Hara Gadis Simpanan

Hara Gadis Simpanan
Kendra selamatkan aku.


__ADS_3

Hara tidur sepanjang malam hingga keesokan paginya pada pukul 10:00 ia meninggalkan hotel tersebut.


Ia masih menggunakan cadarnya ketika ia mulai menyusuri jalanan kota kecil itu mencari tempat untuk makan.


Setelah berjalan cukup lama ia menemukan sebuah kedai yang menyajikan makanan yang lumayan murah.


Ia mengisi perutnya di sana sebelum keluar dari tempat itu. Namun ia begitu terkejut ketika melihat salah satu pria yang mendatangi rumah Abia sedang berada di seberang jalan.


Dengan panik ia segera kembali ke dalam kedai tersebut, "Ada apa Nona?" Tanya seorang wanita yang melihatnya terburu-buru.


Saat itu baru sadar bahwa ia menggunakan cadarnya dan hanya matanya yang kelihatan, tak mungkin orang-orang itu akan mengenalinya.


Lagi pula semua kain yang berada di tubuhnya berwarna hitam. Jadi tidak mungkin orang itu mengenalinya di antara semua wanita yang bercadar di sana.


"Tidak, saya hanya tiba-tiba merasa kaget." Katanya pada pelayan itu lalu kembali berjalan dengan normal keluar dari kedai itu.


Benar saja, lelaki itu tidak mengenalinya. Setelah berjalan cukup jauh dan melihat sekelilingnya, ia memastikan pria itu sudah tak mengikutinya lagi.


Hara merasa lebih tenang dan kembali berjalan. Ia berjalan tanpa arah, hanya tahu ia harus melangkahkan kakinya untuk menjauh diri dari tempat itu karena para pria itu sudah mengetahui keberadaannya.


Sampai malam hari ia berjalan, ia tidak menemukan tempat untuk berteduh pada malam itu. Dan lagi, uangnya telah habis.


Sambil duduk disebuah halte yang sepi, ia memandangi langit malam yang penuh dengan bintang.


"Ayah, Ibu, anakmu sendirian tanpa kalian." Katanya lalu menunduk.


Setelah beberapa lama tertunduk, seorang wanita datang duduk di sampingnya. Wanita itu itu membawa sebuah tas jinjing yang besar. "Anda mau kemana?" Tanya Gadis itu dengan ramah.


Hara akhirnya memandang wanita itu lalu menjawab "Saya belum tahu."


Wanita itu juga memakai cadar seperti dirinya dengan pakaian serba hitam nya hingga Hara tidak bisa mengenali wajahnya.


"Ambillah ini," kata wanita itu menyodorkan sebuah minuman yang masih tersegel pada Riin.


Riin sebenarnya enggan untuk menerima pemberian wanita itu, tapi ia memang sangat haus dan sudah tak memiliki uang untuk membeli minuman.


Jadi ia mengulurkan tangannya meraih botol minuman itu dan berkata "Terima kasih," ia segera membuka tutup botolnya lalu meneguk minumannya sampai setengah dari isinya telah habis.


Mereka berdua berbincang-bincang selama beberapa lamanya sampai Hara akhirnya merasa sangat mengantuk.


Hara berusaha tetap terjaga, tapi akhirnya rasa kantuk itu mengalahkannya dan ia tidak tahu bagaimana caranya ia jatuh kedalam alam mimpi.

__ADS_1


Ketika Hara tersadar, ia mendapati dirinya sedang di sekap di sebuah bangunan kosong.


Mulutnya disekap dan tangannya diikat ke belakang beserta kedua kakinya.


Hara tidak berani bersuara dan memandang tempat itu dengan ketakutan, wajahnya menyentuh lantai yang kotor dan ia bisa merasakan seekor hewan kecil sedang berjalan diatas kakinya.


Ia menggerakkan kakinya agar hewan itu kecil itu pergi tapi sialnya, ia tidak tahu ada sebuah kaleng di dekatnya hingga ia menendang kaleng itu.


Sontak kaleng itu segera terlempar jauh menghasilkan bunyi yang cukup keras. Seketika tubuhnya menegang dalam ketakutannya.


Tak berapa lama, suara pintu terbuka dan seorang pria kekar memasuki ruangan itu. Hara segera menutup matanya dan berpura-pura tertidur.


Mengandalkan pendengarannya, ia berusaha membaca gerakan pria itu. Pria itu mendekat ke arahnya berjalan dengan perlahan sebelum akhirnya berhenti di depannya dan menggunakan kakinya untuk menggoyang tubuh Hara.


"Kau sudah bangun?" Tanya pria itu sambil terus mengguncang tubuh arah dengan kakinya.


Setelah lama mengguncang tubuh Hara dan tidak mendapat respon, pria itu akhirnya berjalan pergi meninggalkan gadis itu.


