Hara Gadis Simpanan

Hara Gadis Simpanan
Kejutan


__ADS_3

Tapi yang ia lihat ialah sebuah kue tart besar dengan sekumpulan lilin indah yang telah di nyalakan. Ia mengangkat wajahnya dan melihat sebuah boneka doraemon besar di depannya.


Detik berikutnya boneka itu berpindah ke samping dan Kendra tersenyum menatapnya. "Selamat ualng tahun Nyonya Kecilku." Kata lelaki itu.


Hara tercengang dalama waktu yang lama. Ia bisa merasakan air mata di pipinya mengering dengan cepat.


"Kau tidak ingin meniup lilinnya? Mereka akan segera habis terbakar." Sambung Kendra sambil mengangkat kue itu dan mendekatkannya ke arah Hara.


Hara tidak membuang waktu lagi dan meniup semua lilin di atas kue itu.


Ia merasa puas. Dan air matanya meluncur lagi setelah ia melihat Kendra melepas semua lilin di atas kue itu. Apa doanya terkabul begitu cepat?


Kendra menyerahkan pisau ke tangan Hara "Potong kuenya." Kata pria itu.


Hara mengusap air matanya lalu menerima pisau itu dan mulai memotong kuenya. Ia meletakkannya pada piring kecil yang disediakan dan mendapatkan satu sendok kecil.


Ia mengambil sepotong kuenya menggunakan sendok, lalu mengarahkannya ke mulut Kendra.


"Potongan pertama untukku?" Kata Kendra mengamati mata bengkak Hara akibat menangis.


"Ya," kata gadis itu dan menyuapi Kendra.


Kendra kemudian duduk bersandar di sofa lalu melihat Hara mulai menikmati kuenya.


Karena gadis itu telah berusia 17 tahun, bukankah itu cukup untuk melakukan adegan dewasa bersamanya?

__ADS_1


"Kau akan menghabiskan kuenya?" Tanya Kendra.


"Ya, Ibuku selalu mengatakan untuk menghabiskan kue ulang tahun. Kalau tidak, maka tahun berikutnya tak akan ada lagi kue ulang tahun." Kata gadis itu dan memasukkan sepotong kue ke dalam mulutnya.


"Ha ha ha.. itu hanya takhayul untuk menakutimu agar tidak menghabiskan banyak uang untuk membeli kue ulang tahun yang besar." Kata Kendra.


Hara tidak menanggapi pria itu dan tetap memasukkan kue ke dalam mulutnya.


Lagi pula, mengapa ibunya harus menahan uang untuk membeli kue ulang tahun untuknya? Tidak masuk akal! "Aku mempercayai apa pun yang dikatakan Ibuku."


"Terserah padamu," lalu Kendra berjalan ke arah dapur dan menempatkan sebotol anggur merah beserta dua buah gelas.


Hara mngerutkan keningnya memperhatikan dua buah gelas yang ada di depannya. "Untuk siapa gelas yang satunya?"


Kendra menuangkan anggur ke kedua gelas itu "Untukmu."


"Itu karena dulunya kau masih di bawah umur, sekarang kau sudah berumur 17 tahun." Ucapnya menyodorkan anggur itu pada Hara.


Hara menimbang kata-kata Kendra. Ia sebenarnya cukup tertarik dengan anggur itu. Apa lagi setelah melihat Kendra meneguknya dengan begitu menggiurkan.


"Baiklah, aku hanya akan minum satu gelas." Katanya laku meneguk anggurnya.


"Mmm,,, rasanya aneh." Kritiknya setelah mencicipi sedikit.


"Minum lagi dan kau akan terbiasa." Andra memegang gelas Hara dan memaksa gadis itu meneguk lagi.

__ADS_1


Setelah menghabiskan satu gelas anggur, Hara meletakkan gelasnya di meja "Apa kau tidak mau makan kue ini?" Hara mengarahkan kue yang belum seperempatnya habis pada Kendra.


"Aku tidak menyukai makanan yang terlalu manis."


"Tapi kau yang membeli kue ini. Kata Hara dan mendapatkan satu sendok kue itu lagi lalu mengarahkannya dengan paksa ke mulut Kendra.


Sayangnya tangan Kendra lebih gesit dan malah mendorong kue itu ke mulut Hara.


Hara merasakan kue itu sangat manis dalam mulutnya.


Kendra dengan cepat meneguk habis anggurnya. Seraya memperhatikan Hara mengunyah.


Hara hendak membuka mulutnya untuk berbicara ketika Kendra telah mendekat dan membungkam mulutnya.


Hanya singkat terjadi, tapi ia bisa merasakan sia-sisa kue yang menempel di bibirnya tersapu bersih oleh lidah Kendra.


"Kau!" Teriaknya dengan marah.


"Sangat manis." Ucap Kendra dengan tenang dan menuangkan anggur lagi.


"Ini kedua kalinya kau menciumku tanpa persetujuanku, kau tidak tahu diri!" Hara meletakkan sendok di tangannya dan hendak berdiri.


"Siapa yang menyuruhmu pergi?" Kata pria itu dengan dingin.


Hara menoleh ke arah Kendra. "Apa lagi yang kau inginkan?"

__ADS_1


"Habiskan ini dan kau boleh pergi." Kata Kendra menyodorkan segelas anggur pada Hara.


__ADS_2