Hancur & Luka

Hancur & Luka
14. berantem lagi


__ADS_3

Hari ini aku bangun lebih awal, karena aku mau memasak, memasak untuk keluarga dan memasak untuk angkasa, rencana aku, aku mau membuatkan nya bekal nasi ayam yakitori, walaupun aku lagi curiga sama angkasa, tapi aku mau membuatkan nya bekal sekalian mau bertanya tentang masalah itu


Aku pun turun ke lantai bawah, menuju dapur, setelah berada di dapur, aku mencari bahan-bahannya, dan dapat!, aku langsung mengumpulkan bahannya dan memulai masak


Pas sedang masak aku di kejutkan oleh mama yang baru saja bangun, mama yang melihat itu pun terkejut


"Sella, kamu kok udah bangun jam segini, biasanya belum bangun" ucap mama sembari melihat jam dinding yang berada di dapur, jam menunjukkan pukul 5:20


"Dan tumben kamu masak?" tanya mama


"Ehh, mama bikin kaget aja" ucap ku


"Aku mau masak buat angkasa maa, tapi sekalian aja masak buat mama dan papa" jawab ku


"Kamu ngapain masakin dia lagi?, jelas-jelas dia udah gitu, masih aja kamu baik sama dia" ucap mama


"Denger mama ya nak, mama ga mau kamu jadi bahan pelampiasannya, denger, kamu jangan terlalu baik jadi orang, jadi orang baik lah ketika berada di orang yang tepat, dan jangan terlalu polos, kamu boleh mempercayai nya, tapi ingat, kamu jangan terlalu percaya sama dia" nasehat mama panjang lebar


"Iya maa, aku dengerinn" jawab ku


"Yaudah, sini mama lanjut masak" ucap mama ku


"Gausah ma, udah tanggung ini, biar aku aja masak sampai selesai" jawab ku


"Yaudah kalau gitu, Hati-hati masaknya, mama mau bangunin papa kamu sekalian mama mau mandi" ucap mama


"Iya siap ma" jawab ku lalu kembali melanjutkan memasak


35 menit pun berlalu...


Aku pun selesai memasak dan menaruh semua makanan yang aku masak di meja makan, sedang menaruh makanan datang papa dan mama yang sudah rapi dengan pakaiannya


"Papa dengar dari mama kamu, kamu mau buat bekal untuk angkasa?, untuk apa buatkan dia bekal lagi?"tanya papa heran


"Aku buat bekal untuk dia sekalian aku tanya-tanya tentang masalah itu, kalau dia tetap ga jujur yaa..., aku terpaksa putusin" jawab ku


"Bener ya kamu putusin angkasa?, papa ga mau nerima alasan lain kamu tetap menerima angkasa"ucap papa


"iya pa" jawab ku


"Yaudah makan cepat, nanti siap makan kamu langsung mandi" ucap mama


Kami pun makan dengan keheningan di ruang itu, hanya terdengar sendok beradu dengan piring


Pukul 6:00 Aku pun siap makan dan pamit kepada mama dan papa untuk masuk ke kamar lagi, setelah sampai dikamar, tanpa berlama-lama aku langsung masuk kamar mandi dan memulai aktivitas mandi ku


Ga butuh lama aku pun siap mandi, dan langsung memakai seragam sekolah ku, lalu bercermin sebentar, dan langsung mengambil tas sekolah lalu turun kembali ke lantai bawah, terlihat papa sudah menunggu di ruang tamu


"Udah siap?" tanya papa


"Udah pa, tinggal memakai sepatu aja nih" ucap ku lalu mengambil sepatu sekolah ku


"Yaudah cepat pakai nya, nanti kamu terlambat lagi, papa seperti biasa nunggu di mobil aja" ucap papa lalu meninggalkan ku


Aku pun ga menjawab perkataan papa lagi, karena papa sudah berlalu dari hadapan ku,setelah papa pergi keluar, aku pun siap memakai sepatu ku, aku langsung keluar menyusul papa


Dan seperti biasa papa sudah menunggu di mobil, aku pun melihat papa sudah berada di mobil, aku langsung masuk dan berbincang sedikit dengan papa, lalu berangkat ke sekolah


