
"Mamaaa!!!" teriak ku dari kamar tidurku
"Ya kenapa?" tanya mama
"Aku mimpi buruk ma" jawab ku terisak
"Mimpi apa?" tanya mama sembari menenangkan ku
"Mama dan papa bakal tinggalin aku sendiri" ucap ku menangis
"Udah-udah, jangan nangis lagi, mama dan papa ga akan ninggalin kamu sayang" jawab mama yang kaget mendengar mimpi ku lalu mama menenangkan ku
"Aku takut ma" jawab ku yang masih menangis
"Ada apa ni?, kok gisella nangis?" tanya papa yang sudah pulang dari luar kota tadi malam di saat aku tidur
"Papa kapan pulang? Kok ga bilang" ucap ku lalu memeluk papa
"Tadi malam, kamu kan tidur, ga mungkin papa bangunin" jawab papa
"Oh ya, kenapa kamu nangis?" tanya papa bingung
"Aku mimpi mama dan papa bakalan ninggalin aku" jawab ku yang masih terisak
"Udah-udah, jangan nangis lagi nanti mata kamu jadi bengkak malah jelek, sekarang kamu mandi, nanti terlambat pergi sekolah" jawab papa sambil menyuruh ku pergi mandi
"Iya pa" jawab ku yang udah mulai tenang
"Yaudah mama sama papa ke bawah dulu ya, kamu mandi terus, mama mau siapin sarapan" ucap mama lalu mengajak papa untuk pergi ke ruang makan
"Semoga aja mimpiaku ga nyata, amit-amit" ucap ku sambil menggelengkan kepala
"Dahlah mending mandi" sambung lalu berjalan ke kamar mandi dan memulai mandi ku
Setelah selesai mandi Seperti biasa aku duduk di depan cermin sembari merapikan rambut ku, tapi kali ini dengan tatapan kosong, karena aku masih saja teringat dengan mimpi itu
"Sella, kamu gapapa?, kok lama di kamar?" tanya mama ku yang khawatir, yang entah sejak kapan di depan kamar tidurku
"Eh, gapapa kok ma, bentar aku masih merapikan rambut ku" jawab ku berusaha menenangkan mama yang khawatir di luar kamar ku
"Mama boleh masuk?" tanya mama
"Boleh kok ma, masuk aja" jawab ku
Mama pun masuk ke dalam kamarku dan melihat ku masih setia duduk di depan cermin dengan tatapan kosong
"Kamu kenapa?, kalau ada masalah cerita aja" ucap mama
"Gapapa kok ma" jawab ku berusaha menenangkan mama
"Yaudah, kalau ga mau cerita, mending sekarang turun terus makan, nanti terlambat ke sekolah" suruh mama padaku
"Iya ma" jawab ku
Lalu aku dan mama ku turun menuju lantai bawah lebih tepat nya ruang makan, setelah sampai di ruang makan, terlihat papa sedang menunggu kami sambil bermain handphone
"Eh, kenapa lama sekali kamu di kamar?" tanya papa lalu menutup ponselnya
"Aku-" ucapan ku yang terpotong karena Ponsel papa berbunyi
"Kalian makan saja deluan, papa Terima telpon ini dulu" ucap papa lalu pergi meninggalkan aku dan mama di ruang makan
"Yaudah kamu makan deluan, nanti terlambat" suruh mama
"Oke ma" jawab ku
Aku pun memakan makanan ku sampai habis tak bersisa, sedangkan mama hanya melihat ku makan, mungkin mama mau makan bersama papa nanti
"Ma, papa nganterin aku sekolah?" tanya ku
"Iya dong, udah siap makannya?" jawab papa yang tiba-tiba udah muncul saja
__ADS_1
"Udah pa" jawab ku
"Yaudah yuk langsung pergi aja" ajak papa
"Mama aku pergi sekolah ya ma" pamit ku pada mama
"Iya, Hati-hati" jawab mama
aku dan papa menuju sekolah dengan menggunakan mobil, di perjalanan aku masih saja teringat dengan mimpi ku, walaupun aku sudah berusaha melupakan mimpi tersebut, tapi aku pun mencoba berusaha melupakan itu lagi dengan cara selama diperjalanan aku melihat keluar jendela mobil dan menikmati angin sepoi-sepoi, dan sesekali aku melihat ponsel ku
"keasikan liat ponsel sampai lupa kita udah di sekolah ya" ucap papa menyadarkan ku dari ponsel
"eh, iya?" tanya ku sembari melihat keluar jendela, dan bener saja sudah sampai di sekolah
"yaudah aku sekolah dulu ya pa" pamit ku pada papa
"iya, Hati-hati" jawab papa
"iya pa" jawab ku lalu masuk ke dalam sekolah
tanpa aku sadari ada yang melihat ku dari jauh
"cantik ya cewek lu" ucap baskara
"biasa aja" jawab angkasa dengan muka datarnya
"ah masa?, cewek secantik itu jangan di sia-sia ini loh" goda devan
"berisik kalian semua, lebih cantik aurel lagi" ucap angkasa lalu meninggalkan temannya
"yaelah, ngambek dia?" tanya Devan
"mungkin, jadi kasian gw sama gisella" ucap baskara
"lu sih perintah nya gitu amat" jawab nevan
"tapi kan kalian setuju juga" jawab baskara
"udahlah jangan pada ribut bisa ga" bentak devan
...----------------...
