HAIKYUU! Kampung Receh

HAIKYUU! Kampung Receh
Kejadian di pasar part 2


__ADS_3

Kejadian di pasar part 2


Semi dan ushijima udah masuk kedalam pasar, mereka pun langsung membeli beberapa bahan yang tertulis di kertas yang di tulis oleh Suga.


"Sem, ini pasar?!?" Tanya ushijima pada semi yang lagi milih-milih beras.


"Ya iyalah, Lo gak pernah ke pasar apa?!!" Semi terheran mengapa ushijima mengatakan itu. Maklum pikiran nya lagi lemot jadi gak tau.


"Tidak, tidak pernah sama sekali" ushijima berkata datar sedatar keramik rumah kalian. Ya emang dia gak pernah ke pasar kan, dia itu orang kaya jadi, dia udah punya kebun sendiri. Apalagi kalo mau makan daging tinggal ngambil di peternakan lalu di sembelih....mewah kan.


"Hah!!!....oh, ya lu kan tajir melintir sampek tujuh turunan jadi gak pernah ke pasar hmm...." Semi berkata tanpa menoleh ke gue ushijima yang tak melakukan apa-apa dari tadi, selalu semi yang membeli, dia mah ngekor doang. Kagak tau apa-apa.


"....."--aku diam (ushijima)


"Bu, bawang merah nya setengah kilo ya...." Semi pun segera memilih bawang merah yang ada di depan nya. Lalu jika sudah cukup memberikan nya ke penjual tadi.


"Ini ya..." Kata si penjual yang lalu memberikan satu kresek bawang merah.


"Bu, kalo ngasih harga jangan yang mahal-mahal amat ya Bu...Taku uangnya gak cukup" kata si semi yang lalu menerima bawang itu.


"Iya-iya"--ibu penjual


"Apakah harganya lima puluh ribu" ucap si sapijima dengan menyodorkan uang berwarna biru pada sang penjual.


"Oi sapikkk!!....lu mau nawar apa mau ngebangkrutin uang belanjaan!?!" Si semi berkata sambil emosi. Biasanya kan kalo nawar itu harganya makin turun Napa si sapik malah naikin harga nya . Dudu ah...


"Harganya cuma 12.500 nak!" Kata si penjual dengan ramah.


"Ini ya Bu....ayo sapik lu disini meresahkan!!!" Ucap si semi sambil menarik tangan ushijima menuju penjual bahan yang ada di kertas.


"Nak kembalinya!!" Teriak si penjual tadi.


"Oh iya...."saat semi ingin membalikan badannya untuk kembali ke tempat tadi, pijakan yang kakinya langkahkan sedang tidak seimbang alhasil semi pun terjungkal ke belakang. Dan...


Happ..(lalu di tangkap :v)


Ushijima berhasil menopang tubuh semi yang hampir jatuh tadi. Pandangan mereka bertemu, entah karena apa jantung mereka ikut berdegup kencang. Dan di pikiran ushijima semi itu cantik meskipun laki-laki!....


Namun adegan romantis tadi di buat kacau oleh seorang kuli pengangkut barang yang ingin lewat.


"Minggir...minggir!!"--kuli perusak suasana ueuue.


Ushijima pun melepaskan pelukan sementara tadi, semi pun juga langsung berdiri tegap dengan ekspresi wajah yang sungguh eee.....aneh, dia seperti kaget dan terpesona. Entah karena apa?!


"Ini ya Nak, kembalinya...." Si penjual menyerahkan beberapa lembar uang kepada semi, semi pun menerima nya dan langsung kembali ke ushijima yang masih berdiri sambil melamun.


"A-ayo...pe-pergi ketempat selanjutnya" si semi berucap dengan muka yang merah dan menarik ujung baju ushijima agar segera berjalan.


Ushijima bangun dari lamunannya, ia langsung mengikuti kemana semi akan pergi.


"Sungguh masa muda..." Eh ternyata si penjual tadi yang ngomong, gara-gara liat adegan ushisemi tadi yang orang nya udah ngilang.


愛〜time skip


Semi dan ushijima udah sampek ke tempat selanjutnya, yaitu lapak sayur. Di tulisan nya mereka di suruh membeli...


•|Bayam


•|buncis


•|wortel


•|kentang


•|brokoli putih.

__ADS_1


Di mulai dari bayam, mereka di suruh membeli 5 ikat bayam. Kok Banyak banget? karena buat makan anak-anak haikyuu yang kalo makan pada gak ngotak.


Si semi sibuk memilah-milah bayam mana yang akan dia beli, ushijima kebingungan dengan apa yang semi lakukan. Padahal Semua bayam itu sama! Kenapa harus di pilih-pilih segala.


"Sem, kenapa harus dipilih? Semua bayam itu sama.." kata ushijima yang kebingungan.


"Hah, kenapa harus di pilih?! Soalnya kalo ada yang gak segar atau udah rusak kita gak bakal tau kalo sembarang ngambil..." Jelas si semi yang masih saja memilih-milih sayur bayam.


