
"Aku akan membayarkan perawatan mu disini. Hari ini, sekarang ikutlah bersamaku!" Kata Asyila kemudian sambil memandang sinis pada Olan yang sudah tidak bisa membela Ani lagi.
"Aku akan meminta rekaman itu pada Tuhan Kendra." Kata Ani kemudian sambil menunjukkan wajah tidak puasnya pada gadis yang terlalu sombong itu.
"Ha ha ha,, Apa kau pikir Kendra lebih mendengarkanmu daripada aku yang adalah istrinya? Sebaiknya kau ikut denganku atau kau benar-benar akan aku laporkan pada pihak kepolisian ketika aku kembali ke ibu kota!" Ashilla tetap memperhatikan wajah Anni, tapi ia terlalu heran dengan wanita yang telah kembali tenang itu.
"Silakan kembali ke ibu kota dan laporkan dia ke polisi, kita lihat siapa yang akan masuk ke penjara!" Suara dari belakang mengejutkan Asyila. Suara itu berasal dari seorang gadis bernama Hara.
Asyila segera menoleh ke sumber suara dan menatap dengan tajam wanita itu.
Dalam pikirannya wanita itu sungguh tidak memiliki otak untuk berpikir sehingga ia berani membela seorang pembantu murahan.
"Sebaiknya Anda tidak usah ikut campur, Ini urusan saya dengan seorang pembantu yang melarikan diri dari kontrak yang telah disetujui." Ucap Asyila memperingatkan Hara.
"Siapa bilang ini bukan urusan saya? Saat ini dia bekerja bersama saya, jadi apapun yang menjadi masalahnya adalah urusan saya juga!" Hara berjalan ke tempat duduk di samping Anni dan duduk di sana.
__ADS_1
Asyila semakin tercengang melihat gadis itu rela duduk bersama dengan seorang pembantu murahan, tapi ia tidak menunjukkan keterkejutannya itu dan malam menunjukkan rasa jijik pada ketiga orang yang ada di hadapannya. "Kalau Anda tetap mau membantunya maka dia harus membayar denda atas pelanggaran kontrak nya senilai 500 juta rupiah."
"Bukan dia yang harus membayar denda nya tapi Andalah yang akan membayar dendanya. Anda bisa kembali dan membawa perkara ini ke pengadilan jika memang Anda sudah siap untuk kalah!" Kata Hara dengan wajah penuh kemenangan.
"Apa maksud Anda dengan saya akan kalah? Surat kontrak yang ditandatangani oleh wanita ini jelas tertera di sana mengenai jangka waktu dan juga denda yang akan dibayarkan!" Ashilla merasa sangat kesal dengan ketiga orang yang menatapnya dengan tatapan merendahkan.
"Ha ha ha... Saya pikir anda benar-benar orang yang berpendidikan, tetapi sebaiknya Anda kembali dan mengulang seluruh pendidikan Anda dari awal.
"Jelas saja Anda telah memecatnya, tapi sekarang Anda memutar balikkan fakta dan ingin menuntut orang yang telah Anda pecat sebaiknya Anda sadar dengan ucapan Anda sebelum kita berhenti di ranah hukum!" Hara tersenyum getir ia sangat puas dapat memojokkan gadis tidak tahu diri itu.
Ashilla tidak dapat berkata apapun, tapi ia meyakini kemenangan ada di tangannya "Sebaiknya kalian semua siap-siap untuk dipenjara!" Katanya dengan nada mengancam penuh kemenangan sebelum akhirnya berbalik meninggalkan ketiga gadis itu.
"Apa yang kau pikirkan? Penyihir licik itu tidak akan membiarkanmu bekerja, tapi ia akan membiarkanmu menderita dan akan menyiksamu sepanjang masa kau bekerja dengannya!" Olan menatap tajam kearah Anni dan berharap wanita itu akan sadar dengan konsekuensi yang akan ia dapatkan jika kembali bersama Asyila.
"Tidak perlu khawatir, aku akan membuat penyihir itu tidak akan melaporkan apapun!" Kata Hara kemudian lalu berdiri dan menatap kedua wanita itu "Ayo kita kembali."
__ADS_1
Hara berjalan keluar diikuti kedua wanita itu. Ketika mereka berjalan, tak sengaja ia menabrak seorang yang wanita karena ia tidak fokus pada jalan dan sedang berbicara dengan Olan.
Sontak tasnya terjatuh dan seluruh isi tas tersebut keluar berantakan di lantai. "Nyonya kau baik-baik saja?" Olan menjadi panik dan segera memegangi Hara yang hampir terjatuh.
Sedangkan Anni segera memungut barang milik Hara yang telah berserakan di bawah lantai.
"Maafkan saya Nona saya buru-buru," gadis yang menabrak Hara itu membungkuk beberapa kali meminta maaf, kemudian menunduk membantu Anni untuk memungut semua barang-barang hara yang terjatuh.
"Tidak masalah kau bisa pergi sekarang," kata Hara kemudian.
Karena Gadis itu sangat terburu-buru ia merasa lega dan membungkuk beberapa kali sebelum akhirnya berjalan pergi dengan wajah berterima kasih.
Saat itu ketiganya telah berjongkok memungut semua isi tas yang berhamburan itu.
Di sisi lain Asyila berdiri mengambil sebuah kartu milik Hara yang tercecer di lantai. Ia melihat kartu VIP milik Hara tersebut dan wajahnya tercengang melihat nama pemilik kartu di sana. Kendra Rumanan!
__ADS_1
Matanya terbelalak dan penuh keterkejutan dengan tangan yang gemetar memegang kartu tersebut.
Setelah beberapa saat ia mengangkat wajahnya dan melihat ketiga orang yang sedang memungut barang-barang yang berserakan di lantai.