Hasrat Tuan Mudah

Hasrat Tuan Mudah
Di rumah alex


__ADS_3

Ini kesekian kalinya Alex membawa perempuan masuk ke dalam lingkungan kehidupan nya. tapi kali ini berbeda dia akan tinggal bersama Alex, makan bersama, belajar bersama, ngobrol bersama meski sekarang mereka belum terlalu dekat. Dia lalu memarkir mobilnya, terlihat rumah yang ditempati Alex sangat besar dan terkesan keren.


"Ini rumah bapak?" tanyanya takjub.


"Iya, tapi lebih cakep rumah kamu lah." ucap Alex.


"Bukan rumah Dania rumah orang tua Dania, Dania cuman numpang aja. kalau nanti udah nikah pasti punya rumah sendiri meskipun kecil kelak rumahnya tapi nyaman." ujar Dania kepada Alex.


"Tapi kalau rumahnya sebesar ini kamu mau?" Tanya Alex.


"Bapak ada-ada saja Dania mana mampu beli," ucapnya dengan polos, melihat kepolosan itu Alex hanya tersenyum. Alex lalu membukakan pintu untuk Dania.


"Silahkan tuan putri," ujarnya.


"Ngeledek lagi nih, hahaha" ujar Dania lalu tertawa.


"Cakep banget sih," ucap Alex


"Siapa pak," dengan polosnya Dania bertanya.


"Tembok rumahku,"


"Owhh Hahahaha," Dania tertawa lagi kali ini sambil menutup mulutnya.


"Ayo ikut aku, biar aku kasih liat kamarmu." ujarnya sambil membawa satu koper Dania dan satunya di pegang Dania. Alex menaiki anak tangga di ikuti oleh Dania dari belakang, Di samping kamar Alex memang ada tiga kamar di lantai dua. satunya paling ujung tempat latihan Alex, di sana tersedia banyak alat gym.


"Ini kamar mu, nanti kalau ada apa-apa boleh ketuk kamarku." ujarnya.

__ADS_1


"Iya pak," Dania lalu membuka kamar itu. hanya ada kasur besar, satu sofa kecil terlihat mahal di tambah lemari baju. Dania kelilingi kamar itu lalu di simpan nya kopenya di atas tempat tidur, Alex ikut masuk ke kamar itu membawah koper Dania.


"Gimana kamarnya, sama luar nggak sama kamar kamu." tanya Alex.


"Iya, hampir sama luasnya." ujar Dania lalu mengeluarkan pakean Dari dalam koper. terlihat Alex sudah tidak ada di situ, seperti nya dia sudah masuk ke dalam kamarnya.


Semua pakean itu lalu di susun di dalam lemari, setelah selesai dia menyusun beberapa alat makeup nya di depan meja rias.


Koper itu lalu di susun di samping lemari, setelah semuanya selesai Dania lalu mengambil handuk dari dalam lemari yang sudah dia bawah dari rumah. Dia juga mengambil baju tidur Langan panjang dari dalam lemari.


Dania masuk ke dalam kamar mandi terlihat di tangan nya dia membawakan sabun cair dan sikat gigi serta sabun cuci muka. Di dalam dia memutar keran air syower. ketika kepalanya di kena air rasanya dia benar-benar segar.


Baru kali ini dia tinggal satu atap dengan cowok yang tidak begitu dia kenal, kalau bukan karena membantu papanya melunasi hutangnya dia tidak mungkin menawarkan diri dengan menjadi asisten nya Alex di rumah.


Dania melihat tubuhnya di kaca kamar mandi tanpa sehelai benang pun, tubuh yang sangat ideal dan indah, bokong yang berisi di tambah buah dada yang besar dan kenyal. Dania menyabuni kedua gunung itu dengan sabun mandi. Dia lalu melihat bulu-bulu menempel di ******** nya, rasa geli dengan dirinya sendiri membuatnya menggeliat di kamar mandi. setelah menyabuni badan nya dia lalu menyalakan syower untuk membersihkan dirinya.


Dia lalu tersenyum sambil melihat baju tidur lengan panjang dan celana tidur panjang berada di sisi tempat tidur, Dania lalu mengeringkan badan nya dengan handuk lalu memakai baju. Setelah memakai baju dia lalu menjemur handuk itu di teras rumah, lalu pakaian kotornya di simpan di dalam keranjang baju yang sudah di siapkan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dania menuruni anak tangga untuk menyiapkan makan malam, walaupun dia tidak begitu pandai memasak tapi setidaknya dia tau memasak. Dia lalu mulai memeras asam dan menurunkan nya ke mangkok yang sudah di kasih garam. ikan yang sudah di siapkan di atas meja lalu di celupkan di air asam itu, lalu di goreng di atas minyak yang sudah di panaskan.


Di samping itu dia lalu menumis kangkung dengan air sedikit dan garam sedikit, setelah masak dia menyimpan kangkung itu di atas mangkok kaca yang sudah dia siapkan di atas meja. nasi yang sudah Dari tadi dia masukan ke dalam rice cooker sebentar lagi akan masak.


Ikan itu lalu di balik agar tidak hangus, semakin dia sering melakukan nya dia semakin suka dan menikmatinya. ikan itu lalu di angkat di atas piring, dan di hidangkan di atas meja. dia lalu mematikan kompor. Tinggal nasi yang masih ada lima menit, setelah masak dia lalu mengambil bakul Dari dalam lemari kaca.


Beberapa menit kemudian semuanya sudah selesai sambil tersenyum sumringah dia langsung berkacak pinggang.

__ADS_1


"Akhirnya semua selesai, tinggal memanggil pak Alex untuk makan malam." ucapnya sambil tersenyum manis.


Saat baru mau melangkah dia membalikkan badannya terbuat sudah ada Alex di belakang nya, tubuh itu tercium harum seperti bau wangian maskulin cowok.


"Kok harus sih," Dania lalu mengangkat kepalanya benar saja Alex yang berada sangat dekat dengan nya sontak ingin membuat Dania mundur namun jika dia mundur maka dia akan menabrak meja makan.


"Ada apa? wah harum banget seperti mengunggah rasa." dia lalu mengambil garpuh dan memasukkan ke mulutnya tempe goreng yang ada di atas meja itu.


"Enak banget, maukah jadi istriku." bisiknya di telinga Dania. sontak Dania kaget dan langsung salah tingkah.


"Wah bapak ada-ada saja, bapak jangan menakutiku." bisiknya balik.


"Kalau ku lamar mau nggak," ucapnya dengan nada serius.


"Ayo pak silahkan, makan malam nya sudah siap." dia lalu membalikkan badan nya parfum yang digunakan Alex menyengat hidung nya dan membuatnya sedikit gugup dan sesak napas.


Alex lalu menarik kursi itu lalu duduk dengan tenang, dia lalu melahap semua masakan Dania. Baru kali ini ada perempuan yang memasarkan dia masakan seenak ini, sebelumnya itu ibunya dan bibi di rumah orang tuanya.


"Gimana bapak suka? kalau suka besok-besok aku masakin kayak gini lagi." ujar nya kepada Alex.


"Enak kok, owhh iya lain kali kita makan berdua lagi yah." dia lalu menatap mata indah itu, pikiran nya sempat kotor apalagi hanya mereka berdua tidak ada orang lain.


"Ada apa pak," ujar Dania kaget saat di tatap oleh oleh Alex, dia lalu merapikan baju dan rambutnya.


"Ehh nggak papa, ayo makan nanti keburu dingin loh jadi nggak enak nanti." Jari-jari yang lentik itu lalu mengambil nasi Dari dalam bakul.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2