"Hmmm"ushijima mengangguk tanda mengerti.


"Nah, setelah bayam teruss...." si semi yang membaca daftar belanjaan. Ushijima menatap lekat-lekat wajah semi, ternyata dia kalo lagi diem dan fokus kek gini cantik. Itu yang sap-eh ushijima pikir. Ingat ini chap khusus tentang ushijima gak boleh gonta-ganti namanya. Ok lanjut.


"Sem..." Panggil Ushijima


"Hmm??!!" Semi menoleh ke arah ushijima dengan tatapan bingung. Mana noleh nya kesamping, ntah kenapa ekspresi wajah semi sekarang begitu imut. Ok jantung si sap-astagfirullah maksudnya jantung ushijima berdegup lebih kencang.


Perasaan yang ia rasakan sekarang Sungguh beda saat ia bersama shirabu. Apa ini bisa dibilang cinta? Ntah, ushijima masih belum yakin. Tapi, ia akan mencoba untuk mengetahui perasaan yang ia rasakan sekarang. Seperti menanyakan sesuatu pada semi...


"Kamu imut" kata-kata itu meluncur dari mulut ushijima, padahal tak ada angin dan hujan. Si semi yang mendengar itu hanya bingung. Kesambet apaan si sapik ngomong semi imut, itu yang semi pikir.


"????"semi sekarang memasang ekspresi bertanya. Kenapa dia di sebut imut, padahal dia laki-laki. Iya kamu laki-laki tapi kamu Uke mengerti. Ueuueue


Melihat ekspresi wajah semi yang tambah kebingungan, itu sangat imut di mata ushijima. Ok jantung nya hampir meledak.


"Ti-tidak ada lanjutkan..." Kata si Ushijima dengan gugup. Sungguh tadi nyaris saja membuat jantung nya meletus bagai balon hijau duarrrr....


Semi mengangguk dan membalikan kepalanya seperti semula. Ushijima pun nekat untuk mendekat semi yang terpojok oleh ushijima langsung ngeblush. Ayolah siapa yang tak akan terpesona oleh ketampanan pangeran elang satu ini. Udah cakep tajir lagi...lengkap dah...


"W-woy sapikk...sa-sanaan dikit, gue gak enak nihh" semi berkata dengan gugup sambil menutupi rona merah pada wajah nya. Ukh memalukan.


"Hmm?? Aku hanya berdiri di sini sambil melihat kau memilah kentang memang tak boleh?!" Ushijima berkata dengan ekspresi wajah datar, sebenarnya di jantung nya udah dag-dig-dug-ser tuh....


"B-boleh, tapi gak usah deket-deket lah" kata semi yang masih tak menolehkan wajahnya ke arah ushijima berada.


"Memang kenapa?!" Ushijima mencoba beratnya lagi.


Bukannya semakin menjauh, ushijima malah semakin mendekat. Semi sampai berfikir begini 'nih anak Napa sih selalu deket-deket sama gue, gak tau jantung gue mau meledak nih...udah Sem, udah..jangan mikir macem-macem...si sapik ini kan cuma suka sama shirabu jadi gak mungkin lah dia bakal suka sama lu, ok tarik nafas Sem' iner si semi berkata untuk membuat semi tidak tegang lagi.


"Mbak, kentang nya satu kilo ya..." Kata si semi menormalkan keadaan.


"Mau milih sendiri apa mau di pilihin" kata si mbak sambil medok. Pasti orang Jawa nih....


"Mau milih sendiri ajah mbak biar saya yakin" ucap si semi, si mbak penjual pun memberikan wadah timbangan kepada semi untuk mengumpulkan kentang-kentangnya yang di pilih.


Saat semi ingin mengambil satu kentang, tangannya bersentuhan dengan tangan ushijima, ushijima sebenarnya ingin membantu semi memilih kentang. Tak taunya tangan mereka berpasan dengan memegang kentang yang sama.


Si kentang Be like: aku pemersatu cinta ueuueue.


Refleks mereka berdua langsung menepis satu sama lain dan menggosok tangannya dengan tanpa melihat ke arah lawan.


"Ekhem, kalian berdua pacaran Yo.....tak doakan langgeng hehehe...." Ucap si mbak sayur yang gak sengaja liat adegan pegang-pegangan tadi.


"Ng-gak!! Siapa yang pacaran sama si sapik ini hihhhh..." Semi belagak jijiq. Canda jijiq.


"Ohhh ngono toh, tapi dari yang saya denger-denger nih, kalo benci nanti jadi cinta..." Kata si mbak pejual yang sedang merayu semi.


"ihhh.. jangan ngomong gitu mbak, nanti jadi nyata bisa berabe" balas si semi yang sekarang masih sibuk memilih kentang. Sedangkan ushijima hanya menyimak pembicaraan mereka.


Aku diam aku aman--ushijima


"Nih mbak, timbang dulu...kalo kurang saya tambain" semi menyerahkan wadah timbangan tadi yang sudah berisi kentang full.


