
Kringg.... Kringg... Kringg...
Bunyi istrahat pun berbunyi, para murid berhamburan keluar kelas, dan tinggal lah, aku, Olivia, Aurel, aliza, dan alika
"Weh ke kantin yuks" ajak alika
"Aku ga deh, aku mau kasih bekal ini dulu sama angkasa" jawab ku sembari memegang kotak bekal yang ku bawa dari rumah
"Ya ampun, hati kamu tu terbuat dari apasih, kok bisa masih sabar, mana mau kasih bekal lagi" ucap Olivia
"Tenang guys, ini bekal terakhir untuk angkasa" ujar aliza
"Bekal terakhir?, berarti habis kasih bekal ini putus?" tanya olivia
"Iya dong, yakali sella mau bertahan sama cowo modelan dia" jawab aliza
"Unik juga, boleh tu di coba" ujar alika
"Mulutmu mo nyoba gitu, orang ga mau cowok modelan gitu, datang kau mau aja" jawab aliza
"Seru tau, jadi nanti aku pura-pura polos kek sella terus nanti kalau udah selesai mainnya baru kita bantai" ucapĀ alika
"Stress" ujar olivia
"Ngatain orang mulu" jawab alika
Kami pun bercanda tawa, sedangkan aurel yang masih berada di dalam kelas hanya diam, ya karena dia sedang menulis catatan
Tiba-tiba saja datang angkasa dengan teman-teman nya dengan ekspresi yang sulit di jelaskan
Angkasa pun berjalan ke arah ku, lalu dia perhatikan aurel terlebih dahulu baru berbicara dengan ku
"Sella, kamu mau putus sama aku ya?" tanya angkasa dengan nada lemah lembut
Sella yang mendapat pertanyaan itu pun bimbang untuk menjawab, karena dia masih gamon (gagal move on), tapi aliza yang geram pun menyinggung lengan ku, memberi kode untuk segera menjawab pertanyaan angkasa dengan tegas dan tidak lemah lembut
"Kok kamu tau?" tanya ku heran
"Soalnya aku dikasih tau aurel, kalau kamu lagi bicarain aku sama teman-teman kamu, dan kamu mau mutusin aku" jawab angkasa, lalu aku pun melirik aurel yang berada di meja seberang
"Ohh, bener kok" jawab ku mantap
"Kok kamu tega sih mutusin aku?" tanya angkasa
"Yaelah, gausah gitu dong, kami ini udah tau sifat asli kau ya" ujar aliza
"Apasih lo, diam deh, gausah banyak ngomong lo, gw disini berurusan dengan sella, bukan lo" kesal angkasa
"Iyain deh" jawab aliza
__ADS_1
"Kamu beneran mau putus?" tanya angkasa
"Iya" jawab ku yakin
"Beneran?, jangan nyesel loh nanti" tanya nya lagi yang membuat ku diam
"Heh, lo itu budeg atau gimana?, ga denger dia bilang iya?" kesal aliza
"Gw kan meyakinkan aja, yakali dia mau putus dari gw, soalnya dia kan cinta sama gw" jawab angkasa
"Sell, jawab sell, jangan diam, kalau kamu diam berarti lemah!" ujar aliza
"Aku mau putus, kamu dengar kan?, jangan banyak tanya lagi!, aku mau putus!" ucap ku
"Oke, kalau kamu mau putus" jawab angkasa
"Jadi karena kita udah putus, gw mau bilang, selama kita pacaran, gw ga cinta sama lu, gw cuman cinta sama aurel sahabat lu itu" ucap angkasa sembari menunjuk aurel
"Dan kenapa bisa gw pacarin lu tapi gw nya ga cinta?, karena lu itu cuman bahan taruhan, mereka yang maksa gw buat pacarin lu, sedangkan gw cinta nya itu sama aurel" sambung nya lagi
"COWOK GILA!, BENAR-BENAR GILA! , GA PUNYA OTAK APA?!" bentak aliza yang membuat angkasa dan aurel terkejut
"HEH!, YANG LO SALAHIN ITU SAHABAT LO ITU!, KENAPA HARUS DIA YANG TERPILIH JADI BAHAN TARUHAN!, DAN SALAH SENDIRI UDAH JATUH CINTA SAMA GW" bentak angkasa
"TAPI LO BILANG LAH DARI AWAL KALAU LU ITU CUMAN PURA-PURA CINTA!, BUKAN CINTA BENERAN, GARA-GARA LO, DIA SAKIT HATI, KALAU DIA SAMPAI TRAUMA SAMA COWOK GIMANA?, LO ITU BENAR-BENAR GILA!" bentak aliza yang emosi bukan maen
