Hancur & Luka

Hancur & Luka
7.berantem


__ADS_3

...Masih di hari yang sama...


...*...


...*...


...*...


...*...


...*...


Setelah keributan angkasa dengan gisella, angkasa masih memikirkan apakah dia meminta maaf kepada gisella apa tidak, tapi tanpa di tanya nevan sudah menyuruh nya deluan untuk meminta maaf pada gisella


"Heh, daripada lu diam-diaman di sini, mending minta maaf sama gisella gih"


"Ngapain harus minta maaf?, gw kan ga salah, dia yang salah lah, hal kecil doang di permasalahin"


"Loh, lu bilang dia yang salah?, lu kaga nyadar apa gimana?"


"Ga nyadar gimana?, kan itu hal kecil doang" jawab angkasa bersikeras


"Wah parah lu" celetuk devan


"Apaansi kalian, kok malah bela dia, bukan bela temannya sendiri" kesal angkasa


"Daripada lu ribut tetap bersikeras dengan ucapan lu, mending lu minta maaf sama gisella" suruh Nevan


"Kalian napa belain dia terus sih, seolah-olah gw yang salah" jawab angkasa kukuh pada ucapannya


" lu cowok kan?, seharusnya lu tau dimana letak kesalahan lu, Jelas-jelas lu melakukan kesalahan tapi tidak mau mengakui nya, kalau lu bener-bener ga tahan dengan sikap gisella,putusin dia, jangan beri harapan seolah-olah lu cinta dia, dan sekarang pasti dia sedang overthinking dengan sikap lu yang begitu dengan aurel, walaupun lu ngga mencintai dia sama sekali, tetaplah minta maaf" cerocos Nevan panjang lebar


"Malah nasehatin gw lu" kesal angkasa


"Serah lu lah, capek gw ngomong panjang lebar tapi ga masuk ke otak lu" pasrah Nevan


"Gw hargain lu nasehatin gw panjang lebar deh, iya gw minta maaf nanti sama gisella kesayangan lu tu" ejek angkasa


"Mulai mengejek gw" kesal nevan


"Tapi kenapa lu perhatian banget sama gisella?" tanya baskara pada nevan


"Kan gw pernah punya cewe, jadi tau lah, apalagi nanti calon pacar gw sahabat nya gisella" jawab Nevan


"Wah fakboy juga lu" ujar Devan


"Enak aja lu bilang gw pakboy, gw ni masih normal ya ga kayak....ekhm" jawab nevan sembari berdehem


"Ada yang kesindir ga ya" ucap baskara sambil melirik ke arah angkasa


"Apaan, lu bilang gw fakboy gitu?" ucap angkasa yang menerima tatapan dari baskara


"Ga kok, kalau tersindir yaudah Terima aja, mungkin takdir" jawab baskara cekikan


"Parah lu bilang gw fakboy, ga pernah ya gw pacarin cewek sekaligus 2" jawab angkasa


"Ee?, ga pernah?, baru tau gw" ujar Devian tak percaya


"Ga lah, tampang gw yang ganteng gini di bilang fakboy" jawab angkasa


"Rasanya ingin muntah mendengarnya" gumam nevan


"Gw denger van" ujar angkasa


"Ha?, denger apa?" tanya nevan pura-pura tak tau


"Bilang aja lu-" ucapan angkasa terpotong karena nevan berbicara


"Mending lu minta maaf sama gisella sana gih" suruh nevan mengalihkan pembicaraan


"Mengalihkan pem-" Lagi-lagi ucapan angkasa terpotong


"Udah sana pergi temuin gisella" suruh nevan lagi-lagi mengalihkan pembicaraan sambil mendorong tubuh angkasa


"Ga usah dorong-dorong juga kali" ucap angkasa


Baskara dan devan yang melihat itu hanya bisa tertawa karena tingkah lucu mereka


Dengan langkah yang malas Angkasa pun pergi mencari gisella,sebenarnya angkasa tidak mau minta maaf karena ingin cepat-cepat di putusin oleh gisella, tapi ia malas berdebat dengan nevan yang terus memaksanya untuk meminta maaf sama gisella, sepertinya nevan mencoba biar angkasa bisa jatuh hati sama gisella bukan sama aurel, tetapi itu mungkin tidak akan berhasil


