
Malam itu itu di meja makan mereka berdua makan dengan lahap, setelah makan Dania lalu membawa piring kotor ke wastafel, di bantu oleh Alex.
"Nggak usah pa, nanti Dania aja." ujarnya.
"Nggak papa," ujar Alex. Dania lalu membersihkan meja itu sampai mengkilat lalu melanjutkan cuci piring. Alex tidak tega melihat nya langsung menghampiri nya.
"Aku bantu yah no komen Titi." ujar Alex dia tau banget kalau Dania akan cerita panjang kali lebar perempuan memang makhluk yang menyenangkan dan paling banyak ngomong. Kali ini Dania hanya bisa diam saja, dia sedikit gugup berada di samping Alex.
"Biar aku yang bilas yah," ujarnya.
"Iya pak, makasih yah udah di bantuin." ucapnya sedikit gugup.
"Makasih juga udah di masakin," Alex tersenyum ke arahnya dengan sangat berwibawa.
Setelah selesai bersih-bersih di dapur mereka lalu naik ke kamar masing-masing. Dania mngambil ponselnya Dati atas lemari. Chat dari mantan nya masuk, Dania lalu membuka isi pesan itu.
"Apa kabar?" Tanya Dika
"Baik kok," balas Dania.
"Aku minta maaf yah, kejadian kemarin." Dika mengaku salah karena sudah selingkuh di belakang Dania.
"Udah aku maafin," balas Dania.
"Aku udah putus sama dia," balas Dika.
"Owhh..." Balas Dania mulai garing.
"kok jawabnya gitu udah cuek yah sekarang?" Tanya Dika di chat.
"Tumben lu chat, ada apa?" Tanya Dania
__ADS_1
"Kita balikan yok, aku mau balikan sama kamu." melihat balasan chat itu Dania langsung kesal.
"Maaf aku udah punya pacar, aku gak bisa balikan sama kamu. cari cewek yang lebih baik dari aku dan jangan pernah hubungi aku lagi." jawab Dania.
"Serius siapa orangnya?" Tanya Dika
"Kamu jangan ganggu aku lagi, aku harap kita tidak pernah ketemu lagi." balas Dania lalu ngeblok nomor itu dan menghapus kontaknya di telpon. Dia sebenarnya bohong tapi perasan nya kepada Dika sudah tidak ada lagi, dia sekarang kalau mengingat Dika hanya mengingat kesalahan nya.
Dania sekarang sudah legah dan ingin fokus ke masa depan, dia tidak mau lagi mikirin Dika sudah cukup rasa sakit yang dia alami selama bertahun-tahun dengan pria toxic kayak dia.
Dania tertidur dengan lelap, dia benar-benar lelah hari ini untung besok hari Minggu jadi dia tidak perlu khawatir telat bangun pagi.
Plak suara tamparan melayang di pipi Dania, dia kaget karena kena tamparan dari seorang wanita yang tidak dia kenal.
"Gara-gara kamu aku putus sama Dika, kenapa sih Dika tidak bisa lupain kamu? dasar perempuan ******." bentak wanita itu padanya.
"Maksud kamu apa," Dania benar-benar marah.
Plaak dia menampar balik wanita itu, dia tidak terimah jika harga dirinya di injak oleh pelakor orang yang telah merusak hubungan nya dengan pacarnya.
Dania lalu berjalan keluar dari hotel itu, rupanya dia menemukan selingkuhan pacarnya berduaan di kamar hotel dengan pacarnya sendiri. Dika terlihat serba salah dia lalu mengejar Dania dan meminta maaf.
"Dania maafin aku, aku cuma tidak terimah karena kamu masih perawan."
"Plaak," lagi-lagi tamparan melayang di pipi Dika.
"Dika kita itu sudah tunangan, sebentar lagi akan nikah kok bisa-bisanya nya kamu kayak gini di belakang aku." Bentak Dania marah.
"Maafin aku, aku benar-benar bersalah Dania." ujarnya sambil memohon-mohon.
"Kamu salah Dika karena ketemu perempuan gila seperti aku, mending kamu lanjutin mainan mu sana kita putus hubungan kita sampai di sini dan satu lagi pertunangan kita batal titik." ucap Dania sambil menunjuk-nunjuk pria itu. dia bersyukur karena setidaknya laki-lakinya brengsek seperti Dika tidak mengambil keperawanannya.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dania terbangun dari tidurnya mimpi buruknya akan masa lalu sering menghantui dirinya dia lalu melihat ponselnya benar saja Dika nge chat dia.
"Bodoh amat aku udah mati rasa dengan nya, dia mau mati pun aku tidak peduli lagi." Dania lalu merapikan tempat tidur itu, dan mengambil handuk yang ada di balkon.
Setelah mandi dia lalu turun ke bawah, terlihat di ruang tamu Alex sedang duduk dengan santai dengan membaca majalah dan kopi di atas meja. Dania lalu keluar ke halaman rumah untuk menyiram bunga, niatnya ingin menyapa di urungkan takut debu masuk semua di dalam kopi itu.
"Bunga-bunga itu pemberian dari ibu," ucap suara dari belakang nya. Dania langsung berbalik dan menatap nya.
"Selamat pagi pak," ujar dania kepada sambil tersenyum manis. Alex lalu mendekati nya dan berbisik di telinga nya.
"Kamu tidak takut kalau tetangga melihat kita berdua di rumah ini?" Tanya Alex menakuti dirinya.
"Nggak pak, bapak bisa bilang kalau aku asisten rumah tangga bapak." ucap Tania lagi-lagi Alex sengaja mendekatkan wajahnya ke wajah Dania.
"Atau aku bilang calon istri ku," ujar Alex sambil tersenyum nakal.
"Terserah bapak aku tidak bisa menolak," tiba-tiba suara tawa mengagetkan dirinya.
"Ya udah aku mau mandi dulu tunggu aku di meja makan." bisik Alex dan berlalu pergi meninggalkan dirinya yang diam membisu berusaha menyimak kata-kata nya.
Dania masuk ke dapur lalu menyiapkan sarapan pagi. kali ini dia mengambil roti dari dalam lemari dan dipolesi selai di atasnya lalu di bakar. kali ini dia akan sarapan roti dan susu. Dania lalu mengambil susu Dari dalam lemari lalu menyajikan susu coklat hangat.
Dania sempat melamun dan kepikiran oleh kata-kata Alex.
"Istri, ada-ada aja sih bapak." ucapnya dengan nada datar. dia lalu menunggu Alex di ruang makan itu, setelah hampir setengah jam menunggu dia tertidur. Alex lalu sarapan sambil menatap wajah itu yang masih tertidur sekali-kali dia tersenyum niat membangunkan membuatnya tidak tega.
Setelah selesai sarapan dia lalu mencubit gelas nya dan menyisakan tiga roti bakar di dalam toples untuk dania.
Alex menggendong tubuh itu, jantung nya berdetak kencang tidak biasanya dia seperti ini. Ingin rasanya dia memiliki gadis itu, tapi Malu mengatakan nya ke papanya. Dania lalu di baringkan di atas kasur kamarnya, sedangkan dia asik membaca majalah di sofa.
__ADS_1
Dania terbangun dari tidurnya kaget karena kamar yang dia tempati bukan kamarnya melainkan kamar orang lain, saat melihat Alex yang serius membaca majalah di sofa dia baru sadar kalau dia berada di kamar Alex.
...****************...