat belajar, bukan buat ketemu temen atau gebetan, bukan juga buat ekskul yang tidak berguna. Melainkan mereka sekolah agar bisa dapat uang jajan dan bisa beli makanan yang enak-enak di kantin.
Kek kuroo Ama bokuto, sekarang mereka lagi jalan ke kantin. Padahal semua temennya pada ngumpul di taman, katanya cuma buat ngilangin stres ajah. Soal nya kalo mereka duduk di kantin, pasti kuping mereka selalu denger suara klontang...klonting...hahhaa...hiiihihi.... Dari anak-anak yang lagi makan sama anak lagi gosip. Makan kok sambil gosip.
Black toh Satori....
Nama gue Jan diikutin thor-tenda(o)
Kuroo sama bokuto mau makan di kantin ajah, soalnya sekarang jadwal mereka buat makan mie. Si kucing buluq sama burung hantu ini emang gak pernah makan mie bareng jadi si duo rusuh itu, memutuskan buat makan mie di kantin. Meskipun itu mie instan
Pas nyampek di kantin alias warung buk Kirana (saya pakai nama orang yang Saia kenal saja) mereka langsung duduk dan memesan mie itu.
1
2
3
"Bu mie kuah/ Bu mie goreng" ucap kurtet Ama Burhan bebarengan. Selang beberapa detik mereka berhadapan dan saling berbicara baik-baik.
"Kenapa Lo milih mie goreng bego kenapa gak milih mie kuah" kata kuroo pada si bokuto yang kini menggebrak meja dengan kerasa akibat tak terima.
Brakkk.....
"Gue sukanya mie goreng, soalnya mi kuah itu gak-e-nak" bokuto berkata dengan penuh tekanan di kata 'gak enak'.
"Apa!!!!... Beraninya Lo ngehina mie kuah, justru mie goreng yang gak enak Burhan Bin bego" kuroo juga gak mau kalah.
"Heh, bisa gak lu gak usah ngatain gue kurtet bin jamet bin pedo" sekarang bokuto menarik kerah baju kuroo.
"Dasar Lo, pencinta mie goreng gak enak" kuroo juga ikutan mencengkeram kerah bokuto.
"Justru mie kuah gak enak, kutuproy"–bokuto
"Mie goreng itu di goreng bukan di rebus, dasar bego"–kuroo
"Lu gak usah ngatain kesukaan gua bijik"–bokuto
"Lu juga gak usah ngatain mie kesukaan gua tai"–kuroo
Mereka pun bergelud, namun biasanya yang cuma jambak-jambakan atau guling-gulingan. Sekarang malah jadi tonjok-tonjokan. Karena hal tersebut banyak anak yang ngumpul dan menyoraki kedua anak yang sedang gelud beneran.
Namun tak lama kemudian buk Kirana ngamok gara-gara piringnya pecah karena si duo rusuh itu. Mereka berdua berjalan lawan arah, si kuroo ke arah lapangan. Sedangkan si Bokuto kearah atap sekolah. Kacau, ya kacau. Mereka udah lama sahabatan. Tapi, keknya cuma gara-gara beda selera mereka bisa musuhan. Hah, masih mending punya sahabat. Sedangkan author... jangankan sahabat temen ajah gak punya. Alias mereka pada nolep. Gak mau keluar dari kamar nya. Gak kayak author yang suka jalan-jalan sambil naik sepeda keliling kampung. Bisa liat sawah, warung-warung makanan, burung lagi nempel di kanal listrik tapi herannya gak kesetrum, Ok udah curhat nya. Kita balik ke bokuto dan kuroo.
友達〜TIME SKIP〜友達
__ADS_1
Kuroo terus-terusan mengomel sepanjang jalan, sumpah serapah kini ia ucapkan dengan lancar. Bukannya istighfar malah ngetoxic. Kuroo sekarang sudah berada di lapangan, ia duduk di pinggir lapangan sambil liat anak-anak maen sepakbola. Ia melamun, ia membenci sahabat karib nya yang sudah menemaninya dari kecil. Dari dulu selera mereka selalu sama. Seperti pas beli sepatu waktu SD mereka bersamaan nunjuk sepatu yang sama. Dan waktu SMP mereka suka sama olahraga yang sama yaitu voli. Pokoknya hampir semua selera mereka sama. Lamunan si kucing buluq itu berhenti saat ada bola mengenai kepala indahnya. Awf, indahnya...
"AWASS!!!"
