
tringg... tringg.. tringg...
bunyi alarm yang nyaring membuat ku bangun, aku pun duduk dan mengumpulkan nyawa ku terlebih dahulu, lalu mengambil ponselku dan membuka nya
"HA UDAH JAM 6:00" ucap ku kaget
"BISA-BISA AKU TERLAMBAT NIH" sambung ku lagi
"ada apa pagi-pagi udah ribut?" tanya mama
"aku terlambat ke sekolah maa" jawab ku lalu pergi mengambil handuk dan menuju kamar mandi, sedangkan mama yang melihat itu hanya tertawa saja
aku pun melakukan aktivitasku di kamar mandi dengan secepat mungkin agar tidak terlambat, setelah selesai di kamar mandi aku langsung bergegas menuju lemari pakaian dan mencari seragam sekolah tu, tapi seragam sekolah ku tidak ada di lemari
"loh-loh mana seragam sekolah ku?" tanya ku panik
"mama seragam sekolah ku kok ga ada di lemari?" tanya ku dari kamar, ntah terdengar oleh mama atau tidak
"itu di atas tempat tidur mu, udah mama siapin" jawab mama dari lantai bawa yang ternyata terdengar oleh mama
"yaelah kalau tau ada di atas tempat tidur ngapain aku cari ke lemari pakaian lagi, bikin lama aja" cerocos ku
aku pun langsung memakai seragam ku dan merapikan rambut ku di depan cermin
"oke udah rapi sekarang tinggal turun ke bawah terus makan baru berangkat ke sekolah, semoga saja ga terlambat" ucap ku lalu pergi meninggalkan kamar menuju lantai bawa lebih tepatnya ruang makan
"makan di rumah kamu kan?" tanya mama karena kalau aku terlambat selalu di bawain bekal
"iya ma, soalnya kalau bawa bekal mah susah, apalagi nanti ada acara" jawab ku kalau duduk di meja makan
"oh yaudah, makan terus biar ga terlambat" suruh mama padaku
"iya ma" jawab ku lalu menyantap makanan tersebut dengan lahap
karena papa belum pulang dari luar kota jadi aku dan mama saja yang makan, sedikit ada obrolan di antara mama dan aku, hingga aku pun selesai makan begitu juga dengan mama
"kamu mau mama antar, atau bawa motor sendiri?" tanya mama padaku
"bawa motor aja deh ma, soalnya belum tau pulang jam berapa" jawab ku yang di angguki oleh mama
"yaudah,nanti kalau pulang langsung pulang jangan pergi-pergi ga tentu" jawab mama
"iya ma, aku pergi dulu ya" pamit ku pada mama
"iya, Hati-hati" jawab mama
setelah berpamitan pada mama aku pun meninggalkan rumah pergi menuju sekolah, aku membawa motor ku dengan tidak terlalu kencang sambil menikmati jalanan yang terlihat ramai sekali, ada yang pergi sekolah dan ada juga yang pergi kantor, dan ada juga anak mahasiswa, dan tentu nya menikmati angin sepoi-sepoi juga
tak terasa sudah sampai di sekolah, yang penuhi dengan hiasan dan papan bunga ucapan selamat datang, aku pun memikirkan motor ku di parkiran sekolah, dan langsung berjalan menuju ruang osis tentu nya, lagi berjalan tiba-tiba aku teringat sekarang udah jam berapa, aku pun membuka ponsel ku
"udah jam 7:05, terlambat ga ya?" tanya ku lalu langsung mempercepat langkah ku menuju ruangan
setelah sampai di ruangan terlihat aliza dan banyak anak osis yang sudah pada datang dan mengerjakan tugas nya masing-masing, tapi tidak terlihat aurel sama sekali, aku pun meletakkan tas ku lalu ikut bergabung sama mereka membantu mengerjakan tugas yang di suruh oleh bianca
"Hai, sorry ya telat" sapa aurel kepada semua yang berada di ruangan tersebut, dan pasti nya dia baru datang
"iya, gapapa kok" jawab bianca sambil tersenyum
__ADS_1
"oh ya rel, kamu pergi bantu di panggung sana, memeriksa apa saja yang belum" suruh bianca pada aurel
"oh, oke" jawab aurel lalu pergi menuju panggung
"gisella" panggil bianca padaku
"iya ada apa?" tanya ku
"tolong bantuin aurel di panggung" suruh bianca
"owh, oke" jawab ku lalu pergi menuju panggung dimana jadi tempat pembukaan acara
"rel, ada yang bisa aku bantu?" tanya ku menawarkan bantuan
"ada nih, tolong dong taruh mic nya di situ" suruh aurel sambil menunjuk ke samping aku
"oke" jawab ku lalu menaruh mic nya di tempat sesuai yang di suruh aurel
ternyata ada yang melihat mereka bekerja dari kejauhan..
