Hasrat Tuan Mudah

Hasrat Tuan Mudah
Nobar bersama pak alex


__ADS_3

Malam pun telah tiba Dania lalu turun ke dapur untuk menyiapkan makan malam, dia mencari sosok pria itu namun tak dia temukan di berbagai sudut rumah.


"loh Kemana dia, bukan nya tadi ada?" Dania lalu naik ke lantai dua untuk memeriksa nya di kamar. tapi masih tidak ada juga, Dania kembali turun ke bawah untuk menyiapkan makan malam.


Setelah semua makan malam selesai dia lalu duduk di ruang tamu menunggu pria itu. Suara pintu terbuka terlihat Wajah Alex begitu kelelahan, Dania lalu buru-buru membereskan rambutnya yang sedikit berantakan karena ketiduran di ruang tamu.


"Bapak dari mana? makan malam nya sudah siap." ujar Tania.


"Aku habis dari gereja, maaf tidak sempat mengajak mu." Dania memang jarang ibadah dia tipe orang yang tidak begitu suka ke gereja, menurut dia berdoa tidak mesti di gereja. telinga tuhan terlalu besar untuk mendengarkan doa hambanya jadi dia berdoa di tempat di mana pun dia berada.


"Ya udah gak papa pak, nanti lain kali aja." ujarnya sambil menarik kursi yang ada di samping nya.


"Makasih yah udah dimasakin lagi," Alex lalu berdiri dan mencuci tangan nya di wastafel. makan malam itu begitu adem tanpa ada suara bahkan sepatah kata pun. mungkin karena Alex memang lapar, jadi dia memilih diam dan menikmati makan malam itu.


Setelah selesai seperti biasanya dia lalu membantu Dania untuk membereskan dapur dan membantu nya cuci piring. Dia menggulung bajunya sampai sesiku, lalu membantu Dania membilas nya.


"Kita jadi nobar nggak pa?" Tanya Dania.


"Iya jadi kok,"


"Bapak nggak capek?" Tanya Dania lagi.


"Nggak dong."

__ADS_1


"Tadi bapak ke gereja sendirian?" Tanya Dania penasaran.


"Nggak tadi bareng keluarga," jawabnya, Alex memang sedikit brengsek namun dia tidak pernah lupa dengan kewajiban nya. setiap seminggu sekali dia akan ke gereja bersama keluarga nya, walaupun dia bukan termasuk umat kristiani yang taat tapi dia sering ke gereja kalau tidak ada kendala bersama keluarga nya.


"Dania kamu ngantuk yah? tadi nungguin aku." tanya Alex


"Iya pak, tapi sekarang udah nggak sih." ujarnya lalu tersenyum manis.


"Jadi masih mau nonton?" Tanya Alex padanya.


"Masih pak," setelah selesai cuci piring Alex lalu menarik Dania menuju ruang tamu.


"Ayo nonton, kamu mau nonton film apa?" Dania lalu mencari siaran film barat, dia memang suka dengan film ection barat. Alex yang duduk di sampingnya hanya mengikuti nya saja.


"Hahahaha," dia tertawa sendiri karena begitu fokus nonton berbeda dengan Alex yang kebanyakan menatap nya.


"Besok bangun aku yah," bisiknya di telinga Dania dengan nada yang lembut.


"Jam berapa pak kira-kira?" Tanya Dania lagi.


"Satu jam sebelum berangkat kantor," ucapnya.


"Iya pak,woahhh...." Dania menutup mulutnya tiba-tiba ngantuk nya datang. mereka tidak sadar kalau sudah hampir dua jam mereka nonton. film yang sudah di nonton di awal sudah Habis, Dania lalu mengajak Alex naik istirahat.

__ADS_1


"Pak Dania usah ngantuk masih mau nonton?" Tanya nya kepada Alex, terlihat dia hanya menggelengkan kepalanya.


"Ayo naik tidur," Alex lalu menarik tangan Dania. Dania lalu mengambil bungkusan cemilan yang sudah habis isinya lalu di buang di tempat sampah. Dia lalu menyusul Alex yang sudah dari tadi menunggu nya di atas tangga.


"Umur kamu berapa sih?" Tanya alex padanya.


"Kalau sekarang dua puluh enam tahun ini, bapak umurnya berapa emang?" tanya Dania balik.


"Aku udah dua tujuh masuk dua delapan." ucapnya.


"masih muda pak," Dania lalu membuka pintu kamarnya.


"Selamat malam yah Dania," ucap Alex.


"iya pak selamat malam juga." Dania lalu masuk ke dalam kamar itu, dia membaringkan tubuhnya di atas kasur yang empuk itu. rasanya enak banget, beberapa saat kemudian dia tertidur pulas di atas kasur yang empuk itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari ini hari Senin hari pertama dia harus ke kantor bersama bapak itu, semakin lama dia tinggal di rumah itu perasaan gugup juga semakin menghantuinya.


Dia lalu bangun pagi-pagi sekali, lalu bergegas masuk ke dalam kamar mandi. Tidak lama kemudian dia keluar lalu menggunakan seragam kantor dan jas. kali ini jas nya di simpan di tangan kirinya dan tangan kanan nya memegang tas dan data-data kantor.


Dania menuruni anak tangga hari ini dia ingin menyiapkan sarapan pagi, dia lupa kalau bajunya akan kotor. Dania lalu mengambil celemek lengan bajunya ditarik hingga ke siku, lalu dia mulai memasak di dapur, setelah semua siap disajikan di atas meja dia langsung naik ke atas untuk mengajak Alex sarapan.

__ADS_1


__ADS_2