
Semua histeris mendengar nama Alex di panggil, bagaimana tidak mereka semua tidak menyangkan kalau Alex yang mereka baru liat bahkan ada yang belum ketemu dengan nya sebelum nya ternyata anak dari pengusaha terkenal itu.
"Hah jadi dia anak nya pak direktur?" Tanya yang lain mulai panik.
"Aduuh jadi dia anak direktur," mereka semua yang tadi sempat mencibir Alex ikutan malu dan tertunduk. Alex lalu memperkenalkan dirinya kepada orang-orang yang berada di ruangan itu.
"Halo selamat pagi semua, perkenalkan nama saya Alexander Christian Imanuel anak dari bapak yang tepatnya sekarang berada di samping saya." Setelah Alex memperkenalkan diri dia lalu turun dari panggung.
Tak terasa rapat sudah hampir satu jam, sesi tutup akhirnya tiba. di mana sesi yang mereka tunggu-tunggu semuanya. Terlihat pak direktur dan beberapa orang-orang perusahaan lalu berjalan keluar kantor sambil bercakap-cakap.
Dania menunggu Alex di pintu keluar, Alex terlihat tersenyum kearahnya setidaknya ada satu orang yang dia kenal untuk menutupi kegugupan nya. Beberapa orang juga menatapnya sambil tersenyum ramah.
"Gimana kalau aku ajak bapak makan siang seperti yang aku katakan di awal tadi." ajak Dania sengaja mencairkan suasana agar wajah Alex tidak begitu gugup.
"Boleh juga," mereka lalu berjalan ke kantin beberapa orang sempat menatap mereka dengan tatapan iri. Dania dan Alex seperti sepasang kekasih, serasa dunia cuma milik berdua yang lain pada numpang.
"Selamat siang Bu Dania," sapa salah satu karyawan wanita.
"Selamat siang juga Bu angel, kami duluan dulu yah Bu lagi ada hal yang ingin saya bicarakan dengan pak alex." ujar Dania sengaja mencegah angel untuk berbicara panjang lebar. karena jika meladeni wanita itu tak ada habisnya berbicara, yang ada rencana makan siang dia dengan Alex bakalan di cegah olehnya.
"Owhh iya bu, silahkan." Angel tersenyum ramah seakan semuanya baik-baik saja padahal dalam hatinya angel sangat kesal karena Dania begitu terkenal di kantor ini dan banyak orang yang mengagumi kecantikan dan kecerdasan nya. Dia termaksud bintang di kantor itu, patas saja dia iri padanya. angel selalu ingin mencelakakan Dania untuk mengambil posisi nya namun selalu ada yang melaporkan hal itu kepada atasan mereka, lagi-lagi rencana nya gagal.
liat aja kamu aku pastikan kali ini akan berhasil, kesalnya dalam hati.
Di kantin Dania dan Alex lalu duduk di kursi paling pojok. Terlihat Dania memanggil salah satu kasir di kantin itu untuk meminta menu.
"Mba tolong dong menu nya," Teriak Tania. Terlihat kasir itu tergopoh-gopoh menghampiri nya.
"Ini Bu menunya, mau pesan apa?" tanyanya pada Dania dan Alex.
"Mau pesan apa pak?" Tanya Dania kepada Alex yang saat itu sibuk dengan ponselnya.
"Aku pesan apa aja yang kamu pesan." ucap Alex lalu kembali menatap ponselnya.
"Ya udah aku pesan ayam bakar dua porsi, ikan gurami satu porsi aja, cah kangkung dua porsi, sambel nya di banyakin yah mba." Ucapnya pada pelayan itu.
__ADS_1
"Iya mba, terus minuman nya apa?" Tanya mba itu kepada nya.
"Minuman nya kasih air putih dingin dua gelas." ujar Dania. setelah mencatat semua pesanan itu mba itu lalu pergi dari hadapan mereka.
Beberapa menit kemudian makanan sudah datang, Dania dan Alex menyantap makanan itu dengan lahap. Setelah makan Dania lalu pergi ke kasir untuk membayar semua pesanan mereka.
"Berapa semua nya mba?" Tanya Dania kepada kasir itu lalu melihat buku menu pesanan mereka.