Terlihat pepohonan yang subur, dan terlihat banyak orang pastinya, yang berangkat kerja ke kantor maupun berangkat ke sekolah


Sibuk dengan pikiran ku, tak terasa sudah sampai di sekolah, aku pun berpamitan dengan papa, lalu keluar dari mobil, dan menuju masuk sekolah

__ADS_1


Baru masuk pintar gerbang saja sudah terlihat aurel dan angkasa di parkiran, aku pun berjalan ke arah mereka, tapi tiba-tiba saja aku menabrak seorang cowok, dan di belakang cowok tersebut ada temannya juga, aku pun meminta maaf karena sudah menabrak nya, begitu juga dengan dia, dan untung saja dia tidak marah


Dari kejauhan aurel lihat kejadian tersebut dan memberitahu angkasa, angkasa yang melihat itu justru senang, karena dengan ada nya kejadian itu angkasa bisa jadikan salah satu alasan putus


Setelah minta maaf, aku pun pergi meninggalkan mereka, dan kembali berjalan menuju angkasa


"Kamu pergi bareng ya sama aurel?" tanya ku pada angkasa


"Kalau iya emangnya kenapa?, kamu mau marah iya?" tanya angkasa belagu


"Kalau aku marah emang nya kenapa?, siapa yang ga marah, kalau kamu berulang kali jalan sama aurel" jawab ku yang sudah berani melawan


"Ohh, kamu sekarang udah berani ngelawan aku ya?, apa gegara cowok tadi tu?, makanya kamu jadi gini?" tanya angkasa


"Kamu jangan membalikkan keadaan deh, kamu buta apa gimana?, kalau kamu lihat kejadian tadi, ga mesti nya kamu berpikir kek gitu, jelas-jelas aku sama dia cuman bertabrakan, ga ada adegan romantis yang harus membuat kamu marah" cerocos ku


"Heh lo, jangan sekali-sekali nya lo bilang angkasa buta ya!, lo kali yang buta!" ucap aurel lalu ingin menampar ku, baru saja melayangkan tangannya tiba-tiba cowok yang bertabrakan sama aku tadi datang dan memegang tangan aurel yang ingin menampar ku


"Awww, sakit sa, siapa sih dia" ucap aurel yang tangan nya sakit gegara di genggam kuat oleh reygan


"HEH SIAPA LO, KOK BERANI BANGET PEGANG-PEGANG CEWE GW!" bentak angkasa


"loh-loh, bukannya cewek lu itu dia ya" jawab reygan sambil menunjuk ke arah ku, angkasa yang keceplosan itu pun jadi gugup


"Oh, pantesan kamu berubah sekarang, udah sering jalan bareng sama aurel, ternyata sekarang kamu pacaran sama aurel, kenapa ga bilang?, takut?, ternyata bener kata orang tua ku, kalian pasti punya hubungan" ucap ku


"APASIH MAKSUD LO, MAKSUD GW ITU KENAPA LO IKUTAN MASALAH GW DAN CEWEK GW, DAN KENAPA LU SAKITIN AUREL YANG GA ADA SALAH" ucap angkasa dengan penuh kemarahan


"waduh santai dong bro, takut ya ketahuan punya pacar lagi?" tanya reygan


"GA JELAS LU, KALAU GW LAMA-LAMA DISINI BISA IKUTAN GILA GW" jawab angkasa


"Au, kita masuk kelas aja yuk, bisa gila aku disini lama-lama" ajak angkasa pada aurel


Mereka pun pergi meninggalkan aku dengan seorang cowok yang belum aku ketahui namanya, tanpa sadar air mata ku sudah keluar, mengingat semua perkataan nya


"Hei, jangan nangis sella" ucap reygan


"Lupakan apa yang dia omongin" sambung reygan


"Kok kamu tau nama aku?" tanya ku heran sambil menghapus air mataku


"Kamu ga perlu tau aku tau nama kamu darimana, yang penting sekarang kamu hapus air mata kamu, lalu pergi masuk kelas,setelah istirahat nanti kamu putusin dia, dia itu cowok ga baik sell, jangan pertahanin" jawab reygan