Aku terduduk lemas di kursi ku setelah mendengar pernyataan dari angkasa yang sangat menyakitkan, ternyata benar kata papa, jangan terlalu cinta sama angkasa, aku ga sanggup buat ngomong lagi, kubiarkan saja aliza yang mengeluarkan emosi nya, sebagai perwakilan dari aku
Sedang aurel?, dia hanya melihat pertengkaran itu dari bangku seberang, terlihat dia sangat puas dengan pernyataan angkasa, dan sedangkan kawan-kawan nya angkasa hanya terdiam melihat pertengkaran angkasa dan aliza
"Sell, kamu gapapa?, ayok mending kita ke kantin aja?, atau mau disini aja?" tanya aliza lembut
"Aku mau disini aja" jawab ku
"Ga mau jajan?" tanya aliza
"Ga, aku lagi ga nafsu makan" jawab ku
"Alah alay lo" ujar angkasa
"HEH LO MENDING KELUAR SANA" usir aliza
"Tanpa lo suruh keluar gw udah mau keluar ini,ngapain gw lama-lama sama kalian, ogah!" jawab angkasa
"Aurel sayang, ayok kita ke kantin" ajak angkasa
"Ayok sayang" jawab aurel
"Ga nyangka ya, sahabat NIKUNG sahabat nya sendiri" sindir aliza
__ADS_1
"Apa maksud lo itu nyindir cewek gw?" tanya angkasa
"oh merasa ya?" tanya aliza
"JELAS-JELAS LU LAGI NYINDIR PACAR GW, MAKSUD LU ITU APA!" bentak angkasa
"MAKSUD LU APA?, JELAS-JELAS DIA YANG NIKUNG GW, GW DELUAN SUKA SAMA ANGKASA DARI PADA DIA, JADI GW BERHAK DAPATIN DIA" kesal aurel
"LU SUKA DELUAN?, BOHONG KALI YA LU, YANG SUKA DELUAN SAMA ANGKASA ITU SELLA!, SETELAH SELLA SUKA SAMA ANGKASA BARU LU, LU KAN PALING SUKA NGEREBUT KEBAHAGIAAN SELLA!" jawab aliza
"KENAPA LO DIAM AJA, BELAIN GW DONG, JANGAN ALAY LO, PURA-PURA MERASA TERSAKITI" ucap aurel pada ku sembari mendorong ku
karena aurel mendorong ku terlalu kuat, aku pun oleng dan hampur terjatuh, lalu di pegangin oleh seseorang, lalu aku melihat ke seseorang tersebut, yang ternyata itu adalah Reygan yang entah sejak kapan melihat kami berantam
"HEH LO JADI CEWE KASAR AMAT, PADAHAL KAN KALIAN ITU SESAMA CEWE" ucap reygan tak Terima aku di dorong
"SIAPA SIH LO, IKUTAN AJA, LAGIAN INI URUSAN KAMI, DAN LO ITU PENDATANG, JADI GAUSAH IKUT CAMPUR!" jawab aurel
"HEH SIAPA SIH LO!, DARI TADI YA GW LIATIN LO ITU SELALU BELA DIA, APA JANGAN-JANGAN KALIAN PACARAN DI BELAKANG GW YA?!" tanya angkasa
"dia itu reygan sa, Anak geng sebelah" jawab nevan
"OH ANAK GENG SEBELAH TOH" jawab angkasa
"BELAGU BANGET LO" sambung angkasa
"hahaha, lo kali yang belagu" jawab dengan dibarengi ketawa
"Kenapa?, lo cemburu gw selalu bela dia?, lagian kalian udah putus, ga ada hak lo buat marah ke dia lagi, dan lu tadi bilang apa?, dia pacaran di belakang lu?, ngaca deh lo, kan lo yg pacaran di belakang dia" sambung Reygan
"Oh lu ceramahin gw?, ga mempan bro" ucap angkasa yang sudah kalah ngomong dan pergi meninggalkan mereka
"Sayang!!!, tunggu aku" ucap aurel pada angkasa
"Yaelah, kalah ya?, makanya pergi" ucap Reygan
"Makasih ya udah mau belain aku" ucap ku pada Reygan
"Gausah Terima kasih kali, masalah kecil itu mah" jawab Reygan menyombongkan diri
"Suka bilang aja bro, gausah gengsi" ucap narvan
"Diam deh lo, cepu amat jadi orang" jawab Reygan
"Eh aku mau ke kantin dulu ya, makasih atas bantuan nya tadi" ucap ku lalu menarik tangan aliza
"Ikut dong" ucap Reygan lalu menyusul mereka ke kantin
"Tambah deket ae tu Reygan" ucap narvan kepada teman-teman nya
__ADS_1