Hasrat Tuan Mudah

Hasrat Tuan Mudah
Alexandre Christian imanuel


__ADS_3

Alexandre Christian Imanuel adalah seorang bos mudah di perusahaan ternama di Jakarta, ayahnya Antonion Christian Imanuel adalah pemilik perusahaan itu. karena ayahnya sudah terlanjut tua untuk melanjutkan mengurus perusahaan itu, akhirnya dia menyuruh Alex untuk menggantikan nya.


"Alex papa mau kamu mengurus perusahaan kita." ucap papanya.


"Kok Alex sih pa?" Tanya nya sambil menggerutu kesal.


"Yah kan papa udah tua kamu tau sendiri, lansia itu butuh istirahat." cegah papanya.


"Tapi kan papa tau sendiri aku mana mahir mengurus orang sebanyak itu." kesal nya.


"Papa udah punya seseorang yang akan bantuin kamu mengurus perusahaan." ucap nya.


"Siapa pa," tanya nya.


"Dia teman papa udah lama kerja di perusahaan itu, tapi akhir-akhir ini dia punya banyak hutan sama papa jadi aku putuskan dia untuk mengajar kamu jadi bos di perusahaan papa sampai kamu pintar baru papa lunasin hutang dia.


"Ya udah gak papa," terus usaha restoran aku gimana pa?" Tanya Alex memang akhir-akhir ini dia membuka banyak cabang restoran di berbagai daerah.


"Gampang biar papa yang urus nanti kamu tinggal kasih papa kontak semua atasan di restoran itu." ucap papa perasaan legah menghampiri Alex.


"okey nanti aku kirim nomor nya pa," ujarnya sambil mengusap-usap pundak papanya.


"Ohh iya nomor teman papa ada nggak?" Tanya Alex.


"Ada dong tunggu aku kirim lewat pesan." Setelah dia mendapatkan nomor pria itu dia lalu menghubungi nya.


Tuuuut..... Tuuuut.... Tuuuut...


"Halo ini dengan siapa?" Tanya suara seorang gadis di telpon.


"Mohon maaf aku anaknya pak Antonion bisa bicara dengan pemilik handphone." Ucap nya sedikit gugup.


loh kok cewek yang angkat apa itu istrinya ya, apa teman papa masih muda, seumuran aku? ungkapnya dalam hati.


"Halo selamat pagi ini dengan bapak Dion, ada yang bisa saya bantu?" tanya di telpon seberang.


"Ehhh, iya ini anaknya pak Antonion om." tiba-tiba muka Alex berubah bukan nya suara itu terdengar sangat tua.


"Owhh anaknya antonion, Alex?" Tanya pak Dion.

__ADS_1


"Ehhh iya om Alex, tapi kok om tau nama saya?" tanya Alex kaget.


" Nak Dion udah lupa sama om, aku sahabat papa kamu om Dion Pratama Kusuma." ucapnya.


"Yah ternyata om Pratama, eh terus tadi yang angkat siapa om?" Tanya nya mulai kepo.


"Owhh si Dania, anak om yang kerja di perusahaan papamu juga." ucapnya


"Owhh iya om, om aku mau sampaikan kabar ini papa katanya minta om untuk ajarin aku urus segala di perusahaan, gimana om mau nggak?" Tanya Alex dengan sopan.


"Iya dong, papamu udah cerita. lagian selama ini aku banyak hutang sama papamu jadi hitung-hitung buat bayar hutang juga." ucapnya dengan suara terdengar datar di seberang.


"ya udah om nanti siang aku tunggu yah, eh tapi om libur atau mau berangkat kerja?" Tanya nya.


"Hari ini om libur, kita ketemuan di rumah kamu aja nanti om jalan-jalan ke sana udah lama juga nggak pernah ke rumah kamu." ucap pak Dion.


