Hara Gadis Simpanan

Hara Gadis Simpanan
Kembali bertemu dengan saingannya


__ADS_3

Asyila bisa merasakan wajahnya memanas karena amarahnya yang sudah penuh di ubun-ubunnya.


Ia mengepal kuat tangannya menyadari gadis yang selama ini ia perintah itu sedang membantahnya, bahkan sedang mengajarinya.


Ia hendak berkata ketika seorang pelayan telah datang "Nona Anni, kami sudah menyiapkan ruangan untuk Nona silakan ikut saya." Pelayan itu berbicara dengan sangat sopan dan terkesan sangat menghargai Anni.


"Terima kasih," ucap Anni seraya melangkah untuk mengikuti pelayan itu.


Tapi kemudian ia berhenti dan berbalik menatap Asyila "Roda tidak pernah berhenti berputar seperti waktu yang terus berjalan. Setiap orang memiliki masanya untuk berada dibawah dan masanya untuk berada di atas. Semoga Nona selalu terlindungi di masa kini dan masa mendatang." Ucap Gadis itu lalu kembali mengikuti pelayan yang sudah berjalan pergi.


Setelah Anni pergi, Asyila merasakan amarahnya benar-benar ingin meledak. Ia menghentakkan kakinya ke lantai sebelum duduk dengan kesal memikirkan kata-kata gadis itu.


Hari ini harga dirinya benar-benar tercoreng dan diinjak-injak oleh seorang mantan asisten rumah tangganya.


Dan gadis itu memilih tempat yang tepat untuk melakukannya.


Asyila tentu saja tidak bisa membuat keributan di salon kecantikan itu, karena ia di sana hanya sebatas tamu VIP dan tidak memiliki koneksi yang kuat di sana.

__ADS_1


Ia tidak mau mempermalukan dirinya sendiri hanya karena seorang asisten rumah tangga murahan yang memancing amarahnya.


...


Saking banyaknya perawatan yang dipilih ketiga orang itu hingga memerlukan waktu sampai sore hari ketika mereka akhirnya selesai dengan semua perawatan itu.


Anni dan Olan duduk di ruang santai yang disiapkan oleh salon kecantikan itu.


Sementara Hara masih masih lanjut untuk perawatan lainnya.


Wajahnya menjadi sedikit tidak nyaman dipandang ketika seseorang gadis datang dari pintu masuk ruang perawatan itu.


Karena ruang perawatan itu adalah ruangan VIP maka di dalam setiap ruangan hanya terdapat 2 orang yang akan dilayani.


Meskipun ruangan itu cukup luas untuk mereka berbagi, tapi Hara jelas tidak bisa mengalihkan pandangannya dari gadis yang merusak pemandangan tersebut.


Ia merasakan atmosfer di sana langsung berubah menjadi tidak menyenangkan karena satu lalat kecil berada di sana.

__ADS_1


Tapi demikian, ia tetap berpura-pura tidak tahu dan hanya memandang sesaat sebelum mengalihkan pandangannya ke majalah di depannya.


Majalah itu membahas beberapa model terbaru di Dubai, tapi ia tidak benar-benar fokus pada motor lainnya karena perasaan sesak dalam hatinya sedang menguasainya.


Sama halnya dengan Hara Asyila pun sedikit kaget ketika melihat Hara berada di sana, ia sangat ingat dengan gadis yang bertemu dengannya di pusat perbelanjaan itu.


Gadis yang telah mempermalukannya hanya karena sebuah tas keluaran terbaru.


Ia menggertakan giginya namun tetap menahan diri untuk menunjukkan ekspresi tidak sukanya pada gadis itu.


Kemudian ia duduk dan mendapat pelayanan dari pelayan yang bersamanya.


"Nona, kuku Anda sangat bagus, saya tidak perlu memberikan lebih banyak perawatan karena kuku Nona memang telah terawat dengan baik. Bahkan Ini pertama kalinya saya melihat kuku seindah ini bahkan dengan beberapa model yang sering saya layani." Pelayan yang sedang merawat kuku Hara tersenyum memuji keindahan kuku Hara.


"Terima kasih." ucap hara dengan singkat dan kembali mengalihkan perhatiannya pada majalah di pangkuannya.


Saat itu Asyila memperhatikan Hara dan mau tidak mau ia merasa sangat iri pada gadis itu. Ia hanya mencibir di dalam hati kemudian mengalihkan perhatiannya berusaha untuk tidak terpancing oleh amarahnya. Apalagi, baru tadi pagi saja ia sudah memarahi mantan asisten rumah tangganya yang berada di tempat itu juga. Ia tidak pernah menyangka akan kembali bertemu orang lain yang tidak ia senangi juga.

__ADS_1


__ADS_2