
...masih di hari yang sama...
...*...
...*...
...*...
...*...
...*...
Tanpa mereka sadari ada yang melihat mereka di taman sejak daritadi, terlihat orang itu tersenyum serigai,dan mengepalkan tangan nya kuat, seperti ada yang tidak suka sama mereka
Setelah meninggalkan angkasa sendiri di taman, aku pun pergi kembali ke ruang osis dengan perasaan senang
"Lu kenapa senyum-senyum sendiri?" tanya aliza heran
"Kepo deh" jawab ku
"Ya kepo lah, mana tau lu kesambet setan senyum" ujar aliza
"Emang ada?" tanya ku
"Ada, lu" jawab aliza
"IH, JAHAT BANGET AKU DI BILANG SETAN" canda ku pura-pura marah
"Jangan marah dong" ucap aliza
"Gisella" panggil seseorang
Sang empu yang di panggil pun menoleh, dan mendapati angkasa sudah berdiri di belakang nya
"Angkasa?, kenapa?" tanya ku
"Nanti malam mau ga jalan-jalan?" tanya Angkasa
"Boleh, mau jam berapa?" jawab ku
"Jam 8 aja" jawab Angkasa
"Oke cayang" jawab ku
"Plis deh disini ada yang jomblo jangan mesra-mesra disini" ucap aliza
"Heh, lu mending jadian sana sama nevan, kasian tu anak halu mulu bisa jadian sama lu" ujar Angkasa
"Idih, nevan mulu, apa kaga ada yang lain gitu?" jawab aliza
"Ya kagak ada lah, cuman nevan yang suka sama lu" jawab Angkasa
"Udahlah, gw mau ke ruang osis, lu itu kaga?, atau gw tinggalin disini sama Angkasa" ucap aliza pada ku
"Tinggalin aja, lagian gw bisa nganterin dia ke ruang osis" jawab Angkasa
Aliza yang mendengar kan itu pun langsung meninggalkan ku
"Alizaa!, jangan tinggalin gw, tunggu!" teriak ku, dan membuat aliza menghentikan langkahnya
"Aku mau ke ruang osis ya, nanti kalau jadi kamu chat aku aja" ucap ku
"Oke, nanti aku jemput ya sayang" ucap Angkasa
"Emang kamu tau rumah aku?" tanya ku
"Ga si" jawab angkasa
"Yaudah, nanti aku kirim alamat rumah ku ya" ujar ku
"heh, gw udah belumut nunggu lu disini, Lama-lama gw tinggalin juga" ucap aliza yang tidak tahan dengan kemesraan mereka
"Aku ke ruang osis dulu ya sayang" pamit ku lalu meninggalkan Angkasa
"Lucu banget si" gumam angkasa
Dan lagi-lagi ada sepasang mata yang melihat mereka
"Pokok nya Angkasa harus jadi milik gw!" tegas seseorang tersebut
Mereka pun sampai di ruang osis..
"Ga kerasa ya nanti udah berakhir aja acaranya" ucap ku
"Iya nih, jadi sedih deh" jawab aliza
"Sama, aku juga sedih" ujar ku
Di saat mereka sedang asik berbincang tiba-tiba, bianca memasuki ruangan, dan melabrak ku dengan penuh emosi
__ADS_1
"Heh lo!" bentak bianca pada ku
"Loh, ada apa?, kok kamu marah-marah gitu sama gisella" ujar aliza
"Iya lah, temen lu itu pelakor tau ga!" bentak bianca lagi
"APA LU BILANG?, APA MAKSUD LU BILANG GITU?!" tanya aliza yang sudah emosi
"IYALAH, SAHABAT GW TU UDAH SUKA ANGKASA DARI LAMA TAU GA!" ucap bianca
"DAN LU, SE-ENAK NYA AMBIL ANGKASA GITU AJA" kesel bianca padaku
"SIAPA SAHABAT MU ITU HA!?" tanya aliza dengan penuh emosi
"LU GA PERLU TAU SIAPA, YANG JELAS SEKARANG SAHABAT GW LAGI NANGIS GEGARA LIAT LU SAMA ANGKASA, GW GA MAU TAU LU PUTUSIN ANGKASA!" bentak bianca padaku
"GW INI BUKAN PELAKOR YA!, ANGKASA YANG DEKETIN GW DELUAN" bentak ku pada bianca
"ada apa ini?, kok ribut-ribut?" tanya aurel yang baru masuk ke dalam ruangan
"Ga ada kok, cuman masalah PELAKOR ini doang" jawab bianca menekan ucapan nya di bagian pelakor
"Pelakor?, siapa?" tanya aurel
"Itu" tunjuk bianca pada ku
"Apasih lo!" ucap ku tak Terima di bilang pelakor
"Udah-udah, jangan ribut lagi, nanti di liat sama orang gimana, kita lagi ada acara loh, untung ruang ini lumayan jauh dari ruangan lain" ujar aurel
"Iya-iya aurel sayang kuu" jawab bianca
"Yaudah keluar yuk" ajak aurel pada bianca
"Ayukk" jawab bianca
Mereka berdua pun keluar. Aku pun termenung dengan tatapan kosong, tak percaya di bilang pelakor
Mereka pun kembali bekerja seperti semula, hingga waktu makan siang pun tiba, mereka pun makan dengan canda tawa, setelah 15 menit istirahat mereka kembali bekerja, dan mereka kerja sampai akhir acara
"ga kerasa ya udah selesai aja acaranya" ucap aliza sedih
"iya nih, bakalan kangen si sama acara ni" jawab ku
"alah lebay banget lo, kan tahun depan masih ada" ucap bianca yang tiba-tiba muncul