"ciee, yang ngeliatin pacarnya terus" goda baskara
"siapa yang ngeliatin dia, gw ngeliatin aurel" jawab angkasa kesal
"lu suka sama aurel?" tanya Devan
"iyalah, masa gw suka sama gisella" jawab angkasa
"kalau lu suka sama aurel, kenapa ga putusin aja bro, kasian jangan di dua-in" ucap Nevan
"gw ga bakalan putusin dia, sebelum dia minta putus" jawab angkasa sambil tersenyum puas
"ya serah gw dong, intinya taruhan kita belum selesai" jawab angkasa dengan ekspresi bodoamat
terlihat aurel turun dari atas panggung menuju ruang osis,angkasa yang melihat itu pun langsung mengejarnya
"Hai, boleh minta nomor wa nya ga? tanya angkasa dengan lembut
" boleh tapi untuk apa?, bukan nya kamu udah punya pacar ya?" tanya aurel bingung
"gisella?, taruhan doang itumah" jawab angkasa jujur
"oh" jawab aurel lalu mengasih nomor wa nya kepada angkasa
"makasih ya" ucap angkasa lalu pergi dengan gembira meninggalkan aurel yang masih mematunh menatap angkasa dengan ekpresi yang tak bisa dijelaskan
sementara itu aku yang melihat hal itu bisa diam saja, karena aku tidak tau hal apa yang sedang di bicarain oleh mereka, lalu aku pun turun dari panggung karena tugas ku sudah selesai dan juga karena sudah ramai orang
"udah selesai?" tanya aliza yang tiba-tiba berada di hadapan ku
"udah, kalau kamu udah selesai?" tanya ku balik
"udah dong, makanya aku langsung ke sini" jawab aliza
"btw, ngapain cowo kamu minta nomor wa sama aurel?" tanya aliza curiga
"emang kamu denger perbincangan mereka?" tanya ku
__ADS_1
"ya dengar lah, aku di belakang mereka tadi, tapi aku sembunyi" jawab aliza cengengesan
"ada-ada aja kamu ini" jawab ku ketawa
"untuk apa ya, angkasa minta nomor aurel?" tanya aliza yang masih penasaran
"mungkin mau tanya-tanya aja, atau cuman mau nambah kontak" jawab ku positif thinking
"daripada berdiri-diri di situ, mending kerjakan tugas kalian masing-masing" ucap ketos yang tiba-tiba muncul di hadapan kami
"tapi tugas kami udah selesai" jawab aliza
"udah selesai bagaimana?, ga liat anggota osis semua kerja" jawab ketos itu
"iya-iya, baiklah kami kerja" jawab aliza ngalah
aku dan aliza pun pergi mencari apa yang bisa di kerjaan, karena aku dan aliza dipilih menjadi panitia olimpiade, dan olimpiade nya siang, jadi kami tidak tau apa yang mau di kerjakan,tapi untung aku dan aliza satu bidang, walaupun kadang-kadang beda tugasnya, tapi kami memilih untuk membantu menyiapkan kue untuk para tamu sambil menunggu bagian kami tiba
waktu pun tak terasa berlalu begitu cepat hingga tiba waktunya kami di tugaskan untuk mengarahkan para peserta olimpiade untuk memasuki ruangan, dan menjaga di luar ruangan
1 jam pun berlalu, dan sudah waktunya jam makan, para anak osis pun kembali keruangan dan membuka bekal yang di bawa dari rumah, ada juga yang di antar oleh ortu nya, tapi kami masih berada di tempat semula
"akhirnya pekerjaan kita selesai juga" ucap aliza sambil meregangkan badannya
"iya nih" ucap ku yang ikut meregangkan badan
"langsung keruangan aja yuk, dah laper ni" ajak ku pada aliza
"yuks" jawab aliza bersemangat
kami pun pergi menuju ruangan osis yang letaknya tidak terlalu jauh dari kelas olimpiade tadi, setelah sampai kami membuka bekal yang sudah kami bawa dari rumah dan makan bersama dengan anak osis lainnya, dan terlihat ada aurel juga yang sedang berbincang dengan ketos
"eh, kamu sadar ga sih aurel kek menjauh gitu dari kita" ucap aliza
"mungkin dia mau lebih berbaur dengan yang lain kali" jawab ku yang tidak mau negatif thinking
"hm, ya kali ya" jawab aliza
setelah perbincangan tadi kami pun melanjutkan memakan makanan kami sampai habis, hingga waktu istirahat nya sudah habis, lalu kami melanjutkan pekerjaan kami yang masih ada, hingga kami bekerja sampai sore menjelang magrib...
"udah mau magrib aja" ucap aliza
"iya nih, ga kerasa ya" jawab ku membetulkan ucapan aliza
"aurel kok ga nampak ya?" tanya aliza heran
"mungkin masih ada tugas" jawab ku
"hm, iya kali, yaudah langsung pulang aja yuk" ajak aliza
"ayuk" jawab ku
kami pun pulang ke rumah masing-masing, dan setelah sampai aku dirumah seperti biasa mama selalu menunggu ku di ruang tamu sebelum mewawancarai aku, mama ku menyuruh ku terlebih dahulu untuk membersihkan diri
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
ketos(ketua osis) \=bianca
__ADS_1
wakil ketos\= aurel
biar pada ga bingung siapa bianca