Hancur & Luka

Hancur & Luka
10. bertemu dengan siapa?


__ADS_3

"Bukannya itu..." gumam angkasa yang masih terdengar oleh ku


"Itu?" tunjuk ku


"Aurel sama bianca itu" ujar ku


"Kok kamu agak kaget gitu?, kenapa?" curiga ku


"E-eh, gapapa kok" jawab angkasa


"Ooh yaudah kamu pesan ya, aku sama aurel dulu" ucap ku lalu berlalu dari angkasa


"Oke" jawab angkasa


Sementara itu di aurel dan bianca...


"Heh, itu bukannya gisella sama pacarnya ya?" tanya bianca


"Lah iya, ngapain mereka kesini juga sih" kesel aurel


"Tapi gapapa deh kalau ada angkasa" ujar aurel


"Nanti kita pura-pura baik aja di depan gisella, biar angkasa makin terpesona dengan gue" ucap aurel pada bianca


"Oke sip, tenang itu, demi sahabat gue, apa yang engga sih, lagian yang cocok jadi pacarnya angkasa itu kan lu, bukan si jelek itu" ucap bianca sembari tertawa


"Haha, iya juga ya" jawab aurel yang ikut tertawa


"Eh, dia kesini tuh, diem lu" ucap bianca


"Eh iya" jawab aurel


..................


"Haii" sapa ku pada mereka


"Hai juga" sapa aurel


"Hai" sapa bianca


"Aku dan angkasa boleh duduk kan sama kalian?" tanya ku


"Boleh dong" jawab aurel


"Kamu udah pesen?" tanya bianca pada ku


"Udah tuh, lagi di pesenin sama angkasa" jawab ku


"Oohh, manja juga ya kamu" sindir bianca


"Heh, gaboleh gitu bianca, namanya sama pacar, kan boleh manja" bela aurel


"Hai" sapa angkasa yang baru saja tiba di meja kami


"Hai angkasa" sapa aurel dan bianca


"Tambah cantik aja kamu rel" ucap angkasa


"Siapa? Rel?" tanya aurel pura-pura tidak tau


"Ya kamu lah, aurel" jawab angkasa


"Ooh, makasiii" jawab aurel manja


Aku yang melihat itu hanya bisa tersenyum aja....., ya tersenyum yang tidak bisa terjelaskan,sedangkan bianca melihat ku dengan senyum yang penuh arti...


sebenarnya ada apa si?, terus aurel aja di puji cantik, aku mana pernah, aku mau protes sama angkasa tapi takut dia marah, udahlah, tapi sejak angkasa kasih sesuatu ke aurel, aurel jadi perlahan menjauhin aku,dan sahabat ku yang lain, tapi kali ini dia jadi baik, positif thinking aja ya, mungkin karena aurel ga punya pacar makanya gitu


"Sella?" panggil aurel


"E-eh, iya apa?" tanya ku


"Kamu kenapa melamun?" tanya aurel


"Kamu ada masalah?" tanyanya lagi


"Ga kok, aku gapapa" jawab ku


"Yakin kamu gapapa?" tanya nya lagi


"Iya, aku gapapa kok" jawab ku


"Perhatian banget kamu sama sella" ucap angkasa pada aurel


"Harus dong ka, kan aku sahabatnya" jawab aurel


"Ka?, emang angkasa lebih tua dari kamu?" tanya ku heran


"Ga kok, umur kita sama" jawab aurel

__ADS_1


"Terus kenapa kamu manggil ka?" tanya ku lagi


"Kan di nama angkasa ada *ka* nya, makanya aku panggil ka" jelas aurel


"Panggilan spesial nih" ceplos bianca


"Ga kok, mana tau ada yang lain manggil angkasa begitu" jawab aurel


"Ga kok, baru kamu yang manggil aku *ka*, sella aja manggil aku *sa*" jawab angkasa


"Jadi beneran panggilan spesial dari aurel nih?" tanya bianca senang


"Iya, dong, spesial dari aurel" jawab angkasa


"Berarti kalau spesial hanya aurel yang boleh manggil kamu gitu dong?" tanya nya lagi