"Ahh!" Jerit Hara kemudian, membuat pria itu kembali menoleh ke arahnya.


Tapi ia tidak peduli dengan pria itu karena hewan kecil yang merangkak di kakinya setelah mendekat ke atas area pribadinya.


"Mm, mmm......." Suara Hara tercekat karena mulutnya disumbat. Hara terus menggoyang kedua kakinya agar hewan kecil itu terlepas.


Sementara Hara masih sangat panik dengan hewan kecil yang yang masih terus merangkak di bawah kakinya.


"Mm,, mmmmmm...." Gumamnya dengan suara panik sambil terus menggerakan tubuhnya.


Akhirnya setelah usaha yang panjang hewan kecil itu mau bekerjasama dan menjauh dari kakihara.


Hara merasa sangat lega, tapi kemudian suara langkah kaki dari beberapa orang pria kembali membuatnya merasa panik.


"Nyalakan lampunya," perintah seorang pria yang berjalan di depan.


Dalam beberapa detik ruangan itu menjadi terang memperlihatkan gudang kosong yang penuh dengan benda-benda yang tidak terpakai lagi.


Hara membuka matanya dan memandang 3 orang yang sedang berdiri di depannya.


"Karena kami masih memiliki hati nurani, kau bisa memilih penyiksaan mana yang akan lebih dulu kami berikan." Pria itu tersenyum sinis memandang Hara. "Buka sumbatan pada mulutnya."


Seorang pria berjalan ke arah Hara dan membuka kain yang membekap mulut hara.

__ADS_1


"Badjingan sialan!" Teriak Hara pada lelaki-lelaki itu.


"Ha ha ha,, ternyata kau masih memiliki cukup tenaga untuk memaki. Bagus! Kau bisa menjawab pertanyaanku sekarang.


"Siksaan Apa yang ingin kau dapatkan lebih dulu? Ditendang, disayat, atau di perkosa?" Tanya pria itu sambil memainkan tongkat yang ia bawa.


Hara menggigit bibir bawahnya dan memperhatikan lelaki itu dengan tatapan kemarahannya, "Tidak perlu menyiksaku, kalian bisa langsung membunuhku!"


"Ha ha ha,, itu pilihan yang bagus, tapi kami tidak akan bersenang-senang kalau kau langsung mati.


"Bagaimana kalau kita memulainya dengan menelanjangi mu. Lagipula, kami juga mendapat perinta untuk mengabadikan foto telanjang mu.


"Aku yakin, kekasih pujaan itu akan senang melihat fotomu, ia bisa menyimpannya sebagai kenang-kenangan.


"Atau kau mau berfoto bersama kami? Kami bisa memberikanmu kenikmatan sebelum kaum mendapatkan kesakitan yang belum pernah kau rasakan." Pria itu terkekeh menikmati wajah ketakutan Hara.


"Pergi Kalian! Pergi!" Bentuk Hara sambil berusaha mundur dari hadapan lelaki itu.


Sekarang ia benar-benar takut. Dalam hatinya, ia mengharapkan Kendra segera tiba menyelamatkannya.


Kendra dimana kau? Tolong aku,,


Air mata Hara mengalir deras memikirkan pria itu sedang merayakan pesta penikahannya bersama wanita lain.


Dan dirinya, ia akan menjadi makanan pria-pria brengsek di dini!


"Sayang sekali, meskipun kau tidak mau kami tetap rela memberikanmu kenikmatan. Anggap saja sebagai hadiah dari kami sebelum kau menjumpai kematianmu." Pria itu mengulurkan tangannya untuk menyentuh wajah Hara, tapi Hara memalingkan wajahnya menghindari tangan pria itu.


"Ha ha ha,, gadis liar, Aku suka gadis liar. Sepertinya kita akan bersenang-senang bersama. Tapi tempat ini kotor dan aku tidak mau melakukannya di sini." Pria itu kemudian menoleh pada dua orang pria di belakangnya "Pindahkan ia ke ruang sebelah." Perintahnya.


Salah satu dari pria itu segera berjalan mendekati Hara lalu membawa gadis yang sedang meronta-ronta itu keluar dari gudang.


"Badjingan sialan lepaskan aku!" Kata Hara dengan suara terisak.


Hara kemudian dihempaskan di atas ranjang yang dibungkus sprei putih.


Dengan ketakutan Hara berguling ke sisi lain menghindari pria itu. Keringat sudah memenuhi sekujur tubuhnya dan ia gemetaran sambil terus menggigit bibir bawahnya.


"Keluar," perintah salah satu pria pada dua orang pria lainnya.


Setelah kedua pria lain keluar, pria itu kemudian melepas jasnya dan meletakkannya dengan rapi ke dalam lemari. "Jangan terlalu liar, aku memiliki cara yang liar pula untuk mengajari gadis yang terlalu liar."

__ADS_1


.


__ADS_2