"Kalau ga disuruh nevan, gw gamau minta maaf sama tu bocah, lagian kenapa si harus peduli banget sama dia, enak dong kalau di putusin" umpat angkasa

__ADS_1


"Nah itu dia" ucap angkasa melihat gisella sedang duduk di depan ruang osis bersama aliza


"Sel" panggil angkasa


Sang empu yang di panggil pun melihat ke arah asal suara tersebut


"Noh angkasa, mau minta maaf kali dia sama lu" ucap aliza


"Bodoamat lah, gw ga mau ribut-ribut di sekolah" jawab ku


"Sela" panggil angkasa lagi


"Hm, apa?" tanya ku dengan cuek


"Aku.... Mau minta maaf soal kejadian tadi" ujar angkasa


"Nanti aja kalau udah pulang, malas kalau harus berdebat disini lagi" jawab ku


"Sella, plis kamu jangan gini, aku malas berdebat lagi sama ne-" ceplos angkasa


"Jadi kamu minta maaf sama aku ga sungguh-sungguh?,hanya malas berdebat sama temen kamu?" cerocos ku


"Ga gitu" jawab angkasa


"Za, masuk aja yuk, gerah di luar" ajak ku


"Ayuk, males sama fakb-" ucapan aliza terpotong karena mendapat tatapan tajam angkasa


"Apa lu liat gw gitu?, ga terima?" emosi aliza


"Maksud lu apa bilang gw gitu?" tanya angkasa yang tak Terima di bilang fakboy


"Mikir sendiri" eja aliza


"Dasar lu calon pacar nevan, ga kalah jauh ngeselinnya" ceplos angkasa


Aku dan aliza yang mendengar itu pun memberhentikan langkah yang mau masuk ke dalam ruangan


"Maksud lu apa?, nevan?, gw ga ada hubungan apa-apa sama dia, jadi jangan kaitkan gw sama dia!" tegas aliza


"Loh lu kenal nevan rupanya" ujar angkasa dengan ekspresi terkejut


"Ya kenal lah, dia chat gw setiap hari, malahan ngeselin dia sama lu sama!" kesal aliza


"Hati-hati dia punya banyak cewek" peringatan angkasa yang sebenarnya tidak bener


"Jangan lu samain dia sama lu, dia sama lu itu beda" bela aliza


"Widih main bela aja ni" jawab angkasa sembari bertepuk tangan


"Udah-udah, aliza ayuk masuk, sedangkan kamu pergi sana" ucap ku mulai buka suara


"Sela, kok main usir sih" kesal angkasa


"Jadi kamu mau ngapain disini?, minta maaf?, ga dulu deh, mood aku lagi ga baik, jangan menambah rusak mood aku" jawab ku lalu masuk ke dalam ruangan di ikuti oleh aliza


"Ni anak, bener-bener kek bocah" gumam angkasa


"Pasti gw di marahin sama nevan lagi, malas banget berdebat sama dia"


"Berarti nanti pulang sekolah gw harus nge-chat dia gitu?, kirim pesan minta maaf?"


"Kenapa jadi rumit gini sih, padahal kan hal kecil doang" umpatan terakhir angkasa yang bertepatan bunyi bel pulang sekolah


Jam menunjukkan pukul 15:30 sudah saat nya semua murid pulang, tetapi tidak dengan para anak osis


"Wah bel udah bunyi aja, tapi dimana angkasa?" ucap devan


"Ngapain lu nanya gw, kangen?" tanya angkasa yang muncul tiba-tiba


"Rasanya ingin muntah mendengar nya" gumam devan


"Udahlah pulang yok" ajak baskara


Mereka pun pulang ke rumah masing-masing.....


Sementara itu aliza dan gisella yang masih menetap di ruangan osis tersebut..


