
Setelah beberapa lama keheningan di tempat itu, Hara akhirnya teringat akan kepulangan Kendra pada malam sebelumnya.
Ia mengerutkan keningnya memikirkan kebetulan ia bertemu dengan asyila hari ini dan kemarin Kendra pulang lambat karena bertemu dengan kain wanita.
Lelaki itu bahkan pergi seharian dan mandi sebelum menemuinya.
Ia baru sadar, tidak mungkin ada meeting yang dilakukan dari pagi sampai malam dengan seorang klien wanita.
Pikirannya melambung jauh memikirkan lelaki itu telah membohonginya.
Ia mengepal erat tangannya dan menoleh sesaat ke arah ashilla sebelum kembali menenangkan dirinya.
Tidak boleh! Tidak boleh!
Ia tidak boleh membuat keributan di tempat ini.
Setelah menahan amarahnya sepanjang beberapa lamanya, akhirnya perawatannya selesai.
Ia kemudian keluar dari ruangan itu dan menemui kedua wanita yang sedang menunggunya di lantai bawa.
Kedua wanita itu sedang menikmati minuman yang mereka pesan. Ia tidak mau keduanya merasa tidak enak ketika ia tiba dan menghentikan pembicaraan mereka yang terdengar menyenangkan.
__ADS_1
Tapi demikian, suasana hati Hara menjadi lebih baik melihat kedua gadis itu tertawa bersama.
Akhirnya Hara memutuskan untuk duduk di tempat lain seraya menunggu beberapa saat sampai keduanya menyelesaikan cemilan mereka.
Setelah menghabiskan waktu beberapa lamanya membaca beberapa majalah, ia melihat Asyila berjalan juga ke ruang tunggu itu.
Atmosfer di sekitarnya terasa menyesakkan apalagi membayangkan wanita itu benar-benar telah merebut segalanya darinya.
Bukan saja karena saat ini ketika gadis itu menjadi tunangan Kendra, tapi juga Hara bisa menebak kalah ketika ia yang bertunangan dengan Kendra.
Ia tak dapat menghilangkan pikirannya bahwa gadis itu sebenarnya menyukai Kendra pada saat itu dan kemungkinan sudah diam-diam menikung dia dari belakang.
Hara mengepalkan tangannya melihat gadis itu, tunggu saja, kau akan menerima balasannya nanti!
Sementara Hara sibuk memikirkan segala penghianatan Asyila padanya, Asyila sudah berjalan ke arah mana Anni berada.
Dari tempat Hara, ia bisa melihat dengan jelas Anni melihat sinis ke arah Asyila.
Sedangkan Olan yang duduk di sana tidak menyadari kehadiran wanita itu karena ia duduk membelakangi Asyila.
Saat Asyila tiba di depan kedua gadis itu, ia memperhatikan orang yang juga di sana.
__ADS_1
Asila langsung mengingat Olan, gadis yang saat itu menemani Hara ketika mereka berebut sebuah tas di sebuah pusat perbelanjaan ibukota.
Sejenak Asyila memikirkan bahwa gadis itu tentunya datang bersama dengan gadis yang bersamanya menjalani perawatan kuku.
Tapi ia tidak peduli dengan fakta tersebut, ia melihat Anni dan memperhatikan wanita tersebut terlihat lebih muda dari yang biasanya ia lihat. Tentunya itu adalah efek dari perawatan yang didapatkan wanita tersebut.
"Aku sudah menghubungi Ibu Marita tentang pengunduran dirimu, tapi dia meminta kau untuk tetap berada di sana sebagai asisten rumah tangga. Kau tahu bukan, kontrak yang sudah kau tandatangani belum berakhir.
"Sebaiknya hari ini kau kembali bersama aku atau kau kemungkinan akan berakhir di penjara karena pelanggaran kontrak yang kau lakukan." Asyila berbicara dengan nada mengejek.
Mendengar itu Anni merasa gugup, ia memang ingat kalau ia telah menandatangani kontrak tersebut. Ia menatap kearah Olan beberapa saat tidak tahu harus mengatakan apa.
"Bukankah Anda yang telah memecatnya? Mengapa kalian memintanya untuk kembali lagi? Bukankah seharusnya di dalam kontrak terdapat pernyataan mengenai pemecatan tersebut?" Olan berkata sambil melirik sinis ke arah Asyila, tidak perlu menghargai wanita tidak tahu menghargai tersebut.
"Kau punya bukti pemecatannya? Segala sesuatu jika dikatakan harus mempunyai bukti. Jika kau tidak mempunyai bukti, maka pernyataan mu bisa dianggap sebagai fitnah dan pencemaran nama baik!" Tentu saja Asyila tidak mau kalah dari para asisten rumah tangga rendahan tersebut.
"Tentu saja ada di rekaman CCTV Villa yang Nona tinggali." Kata Ani kemudian.
"Ha ha ha,, bagaimana kalau aku tidak mau menyerahkan rekaman CCTV tersebut? sebaiknya kau mengalah saja dan ikutlah kembali bersama ku atau kau lebih menyukai tinggal di penjara!"
Tatapan Olan menggelap, ia tidak pernah menyangka wanita licik ini bahkan tidak mau melepaskan Anni. Tapi ia tidak dapat melakukan apapun dan hanya melirik Anni yang duduk di seberangnya. Ia merasa sangat takut kalau Anni akan kembali bersama penyihir jahat itu.
__ADS_1