"hai bub" sapa ku yang melihat angkasa berjalan ke arah ku
"kenapa harus ada dia si di sini" gumam angkasa yang tidak di dengar oleh gisella
"Hai juga" sapa angkasa balik
"mau kemana kamu bub?" tanya ku
"aku mau...." jawab angkasa dengan ragu
"mau kemana?" tanya ku lagi seraya mengangkat sebelah alis ku
"mau ketemu temen-temen ku, iya mau ketemu temen-temen" jawab angkasa gelagapan
"oh" jawab ku
"lagian ngapain kamu nanya kayak gitu, seterah dia dong mau kemana, lagian ini kan sekolah" ujar aurel yang tiba-tiba muncul
"kok kamu yang marah?" tanya ku dengan muka heran
"em, aku pergi dulu ya, aku mau ketemu teman-teman ku" pamit angkasa pada ku
"ya" jawab ku seadanya, lalu angkasa pun pergi
"udahlah, bubar-bubar, kerjakan apa yang bisa di kerjain" suruh aurel
"ya-iya, gausah galak-galak gitu" jawab aliza
kami pun pergi mengerjakan apa yang bisa di kerjakan, sebelum kami pergi, aurel sudah meninggalkan kami deluan
__ADS_1
Terlihat banyak anak murid dari sekolah lain yang datang untuk berlomba, dan ada juga guru pendamping serta orang tua para murid
"ramai ya" ceplos ku
"ya ramai lah" jawab aliza
"pasti yang ikut pinter-pinter semua" duga ku
"pasti itu mah" jawab aliza sambil mengancungkan jempol nya
karena di hari kedua ini mereka tidak ada kerjaan jadi mereka hanya berkeliling mengecek, pasti nya sambil mengobrol juga dong
"eh lu tau ga?" tanya aliza
"lu aja belum ngasih tau gimana gw mau tau" jawab aliza kesal
"hehe" jawab aliza cengengesan
"terus, kenapa diam?, lu mau nanya apa tadi?" tanya ku
"ga ada sih, biar ga boring-boring amat lah" jawab aliza sambil menyeringai
"gini amat punya teman" gumam ku yang ternyata masih di dengar oleh aliza
"gw denger ya sel…" ujar aliza
"eh, apa?, gw ga ada ngomong" jawab ku pura-pura gak tau
"hadeh, gausah pura-pura ga tau deh" jawab aliza sembari menggelengkan kepalanya
"hehe" jawab ku cengengesan
"Boring sih iya, tapi pantun aja kek" sambung ku
"lu mau pantun?" tanya aliza
"boleh si kalau ada" jawab ku
"hmm, bentar mikir dulu" ucap aliza dengan wajah yang serius
"aha!, gw punya pantun" ujar aliza antusias membuat ku kaget
"bikin kaget aja lu" ujar ku
"hehe, sorry" maaf aliza padaku
"iya gapapa, mau pantun apa lu" jawab ku penasaran
"Makan kupat dengan bakwan
Makin nikmat minum es kelapa
Tidak heran melihat teman
Datang terlambat tanpa dosa" pantun aliza yang secara sengaja menyindir ku
"kami nyindir aku?" tanya ku dengan wajah yang sedikit kesal
"emm, ga si, kalau tersindir, yaudah" jawab aliza sambil tertawa kecil
"sama teman sendiri gitu amat" ucap ku dengan wajah yang masih sedikit kesal
"maap, kan cuman bercanda, lagian lu baper-" ucapan aliza yang terpotong karena melihat orang yang dia kenal
"sel, itu bukannya angkasa sama aurel nya?" tanya aliza sambil matanya meneliti kedua insan tersebut
"loh iya, ngapain mereka?" tanya ku yang mulai negatif thingking
"samperin aja yuk" ajak aliza
aku dan aliza pun pergi menuju aurel dan angkasa yang jarak nya lumayan jauh
__ADS_1
"aurel!" panggil aliza
"angkasa…" panggil ku dengan suara pelan