Duakkk....
Kuroo pun jatuh kebelakang, hidungnya berdarah akibat hantaman bola yang keras. Ya untung bukan batu bang.
"Eh lu...kalo nendang bola tuh liat-liat" bentak kuroo pada anak yang memiliki rambut kuning itu.
"Ya, salah lu sendiri Napa duduk di situ sambil ngelamun....awas kesambet arwah Mbah Inosuke lho ngati-ngati" kata anak itu yang bernama....sapa hayooo.....dari anak BNHA ini lho...
Anak itu pun pergi ke lapangan lagi setelah mengambil bola di samping kuroo. Kuroo segera mengelap hidupnya yang mimisan dan...
"Oy brokuto...temenin gue ke-" kata-kata kuroo terpotong saat merasakan kalau sahabatnya tak ada di sampingnya. ' cih, gue lupa kalo gue lagi musuhan sama dia' batin kuroo berkata jelas. Kuroo yang tadinya ingin beranjak pergi kini kembali duduk lagi. Merenungkan sesuatu keknya. Eh, tapi dia malah bangun lagi dan jalan ntah kemana.
友達〜TIME SKIP〜友達
Bokuto berjalan ke arah atap sekolah, ia berjalan dengan muka yang menyeramkan. Membuat anak-anak yang melihatnya langsung berlari menjauh. Bokuto mengabaikan itu, ia dengan cepat menaiki satu-persatu anak tangga. Saat mencapai anak tangga terakhir, Bokuto menendang kasar pintu atap itu. Membuat para orang yang ada di sana tersentak kaget dan pergi dari situ dengan melewati bokuto yang sedang marah. Bokuto duduk di tempat yang naung. Ya, karena jam istirahat itu jam 9-10 jadi bisa di bilang panas.
Ia melamun sebentar sambil mondar-mandir, dari kiri ke kanan. Dari kanan ke kiri. Dari atas kebawah. Wah, hebat.... Ok mulai ngaco
Si Burhan berpikir, kenapa selera mereka beda, padahal dari dulu selalu sama. Ia kembali mengingat-ingat sesuatu di pikiran nya.
Bokuto dan kuroo baru pulang dari sekolahnya, yaitu SMPN 1 Haikyuu. Rambut bokuto dulu masih down begitu juga rambut kuroo.Mereka baru pulang karena ikut ekskul voli, di tambah temennya gak mau nungguin. Siapa yang mau nunggu orang sampek berjam-jam, ya kagak ada lah. di perjalanan pulang mereka melihat sebuah kios es, karena haus dan kepanasan, mereka pun membeli es itu. Mumpung ada sisa uang gitu.
Si bokuto memilih rasa Oreo vanila, sedangkan kuroo memilih rasa chocobery. Karena beda pilihan akhirnya mereka bergelud, katanya kalau tidak satu pikiran itu bisa merusak tali persahabatan mereka. Karena si mbak yang jualan udah gak kuat lagi sama mereka, akhirnya si mbak mutusin buat ngasih mereka minuman rasa lain. Yaitu rasa choco Oreo. Aksi gelud pun berhenti dan berubah menjadi senyuman ria kedua insan terlewat rusuh itu. Mereka mengambil es itu dari tangan si mbak lalu pulang dengan bergandengan tangan.
Nah, kan enak di liat. Adem, tentrem, damai eh....ntar tuh kuroo Ama bokuto udah bayar??
Si mbak yang mulai inget kalo mereka belum bayar hanya bisa tepok jidat. Ngelerai orang gelud boleh, tapi jangan sampek rugi sendiri.
#pikiran_bokuto—end*
Mengingat itu bokuto cuma bisa senyam-senyum sendiri dah kayak orang gila. Jangan-jangan kerasukan arwah Mbah Inosuke (?)
Nggak, nggak mungkin. Bokuto perlahan melihat ke bawah. Ternyata orang-orang itu kecil ke semut yang selalu di buat mainan sama author. Lalu
Plukkk....
Ada sesuatu jatuh di atas rambut spike bokuto. Bokuto memegang benda yang jatuh tadi, emm.....agak cair, terus anget anget gimana gitu, kalo di cium bau. Eh, ternyata itu tai burung yang terbang dan dengan sengaja jatohin kotoran nya di atas kepala bokuto.