"Rencana aku juga mau putusin dia hari ini, mungkin pas istirahat nanti" ucap ku


"Btw, nama kamu siapa?" tanya ku


"Perkenalkan nama gw reygan" jawab reygan memperkenalkan dirinya


"Loh, kok udah berubah aja panggilan nya, tadi 'aku', sekarang 'gw'" ucap ku cekikikan


"Biarin, biar kamu ketawa, oh ya nanti ketemuan yuk di taman belakang sekolah" jawab reygan sekalian mengajak ku ketemuan lagi


"Kan ini udah ketemuan" jawab ku


"Ini kan ketemuan nya secara tidak sengaja, gimana kalau kita ketemuan secara sengaja" ucap nya cekikikan


"Iya-iya, nanti ya setelah aku putusin angkasa, takut nya nanti malah dia mikir aku duain dia lagi" jawab ku


"Hatinya terbuat dari apa sih?, baik banget dia, masih menjaga hati cowoknya, tapi cowok nya malah kek gitu, gak sia-sia gw udah suka sama dia" ucap reygan dalam hati

__ADS_1


"Haloo, kok bengong sih" panggil ku


"Eh, maaf" jawab reygan


"Ngapain minta maaf sih, yaudah aku ke kelas dulu ya" pamit ku


"Iya sell" jawab reygan lalu aku pun pergi meninggalkan dia sendiri


Setelah sampai di kelas, tidak terlihat ada aurel, mungkin dia masih sibuk sama angkasa, soalnya angkasa kan beda kelas sama aku


"Sella, tumben telat banget datang" ucap aliza


"Aku tuh udah datang dari tadi, tapi karena ada masalah tadi, makanya aku telat masuk" jawab ku


"Masalah apa?, apa jangan-jangan kamu berantam sama angkasa?" tanya aliza


"Iya, terus aurel mau tampar aku-" ucapan ku terpotong karena aliza tiba-tiba saja teriak


"APA!!" teriak aliza membuat satu kelas melihat nya


"Maaf, telah membuat kalian kaget" ucap aliza pada mereka


"Makanya jangan teriak keras-keras" ucap alika


"Gimana ga teriak, gw kaget lah, aurel sahabat kita mau nampar sahabat nya sendiri?, jadi gimana?, dia nampar kamu?" tanya aliza


"Gaa, dia ga jadi tampar aku karena reygan menolong ku" jawab ku


"Reygan?, what? Kelas sebelah?, yang ganteng itu, omagaaa, beruntung banget kamu di tolong dia" ucap aliza


"Apasih, biasa aja zaa" jawab ku yang sedikit salting


"Jujur, lu salting kan?" tanya Olivia


"Gapapa kali, kali ini gw setuju kalau lu suka sama dia, dia orangnya baik and gantengg" ucap aliza histeris


"Ada-ada aja kalian ini, gw kan masih pacaran sama angkasa" jawab ku


"Kan lu mau putusin hari ini, nanti siap putus kan udah bebas" jawab aliza


"Iya, gapapa lu suka sama dia dari sekarang" ucap alika


"Gw salting iya, tapi gw belum bisa buka hati lagi za, gw takut semua cowok sama kayak angkasa" ucap ku


"Sella, ga semua cowok kayak gitu, kalau dia jahat, bukan berarti semua cowo sama kayak dia" jawab aliza


"Eh, Diam-diam guru masuk tuh" ucap alika


"Pagi anak-anak ibu semuanya" sapa ibu guru bernama mawar kesayang siswa dan siswi disini


"Pagi ibuu" sapa murid dikelas ku


"Oke sekarang buka halaman 104 ya, oh ya aurel mana?" ucap bu mawar tersebut, dan menyadari aurel tidak ada


"Maaf Bu, saya baru dari ruang osis" ucap aurel bohong


"Oh iya silahkan duduk" jawab bu mawar


"Kali ini ibuk suruh saja kalian mencatat ya, halaman 104,oke semua?" ucap bu mawar


"Oke Buu" jawab murid di kelas ku serempak

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Halo semua makasih yang udah baca cerita aku ya, semoga sukaa🙌🏻...


__ADS_2