"apasih lo, gw itu ngomong nya sama pelakor ini bukan sama lo!" ujar bianca
"lo masih katain dia pelakor?, lu kali?!" jawab aliza emosi
"udah-udah jangan berantem, mending kita gabung sama anak osis lain, tuh liat mereka lagi bersihin halaman tempat acara" ucap ku
"ayok, gw juga ga mau lama-lama disini sama mak Lampir ini" jawab aliza lalu menarik tangan ku menuju anak osis yang sedang bersihin halaman
setelah 15 menit mereka membersihkan halaman tempat acara, akhirnya selesai juga, karena telah selesai membersihkan halaman tersebut, kami di perbolehkan pulang, karena mengingat waktu yang sudah magrib
"Gw pulang dulu, dadah sella" pamit aliza
"Dadah juga aliza" jawab ku
Kami pun pulang ke rumah masing-masing, karena kami pulang magrib aku sampai lupa bahwa angkasa mengajak ku jalan-jalan malam ini
"Eh anak mama udah pulang" ucap mamaku
"Iya ma" jawab ku seadanya
"Yaudah, mandi sana, mama mau siapkan makan malam dulu" ujar mama
"Oke ma" jawab ku lalu ke kamar tidurku
"Aduh capek banget deh" ujar ku lalu merebahkan tu bukan ku dikasur
"Mandi dulu deh, baru rebahan" ucap ku lalu mengambil handuk dan menuju kamar mandi
Setelah 15 menit, mandi ku pun selesai, aku menuju lemari pakaian dan mencari pakaian tidurku, setelah menemukan pakaian yang ingin ku pakai, aku pun memakai nya dan setelah itu merebahkan tubuhku di kasur kembali
Jam menunjukkan pukul 19:30
TING
Tiba-tiba terdengar suara notif ponselku , aku pun langsung membukanya dan terlihat nama angkasa tertera layar ponselku
***
"Sel, kamu ga lupa kan?" tanya angkasa
"Lupa apa?" tanya ku balik
"Nah kan pasti lupa" ucap angkasa
__ADS_1
"Apa??" tanya ku kembali
"IH AKU KAN TADI NGAJAK JALAN" jawab angkasa
"Oh ya-ya" jawab ku
"Yaudah, aku siap-siap dulu" ucap ku
"Y" jawab angkasa singkat
***
"Ni anak kenapa dah?" gumam ku
"Udah lah daripada dia tambah marah mending aku siap-siap, buat pergi" ucap ku
Aku pun pergi ke lemari baju dan memilih baju yang ingin aku pakai, setelah dapat aku pun memakai nya,lalu keluar dari kamar dan menuju lantai bawah
Terlihat mama dan papa sedang duduk di ruang tamu, aku pun menghampiri mama dan meminta izin nya untuk keluar bersama angkasa
"Papa mau pacar kamu yang minta izin sama kami" ucap papa
"Tapi pa-" jawab ku
"Ga ada tapi tapian!" ujar papa
Ya orangtua mana yang ga khawatir anak perempuannya keluar malem-malem, apalagi anak tunggal
Setelah mendengar pernyataan itu aku pun langsung menelpon angkasa dan sedikit menjauh dari orang tua ku
"Ya ada apa?" tanya angkasa di dalam telpon
"Maaf ni, tapi papa ku mau kamu yang minta izin gimana?" ujar ku
".... " terlihat tidak ada jawaban dari angkasa
"Sa??" panggil ku
"Eh iya" jawab nya
"Gimana?" tanya ku
"Iya deh aku yang minta izin" jawab angkasa
"Yaudah deh makasiii, aku tunggu dirumah ya" ucap ku lalu mematikan telpon
Beberapa menit kemudian...
Sampailah angkasa di rumah ku, dia terlihat sangat tampan!, lalu aku menyuruh nya masuk dan meminta izin pada orang tua ku
Terlihat ekpresi papa ku datar, bukan datar, tapi sangat datar, tapi tidak dengan mama, mama dengan ekpresi andalan nya ya itu senyum!, aku tidak tau papa suka atau tidak suka dengan angkasa
"Kamu jagain anak saya, jangan sampai anak saya sakit sedikitpun!" ujar papaku
"Siap om" jawab angkasa
"Yaudah aku sama angkasa pamit dulu ya pah" pamit ku
"Iya, Hati-hati" jawab papa
"kamu jangan bawa motor kencang-kencang" ucap papaku pada angkasa
"Aman om" jawab angkasa
"Saya pegang ucapan kamu" ucap papa
Aku dan angkasa pun langsung pergi meninggalkan rumah ku
"Kamu udah makan?" tanya angkasa
"Ha apa?" tanya ku karena ga dengar
"Udah makan blom?" tanya nya lagi
"Ohh, belum" jawabku
"Yaudah mau makan dimana?" tanya angkasa
"Makan di tempat cafe langganan aku ajaa" ujar ku
"Oke" jawab angkasa
Kami pun sampai di cafe itu dan masuk ke dalam nya, sampai di dalam cafe itu angkasa di buat terkejut karena ada seseorang disitu
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Halo semua makasih yang udah baca cerita aku ya, semoga sukaa🙌🏻...
maaf ya telat update🙏🏻
__ADS_1