"Gak kiro kurang, malah kelebihan iki..." si mbak berkata setelah hasil timbangan kentang tadi ternyata terlalu berat. Si mbak pun menaruh kembali beberapa kentang tadi hingga seimbang dengan berat beban penimbang.


(translate:gak bakal kurang. Malah kelebihan ini)

__ADS_1


"Yowes, nambah wortele sekilo..." Semi ngomong sambil ngambil beberapa wortel di rak wortel.


(Translate:yasudah, tambah wortel satu kilo)


"Eh, iso ngomong jowo toh..." Kata si mbak kaget, gak nyangka dia. Padahal mah si semi emang anak Jawa asli, emang di kira anak blasteran gitu?!.


(Translate:bisa ngomong Jawa ternyata)


"Lah emang, mbak kira saya orang mana?" Kata semi kebingungan dan berhenti memilih-milih wortel nya


"Saya kira orang Sunda atau orang betawi... soalnya dari keliatannya sampeyan bukan orang Jawa..." Kata si mbak penjual pada semi. Semi hanya mengangguk paham. Lalu ia menjawab kata-kata si mbak tadi.


"Ohhh, emang anak jaman sekarang kayak gitu...selalu tir-tir gaya anak metropolitan, jadi wajar, ya gak pii" kata si semi yang memilih wortel lalu melihat ke arah ushijima. Ushijima yang tak paham hanya mengangguk. Ambil aman katanya.


"Nih mbak,timbang dulu" semi memberikan satu wadah full berisi wortel pada sang penjual.


Setelah ditimbang dan di masukan ke kantong belanjaan, semi pun menanyakan harga pada sang penjual.


"Berapa?!"--semi


"Kentang nya 19.500...terus wortel nya 25.000..." si mbak menghitung harga kentang dan wortel yang semi beli. "Hasilnya, 44.500..." lanjut si mbak sambil memberikan kantong belanjaan itu pada semi,


"Nih ya..." Semi memberikan uang berwarna biru pada si penjual.


"Ntar, kembaliannya..." Penjual itu pun memberikan kembalian uang pada semi.


"Makasih...ayo piii!!" Semi meninggalkan tempat itu dengan menarik tangan ushijima. BTW dari tadi si sapik, nggak maksudnya si Ushijima nggak ngomong sama sekali.


Si Ushijima daritadi tak mengeluarkan suara karena sedang menatap gerak-gerik semi, yang ia kira cukup mengesankan. Ia juga ingin meyakini perasaannya saat berada di dekat semi, apa itu cinta atau hanya sekedar kagum saja.


Setelah semuanya selesai di beli, dari buah, sayur, bahan, dan barang sudah mereka beli sesuai yang tertera di kertas catatan. Mereka pun segera keluar dari pasar. Memang agak sulit sih, mereka tersesat karena si semi baru pertama masuk pasar itu. Tak seperti pasar yang biasanya dia masuki bersama ibunya.


Setelah beberapa menit alias nyerempet ke satu jam, mereka berdua pun berjalan keluar, tapi karena semi tak hati-hati ia tak sengaja menabrak sebuah warung dan mengakibatkan kepalanya kejedot ke sisi lancip besi. Alhasil kepalanya terluka dan berlumuran darah.


Bruak...


"Akh..." Semi meringis kesakitan.


"Sem, semi..." Ushijima yang dadanya terasa nyeri melihat semi terluka dengan sigap memeluk tubuh kecil semi dan membekap luka tadi dengan sapu tangan sutera nya.


darah nya sudah berhenti menetes, karena kesakitan semi tak kuasa untuk menahan tubuhnya sendiri.hingga dia pingsan di pelukan hangat ushijima, karena terasa begitu menyakitkan melihat semi kesakitan. Ia langsung menggendong semi sampai pintu keluar.


Memang banyak pasang mata melihat mereka, tapi hiraukan saja yang penting semi cepat di tangani. Tak lama kemudian ushijima pun sampai di depan gerbang pasar. Dia agak lega, disana dia sedang di tunggu oleh Tendo dan shirabu.


"Hal-...lho semi kenapa!!!" Tendo histeris melihat semi terluka dan pingsan. Ia menyukai semi jadi wajar kalau dia panik.


Sedangkan shirabu dia mematung tak bergerak sama sekali. Ia menatap lekat semi yang sedang terluka. Pikiran nya melayang jauh hingga sampai tak bisa kembali. Mulutnya menganga menandakan ingin mengatakan sesuatu...


"Mama..."


____________________________________


Yoo Minna...


Kembali lagi dengan authooooorrrrr yang imut dan pintar ini....


Sorry ye, Minggu kemaren gak up. Soalnya Author lagi sakit (╥﹏╥)


Da...Selamat puasa ya, author pengennya buat chap tentang puasa,tapi mungkin bakal up Minggu depan deh...


Tenang ajah, gak bakal lama-lama banget kok. Mungkin setelah beberapa chap setelah nya bakal langsung chap tentang puasa.


Jadi sabar ya readers-sama


Kalo gitu, jaa nee~

__ADS_1



__ADS_2