"Enak banget udah bel" ujar gisella


"Hooh" jawab ku

__ADS_1


"eh itu ada kotak kue, bantuin yok" ajak ku pada aliza


"Yok, daripada kita ga ada kerjaan disini" jawab aliza


Aku dan aliza pun pergi menuju tempat khusus buat nyiapin kue-kue, yang masih satu ruangan dengan ruangan osis tadi


Mereka bantu-bantu di dalam tersebut hingga pukul 17:00, kenapa lama sekali?, karena mereka memang tidak ada kerjaan, jadi mereka hanya bantu-bantu menyiapkan kue-kue untuk para tamu, murid yang ikut berlomba, dan panita guru


"Cape juga ya" ucap aliza


"Tapi seru!" jawab ku antusias


"Iya si seru" jawab aliza


"Sebentar lagi acara selesai kan?"tanya ku


" kayak nya sih, lagian udah jam 5 sore juga, kan gamungkin kita sampai malam disini" jawab aliza


"Iya juga, tapi aurel mana ya?"tanya ku


"Ga tau tuh, sejak ketemu cowok lu jadi hilang mendadak" jawab aliza


Aku dan aliza yang sedang mempertanyakan dimana aurel, sang empu yang di bicarakan pun tiba di depan pintu ruangan dengan wajahnya yang berlagak cuek, aku dan aliza yang melihat itu saling bertatapan karena heran melihat aurel yang berubah secara mendadak


"Ada kue lagi?" tanya aurel kepada salah satu anak osis


"Ada nih, mau berapa?" jawab anggota osis itu


"Emm, 3 aja deh" jawab aurel ramah


"Oke, nih" ujar anggota osis itu seraya menyodorkan kue itu kepada aurel


"Makasih" ucap aurel lalu meninggalkan ruangan itu


"Tu anak kenapa sih?" tanya ku heran


"Ntahlah" jawab aliza seraya mengangkat kedua bahu nya menandakan tidak tau


Lewat 10 menit para tamu dan para murid pun pulang, dan hanya tertinggal anak osis dan para guru


"Anak osis semua di suruh bersih-bersih halaman sekolah" suruh bianca pada anggota osis yang berapa di ruangan osis


"Oke" jawab mereka serempak lalu keluar dari ruangan, begitu juga dengan aku dan aliza


Para anak osis pun membersihkan sampah-sampah yang bertaburan di halaman sekolah tempat acara di selenggarakan, begitu juga aku dan aliza ikut bersih-bersih


Hingga tiba pukul 17:30 mereka siap bersih-bersih, karena setelah bersih-bersih mereka sudah di boleh kan pulang, mereka kembali keruangan osis untuk mengambil tas yang mereka bawa dari rumah tentunya, begitu juga aku dan aliza, dan ada aurel juga tentunya di temani oleh bianca


"Ca, deluan aja gw mau memasukkan berang-barang gw yang terkeluarkan dulu" ujar aurel


"Yaudah, gw tunggu di luar ya, jangan lama-lama" jawab bianca lalu pergi


"Udah punya teman baru ya sekarang?, sampai-sampai kita ga disapa lagi" sindir aliza


"Apaan sih lu, sesama osis harus berteman dong, lu aja kali terlalu baperan" jawab aurel dengan berlagak songong


"Emang bener sih, tapi sejak lu di kasih sesuatu sama angkasa jadi hilang mendadak"


"Maksud lu apa, lu bilang kayak gitu?"


"Pikir sendiri aja"


"Za, pulang yuk, ga sabar pengen rebahan, capek banget" ajak aliza pada ku


"Iya-iya" jawab ku


Aku dan aliza pun pergi meninggalkan aurel yang masih terlihat geram dengan aliza, sepertinya aurel juga suka dengan angkasa?


Aurel pun keluar dari ruangan setelah aliza dan gisella menghilang dari pandangannya


"Kok lama banget di dalam?" tanya bianca


"Emm, ga ada, yaudah langsung pulang yuk" ajak aurel


"pasti ada terjadi sesuatu kan?"


"udah mending sekarang pulang capek banget nih"


"iya-iya"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


semoga suka ya sama cerita nya, maaf kalau telat update nya(。•̀ᴗ-)


__ADS_2