
"Kenapa kau membahas orang yang sudah mati? Jangan pernah membahasnya lagi." Kata Kendra lalu menempelkan wajahnya ke wajah Hara.
Hara merasa tidak suka dengan jawaban Kendra. Seharusnya pria itu mengatakannya saja, mengapa ia berbelit-belit?
Hara kemudian memutar tubuhnya dengan kesal.
Kendra mengetahui suasana hati Hara sedang buruk, ia mempererat pelukannya dan berbisik pelan "Kami di jodohkan, dan dia tak pernah berada di hatiku. Lagi pula, ia adalah gadis manja yang hanya bermodal kekayaan."
Hara merasa sesak mendengar pernyataan Kendra, tapi ia tidak bisa membantahnya karena memang yang dikatakan Kendra adalah kebenarannya.
"Lalu siapa yang aku sukai?" Tanyanya lagi.
"Aku menyukaimu," kata Kendra sambil mengecup pelan leher Hara.
"Mengapa kau menyukaiku? Aku yatim piatu yang miskin."
"Aku tidak perduli, aku hanya menyukaimu. Sekarang, ayo tidur." Kata Kendra mengakhiri pembicaraan mereka
Saat pagi hari tiba, ia bangun seperti biasa, dan Kendra tak ada di sana.
Tapi di bantal sebelahnya, terdapat setangkai bunga mawar dan sebuah kotak ponsel.
Hara terkesiap melihat ponsel itu dan langsung membuka isinya.
Benar-benar ponsel. Hara merasa terbang ke langit. Akhirnya setelah sekian lama, ia bisa memegang benda itu juga.
Ia juga meraih bunga mawarnya dan mencium aromanya.
Meski pun Kendra tidak menyukainya di tubuh yang lama, maka di tubuh barunya ini, ia akan membuat lekaki itu jatuh hati padanya.
Hara menguatkan tekadnya dan bangkit mencari Anni.
__ADS_1
"Nyonya, apakah ada kabar baik?" Anni melihat wajah bahagia Hara dan di tangannya terdapat bunga mawar.
"Aku ingin sebuah vas bunga." Katanya sambil tersenyum merona.
"Apa Tuan memberi Anda bunga itu?" Tanya Anni sambil berjalan mendapatkan sebuah vas bunga kecil untuk Hara.
"Ya, dia memberikannya." Katanya dengan bahagia sambil mendapatkan vas bunga itu lalu mengisinya dengan air.
Ia meletakkan bunga itu ke dalam vasnya dan berbalik melihat ke arah Anni. "Apa Kendra pernah membawa seorang wanita kemari?"
"Tidak pernah," jawabnya dengan jujur. Rumah itu dipasang alat perekam sepanjang sudutnya.
"Benarkah? Lalu bagaimana dengan rumahnya yang lain?" Tanya Hara lagi dengan antusias.
"Ia hanya memiliki vila ini, semua vila yang lain di biarkan kosong. Hanya ada beberapa pelayan yang bertugas membersihkannya seminggu sekali."
"Benarkah? Kalau begitu, apa dia selalu tinggal di vila ini?" Tanyanya lagi.
"Ya, kecuali kalau ia sedang bekerja di luar kota."
Hara meletakkan bunga mawarnya di sebelah ranjang dan kemudian bersenandung menuju ke kamar mandi.
Setelah mandi, ia meraih ponselnya dan menyalakannya.
Sebuah pesan masuk.
Sayangku; Ini nomor ponselku, jangan mengubah namanya.
Hara melengkungkan bibirnya melihat nama di ponselnya. Hanya ada satu kontak, kontak milik Kendra.
Ia tersenyum dan menekan kontak itu untuk mengubah namanya.
__ADS_1
Moodnya begitu baik sepanjang hari, ia menelusuri internet dan mencari tahu segala sesuatu mengenai keluarganya.
Sekarang perusahaannya di kendalikan oleh pamannya yang serakah itu.
Hara mengepal kuat tangannya dan menutup ponselnya melihat bagaimana pamannya menghadiri banyak acara yang seharusnya ayahnya hadiri.
Ia kemudian meletakkan ponselnya dan memutuskan berkeliling di taman.
Sampai hari berlalu, bahkan minggu berlalu dan suasana hati Hara semkin buruk.
Kendra tak pernah kembali ke villa dan lelaki itu tak pernah juga menghubunginya. Semua pesan yang ia kirim tak terbaca, bahkan tak masuk ke ponsel pria itu.
Apakah Kendra memberinya nomor yang salah dan berpura-pura menghiburnya?
Hara merasa begitu kesal, apa lagi ia hanya bisa berada di rumah. Pada hal, selama ini ia sudah terbiasa berkeliaran bersama teman-temannya.
Malam itu, ia tidak bisa tidur dan terus berguling di ranjangnya.
Katika fajar hampir tiba, ia baru bisa tidur. Namun ia mengalami mimpi yang buruk, seekor serigala sedang mengejarnya.
Serigala itu menggapainya dam melompat ke arahnya membuatnya terjatuh, ia merontah keras dan serigala itu dengan galaknya berusaha menggigit lehernya.
Ia merontah dan merasakan tubuhnya sesak karena beban serigala yang menindihnya ke bawah.
Ia berusaha mendorong serigala itu, namun serigala putihnya menjadi marah dan menggigit keras lehernya.
"Ah!" Teriaknya dalam mimpi itu dan ia terbangun.
Begitu membuka matanya, ia mendapati Kendra berada di atas tubuhnya, pria itu membenamkan kepalanya di lehernya.
Rasa sakit karena gigitan serigala itu berubah menjadi sensasi menggelitik ketika lidah Kendra beserta bibirnya mengecupnya begitu dalam.
__ADS_1
Serigala putih itu ternyata orang yang sudah membuatnya begitu kesal sepanjang beberapa minggu itu.
...