Refleks bokuto lari keliling atap sambil teriak-teriak. "Brokuro....tolonging gue huweeee bauuu" bokuto teriak begitu Sampai ke tiga kalinya tak ada respon, bokuto berhenti dan mengingat kalau dia sedang puasa bicara dengan bebestnya. Mukanya yang panik tadi, berubah menjadi datar dan berjalan menuruni tangga.
友達〜TIME SKIP〜友達
__ADS_1
TOILET PRIA
Di waktu yang bersamaan bokuto dan kuroo bertemu di tempat yang sama. Bokuto melihat hidung kuroo berdarah, dan kuroo melihat kepala bokuto terdapat kotoran. Awalnya mereka ingin menyapa. Tapi di urungkan, mereka masuk ke dalam toilet itu. Sepi, tak ada orang sama sekali kecuali makhluk receh yang sedang musuhan sambil mencuci muka di wastafel. Hening, tak ada yang memulai pembicaraan. Biasanya kalau mereka ke toilet bareng, mereka bakalan main air sampek baju basah. Tapi sekarang beda, mereka fokus dengan diri mereka sendiri.
Seperti kuroo yang sedang membersihkan darah di hidungnya. Dan bokuto yang membersihkan kotoran burung di rambutnya menggunakan shampo yang sudah di sediakan sekolah. Suara air mengalir yang bisa di dengar. Bukan canda tawa ataupun saling tanya jawab.
Hingga bokuto membulatkan tekad untuk membuka pembicaraan.
"Kur, gue minta maaf soal tadi..." Ucap bokuto dengan suara kecil.
Kuroo kaget, si bokuto minta maaf, yang ia tau Bokuto itu orangnya agak egois. Tapi dia tau juga kalo temennya ini punya hati yang lembut. Kek kapas kesehatan yang biasanya buat bersihin luka. Euh, kek ada ngeri-ngeri nya gitu.
"Gu..gue juga minta maaf soal tadi...gue cuma gak mau ajah kalo kita itu beda selera, secara kita kan sahabatan....dari kecil malah" kuroo menjawab perkataan bokuto tadi.
"Kur, Lo inget gak waktu kita SMP, yang kita beli es tapi beda rasa(?)" Bokuto kembali berkata dengan suara kecil. Sumpah kek bukan sifat dia.
"Oh, ya....waktu tu, gue sama Lo beda selera juga ya......tapi syukur gelud kita diakhiri sama es gratis dari si mbak ituh" kuroo menjawab sambil menatap bokuto dan tersenyum. Waw..
"Eh iya.....si mbak jualan es itu sekarang lagi apa yak?" Bokuto bertanya dengan suara asli nya alias suara gede kek toa itu ke kuroo. Di berkata sambil tersenyum lima jari.
"Gak tau gue, terakhir kali gue liat tuh mbak, dua lagi beres-beres rumah.....keknya dia sekarang udah pindah deh" kuroo menjawab dengan ceria.
Mereka pun, kembali seperti semula. Mereka keluar dari kamar mandi dengan keadaan baju yang basah. Sudah biasa lah, kalo mereka ke kamar mandi pasti keluarnya basah begini.
Setelah ganti baju di ruang ganti. Si kuroo Ama bokuto kembali ke kantin. Mumpung ada waktu 20 menit lagi. Apalagi mereka belum makan euy kan laper.
Saat tiba di kantin, alias warung buk Kirana. Mereka memesan mie. Tapi sekarang beda, si bokuto nyobain mie kuah. Sedangkan si kuroo nyobain mie goreng. Ya, ternyata rasanya gak buruk. Mereka pun makan mie tanpa kendala. Eits, tapi mereka lagi di awasi sama buk Kirana. Soalnya takut gelud lagi.
Ya, kek gitu lah cerita sang duo rusuh yang udah sahabatan dari kecil saat menerima ujian yang bisa dibilang cukup berat bagi mereka berdua. Soalnya mereka itu udah kayak orang berak sama air. Maksudnya gak bisa di pisahin. Meskipun mereka udah punya pacar atau gebetan, tapi persahabatan mereka gak bakalan putus. Dah kayak cerita romance ajah xixixi
___________________________________________
Hay readers-sama
Gimana nih cerita? And gimana kabarnya? Semoga baik dan semangat ya...
~pojok terjemahan~
友達: sahabat/teman
Author buat kisah persahabatan antara si Burhan sama kucing buluq nih. Semoga kalian suka ya. Oh, ya maaf gak bisa up Minggu kemarin. Soalnya author lagi UTS maaf ya....
Jaa matane~
__ADS_1