
"Kalian lagi ngomongin angkasa ya?" tanya ku memastikan
"Eh anak mama udah siap ganti baju, sini duduk sama aliza, mama ada buatkan cemilan sama minuman" ucap mama
"Makasih ma" jawab ku
"Btw pertanyaan tadi blom di jawab loh" ucap ku
"Iya kami lagi bicarakan pacar yang sangat kamu percaya itu" jawab papa
"Kamu kasih tau semua yang terjadi di angkasa sama papa ya za?" tanya ku
"Harus, soalnya kamu payah, cuman percaya sama angkasa doang, sama sahabat nya ga percaya, sampe segitu nya kah ga mau kehilangan angkasa?" jawab Aliza
"Za, kamu tau kan aku udah lama suka sama angkasa, jadi aku ga mau kehilangan dia" ucap ku
"Sella, dengerin papa baik-baik ya, selama apapun kamu suka sama cowok, dan kalau cowok itu ga baik sama kamu, jangan di pertahanin, karena nanti ujung-ujung nya kamu sakit hati, apalagi papa dengar dia playboy-" ucap papa terpotong karena ucapanku
"Papa, dia itu ga playboy pah, papa jangan percaya, kalau pun dia playboy, pasti dia ada niatan berubah juga kan? " jawab ku
"Dengerin dulu papa ngomong, jangan kamu potong ucapan papa" ucap papa
"kalau dia ada niatan berubah pasti ga bakalan deketin cewek lain lagi, pasti kamu diperhatikan, kamu di spesial kan, tapi apa?, malahan dia kasih bunga sama cewek lain sedang kan kamu?, ga pernah sama sekali, cuman ngajak ke cafe doang kan?, itupun sekali, dan pulang nya kamu ga diantar dia lagi kan?, malahan kamu pulang sama bianca, kamu pikir papa ga tau apa-apa tentang hubungan kamu dengan dia, waktu kamu pulang dari cafe itu kamu bohong kan?, angkasa ga bisa antar kamu pulang karena dia ngantar aurel kan?, kamu berbohong supaya papa ga marah sama dia kan?" cerocos papa panjang lebar, dan papa berhenti ngomong sebentar karena mau minum
"Loh, beneran itu sel?, terus bianca ada bilang apa sama kamu?" tanya aliza
"Iya itu benar, bianca ga ada bilang apa-apa sama aku, selama perjalanan menuju rumah ku kami saling diam aja, tapi pas di cafe dia melirik dan senyum sama aku seperti tanda tidak suka" jawab ku
"Pasti ada tersimpan rahasia, atau ada makna lain makanya dia seperti itu" ucap papa
"Sekarang kamu ceritakan semua kejadian kamu di cafe" sambung papa
"Pas kami sampai di cafe, angkasa terlihat terkejut karena ada aurel dan bianca di cafe itu, tapi pas aku tanya dia bilang gapapa, terus pas angkasa duduk di samping aku, aurel minta fotbar sama angkasa, ya angkasa Terima aja, pada akhirnya angkasa duduk sebelah aurel, dan bianca duduk di sebelah ku, ya selama di cafe aku diam aja, karena aku disitu seperti ga dianggap, padahal aku pacarnya, malahan mereka mesra-mesraan" cerita ku tentang di cafe kemarin
"Wah, kamu harus putusin angkasa sel, jangan mau kamu di bodoh-bodohin sama dia, semua bukti sudah terkumpul buat kamu putusin angkasa, ketika kamu minta putus, kamu harus tanya kenapa dia mau pacarin kamu" ujar aliza
"Papa setuju dengan aliza, semua yang di omongin sama aliza itu benar, kamu harus percaya sama aliza, aliza itu sayang sama kamu, dia ga mau kamu tambah sakit hati nantinya, jangan terlalu positif pikiran kamu, kalau sekali atau dua kali gapapa, tapi ini udah lewat tiga kali, itu ga bisa dibiarin kamu harus putusin dia" jawab papaku
"Aku imbang-imbangin dulu ya pa" jawab ku
"Astagaa, padahal udah jelas-jelas loh buktinya, kok kamu masih imbang-imbangi, okelah aku maklumi karena kamu sesayang itu sama angkasa dan se cinta itu sama dia, tapi ingat kalau kamu ga mau putusin dia, aku yang bakalan chat minta putus sama dia" ucap aliza geram
"tapi karena ucapan kalian aku mulai curiga juga sama angkasa sih..." ucap ku dalam hati
"Yaudah, papa juga setuju sama aliza, pantau terus sella ini ya aliza" ucap papa
"Aman itu om, bersama aliza sella aman" jawab aliza sambil memperagakan hormat
__ADS_1
"Yaudah makan cemilan nya aliza" ucap mama
"Baik tante, lumayan untuk ngisi perut,habis ngomong panjang lebar" jawab aliza lalu mengambil cemilan nya lalu di makannya, papa dan mama yang mendengar ucapan aliza pun tertawa, sedang kan aku diam saja
Aku pun terdiam karena omongan papa dan aliza membuat ku berpikir-pikir lagi, sebenarnya saran mereka benar untuk aku putusin angkasa, karena makin hari angkasa tambah dekat sama aurel, layak nya seperti orang pacaran, bahkan sampai ada rumor bahwa mereka pacaran
Di saat aku terdiam karena sedang melayang di pikiran ku, Tiba-tiba aliza mengagetkan ku
"Sell, liat deh foto profil nya aurel" ucapan aliza membuatku penasaran begitu juga dengan mama dan papa yang ikut melihat
"Couple?, dia couple sama siapa?, udah punya pacar dia?" tanya ku sama aliza
"Liat coba nomor angkasa, mungkin couple sama angkasa" jawab aliza
Aku pun membuka ponsel ku, dan membuka whatsapp, karena nomor dia aku sematkan jadi langsung terlihat, dan benar saja foto profil nya couple dengan aurel
"Nah kan benar apa yang aku bilang, pasti mereka ada hubungan, ga mungkin engga, kamu harus putusin sell" yakin aliza
"Coba aku tanya dulu ya" ucap ku
Aku pun mengirim pesan sama angkasa,padahal dia online tapi balas nya lumayan lama, lagi nge-chat sama siapa ya dia?, aurel online juga, kayak nya benar apa yang dibilang aliza, aku harus putusin angkasa sebelum aku sahit hati, sebenarnya ngeliat mereka pulang bareng aja udah sakit apalagi lebih dari itu, tapi aku cinta banget sama angkasa
*****
Ting...