"Semuanya total 250.000 yah Bu." ujar sang kasir, Dania lalu memberinya uang tunai lalu kembali duduk di samping Alex.
"Berapa semuanya?" Tanya Alex
" Cuma 250.000 pak?" Ucapnya tiba-tiba Alex membuka dompetnya Dania langsung menutup dompet itu.
"Nggak usah pak, anggap aja aku yang traktir." ucapnya.
"Owhh ya udah lain kali aku yang traktir gimana?" Tanya nya berharap tidak dapat penolakan dari Dania.
"Okey siip," Dania mengangkat jempolnya memberi instruksi kalau dia setuju.
"Ayo bu Dania Balik ke kantor." Ajak Alex kepadanya.
"Boleh, Dania." ucapnya sedikit terbata-bata.
"Hahahaha, gitu dong pak." Dania lalu berdiri dari tempat duduk itu dan berjalan mengikuti langkah Alex. betapa banyak nya mata yang melihat mereka tanpa di sadari olehnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Alex masuk ke dalam kantor, terlihat bapaknya yang sedang duduk di kursi kerja kantor tersenyum ke arahnya.
"Nak Alex sini," panggil papanya, Alex lalu menghampiri papanya yang sedang melambaikan tangan ke arahnya.
"Tumben papa panggil, ada apa?" ucapnya.
"Gimana diner nya?" Tanya Antonion kepada anak semata wayangnya.
__ADS_1
"Diner, sama siapa pa?" Tanya nya heran.
"Sama Dania," ucap Antonion.
"Owhh kebetulan aja pa, kan di ajak gak enak sih kalau di tolak." ucapnya menyakinkan papanya.
"Tapi cantik kan?" Tanya nya lagi.
"Dania?" Tanya Alex.
"Iya lah siapa lagi masa Dani, kalau Dani kan laki-laki masa cantik." Ledek papanya.
"Yah kalau cantik sih cantik pa, udah ah papa ada-ada aja pertanyaan. gimana usaha kuliner ku lancar gak pa?" Tanya nya balik.
"Lancar orang yang urus mamamu kok, mamamu kan pintar masak. urusan kuliner setahun sama perempuan aja pasti beres." ujar papanya memuji istrinya.
"Owhh ya udah kalau mama yang pegang pasti aman." Alex lalu duduk di sofa kali ini dia benar-benar kenyang.
"Yah siapa suruh makan nya kebanyakan, gak bisa gerak kan." ledek papanya.
"Dania sih pa pesan nya kebanyakan, kalau gak di abisin sayang lauknya mubazir." ujarnya, terlihat Antonion hanya mengangguk saja. jika membahas makanan dia pasti hanya mengangguk saja, soalnya makanan identik dengan rasa lapar dan semua orang butuh makan.
Tok tok tok suara ketukan di pintu membuat mereka kaget, Alex lalu membuka pintu.
Cekrek suara pintu terbuka terlihat seseorang membawakan papanya makan siang seorang yang sama dengan orang yang membawakan nya pesanan makan siang kemarin.
"Wah bapak, gimana suka nggak bajunya?" Tanya pak direktur.
"Suka pak, jadi aku sama seperti mereka pakai kemeja juga." terlihat senyum bahagia terpancar di wajah bapak tua itu.
troli makanan itu lalu berhenti di samping meja kantor, terlihat bapak itu meletakkan pesanan makan siang di atas meja kantor.
"Wah troli makanan nya bagus yah pak, semoga awet yah." ujar pak direktur.
"Ini semua berkat kebaikan bapak direktur karena sudah banyak membantu keluarga saya." ujarnya sangat berterima kasih kepada pak direktur.
__ADS_1
"Nak ini bapakmu yang kasih masuk bapak di sini." ucap bapak itu kepada Alex dengan perasaan senang. Alex hanya bisa mengangguk saja. setelah agak lama berbincang dengan bapak tua itu, dia lalu izin pamit keluar.
"Saya pamit dulu yah pak permisi." bapak tua itu lalu keluar dari ruangan itu, terlihat Antonion melahap masakan Padang itu dengan lahapnya.