
Hara mengepal kuat tangannya mendengar percakapan mereka.
Ia ingin segera mencakar gadis itu, kalau perlu, ia ingin membunuhnya sekarang juga.
"Nyonya, kau baik-baik saja? Jangan dengarkan mereka, kita kemari untuk bersenang-senang bukan?" Olan menenangkan Hara ketika ia menyadari Hara terpancing emosi.
Hara menghembuskan nafasnya dan mengangguk.
Mereka menunggu sampai giliran mereka tiba.
"Selamat datang, kami melayani dengan sepenuh hati." Pelayan toko menyambut mereka.
"Nyonya saya ingin melihat koleksi terbaru dari LX." Olan berkata dengan tenang.
"Tentu, silahkan masuk," kata pelayan itu setelah memastikan hara berasal dari kalangan atas.
"Tunggu, kami punya kartu member, bisakah kami masuk bersama?" Tanya Asyila dengan sombong.
Pelayan toko itu menatap Hara sejenak.
"Tidak apa, kalian bisa melayani kami bersama." Kata Hara dengan nada datar.
"Silahkan masuk." Kata pelayan toko itu kemudian.
"Ini adalah koleksi terbaru kami, tas dengan temah laut yang tenang." Pelayan toko kemudian menjelaskan seluruh keunggulan produk mereka.
Hara memperhatikannya dengan seksama sebelum berkata "Aku akan mengambilnya."
__ADS_1
"Kami juga," Asyila juga menyahut.
"Maaf, barang ini hanya akan di berikan pada member kami pada kelas atas." Kata pelayan toko itu sambil melihat sinis pada kedua orang penyusup yang berdiri di depannya.
"Kami juga memiliki kartu member platinum." Kata Asyila.
"Ya," Mika mengeluarkan kartu membernya.
"Baik, kami akan memprosesnya." Kata pelayan itu menerima kartu milik Asyila.
Seorang pelayan lain datang berbisik pada pelayan yang menerima kartu itu. Lalu pelayan itu menatap keempat orang di sana "Maafkan kami, tapi hanya ada satu stok yang tersisa."
"Kami saja yang akan mendapatkannya." Kata Asyila.
"Hanya ada satu, siapa yang akan memakainya?" Mika bertanya pada Asyila.
Mika hanya diam dan tidak berkata apa pun lagi. Ia memiliki pikiran lain untuk memesannya pada sepupunya nanti.
Pelayan itu menoleh ke arah Hara.
"Nyonya, kami juga menginginkannya. Jadi kami tidak bisa memberikannya pada orang lain." Olan berkata.
"Apa kalian punya kartu member? Aku curiga kalian hanya datang berpura-pura sebagai orang kaya." Asyila mencibir.
Hara diam saja dan membiarkan Olan menangani masalahnya.
"Ini," kata Olan memberikan kartu member pada pelayan toko.
__ADS_1
"Gold?" Mika berkata ketika melihat kartu mengkilat itu.
"Ini bukan gold, ini adalah kartu member VIP kami." Kata sang pelayan toko dan mengembalikan kartu milik Mika. "Kami tidak akan melayani Anda."
"Apa?" Asyila melihat kartu itu di kembalikan.
"Silahkan keluar lewat pintu." Pelayan itu menambahkan.
Ketiga orang itu kemudian pergi meninggalkan dua gadis yang sedang menganga melihat kejadian itu.
Hara melengkungkan bibirnya, ia sangat puas!
Bukan saja ia berhasil mempermalukan kedua gadis itu, ia bahkan mendapatkan kartu VIP dari Kendra, tunangan Asyila. Tapi sayangnya Asyila tidak menyadarinya.
Mereka akhirnya mendapatkan tas itu dan berlalu pergi meninggalkan toko itu.
Asyila dan Mika yang masih berdiri di depan toko hanya bisa melihat punggung Hara yang telah menjauh.
"Aku melihat nama yang diukir pada kartu itu, Kendra." Ucap Mika.
Asyila tidak sempat memperhatikannya karena ia terlalu fokus pada rasa malunya. "Kau yakin? Tapi gadis itu, bagaimana bisa ia memiliki kartu milik Kendra?"
"Aku tidak tahu, mungkin saja aku salah baca." Mika menambahkan.
"Ya, kau pasti sala baca." Ucap Asyila dengan acuh.
...
__ADS_1