"Kamu yakin itu ga couple?, kamu yakin aku salah liat?" tanya ku
"Iya lah, itu karena nyambung foto nya terus aku potong makanya terlihat couple" jawab angkasa
"Oh yaudah" jawab ku
"Kamu masih percaya sama aku?" tanya angakasa
"Ngapain kamu nanya begitu?, jujur, aku sekarang ga sepenuh nya percaya sama kamu lagi" jawab ku
"Loh kenapa?" tanya angkasa
*****
"karena foto nya nyambung makanya bisa couple sa, kamu pikir aku ini bodoh kali gitu?, bahkan penjelasan kamu itu udah membuatku semakin curiga" ucap ku dalam hati
Aku tidak lagi membaca pesan dari angkasa, karena pikiran aku sudah tidak bisa diajak kerja sama lagi
"Gimana, apa jawab dia?" tanya aliza
"Dia bilang ga couple, itu fotonya nyambung makanya dia potong" jawab ku
__ADS_1
"Alah alesan, bilang aja couple, takut ketahuan gitu kali bohong nya, dikiranya aku bodoh kali ya" jawab aliza
"Yaudahlah seterah kamu sel, intinya kamu harus putusin dia" ucap aliza
"Oh ya, udah sore ni om, tante, aliza pulang dulu ya, takut nanti orang tua aliza khawatir lagi" pamit aliza
"Oh iya-iya, hati-hati ya bawa motor nya, jangan ngebut-ngebut, Oh ya kirim salam juga sama mama kamu ya" jawab mama
"Aku pulang ya sel, bye" pamit aliza padaku
"Iya byee" jawab ku
Setelah pamit aliza pun langsung keluar dan meninggalkan rumah ku, karena tidak ada aliza lagi, aku pamit sama orang tua ku, ke kamar ku, karena aku mau memikirkan nya lagi, karena aku terlalu kepikiran pada akhirnya aku tertidur, karena sih aku emang ngantuk
Aku pun tertidur dari sore hingga pukul delapan malam, karena aku belum makan, mama pun membangun kan ku, Sebenarnya aku masih ngantuk, tapi aku harus bangun untuk makan baru nanti tidur lagi
Aku pun berjalan melewati tangga menuju ruang makan, sesampai nya disana, aku melihat papa dan mama sudah duduk di meja makan, hanya tinggal menunggu ku saja, aku pun menarik kursi meja makan lalu duduk, dan memakan nasi goreng yang sudah di masak oleh mama
***********
ANGKASA
"Ni anak kenapa dah?" ucap ku heran
"Apa dia tau foto profil gw itu couple?, kalau dia tau baguslah, tapi dia tau kalau gw couple sama aurel?" tanya ku
"Pasti dia lagi marah, atau ga ya slow respon, bilang aja cemburu lu kan sama aurel, tapi bagus deh kalau dia minta putus sebelum 1 bulan, jadi gw bisa public kalau gw punya pacar secantik aurel" ucap ku lagi
"Hmm, gw buat dia tambah marah kali ya, biar cepat diputusin, kan dia balas pesan gw lama, jadi gw bisa jadiin alasan marah gw" ucap ku lagi
"Haha gasabar deh gw, pasti besok berantem lagi" ucap ku sambil ketawa terbahak-bahak
"tapi pasti si nevan itu akan mengomel ke gw, karena masalah itu, gitu amat dah si nevan sama sella, padahal dia ga cantik, biasa aja" kesal angkasa
*****
GISELLA
"akhirnya selesai makan juga, jadi bisa lanjut tidur deh, eh tapi nanti aku cek ponsel ku dulu deh, kayaknya aku belum jawab pesan angkasa yang tadi sore deh, tapi malas banget jawab pesan dia, palingan nanti ujung-ujung nya berantem juga ga si?, tapi dia kan ga pernah marah sama aku" ucap ku dalam hati, karena aku masih di ruang makan jadi aku takut kedua orang tua ku dengar
Sebelum ke kamar, aku membantu ibu membersihkan meja makan sembari menyuci piring, setelah selesai aku nyantai bentar sambil nonton TV
Karena mataku sudah mulai ngantuk, pada akhirnya aku pergi menuju kamarku, setelah sampai di kamar aku merebah kan badan ku di kasur, lalu membuka ponsel, masih terlihat pesan angkasa yang belum aku jawab, tapi dia ga ada ngirim pesan lagi, gengsi?, atau emang fakta akan hal itu?
"Ah, sudah lah, dari pada dipikirin mending tidur aja lah aku, udah ngantuk lagi, padahal baru aja bangun tadi" ucap ku lalu menutup mataku sembari mendengarkan lagu, dan tak lupa juga menghalu
Karena alunan musik yang bagus dan seru, aku pun tertidur, tapi biasanya aku sangat susah tidur kalau lagi ada masalah, tapi kali ini malah bikin tambah ngantuk, mungkin karena ga terlalu aku pikirin.....
__ADS_1