"Astaga, ni anak kenapa cerocos terus sih, ga cape apa?" ucap ku dalam hati


"Atau dia mau jodohkan aurel dengan angkasa lagi?" tanya ku dalam hati


"Itu sih seterah aurel" jawab angkasa


"Beneran seterah aku nih?" tanya aurel


"Iya dong" jawab angkasa dengan senyum manisnya


"Nanti kalau sella marah gimana?" tanya aurel


"NGAPAIN NANYA KEK GITU SAMA GUE COBA, YA MARAH LAH GW, untung lu sahabat gw jadi gw ga terlalu overthinking banget sama lu, karena gw yakin lu bisa gw percaya, dan gw percaya lu ga bakal ambil angkasa dari gw" ucap ku dalam hati


"Sell?" panggil aurel


"Eh iya?, aku ga marah kok" jawab ku pasrah


"Beneran?" tanya aurel antusias


"Iya dong" jawab ku


"Yeyy, makasih sell" ucap aurel dengan senang


"Btw pesanan kita mana sih?,kok belum nyampe-nyampe?" tanya ku


"Iya nih kita juga" ujar bianca


"Halo kak, ini ya pesanan atas nama Angkasa, satu lagi atas nama, aurel" ucap pelayan cafe tersebut lalu menaruh pesanan itu dihadapan kami masing-masing


"Sama-sama" jawab pelayan tersebut


"Eh, sebelum makan fotbar dulu ga sie?" ajak aurel


"Boleh tuh" jawab bianca


"Kalian mau?" tanya aurel


"Kami mah mau aja" jawab angkasa


"Oke, ciss" ujar aurel yang sedang mem-foto mereka ber empat


"Kaa, fotbar yuk" ajak aurel pada angkasa


"Ayuk" jawab angkasa


"Pinjam nya pacar kamu sel" izin aurel


"Iya" jawab ku


"Bianca kamu duduk di sebelah sella ya, biar angkasa sama aku" suruh aurel


"Gapapa kan sel?,kamu ga marah kab?" tanya aurel


"Ga kok, aku ga marah" jawab ku


"Sella ga mungkin marah lah, kan cuman gini doang" ucap angkasa yang sama sekali ga ada merasa bersalah nya


Angkasa dan bianca pun bertukar posisi, sekarang posisi aurel dan angkasa seperti berpacaran, sedangkan aku dan bianca nya yang menjadi nyamuk


"Aaaaa, kamu ganteng deh di foto" ucap aurel


"Makasih au" jawab angkasa


"Au?, tadi rel, sekarang au?, yang bener yang mana ni?" tanya aurel


"Cie, ada yang dapat panggilan khusus juga nih" goda bianca


"Ah bisa aja lu" jawab aurel dengan malu


"Iya dong, kamu kan udah buat panggilan khusus buat aku, sekarang aku yang buat panggilan khusus buat kamu" ucap angkasa


"Behh, potek hati gw sa" ucap ku dalam hati

__ADS_1


"Makasii, ya, kaa" jawab aurel antusias


"Iya sama-sama" jawab angkasa


"Ehm, makan yuk, udah lapar aku nih" ucap ku


"Yuk" jawab aurel


Mereka pun makan dengan berisi perbincangan yang terlibat seperti asik sekali, tapi tidak dengan gisella, gisella terlihat sangat-sangat diam, dia yang anaknya selalu banyak omong, tapi kali ini terlihat pendiam, terlihat dia sangat tidak dianggap disitu


*******


"Haha, panas kan lu sel, liat aja gw bakal rebut angkasa dari lu!" ucap aurel dalam hati


"Gw harap pulang dari sini dia ga marah, cape gw ladenin cewe kayak dia, posesif mulu, mending sama aurel, dia udah cantik baik lagi" ucap angkasa dalam hati


"Aduhh, kayak nya pelakor satu ini panas deh, kasiann, makanya jangan rebut angkasa dari sahabat gue dong, liat aja nanti lu bakal jadi paling tersakiti, soalnya kan lu alay" ucap bianca dalam hati