"Beres om," ujar nya suara panggilan berakhir, dia lalu kembali duduk di kursi ruang tamu. papanya udah balik ke kamar nya kali ini dia sendirian di sofa, Dion lalu menyalakan tv. Bentar lagi dia akan pulang ke rumahnya, yang tidak jauh dari rumah papanya. Karena mengingat ada janji sama pak Dion akhirnya dia memutuskan untuk tinggal dulu.


"Usia udah 27 kamu tidak ada niat untuk menikah?" Bisik mamanya mengejutkan nya dari belakang.


"Ihhh mama ngejutin aja deh," sambil memonyongkan mulutnya.


Dari kecil Alex dan sandya benar-benar menjadi semangat buat Lidya dan Anton untuk hidup yang lebih bahagia.


"Sayang kamu sudah makan belum?" Tanya Lidya kepada anak nya.


"Udah kok mam tadi di rumah," ucapnya sambil memeluk ibunya dan mencium pipinya.


"Udah gede masih manja sama mama," ucap Lidya dan mencubit pipi anaknya.


"Yee nggak papa kali," ujar Alex.


"Kamu kapan kasih mama cucu?" Tanya Lidya di sela-sela Alex lagi ngemil kue.


"Ohok-ohok, air minum mam." ucap Alex sambil menarik-narik lengan baju mamanya. Lidya lalu menuangkan air ke gelas dan memberikan nya ke Alex.


"Ihh makanya makan hati-hati." ledek mamanya.


"Mama tuh pertanyaan ada-ada saja, Alex tersedak kan." ucap nya kesal.

__ADS_1


"Kamu di rumah kok gak mau ambil pembantu sih nak, biar ada yang urusin rumahmu." ujarnya.


"Gak usah ma, Alex juga udah bisa urus diri sendiri." ucapnya pada Lidya.


"Tapi kamu harus ingat Loh, pernikahan itu wajib dalam agama jangan di sepelein. kan enak kalau apa-apa ada yang bantuin." nasehat Lidya.


"Yaah pengen nya gitu sih mam, tapi dapat cewek yang nggak mandang harta jaman sekarang susah." ucapnya.


"Masih trauma yah sama mantanmu?" Tanya Lidya.


"Yah lumayan sih traumanya," ujar nya kesal.


"Sayang ingat jangan main perempuan terus, mending kamu cari istri aja." ujar mamanya.


"iya iya nanti kalau udah dapat yang pas deh baru aku lamar," ujarnya.


"Gitu dong baru anak mama, owhh iya aku balik ke kamar dulu papa mu katanya mau di urut tadi mama sampai lupa loh." Lidya lalu memukul-mukul pundak anaknya lalu berbalik masuk ke kamar, Alex Kembali memikirkan apa yang barusan ibunya sampaikan.


Untuk sekarang ini dia masih di kelilingi banyak cewek tapi dia belum bisa memutuskan untuk memilih salah satunya, apalagi dia trauma kejadian di masa lalu terulang lagi.


"Huufft, tampan gini aja susah dapet yang tulus gimana mereka yang biasa-biasa aja yah." pikir Alex memuja dirinya sendiri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tok tok tok


suara ketokan pintu mengagetkan Alex dari lamunan nya. dia lalu teringat dengan janji nya ke pak Dion, tanpa pikir panjang dia berlari ke pintu dan membukanya.


cekrek suara pintu terbuka


"Halo nak Alex, wah sekarang udah makin tampan aja." ucapnya sambil menjabat tangan Alex.


"Iya om, silahkan masuk om papa lagi di kamar." ucap Alex sopan.


"Owhh iya tidak masalah," pak Dion lalu duduk di ruang tamu. terlihat Alex ke dapur dan meminta bibi membuatkan kopi panas buat pak Dion.


"Bi buatin kopi yah bawah ke ruang tamu, ada tamu yang datang." ucap Alex


"Iya tuan," setelah di tinggal Alex bibi itu lalu membuat dua kopi panas, setelah dari dapur Alex lalu kembali duduk di sofa.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2