Hara Gadis Simpanan

Hara Gadis Simpanan
Mimpi yang aneh


__ADS_3

"Akhirnya kau menyerah juga," pria itu kemudian menjauh dari Hara lalu mengatur posisi tempat tidur Hara agar gadis itu bisa duduk dengan nyaman.


Pria itu bahkan tidak terpengaruh oleh tetapan Hara yang sinis dan jijik terhadapnya.


Kendra kemudian mendapatkan buburnya lalu meletakkannya di depan Hara.


Pria itu hendak menyuapinya, tapi Hara tidak bergeming, hanya diam saja tanpa mau membuka mulutnya. Hal ini membuat Kendra menatap wanita itu dengan seksama.


"Kau benar-benar tidak mau membuka mulutmu?" Suara pria itu terdengar sedikit kasar namun mengandung perhatian yang ditujukan pada Hara.


Karena Hara hanya tetap diam seraya memandang kosong ke arah tembok di depannya, pria itu akhirnya mengalah lalu mengangkat bubur di depan Hara dan memindahkannya ke meja samping ranjang Hara.


Kendra kemudian memasukkan satu sendok bubur ke dalam mulutnya, lalu pria itu mengunyahnya sebelum kedua tangannya menangkup pipi Hara.


Saat itu Hara benar-benar terkejut, dan belum selesai ia terlepas dari rasa kejutnya, pria itu sudah menutup bibirnya lalu memaksa membuka mulut Hara dan mendorong bubur di mulut pria itu ke mulut Hara.


Bukan hanya makanan itu didorong sampai mulutnya, makanan itu pun didorong oleh Kendra sampai bagian kerongkongannya hingga mau tidak mau Hara harus menelannya.

__ADS_1


"Mmmnnn,," Hara merasa tidak berdaya.


Akhirnya pria itu melepaskannya setelah memastikan Hara benar-benar menelan bubur tersebut.


"Cara ini tidak buruk," komentar pria itu seraya memandang Hara yang kini melototkan matanya. "Aku dengan senang hati akan mengunyah semua makanan untukmu." Pria itu kemudian memasukkan satu sendok bubur kedalam mulutnya selalu mengunyahnya.


Ketika ia hendak menyuapi Hara dengan mulutnya, suara berat dan serak Hara menghentikannya "Suapi aku."


Kendra memicingkan matanya melihat gadis itu "Dengan apa aku akan menyuapinya?"


"Bagaimana ya, tapi sekarang aku lebih suka menyuapimu dengan mulutku."


Mata Hara kembali terbelalak mendengar ucapan pria itu, tapi ia sudah tidak mampu membuka mulutnya lagi untuk berbicara. Tenaganya seolah terkuras habis hanya karena 3 kata yang ia ucapkan.


Tapi untunglah pria itu akhirnya mendapatkan mangkok buburnya beserta sendoknya lalu membantu Hara makan dengan normal.


Saat itu, Hara tidak bisa menolak lagi, ia hanya membuka mulutnya dengan patuh dan menghabiskan semua bubur di mangkuk kecil itu.

__ADS_1


Bahkan ia dengan patuh menghabiskan semua minuman yang disodorkan Kendra padanya.


Setelah ia makan, pria itu kemudian membersihkan tubuhnya lalu memperbaiki selimutnya dan meninggalkannya.


Hara memperhatikan kepergian pria itu dan ia tersenyum menyindir dirinya sendiri. Ia yakin, pria itu sedang mengkhawatirkan istrinya yang akan mengamuk jika Kendra terlalu lama meninggalkannya.


Akhirnya Hara tidak punya pilihan lain selain dengan patuh memejamkan matanya berharap memasuki alam mimpi di mana laki-laki itu tidak berada di sana.


Namun saat itu ia harus mengakui tebakannya benar-benar salah. Pria itu terus mengikutinya, bahkan ke dalam mimpinya pun Kendra masih menemuinya.


Dalam mimpinya, Hara berada dalam tubuh aslinya lalu melihat Kendra sedang berjalan meninggalkannya.


Pria itu tak sendirian, pria itu menggendong seorang gadis yang memakai pakaian serba putih dan terlihat sangat pucat seolah gadis itu sedang sakit parah.


Pria itu melangkah dengan pelan, bahkan aura pria itu tidak seperti biasanya yang memancarkan keberanian kekuasaan dan dominasi, pria itu terlihat terpuruk dan memancarkan aura kesedihan yang sangat mendalam.


Hara berusaha memanggil pria itu, tapi pria itu tidak mendengarnya dan Hara malah terjatuh ke dalam lubang yang secara tiba-tiba terbuka di bawah kakinya.

__ADS_1


__ADS_2