"Aku lihat mereka sangat asik berbincang, dan aku disini seperti tidak dianggap, ah mungkin mereka anggap aku ada disini tapi kebawa asik sama obrolan mereka aja" ucap ku dalam hari berusaha positif thinking


*****


Saking asik nya mereka berbincang tanpa menganggap ada aku disini, selesai lah makan mereka begitu juga dengan ku, setelah ini kami akan siap-siap pulang, karena hari udah makin malam, aku juga takut papa dan mama khawatir kalau aku pulang kemalaman


"Aduh aku pulang sama siapa ya?" ucap aurel sembari melirik bianca, bianca yang dilirik itu pun tau maksud aurel


"Kamu ga bawa motor?" tanya angkasa


"Ga nih, tadi aku diantar abang" jawab aurel


"Oh yaudah kamu pulang sama aku aja, biar aku antar" jawab angkasa


"Loh, aku gimana?" tanya ku


"Iya, sella gimana dong?" tanya aurel


"Kamu kan bisa pulang sama siapa kek, minta jemput kek, jangan jadi cewe manja dong" jawab angkasa


"Mending pulang sama aku aja yuk" ajak bianca


"Hmm, boleh deh, ayuk" jawab ku


"Kami pulang dulu ya" pamit angkasa lalu langsung menuju parkiran gitu juga dengan aurel


Aku dan bianca pun pulang bersama, selama di perjalanan kami hanya diam-diaman saja, ga terasa aku sudah sampai dirumah, aku pamit dengan bianca lalu masuk ke dalam rumah


Terlihat papa dan mama sudah menunggu ku di ruang tamu


"Udah pulang?, mana pacar kamu yang jemput kamu tadi?" tanya papa


"D-dia, dia nganterin mama nya ke minimarket, ya ke minimarket!" ucap ku  berbohong


"Kamu lagi bohong ya?, kok gugup gitu jawab nya" tanya mama


"Ga kok, ma, aku ga bohong" jawab ku


"Papa ingatkan dengan kamu, jangan terlalu percaya dengan dia, jangan sampai kamu jatuh cinta terlalu dalam ke dia, papa belum percaya dia sepenuh nya" ucap papa


"Tapi pa, udah terlanjur... " jawab ku


"Kamu udah suka dia berapa lama?" tanya papa


"Aku udah suka dia dari awal masuk SMA pa" jawab ku jujur


"Oh, udah lama juga ya" ucap papa


"Tapi papa ingat kan sama kamu lagi sel, papa ga mau kamu tersakiti gara-gara cowo jahat, dan kamu jadi orang jangan terlalu polos, kamu harus selidiki dia, apakah dia ada dekat dengan perempuan lain?, atau perhatian dengan perempuan lain selain kamu" nasehat papa panjang lebar


"Iya-iya pa, aku akan selalu ingat nasehat papa" jawab ku


"Yaudah masuk kamar sana" ucap papa


"Oke pa, aku ke kamar dulu ya ma" pamit ku


"Iya" jawab mama


"Good night pa, ma" ucap ku lalu pergi menuju kamar ku


Sesampai nya di kamar aku langsung bersih-bersih dan mengganti baju ku, menjadi baju tidur, setelah siap semuanya, aku pun rebahan diatas tempat tidur ku sembari mengingat perkataan papa


"kamu jadi orang jangan terlalu polos, kamu harus selidiki dia, apakah dia ada dekat dengan perempuan lain?, atau perhatian dengan perempuan lain selain kamu"


"Papa ingatkan dengan kamu, jangan terlalu percaya dengan dia, jangan sampai kamu jatuh cinta terlalu dalam ke dia, papa belum percaya dia sepenuh nya"


Perkataan itu membuat ku berpikir berkali-kali, sehingga tak terasa mata ku mulai ngantuk dan.... tertidur....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Halo semua makasih yang udah baca cerita aku ya, semoga sukaa🙌🏻...

__ADS_1


__ADS_2